Home » Mapel » Fisika » Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan – Prinsip dan Penerapannya

Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan – Prinsip dan Penerapannya

Tentu Quipperian tahu jika saat ini sudah banyak berseliweran kendaraan berbasis listrik, mulai sepeda listrik, sepeda motor listrik, sampai mobil listrik. Penggunaan kendaraan listrik ini termasuk dalam teknologi ramah lingkungan, lho.

Sebab, salah satu kelebihannya ialah tidak menimbulkan polusi udara. Hal itu lantaran kendaraan listrik memanfaatkan teknologi ramah lingkungan. Ingin tahu selengkapnya tentang teknologi ramah lingkungan? Check this out!

Pengertian Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ramah lingkungan adalah teknologi yang menitikberatkan pada kelestarian lingkungan. 

Latar belakang munculnya teknologi ramah lingkungan, yaitu keprihatinan akan kondisi Bumi yang semakin panas dengan berbagai perubahan kehidupan makhluk hidup di dalamnya. 

Dengan adanya teknologi ini, diharapkan Bumi bisa terjaga dari berbagai kerusakan di masa mendatang. Suatu teknologi dikatakan ramah lingkungan jika memenuhi syarat-syarat berikut.

  1. Tidak menghasilkan limbah yang bisa merusak lingkungan, baik limbah cair, padatan, maupun gas.
  2. Memanfaatkan sumber daya alam yang bisa diperbarui.
  3. Memanfaatkan bahan-bahan daur ulang.

Prinsip Teknologi Ramah Lingkungan

Dalam penerapannya, TRL harus mengacu pada prinsip-prinsip berikut.

  1. Refine, yaitu penggunaan bahan-bahan beserta pengolahan yang ramah terhadap lingkungan.
  2. Reduce, yaitu  meminimalisir produk sampingan berupa limbah melalui pemanfaatan bahan secara optimal.
  3. Reuse, yaitu menggunakan kembali bahan-bahan yang sudah tidak dipakai atau mengolah limbah dengan cara tertentu.
  4. Recycle, yaitu mengolah kembali bahan-bahan yang sudah tidak dipakai dengan metode yang sama.
  5. Recovery, yaitu proses pengolahan limbah untuk kepentingan lainnya.
  6. Retrieve energy, yaitu kegiatan menghemat energi di lingkup produksi.

Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan

Teknologi ini bisa diterapkan di berbagai bidang kehidupan, mulai energi, transportasi, lingkungan, hingga industri. Berikut ini penerapan lengkapnya.

1. Bidang energi

Saat ini, sebagian besar energi yang dimanfaatkan manusia berasal dari pengolahan batu bara dan minyak Bumi. Namun, negara-negara Barat sudah mulai beralih menggunakan energi ramah lingkungan. Contoh energi ramah lingkungan adalah sebagai berikut.

a. Biofuel

Biofuel merupakan sumber energi yang berasal dari pengolahan bahan-bahan organik seperti tumbuhan yang telah mati. Oleh sebab itu, biofuel ini termasuk sumber energi yang dapat diperbarui serta ramah terhadap lingkungan. Contoh biofuel adalah etanol dan biodiesel.

b. Biogas

Biogas merupakan energi yang berasal dari fermentasi bahan organik oleh mikroorganisme, seperti bakteri anaerob. Bahan baku biogas ini umumnya kotoran serta urine hewan seperti sapi. Namun, ada juga yang berbahan baku limbah produksi makanan. Kelebihan biogas ini adalah menjadikan lingkungan bersih dan bebas limbah serta produknya bisa dimanfaatkan untuk sumber energi.

c. Panel surya

Orang-orang Barat sudah banyak yang bisa memenuhi kebutuhan energinya sendiri, yaitu melalui pemasangan panel surya di atas rumah mereka. Panel surya tersusun atas komponen yang disebut sel surya. 

Prinsip kerjanya, saat sel surya dikenai sinar Matahari, elektron di dalamnya akan bergerak ke arah positif dan negatif. Gerakan elektron inilah yang bisa menghasilkan arus listrik. Semakin banyak panel yang terpasang, semakin besar energi listrik yang dihasilkan.

d. Pembangkit listrik tenaga air

Pembangkit listrik tenaga air memanfaatkan air sebagai penggerak turbinnya. Putaran turbin tersebut akan menghasilkan arus listrik melalui generator.

e. Pembangkit listrik tenaga angin

Pembangkit listrik tenaga angin memanfaatkan angin sebagai penggerak baling-baling. Putaran baling-baling itu akan menghasilkan arus listrik.

2. Bidang transportasi

Mungkin Quipperian pernah melihat kendaraan yang mengeluarkan banyak asap dari knalpotnya? Nah, kendaraan seperti itu tentu tidak ramah pada lingkungan. Lantas, seperti apa teknologi transportasi yang ramah lingkungan?

a. Kendaraan listrik

Kendaraan listrik bisa berupa sepeda listrik, sepeda motor listrik, dan mobil listrik. Pada kendaraan jenis ini terdapat baterai sebagai penyimpan energinya. Kelebihan kendaraan listrik adalah tidak menghasilkan polusi udara serta tidak bising.

b. Mobil surya

Mobil surya adalah mobil yang sumber energinya berasal dari sinar Matahari. Pada prinsipnya, mobil ini sama dengan mobil listrik namun berbeda pada proses perolehan energi listriknya. Pada mobil surya, energi listrik langsung diperoleh melalui emisi elektron pada sel surya akibat radiasi sinar Matahari. Salah satu negara yang sudah menggunakan mobil ini adalah Australia.

c. Kendaraan hidrogen

Di antara dua kendaraan yang telah disebutkan sebelumnya, kendaraan hidrogen mungkin terdengar asing bagi Quipperian. Kendaraan hidrogen adalah kendaraan yang berbahan bakar gas hidrogen. Gas tersebut disimpan di dalam suatu alat yang nantinya bisa mengubah energi kimia hidrogen menjadi energi gerak atau mekanik.

3. Bidang lingkungan

Fokus utama teknologi yang ramah lingkungan adalah bagaimana mengondisikan lingkungan agar tetap lestari namun kebutuhan manusia bisa terus terpenuhi. Adapun teknologi di bidang lingkungan adalah sebagai berikut.

a. Biopori

Biopori adalah teknologi resapan air hujan yang dibentuk menyerupai pori-pori (berlubang). Air hujan yang ditampung, selanjutnya akan dialirkan ke tempat penampungan air.

b. Fitoremediasi

Fitoremediasi adalah teknik perbaikan lingkungan dengan bantuan tumbuhan. Dalam hal ini, tumbuhan berperan sebagai penghancur bahan pencemar. Contoh tumbuhan yang bisa dimanfaatkan dalam proses fitoremediasi adalah bunga matahari dan eceng gondok.

c. Toilet pengompos

Toilet pengompos merupakan jenis toilet kering yang proses dekomposisi fesesnya berlangsung secara aerob di dalam serbuk gergaji. Kelebihan toilet ini adalah bisa menghemat air.

d. Pemurnian air

Pemurnian air bertujuan untuk membersihkan air dari zat kontaminan, seperti partikel tanah, zat kimia, serta zat biologis seperti bakteri. Pemurnian air bisa dilakukan secara sederhana maupun dengan teknologi osmosis balik.

4. Bidang industri

Industri sering kali menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan. Tak jarang, limbah-limbah tersebut dibuang ke sungai. Akibatnya, sungai menjadi tercemar dan tidak bisa digunakan. 

Kini, beberapa industri—seperti industri pengolahan kertas–sudah mulai beralih pada teknologi yang ramah lingkungan seperti biopulping. 

Biopulping merupakan teknik pengolahan limbah hasil produksi kertas menggunakan mikroorganisme. Dengan demikian, limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.

Sebagai generasi milenial, Quipperian juga harus peduli pada lingkungan. Bagaimanapun juga, lingkungan merupakan aset penting bagi kelangsungan hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya di masa kini dan nanti.

Gimana, Quipperian, kamu tertarik enggak nih beralih ke teknologi ramah lingkungan? Sebetulnya, membantu Bumi juga bisa dilakukan dari hal-hal kecil dulu, lho, seperti mengurangi jumlah penggunaan plastik, tidak menyisakan makanan, atau sekadar berjalan kaki ke tempat yang tujuannya dekat.

Jika kamu ingin memahami materi ini lebih dalam lagi, gabung saja bersama Quipper Video, ya. Kamu bisa belajar bareng tutor andal lewat video tutorial, latihan soal, dan rangkuman materi. Semangat!

Penulis: Eka Viandari

Lainya untuk Anda