Home » Mapel » Fisika » Jenis Zat Aditif Alami & Buatan Pada Makanan Serta Contohnya

Jenis Zat Aditif Alami & Buatan Pada Makanan Serta Contohnya

Quipperian, ada yang tahu apa itu zat aditif? Apakah zat ini berbahaya atau aman dikonsumsi? Yuk, cari tahu pembahasan lengkapnya di sini!

Saat di sekolah, tentu Quipperian pernah mengonsumsi minuman instan, kan? Jika memungkinkan, sebaiknya Quipperian membawa minuman sendiri dari rumah. 

Hal itu bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada minuman instan yang mengandung beberapa zat aditif, seperti pewarna dan pemanis buatan. 

Lalu, apa itu zat aditif? Jika penasaran, simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Zat Aditif

Zat aditif adalah zat tambahan yang bisa memperbaiki kualitas suatu makanan, baik dari sisi penampilan, rasa, tekstur, dan tingkat keawetannya. 

Umumnya, zat ini ditambahkan pada saat produksi atau pembuatan makanan. Tanpa adanya zat aditif, makanan akan terlihat pucat, kurang menarik, serta tidak bertahan lama. 

Contoh penggunaan zat aditif adalah pewarna hijau untuk pembuatan kue klepon, cendol, dan kue lapis.

Jenis-Jenis Zat Aditif

Berdasarkan perolehannya, zat aditif dibagi menjadi dua yaitu zat aditif alami dan sintetis atau buatan. 

Perbedaan antara keduanya adalah sebagai berikut.

1. Zat aditif alami

Zat aditif alami adalah zat tambahan pada makanan yang diperoleh dari bahan-bahan di alam. 

Pada umumnya, zat alami tidak menimbulkan efek samping jika dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama. 

Berdasarkan fungsinya, zat aditif alami dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti berikut.

a. Pemanis alami

Pemanis alami adalah pemanis yang berasal dari bahan-bahan alami. 

Contoh bahan yang berfungsi sebagai pemanis alami adalah gula pasir yang terbuat dari tebu, gula merah yang terbuat dari aren, madu, kulit kayu, dan sebagainya. 

Penggunaan pemanis alami harus tetap sesuai kebutuhan serta tidak berlebihan. 

Jika penggunaannya terlalu berlebihan, bisa memicu obesitas dan penyakit diabetes.

b. Pewarna alami

Pewarna alami adalah pewarna yang diekstrak dari bahan-bahan alam. 

Contoh pewarna alami adalah warna kuning dari kunyit, warna hijau dari ekstrak daun pandan, warna merah dari buah naga, oranye dari wortel, ungu dari buah blueberry, dan sebagainya.

c. Pengawet alami

Pengawet alami adalah bahan-bahan untuk mengawetkan makanan yang diperoleh secara alami tanpa bahan sintetis. 

Proses pengawetan makanan secara alami bisa dilakukan dengan cara pembekuan, pengasapan, pengerianga, serta fermentasi. 

Contoh pengawetan adalah pembekuan ikan, pengasapan ikan pari agar lebih awet, cabai dikeringkan agar tahan lama, dan sebagainya.

d. Penyedap alami

Apakah Quipperian pernah mendengar istilah micin? 

Nah, micin itu merupakan salah satu jenis penyedap makanan buatan. 

Jika tidak mau mengonsumsi micin, Quipperian bisa beralih menggunakan penyedap alami. 

Contoh penyedap alami adalah jamur, tomat, air kaldu sapi atau ayam, daun salam, bawang-bawangan, dan masih banyak lainnya.

e. Aromatik alami

Aromatik alami adalah pemberi aroma yang terbuat dari bahan-bahan alami. 

Contoh aromatik alami adalah buah nangka, buah pisang, daun salam, serai, daun jeruk, kopi, dan masih banyak lainnya.

2. Zat aditif buatan

Zat aditif buatan adalah zat tambahan pada makanan yang diperoleh secara instan dari olahan pabrik. 

Berdasarkan fungsinya, zat aditif buatan dibagi menjadi lima jenis, yaitu sebagai berikut.

a. Pemanis buatan

Pemanis buatan memiliki tingkat kemanisan di atas rata-rata pemanis alami. 

Biasanya, pemanis ini digunakan untuk produksi skala besar pada industri minuman instan. Contoh pemanis buatan adalah sebagai berikut.

  • Aspartam, yaitu pemanis buatan yang memiliki kalori sedang dengan tingkat kemanisan 200 kali pemanis alami. Aspartam ini bisa bereaksi dengan baik jika dilarutkan dalam air.
  • Sakarin, yaitu pemanis buatan tanpa kalori dengan tingkat kemanisan 200 sampai 500 kali pemanis alami. Sakarin ini terbuat dari garam natrium dan tidak berbau. Penggunaan sakarin secara berlebihan akan menimbulkan rasa pahit pada makanan atau minuman.
  • Siklamat, yaitu pemanis buatan yang memiliki tingkat kemanisan 30 kali pemanis alami. Pemanis ini cocok digunakan pada pembuatan es puter, selai, es krim, dan minuman berfermentasi. Namun, beberapa negara sudah menangguhkan penggunaan siklamat karena efek samping yang ditimbulkannya. 

b. Pewarna buatan

Pewarna buatan adalah zat kimia yang ditambahkan pada makanan untuk memperbaiki penampilan makanan tersebut. 

Pewarna alami memang lebih aman untuk digunakan, namun kurang efektif jika digunakan untuk produksi makanan skala besar. 

Oleh sebab itu, pewarna buatan dianggap lebih efektif selama penggunaannya tidak berlebihan. Berikut ini, daftar pewarna buatan yang diizinkan oleh BPOM.

NoNama PewarnaWarna
1.Brilliant blue FCFBiru
2.TatrazineKuning
3.Allura Red ACMerah
4.Sunset Yellow FCFOrange
5.Fast Green FCFHijau

c. Pengawet buatan

Pengawet buatan adalah bahan kimia sintetis yang ditambahkan untuk mengawetkan makanan. 

Bahan pengawet buatan aman untuk dikonsumsi jika ditambahkan sesuai takaran yang telah ditentukan. 

Contoh bahan pengawet buatan adalah natrium benzoat, asam sorbat, sulfit, dan sebagainya.

d. Penyedap buatan

Penyedap buatan lebih dikenal dengan istilah micin, yaitu bahan yang ditambahkan untuk menambah rasa umami pada makanan. 

Bahan penyedap mengandung senyawa kimia Monosodium Glutamat (MSG). Penggunaan MSG ini sering menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. 

Di balik itu semua, Lembaga Makanan dan Obat-Obatan Amerika Serikat (FDA) telah menyatakan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi namun tidak boleh berlebihan. 

Contoh penyedap buatan adalah micin, vetsin, kaldu ayam bubuk, kaldu sapi bubuk, kaldu jamur, dan sebagainya.

e. Aromatik buatan

Aromatik buatan adalah bahan yang ditambahkan untuk menambah sensasi aroma pada makanan. 

Contoh aromatik buatan adalah perisa pandan, perisa moka, perisa kopi, perisa melon, dan sebagainya.

Dari pembahasan di atas, apakah Quipperian sudah paham tentang apa itu zat aditif? 

Meskipun zat ini bisa menambah kualitas suatu makanan, namun kita harus tetap bijak dalam menggunakannya. Gunakan seperlunya sesuai takaran yang telah ditetapkan.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat Quipperian. 

Jangan lupa untuk terus belajar demi meraih impian. Agar belajarmu lebih menyenangkan, yuk gabung bersama Quipper Video. Salam Quipper!

Lainya untuk Anda