Simak Materi Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang Ini Buat Kamu yang Kelas 12!

jurnal penyesuaian perusahaan dagang

Jurnal penyesuaian adalah jurnal khusus untuk menyesuaikan saldo-saldo di akun neraca agar sesuai dengan kenyataan. Transaksi yang perlu disesuaikan ada 2, yakni transaksi akrual dan deferal. Ada 8 akun yang masuk dalam jurnal penyesuaian: penyusutan aktiva tetap, persediaan barang dagang, pemakaian perlengkapan, beban yang masih harus dibayar, pendapatan yang masih harus diterima, beban bayar di muka, pendapatan bayar di muka, dan piutang tidak tertagih.

Hola, Quipperian! Ayo, siapa yang ke mari karena mau mendalami ilmu Akuntansi-nya? Pilihan kamu tepat untuk mengklik artikel ini, Quipperian. Kali ini Quipper Blog mau bahas jurnal penyesuaian perusahaan dagang, nih. Apa sih jurnal penyesuaian itu? Terus, apa juga yang harus disesuaikan? Nah, daripada kamu galau mencari-cari jawabannya, mendingan simak aja artikel Quipper Blog mengenai jurnal penyesuaian perusahaan dagang di bawah ini.

Pengertian Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat khusus untuk menyesuaikan saldo-saldo akun di neraca saldo supaya menjadi sesuai dengan yang sebenarnya. Sebab, nyatanya informasi yang ada di neraca saldo pada kenyataannya belum menunjukkan keadaan perusahaan yang sesungguhnya.
Kenapa bisa begitu? Soalnya masih ada keadaan harta, utang, modal, penjualan, pembelian, dan biaya perusahaan yang belum benar. Nah, supaya penyusunan laporan keuangan bisa objektif, makanya neraca saldo perlu disesuaikan dengan keadaan yang sesungguhnya, yakni dengan menggunakan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian sendiri dibuat pada akhir periode akuntansi yang biasanya jatuh pada tanggal 31 Desember tahun berjalan. So, jurnal penyesuaian ini dibuat berdasarkan data dari neraca saldo dan data penyesuaian di akhir periode.

Akun-akun yang Perlu Disesuaikan

Nah, enggak semua akun harus disesuaikan, ya. Pencatatan jurnal penyesuaian ini bisa dibagi dalam 2 kelompok, yaitu transaksi akrual dan transaksi deferal. Lanjut di bawah, yuk!

1. Transaksi Akrual

Transaksi ini berkaitan dengan pengakuan beban atau pendapatan yang terjadi namun belum dicatat ke dalam akun. Contohnya: beban yang masih harus dibayar, pendapatan yang masih harus diterima, penyusunan aktiva tetap, dan kerugian piutang.

2. Transaksi Deferal

Transaksi ini berkaitan dengan penundaan pengakuan beban dan pendapatan yang transaksinya sudah dicatat ke dalam akun, namun masih harus dikoreksi supaya sesuai dengan kenyataannya. Contohnya: beban dibayar di muka (pembayaran dicatat sebagai harta/beban), pemakaian perlengkapan, dan pendapatan diterima di muka (penerimaan dicatat sebagai utang/pendapatan).

Pencatatan Jurnal Penyesuaian

Pencatatan jurnal penyesuaian pada perusahaan dagang pada dasarnya sama seperti jurnal penyesuaian perusahaan jasa. Namun, pada perusahaan dagang ada 8 akun lainnya yang perlu disesuaikan. Ke-delapan akun ini tidak akan kamu temui pada perusahaan jasa, Quipperian. Apa saja sih memangnya?

1. Penyusutan Aktiva Tetap

Penyusutan merupakan kerugian yang ditanggung perusahaan akan nilai penurunan aktiva tetap. Aktiva tetap milik perusahaan yang dipakai dalam rutinitas akan berkurang nilai ekonomisnya secara perlahan. Nah, berkurangnya nilai aktiva yang dikenal dengan istilah penyusutan/depresiasi ini menjadi biaya yang perlu dicatat dalam laporan akuntansi.
Berikut jurnal penyesuaian yang dibuat:
1) Aktiva Berwujud
Beban penyusutan aktiva…………. (D)
Akumulasi penyusutan aktiva………….(K)
2) Aktiva Tidak Berwujud
Amortisasi aktiva………….(D)
Aktiva…………………….(K)

2. Persediaan Barang Dagang

Proses pencatatan jurnal persediaan barang dagang biasanya dilakukan lewat 2 metode, yakni metode Ikhtisar Laba/Rugi dan metode Harga Pokok Penjualan (HPP). Berikut ini perbandingan kedua metode:

Pendekatan Ikhtisar L/R Pendekatan HPP
Ikhtisar L/R HPP
Persediaan Barang Dagang Awal Persediaan Barang Dagang Awal
Persediaan Barang Dagang Akhir HPP
Ikhtisar L/R Pembelian
Biaya Angkut Pembelian
Retur Pembelian
Potongan Pembelian
HPP
Persediaan Barang Dagang Akhir
HPP

 

3. Pemakaian Perlengkapan

Perlengkapan adalah kelompok aktiva/harta yang bersifat lancar. Biasanya perlengkapan disebut dengan harta lancar atau aktiva lancar. Saldo akun perlengkapan pada neraca saldo di awal dan akhir tahun akan berbeda, sebab ada pemakaian perlengkapan yang tidak dicatat selama periode berjalan. Maka, perlu disesuaikan menjadi:
Beban Perlengkapan……………… (D)
Perlengkapan……………………..(K)

4. Beban yang Masih Harus Dibayar

Beban ini merupakan beban yang masih harus dikeluarkan perusahaan pada akhir periode. Beban yang masih harus dibayar merupakan beban yang sudah jadi beban dari segi waktu, namun belum dicatat dan dibayar. Untuk itu, jurnal penyesuainnya berupa:
Beban gaji/bunga/sewa………………..(D)
Utang gaji/bunga/sewa………………(K)

5. Pendapatan yang Masih Harus Diterima

Pendapatan ini adalah pendapatan yang masih akan diterima, tetapi belum dibayar oleh pelanggan. Bagi perusahaan, hal ini disebut sebagai piutang sehingga akun ini pun disebut piutang pendapatan. Jurnal penyesuaian yang dibuat seperti berikut:
Piutang sewa………………(D)
Pendapatan sewa…………..(K)

6. Beban Dibayar di Muka

Beban ini merupakan beban yang sebenarnya belum jadi kewajiban perusahaan untuk dibayar pada periode berjalan, tetapi perusahaan sudah membayarnya lebih dulu. Contoh transaksi ini adalah akun sewa, iklan, atau asuransi. Pencatatan beban dibayar di muka bisa menggunakan pendekatan:

Harta Beban
Beban Sewa (D) Sewa Dibayar di Muka (D)
Sewa dibayar di muka (K) Beban Sewa (K)
Catat sebesar yang sudah dijalani Catat sebesar yang belum dijalani

7. Pendapatan Diterima di Muka

Pendapatan diterima di muka merupakan pendapatan yang diterima lebih dulu atas transaksi yang belum dilakukan dengan pelanggan. Akun ini disebut juga persekot pendapatan atau premi pendapatan. Pencatatan diterima di muka bisa dilakukan dengan 2 pendekatan, yakni:
Harta
Beban
Sewa Diterima di Muka (D)
Pendapatan Sewa (D)
Pendapatan Sewa (K)
Sewa Diterima di Muka (K)
Catat sebesar yang sudah dijalani
Catat sebesar yang belum dijalani

8. Piutang Tidak Tertagih

Piutang ini adalah risiko perusahaan akibat adanya piutang dagang yang tidak tertagih. Piutang tak tertagih ini dianggap sebagai beban perusahaan karena perusahaan belum mendapatkan hasil dari transaksi. Berikut jurnal penyesuaiannya:
Kerugian Piutang Tak Tertagih………………(D)
Piutang…………………………….…..(K)
Quipperian, itulah sekilas mengenai jurnal penyesuaian perusahaan dagang. Gimana, kamu sudah cukup tercerahkan belum dengan artikel di atas? Kalau belum, kamu bisa banget nih gabung sama Quipper Video. Di sana kamu akan diajar oleh tutor-tutor kece lewat video, rangkuman materi, dan latihan soal. Materi semua pelajaran ada, lho. Makanya, rugi banget kalau sampai enggak gabung. So, sampai ketemu di artikel menarik lainnya ya!
Sumber:
learn.quipper.com/
www.jurnal.id/id/blog/2017-pencatatan-jurnal-penyesuaian-perusahaan-dagang/
dosenakuntansi.com/ayat-jurnal-penyesuaian-piutang-tak-tertagih
Penulis: Serenata