Sejarah Singkat, Biografi, dan Karya-karya Karl Marx

Karl Marx

Karl Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Trier, tenggara Jerman dan wafat pada 14 Maret 1883 di London. Ia berasal dari keluarga kelas menengah dan menikahi Jenny yang berasal dari keluarga kelas atas. Marx menjadi seorang radikal sejak memasuki dunia perkuliahan pada tahun 1835. Ia pun banyak mengeluarkan karya-karyanya bersama Engels, sejak tahun 1845. Pada masanya, Marx mengusulkan sekolah pabrik yang diharapkan bisa menyejahterahkan kaum anak dan remaja buruh.

Halo, Quipperian! Kembali lagi bersama Quipper Blog, nih. Ayo, siapa yang penasaran dengan Karl Marx sampai mau singgah ke artikel yang satu ini? Well, Karl Marx sendiri merupakan seorang yang unik dan rebel pada masanya. Seperti yang kita tahu, ajarannya mengenai paham komunisme bahkan masih exist dan digunakan sebagai sistem pemerintahan di beberapa negara di belahan bumi.

Terus, seperti apa sih kisah hidup seorang Karl Marx? Kok bisa ia punya ide mengenai konsep komunisme dan apa yang sebenarnya ia maksud dengan komunisme itu sendiri? Biar enggak penasaran lagi, kuy kita simak penjabarannya di bawah ini.

Masa Kecil Seorang Karl Marx

Marx lahir pada 5 Mei 1818 di Kota Trier, wilayah tenggara Jerman, yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Rhine Hilir, Kerajaan Prusia. Ia dilahirkan dalam kondisi keluarga kelas menengah. Marx merupakan anak ketiga dari sembilan bersaudara. Meski berasal dari keluarga turunan Yahudi, pada tahun 1816 sang ayah yang bernama Heinrich Marx memutuskan untuk dibaptis menjadi seorang Kristen di usia 36 tahun. Ibunya, Heinrietta Marx ikut dibaptis setelah sang ayah wafat.

Sang ayah, Heinrich merupakan seorang pengacara yang cukup sukses di Prusia. Ia pun merupakan seorang aktivis reformasi pada masanya. Keputusan Heinrich untuk memeluk agama Kristen ini pun tak lepas dari peraturan pada tahun 1815 yang melarang orang Yahudi menduduki posisi krusial di masyarakat.

Karl Marx sendiri baru dibaptis pada usia enam tahun, beserta saudara-saudaranya. Meskipun Trier merupakan kota Katolik, tetapi pengaruh gagasan liberal lebih mudah masuk karena letaknya yang berbatasan dengan Prancis. Sampai usia 12 tahun, Marx belajar di rumah alias home school. Kemudian melanjutkan lagi selama 5 tahun di sekolah Jesuit, Firdrich-Wilhelm Gymnasuium, Trier. Kepseknya merupakan teman sang ayah yang juga berpandangan liberal.

Masa Muda Marx

Sejak masuk kampus-lah, Marx mulai menonjolkan sikap rebel-nya. Oktober 1835, Marx memulai sekolahnya di Universitas Bonn, Jerman. Ia termasuk aktif dalam kehidupan akademis di kampusnya dan dikenal juga sebagai pemberontak. Selama dua semester di Bonn, Marx menghabiskan hari-harinya untuk membuat onar, mabuk-mabukan, hingga berkelahi. Pada akhirnya, sang ayah memaksa Marx untuk mendaftar di sekolah lain yang lebih serius, yakni Universitas Berlin jurusan ilmu filsafat dan hukum.

Di sinilah Marx dikenalkan dengan ilmu filsafat dari GWF Hegel, seorang guru besar di Berlin. Meski awalnya tak begitu terpikat dengan teori Hegel, Marx banyak terlibat dengan kelompok pemuda Hegelian yang adalah kumpulan mahasiswa radikal. Mereka biasanya mengkritik kemapanan politik dan agama kala itu.

Pada tahun 1836, Marx makin menekuni ilmu politik. Ia bahkan bertunangan diam-diam dengan Jenny von Westphalen, seorang putri keluarga kelas atas di Trier. Karena sikapnya yang makin radikal, sang ayah pun jadi khawatir. Heinrich bahkan menyurati anaknya bahkan meminta Marx menghentikan pernikahannya dengan Jenny.

Namun pada tahun 1843, Marx pun jadi menikahi Jenny. Mereka mempunyai enam orang anak, tetapi karena kemiskinan yang amat parah, hanya tiga anak yang bergender perempuan yang bertahan sampai dewasa. Anak-anaknya pun saat dewasa terlibat aktif dalam kegiatan politik, lho.

Karya-karya Karl Marx selama Hidupnya

Nah, Quipperian, setelah menikah dengan Jenny, mereka pindah ke Paris. Di kota itu, Marx bertemu dengan Friederich Engels, seorang penulis yang kemudian menjadi rekan dan sahabatnya. Keduanya banyak mengeluarkan karya bersama, lho. Karya pertama mereka adalah buku The Holy Family atau Keluarga Suci pada tahun 1845.

Tak cuma satu buku ini saja, Marx dan Engels pun punya banyak karya lain. Menurut situs web marxist.org, ada pula karya-karya lain penting seperti:

  • Tesis tentang Feuerbach (Marx, 1845)
  • Kemiskinan Filsafat (Marx, 1847)
  • Kerja-upahan dan Kapital (Marx, 1847)
  • Prinsip-prinsip Komunisme (Engels, 1847)
  • Manifesto Partai Komunis (Marx dan Engels, 1848)
  • Upah Harga dan Laba (Marx, 1865)
  • Masalah Perumahan (Engels, 1872)
  • Kapital I, Kapital II, Kapital III (Marx, 1867 – 1894)

Marx dan Ide Sekolah Pabriknya

Tahu enggak sih, Quipperian, pada masanya Marx juga sangat aktif untuk membentuk kurikulum yang lebih baik bagi anak-anak buruh, lho. Yup, zaman dulu nih, anak-anak usia muda dari 9-12 tahun sudah wajib bekerja di pabrik-pabrik.

Untuk itulah dalam bukunya yang berjudul Kapital, Marx menuangkan ide-idenya untuk membuat sistem paruh waktu bagi mereka anak buruh. Marx berharap anak-anak itu bisa bekerja tapi tetap bisa melanjutkan sekolahnya. Namun sayangnya, kapitalis dan pemerintahan pada masa itu tidak terlalu menggubris ide paruh waktu Marx ini. Mereka mengatakan lebih banyak cost yang keluar untuk menyewa 2 shift anak buruh. Akibatnya, banyak anak buruh yang dipecat bila bekerja sambil sekolah.

Kurikulum yang diusulkan Marx saat itu tak jauh berbeda dengan sekolah konvensional. Dimulai dengan pendidikan mental, lalu pendidikan fisik (kombinasi antara gimnastik dan latihan militer), kemudian ada juga pendidikan politeknik yang akan mengajarkan prinsip umum dari semua proses produksi.

Pada intinya, Marx ingin menekankan pendidikan pada anak dan remaja buruh agar bisa berkembang menjadi individu yang bisa melakukan perubahan sosial di sekitarnya. Marx lebih mendukung adanya kombinasi pendidikan dan kerja dibanding sistem pendidikan yang mengharuskan anak-anak untuk belajar seharian penuh.

Menurutnya, dengan sistem kerja dan sekolah paruh waktu ini, anak dan remaja buruh bisa berpraktik secara langsung dan jadi tahu apa yang menjadi penyebab kesalahan mereka di sistem produksi, serta bisa menjadi individu yang mau melakukan perubahan demi kaumnya.

Wafatnya Karl Marx

Pada sebagian besar hidupnya, tak banyak orang yang tahu bahwa sesungguhnya Marx punya banyak masalah kesehatan. Masalah itu berkaitan dengan jantung, rematik, sakit kepala, sakit gigi, bahkan insomnia.

Marx pun meninggal di London pada 14 Maret 1883 karena penyakit radang selaput dada. Ia dimakamkan di London dan hanya ditandai batu sederhana. Kemudian pada tahun 1954, Partai Komunis Inggris mendirikan monumen besar yang dihiasi patung Marx.

Sampai saat ini, ada nisan besar yang bisa kamu lihat kalau berkunjung ke Inggris, Quipperian. Nisan itu diberikan kalimat pelengkap dari Manifesto Komunis, yaitu “Kaum Buruh Sedunia Bersatulah.”

Quipperian, itulah sejarah singkat Karl Marx, biografi serta karya-karyanya. Gimana, ternyata hidup Karl Marx pada masa itu juga sama seperti hero lainnya, ya, hanya ingin membuat perubahan. Mudah-mudahan kamu pun bisa terinspirasi membuat perubahan yang lebih baik, ya. Jangan lupa kunjungi Quipper Blog untuk artikel Sejarah menarik lainnya. Ciao!

Sumber:
internasional.kompas.com/read/2017/05/05/19514401/hari.ini.dalam.sejarah.bapak.sosialisme.karl.marx.lahir?page=all
indoprogress.com/2015/02/marx-dan-pendidikan-bagi-kaum-buruh/
http://www.astalog.com/401/fakta-menarik-tentang-karl-marx.htm
http://www.marxists.org/indonesia/archive/marx-engels/index.htm
id.wikipedia.org/wiki/Karl_Marx

Penulis: Serenata



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang