Siswa Kelas 12 Mampir Yuk, Kita Kenalan dengan Buku Besar dan Neraca Saldo

Buku besar dan neraca saldo merupakan bagian dari akuntansi. Buku besar: alat yang digunakan untuk pencatatan perubahan-perubahan yang terjadi pada suatu akun. Ada buku besar umum dan buku besar pembantu. Bentuk buku besar: bentuk T, skontro, staffle berkolom saldo tunggal, staffle berkolom saldo rangkap. Neraca saldo: sebuah daftar dengan seluruh jenis nama akun dengan saldo totalnya yang disusun dengan sistematis. Kolom utama dalam neraca saldo: nomor akun, nama akun, debit, kredit.

Hai, Quipperian!
Apakah kamu sudah terdaftar menjadi mahasiswa di perguruan tinggi tertentu atau sedang mendaftar pada program pendidikan pada suatu perguruan tinggi? Tidak bisa dipungkiri, jurusan yang umumnya ramai pendaftar dan tidak pernah sepi peminat adalah Jurusan Akuntansi.
Bagaimana denganmu, Quipperian? Apakah Jurusan Akuntansi adalah jurusan impianmu untuk melanjutkan studi kelak? Ada banyak hal yang akan kamu jumpai jika kamu belajar di jurusan satu ini. Di antara sekian banyak hal tersebut, kamu juga akan berkenalan dengan buku besar dan neraca saldo.
Mungkin hal ini sudah pernah kamu pelajari sebelumnya, namun, tidak ada salahnya bila kamu memperdalam pengetahuanmu lagi. Apalagi bila kamu belum pernah mengenal hal ini sebelumnya—informasi dari Quipper Blog satu ini enggak boleh kamu lewatkan, deh.

Buku Besar


Buku besar merupakan alat yang digunakan untuk melakukan pencatatan atas segala perubahan yang terjadi pada suatu akun karena transaksi-transaksi keuangan yang terjadi.
Meskipun begitu, buku besar memiliki data yang masih general dalam arti belum dapat memberikan data secara rinci. Oleh karena itu, ada pula buku besar pembantu.
1. Buku besar umum
Buku besar umum adalah buku besar dengan data yang general, yaitu seluruh perkiraan yang ada pada periode waktu tertentu, misalnya kas, piutang, persediaan utang, dan modal. Pencatatan data pada buku besar umum dilakukan dalam rentang waktu yang telah ditentukan.
2. Buku besar pembantu
Buku besar pembantu disebut juga sebagai buku tambahan. Ada beberapa jenis buku besar pembantu, misalnya buku besar pembantu dagang, buku besar pembantu utang, atau buku besar pembantu piutang. Buku besar pembantu digunakan untuk mencatat perincian dari transaksi yang terjadi dengan tujuan untuk memberikan informasi yang lebih detail.

Fungsi buku besar

Buku besar memiliki fungsi yang sangat penting bagi perusahaan. Data dalam buku besar diambil dari jurnal-jurnal khusus maupun jurnal umum perusahaan. Seluruh data tersebut diringkas dan kemudian digunakan untuk menggolongkan data keuangan.

Bentuk Buku Besar

1. Bentuk T: bentuk satu ini adalah buku besar dengan bentuk yang paling sederhana. Sesuai dengan namanya, buku besar bentuk T berbentuk seperti huruf T kapital. Pada bagian kiri, akan dicatat data debit dan pada bagian kanan, akan dicatat data kredit. Nama akun terdapat pada sisi kiri atas, sementara kode akun terdapat pada sisi kanan atas.
2. Bentuk skontro: bentuk satu ini biasa disebut juga sebagai bentuk dua kolom. Kata ‘skontro’ berarti sebelah atau dibagi dua, menjadi debit dan kredit.
3. Bentuk staffle berkolom saldo tunggal: bentuk satu ini merupakan bentuk yang akan digunakan apabila diperlukan penjelasan dari transaksi yang cukup banyak.
4. Bentuk staffle berkolom saldo rangkap: bentuk satu ini merupakan bentuk yang dapat dikatakan sama dengan bentuk staffle berkolom saldo tunggal. Perbedaannya ialah pada bentuk ini, saldo terbagi menjadi dua kolom, yaitu debit dan kredit.

Neraca Saldo


Neraca saldo ialah suatu daftar dengan seluruh jenis nama akun beserta dengan saldo totalnya yang disusun dengan sistematis beserta kode akun dari buku besar perusahaan yang disusun setelah penyusunan buku besar.
Neraca saldo memiliki hubungan dengan buku besar, bahkan, disusun dengan tujuan untuk memastikan keseimbangan antara jumlah debit dan kredit pada akun-akun yang terdapat pada buku besar. Neraca saldo juga digunakan sebagai dasar pada saat mempersiapkan laporan keuangan.

Fungsi neraca saldo

1. Fungsi persiapan: berfungsi dalam melakukan persiapan sebelum pembuatan laporan akhir keuangan perusahaan.
2. Fungsi pencatatan: berfungsi dalam melakukan pencatatan data-data yang terdapat dalam setiap akun rekening.
3. Fungsi koreksi: berfungsi dalam melakukan koreksi pada seluruh catatan ataupun siklus akuntansi yang tercatat dengan cara melihat kesamaan hasil akhir kolom debit dan kreditnya.
4. Fungsi monitoring: berfungsi dalam melakukan pengawasan terhadap setiap akun yang ada.

Kolom utama pada neraca saldo

1. Nomor akun: kolom ini berisi kode-kode akun dari setiap akun pada buku besar yang dituliskan urut, dari kode akun harta hingga kode akun beban.
2. Nama akun: kolom ini berisi nama-nama akun pada buku besar yang dituliskan urut, dari golongan akun harta hingga beban.
3. Debit: kolom ini berisi saldo dari setiap akun dengan nilai debit sesuai buku besar yang ada.
4. Kredit: kolom ini berisi saldo dari setiap akun dengan nilai kredit sesuai buku besar yang ada.
Nah, Quipperian, itulah penjelasan singkat atas buku besar dan neraca saldo yang akan kamu jumpai dalam Jurusan Akuntansi. Kalau kamu masih mau mendalami materi buku besar dan neraca saldo di atas, gabung saja yuk dengan Quipper Video. Di sana kamu akan belajar sama tutor kece lewat video, rangkuman, dan latihan-latihan soal. Semoga bermanfaat ya, Quipperian!
Sumber:

Penulis: Evita



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang