Kapitalisme: Pengertian, Tokoh, Contoh, dan Perbedaannya dengan Sosialisme dan Liberalisme

kapitalisme

Halo, Quipperian! Belakangan ini, mungkin kamu sering mendengar istilah kapitalis. Istilah ini mulai banyak diperbincangkan, terkait dengan kondisi ekonomi dan politik di negara kita. Tapi, sebenarnya apa sih kapitalis atau kapitalisme itu?

Lalu, bagaimana dengan kapitalisme di Indonesia? Apa bedanya juga kapitalisme dengan sosialisme dan liberalisme? Nah, supaya kamu enggak makin penasaran, langsung saja yuk kita simak pembahasan lengkap mengenai kapitalisme di bawah ini!

Pengertian Kapitalisme

Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh bagi tiap orang untuk mengendalikan kegiatan ekonomi seperti perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dengan tujuan mendapatkan keuntungan. Dalam pengertian lain, kapitalisme merupakan sistem ekonomi di mana semua kegiatan ekonomi dilakukan oleh pihak swasta dan bukan pemerintah. Di sini, tugas pemerintah hanya sebagai pengawas saja.

Berikut ini beberapa pengertian menurut ahli, Quipperian:

1. Karl Marx
Kapitalisme adalah suatu sistem di mana harga barang dan kebijakan pasar ditentukan oleh pemilik modal supaya mencapai keuntungan yang maksimal.

2. Adam Smith
Kapitalisme merupakan suatu sistem yang bisa menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat negara apabila pemerintah tidak mengintervensi kebijakan dan mekanisme pasar.

3. Max Weber
Kapitalisme adalah sistem ekonomi yang berlaku pada suatu pasar dan dipacu untuk menghasilkan keuntungan dengan kegiatan tukar menukar di pasar tersebut.

4. Ir. Soekarno
Kapitalsime ialah suatu sistem sosial dalam masyarakat yang muncul karena cara produksi yang memisahkan kaum buruh dari alat-alat produksi.

5. J.M. Romein
Kapitalisme ialah sistem ekonomi yang memiliki tujuan untuk mengadakan kegiatan produksi dengan tujuan menghasilkan keuntungan.

Tokoh Kapitalisme

Kapitalisme biasanya dikaitkan oleh Karl Marx. Namun, sayangnya hal ini tidak tepat, Quipperian karena ternyata tokoh kapitalisme ialah Adam Smith. Adam Smith merupakan tokoh ekonomi kapitalis klasik yang mengkritik sistem merkantilisme yang ia anggap kurang mendukung ekonomi masyarakat pada kala itu.

Ia berpendapat bahwa gerakan produksi harus bergerak sesuai konsep MCM atau modal-comodity-money, yang akan jadi siklus non stop karena uang berubah jadi modal lagi dan bisa berputar lagi apabila diinvestasikan.

Adam Smith memandang pasar harus memiliki laissez-faire atau kebebasan dari intervensi pemerintah, sehingga pemerintah hanya bertugas sebagai penagwas dari semua pekerjaan yang dilakukan masyarakat.

Ciri-ciri Kapitalisme

Berikut ini ciri-ciri kapitalisme yang harus kamu ketahui, Quipperian.

  1. Pengakuan atas hak-hak pribadi masing-masing individu.
  2. Pemilikan alat-alat produksi oleh individu.
  3. Individu bebas memilih pekerjaan atau usaha sendiri.
  4. Ekonomi diatur oleh mekanisme pasar.
  5. Pemerintah punya peran yang amat kecil dalam kegiatan ekonomi.
  6. Motif yang menggerakkan perekonomian ialah untuk mendapatkan laba.
  7. Manusia dipandang sebagai homo-economicus, yakni pribadi yang selalu mengejar keuntungan sendiri.
  8. Paham individualisme didasarkan materaliasme atau hedonisme (warisan zaman Yunani Kuno).

Kapitalisme di Indonesia

Quipperian, kapitalisme yang terus tumbuh di Indonesia sampai saat ini ternyata tidak lepas dari pengaruh kolonialisme Belanda, lho. Kamu tentu masih ingat masa berlakunya sistem tanam paksa dari VOC, kan? Peristiwa itulah yang jadi akar kapitalisme di Indonesia.

Kekejaman sistem tanam paksa oleh Belanda ini jadi bentuk nyata dari kapitalisme, yakni Belanda memeras kekayaan pribumi demi memenuhi kepentingan pemerintahannya sendiri. 

Setelah sistem tanam paksa ini hilang dan Indonesia merdeka, kapitalisme di Indonesia berkembang dengan bentuk imperialisme baru. Pada masa Orba, modal-modal asing mulai masuk ke Indonesia dan gap antar masyarakat yang punya modal dan tidak punya modal pun makin terlihat.

Sayangnya, sampai saat ini sistem kapitalisme masih berkembang di Indonesia. Bisa kita lihat di mana kekayaan sumber daya Indonesia masih dieksploitasi oleh negara-negara lain. Meski begitu, kita pun bisa melihat upaya Pemerintah Indonesia untuk mencegah hal tersebut terus terjadi, bisa dilihat dari kasus Freeport di Papua yang akhirnya 51% saham bisa dikuasai oleh Indonesia.

Perbedaan Kapitalisme, Sosialisme, dan Liberalisme

Nah, Quipperian, kamu mungkin bingung ya sebenarnya apa perbedaan dari tiga istilah ini, sih? Kalau gitu, langsung saja Quipper Blog beritahu perbedaannya, ya.

  • Kapitalisme: Sistem ekonomi yang memberikan kebebasan penuh terhadap individu atau sektor swasta untuk bisa berperan aktif dalam kegiatan ekonomi demi mendapatkan keuntungan.
  • Sosialisme: Serangkaian sistem ekonomi dan sosial yang ditandai dengan kepemilikan sosial atas alat-alat produksi dan manajemen mandiri pekerja.
  • Liberalisme: Sebuah ideologi, pandangan, atau tradisi politik berdasarkan pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama. Liberalisme punya cita-cita agar masyarakat bisa bebas, terutama bebas berpikir bagi masing-masing orang.

Sejauh pengertian di atas, kamu sudah mulai mengerti kan apa perbedaan ketiganya? 

Quipperian, itulah pembahasan Quipper Blog mengenai kapitalisme. Mudah-mudahan kamu jadi tercerahkan, ya. Jangan lupa mampir ke Quipper Blog untuk baca artikel menarik lainnya. Selamat belajar!

Penulis: Serenata