Belajar Fluida, Ingat Hukum Bernoulli!

Belajar Fluida, Ingat Hukum Bernoulli!

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar, ya!

Pada kesempatan kali ini, Quipper Blog akan mengajak Quipperian untuk belajar tentang salah satu hukum yang berlaku pada fluida dinamik. Hukum yang dimaksud adalah Hukum Bernoulli. Siapa di antara Quipperian yang pernah mendengar istilah Hukum Bernoulli? Lalu, apa saja manfaat hukum ini dalam kehidupan? Penerapan paling sederhana dari Hukum Bernoulli bisa dilihat saat kamu menggunakan parfum atau obat nyamuk semprot. Benarkah demikian? Untuk tahu jawabannya, simak pembahasan berikut ini.

Hukum Bernoulli

Hukum Bernoulli ditemukan oleh ilmuwan asal Jerman, yaitu Daniel Bernoulli. Dari penemuan ini, Bernoulli berhasil menerbitkan sebuah buku berjudul Hydrodynamica pada tahun 1738. Mungkin Quipperian penasaran dengan apa sih yang dikatakan Bernoulli tentang hukumnya ini? Adapun pernyataan Hukum Bernoulli adalah jumlah dari tekanan, energi kinetik tiap volume, dan energi potensial tiap volume di setiap titik sepanjang aliran fluida adalah sama. 

Artinya, saat aliran fluida meningkat, tekanan fluida tersebut akan turun. Dengan demikian, energi potensial yang dimiliki fluida juga akan turun. Sebaliknya, saat kecepatan aliran fluida turun, tekanan fluida akan naik.

Syarat Fluida pada Hukum Bernoulli

Hukum ini ternyata bisa diaplikasikan untuk berbagai jenis aliran fluida asalkan memenuhi syarat berikut ini.

  1. Fluidanya tidak dapat dimampatkan (incompressible).
  2. Fluidanya tidak memiliki viskositas.
  3. Aliran fluidanya tetap (steady).
  4. Aliran fluidanya berjenis laminar (tetap dan tidak membentuk pusaran).
  5. Tidak ada hilang energi akibat gesekan antara fluida dan dinding serta turbulen.
  6. Tidak ada transfer energi kalor.

Persamaan Hukum Bernoulli

Persamaan Hukum Bernoulli berkaitan dengan tekanan, kecepatan, dan perbedaan ketinggian fluida. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Secara matematis, Hukum Bernoulli dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

P1 = tekanan di pipa 1 (N/m2);

P2 = tekanan di pipa 2 (N/m2);

ρ1 = massa jenis pipa 1 (kg/m3);

ρ2 = massa jenis pipa 2 (kg/m3);

v1 = kecepatan fluida di pipa 1 (m/s);

v2 = kecepatan fluida di pipa 2 (m/s);

h1 = ketinggian penampang pipa 1 dari titik acuan (m);

h2 = ketinggian penampang pipa 2 dari titik acuan (m); dan

g = percepatan gravitasi (m/s2).

Penerapan Hukum Bernoulli

Belajar Fluida, Ingat Hukum Bernoulli!

Penerapan Hukum Bernoulli bisa Quipperian lihat pada benda-benda berikut ini.

1. Parfum dan obat nyamuk semprot

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, contoh sederhana Hukum Bernoulli bisa kamu lihat pada parfum atau obat nyamuk semprot. Saat kamu menekan parfum parfum ke bawah, cairan bagian bawah akan bergerak dengan kelajuan rendah. Akibatnya, tekanannya di cairan bagian bawah akan semakin tinggi. 

Hal itu mampu mendorong cairan untuk bergerak ke atas melalui selang parfum yang berukuran kecil. Saat sampai di atas selang, udara di bagian pengisap akan keluar bersamaan dengan semburan parfum. Ternyata, saat kamu menggunakan parfum pun masih membutuhkan konsep Fisika, ya?

2. Pipa venturimeter

Pipa venturimeter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelajuan aliran zat cair. Alat ini didesain berbentuk pipa yang mengalami penyempitan diameter. Berdasarkan ada tidaknya alat pengukur tekanan, venturimeter dibedakan menjadi dua, yaitu venturimeter tanpa manometer dan venturimeter dengan manometer. 

Manometer merupakan alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara di ruang tertutup. Jika Quipperian ingin tahu bentuk venturimeter, perhatikan gambar berikut.

Venturimeter yang ditampilkan pada gambar di atas tidak memiliki manometer. Oleh karena itu, untuk menentukan kecepatan aliran zat cair yang masuk penampang 1 dan 2 dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

A1 = luas penampang pipa 1 (m2);

A2 = luas penampang pipa 2 (m2);

v1 = kecepatan pada penampang pipa 1 (m/s);

v2 = kecepatan pada penampang pipa 2 (m/s);

h = perbedaan tinggi cairan pipa kecil di atas venturimeter (m); dan

g = percepatan gravitasi (m/s2).

3. Tabung pitot

Tabung pitot adalah alat yang digunakan untuk mengukur kelajuan gas di dalam pipa. Perhatikan gambar berikut.

Secara matematis, laju aliran gas di dalam pipa dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

v = laju aliran gas (m/s);

𝜌 = massa jenis gas yang mengalir (kg/m3);

𝜌 = massa jenis cairan manometer (kg/m3);

h = selisih ketinggian antara dua kolom cairan manometer (m); serta

g = percepatan gravitasi (m/s2).

4. Alat pengukur kebocoran tangki

Jika ada bejana berisi air lalu bejana tersebut mengalami kebocoran pada jarak h di bawah permukaan fluida, maka kelajuan fluidanya sama dengan kelajuan benda yang jatuh bebas dari ketinggian h. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar berikut.

Secara matematis, kelajuan fluida yang terpancar keluar dari bejana dirumuskan sebagai berikut.

 

Oleh karena itu, debit fluidanya dirumuskan sebagai berikut.

Bisa juga Quipperian menggunakan SUPER “Solusi Quipper” berikut ini.

5. Gaya angkat pesawat

Pernahkah Quipperian berpikir, bagaimana pesawat itu bisa terbang mengudara? Sementara massa pesawat sangat besar. Pesawat bisa terbang karena adanya gaya angkat pesawat di bagian sayapnya. Syarat pesawat bisa terbang yaitu gaya angkat pesawat harus lebih besar daripada berat pesawat itu sendiri. Secara matematis, gaya angkat pesawat dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

v1 = kecepatan aliran udara di bawah sayap (m/s);

v2 = kecepatan aliran udara di atas sayap (m/s);

A = luas penampang sayap (m2);

ρ = massa jenis udara (kg/m3); dan

F1F2 = gaya angkat pesawat (N).

Setelah belajar tentang pernyataan, persamaan, dan penerapan Hukum Bernoulli, kini saatnya Quipperian belajar mengerjakan soal-soal terkait Hukum Bernoulli bersama Quipper Blog. Check this out!

Contoh Soal 1

Sebuah pipa horizontal mempunyai luas 0,1 m2 pada penampang pertama dan 0,05 m2 pada penampang kedua. Laju aliran dan tekanan fluida pada penampang pertama berturut-turut 5 m/s dan 2 x 105 N/m2. Jika massa jenis fluida yang mengalir 0,8 g/cm3, tentukan besarnya tekanan fluida di penampang kedua!

Pembahasan:

Diketahui:

A1 = 0,1 m2

A2 = 0,05 m2

v1 = 5 m/s

P1 = 2 x 105 N/m2

ρ1 = ρ2 = 0,8 g/cm3

h1 = h2 = 0 (posisi horizontal)

Ditanya: P2 =…?

Pembahasan:

Mula-mula, tentukan dahulu kecepatan aliran fluida pada penampang kedua menggunakan persamaan kontinuitas berikut.

Selanjutnya, gunakan persamaan Hukum Bernoulli untuk menentukan tekanannya.

 

Jadi, tekanan pada penampang kedua adalah 1,7 x 105 N/m2.

Contoh Soal 2

Laju aliran gas oksigen terukur dengan tabung pitot sebesar 2 m/s. Jika massa jenis gas oksigen 0,5 g/cm3 dan massa jenis zat cair di bagian manometer 750 kg/m3. Tentukan selisih ketinggian antara dua kolom cairan manometer!

Pembahasan:

Diketahui:

v = 2 m/s

ρ = 0,5 g/cm3 = 500 kg/m3

ρ’ = 750 kg/m3

g = 10 m/s2

Ditanya: h =…?

Pembahasan:

Laju aliran gas pada tabung pitot dirumuskan sebagai berikut.

Jadi, selisih ketinggian antara dua kolom cairan manometer adalah 0,13 m atau 13 cm.

Contoh Soal 3

Perhatikan gambar berikut.

Tentukan nilai H agar jangkauan terjauhnya 2√3 m.

Pembahasan:

Diketahui:

x = 2√3 m

α = 60o

Ditanya: H =…?

Pembahasan:

Kecepatan semburan air dapat dirumuskan sebagai berikut.

 

Berdasarkan persamaan gerak parabola, jarak terjauh pancaran air dengan sudut elevasi  60o dirumuskan sebagai berikut.

Jadi, nilai H agar jangkauan terjauhnya 2√3 m adalah 2 m.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini tentang Hukum Bernoulli beserta contoh soalnya. Semoga Quipperian semakin paham dengan materi ini sehingga bisa lebih semangat untuk belajar Fisika. Ingat bahwa Fisika itu ilmu sahabat. Artinya, kajian Fisika sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Jangan menganggap bahwa Fisika untuk sulit dan menjenuhkan. Asalkan Quipperian rajin belajar dan semangat, Fisika pasti terasa mudah. 

Agar belajarmu menjadi semakin mudah, silakan gabung dengan Quipper Video, yuk. Temukan ribuan soal beserta pembahasan tutor kece Quipper Video. Bersama Quipper Video, belajar jadi lebih mudah dan menyenangkan. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari