Kelas 12 Mampir, Cek Fakta-Fakta Ilmiah tentang Lemak Ini!

Lemak merupakan senyawa organik golongan ester yang bisa ditemui dalam tumbuhan, hewan, atau manusia. Lemak umumnya berasal dari hewan dan minyak dari tumbuhan. Ada 2 sifat lemak atau minyak, yakni sifat fisis dan kimia. Ada 3 cara untuk menguji lemak; uji akrolein, uji peroksida, dan uji ketidakjenuhan. Beberapa manfaat lemak atau minyak; sumber kalori, bahan pembuat mentega, dan bahan pembuat sabun.

Halo Quipperian! Welcome back to our blog! Kali ini Quipper Blog akan membahas hal yang menarik yaitu fakta-fakta ilmiah tentang lemak. Quipperian mungkin akan menunjukkan kandungan lemak pada seseorang yang kelebihan berat badan. Tapi tahukah kamu, kalau pernyataan tersebut tidak sepenuhnya benar?
Ternyata, di dalam suatu makanan padat atau cairan pun juga terkandung kandungan lemak, lho. Nah, pada sesi kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang apa definisi lemak dari sudut pandang kimia, perbedaan lemak dan minyak, sifat fisis dan kimia dari lemak, cara menentukan kandungan lemak dalam suatu materi, serta manfaat dan kerugian lemak di dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, langsung saja kita simak fakta-fakta ilmiah tentang lemak di bawah ini!

Definisi Lemak


Lemak adalah salah satu senyawa organik golongan ester yang banyak terdapat dalam tumbuhan, hewan, atau manusia. Istilah lemak biasanya digunakan kandungan asam karboksilat yang berwujud padat sedangkan asam karboksilat yang berwujud cair disebut minyak. Lemak umumnya bersumber dari hewan, sedangkan minyak dari tumbuhan.
Beberapa contoh lemak adalah lemak sapi, margarin, mentega. Sedangkan contoh dari minyak adalah minyak kelapa, minyak kedelai, dan minyak jagung. Lemak pada tubuh manusia biasanya terdapat pada jaringan bawah kulit di sekitar perut, jaringan lemak sekitar ginjal yang mencapai 90%, sedangkan pada jaringan otak sekitar 7,5 sampai 70%.  
Perbedaan lemak dan minyak dipengaruhi oleh susunan asam lemaknya. Lemak banyak mengandung asam lemak jenuh, sedangkan minyak banyak mengandung asam lemak tak jenuh. Asam lemak jenuh adalah asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Sedangkan asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang memiliki ikatan rangkap.

Sifat-sifat Lemak dan Minyak


Lemak dan minyak memiliki sifat fisis dan sifat kimia. Sifat fisis adalah sifat suatu zat yang dapat diamati tanpa mengubah zat-zat penyusun materi tersebut contohnya wujud zat, warna, bau titik leleh, titik didih, massa jenis, dan lainnya.
Sedangkan sifat kimia adalah perubahan yang dialami suatu benda yang membentuk zat baru contohnya mudah terbakar, mudah mengalami pembusukan, mudah meledak, beracun, dan berkarat (korosif).

  • Sifat fisis

Berikut ini sifat fisis yang dimiliki lemak dan minyak  adalah sebagai berikut:

  1. Lemak memiliki titik lebur yang tinggi sedangkan minyak memiliki titik lebur yang rendah. Contohnya lemak tristearin mempunyai titik lebur 710C, sedangkan minyak triolein mempunyai titik lebur -170C.
  2. Lemak yang mengandung asam lemak rantai pendek larut dalam air sedangkan lemak yang mengandung asam lemak rantai panjang tidak larut dalam air. Hal ini dikarenakan air adalah suatu pelarut yang bersifat polar berbeda dengan rantai karbo asam lemak. Pada lemak, semakin panjang rantai maka sifat kepolarannya semakin berkurang. Oleh karena itu, lemak yang mengadung asam lemak rantai panjang tidak laurt dalam air karena bersifat kurang polar (mendekati nonpolar). Sedangkan asam lemak rantai pendek bersifat polar, sehingga larut dalam air yang bersifat polar juga.
  3. Semua lemak larut dalam kloroform dan benzene. Alkohol panas merupakan pelarut lemak yang baik.  
  • Sifat kimia

Nah, kalau ini adalah sifat kimia dari lemak dan minyak:
1. Dapat mengalami reaksi saponifikasi atau penyabunan
Lemak dan minyak apabila disatukan akan mengalami hidrolisis. Reaksi hidrolisis adalah reaksi penguraian garam oleh air. Reaksi hidrolisis ini berguna untuk menentukan bilangan penyabunan. Bilangan penyabunan adalah bilangan yang menyatakan jumlah milligram KOH yang dibutuhkan untuk menyabun satu gram lemak atau minyak. Besarnya bilangan penyabunan ini sangat tergantung pada massa molekul lemak tersebut.
2. Dapat mengalami reaksi hidrogenasi
Reaksi Hidrogenasi adalah reaksi antara hidrogen molekuler (H2) dengan unsur atau senyawa lain yang biasanya melibatkan katalis seperti nikel, paladium, atau platina. Reaksi hidrogenasi biasanya digunakan untuk menghasilkan senyawa baru yang biasanya mempunyai nilai komersial yang tinggi. Contoh produk hasil dari reaksi Hidrogenasi adalah minyak atsiri, mentega atau margarin.

Cara Menguji Kadar Lemak


Untuk menguji kadar lemak dalam suatu kandungan materi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan yaitu:

  • Uji Akrolein

Uji akrolein digunakan untuk mengetahui adanya gliserol dalam lemak. Akrolein mudah dikenali dengan baunya yang menusuk dengan kuat. Jika lemak dipanaskan dan dibakar akan tercium bau menusuk disebabkan terbentuknya akrolein.

  • Uji Peroksida

Hal ini bertujuan untuk mengetahui proses oksidatif pada lemak yang mengandung asam lemak tak jenuh.

  • Uji Ketidakjenuhan

Uji ini digunakan untuk membedakan lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

Manfaat Lemak dalam Kehidupan Sehari-Hari


Fakta ilmiah tentang lemak satu lagi adalah, nyatanya lemak atau minyak memiliki banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari, lho. Berbagai manfaat diantaranya adalah:

  • Sumber kalori bagi tubuh

Lemak dalam tubuh berfungsi sebagai cadangan makanan atau sumber energi. Lemak adalah bahan makanan yang kaya akan energi. Setiap pembakaran 1 gram lemak akan menghasilkan sekitar 9 kilokalori.

  • Sebagai bahan pembuatan mentega atau margarin.

Lemak atau minyak dapat diubah menjadi mentega atau margarin dengan cara hidrogenasi.

  • Sebagai bahan pembuatan sabun

Sabun dapat dibuat dari reaksi antara lemak atau minyak dengan bahan KOH atau NaOH. Sabun yang mengandung logam Na disebut sabun keras (bereaksi dengan keras terhadap kulit) atau biasa disebut sabun cuci. Sedangkan sabun yang mengandung kandungan logam K disebut sabun lunak biasa disebut sabun mandi.
Namun, selain manfaat di atas, kandungan lemak atau minyak yang dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan banyak penyakit. Asam lemak jenuh di dalam lemak dapat meningkatkan jumlah kolesterol dalam darah yang berujung pada penyakit jantung koroner dan hipertensi (darah tinggi). Jadi, konsumsi minyak jangan berlebihan, sewajarnya saja ya, Quipperian!
Bagaimana Quipperian, seru kan fakta-fakta ilmiah tentang lemak di atas? Apabila Quipperian ingin tahu lebih lagi tentang fakta-fakta ilmiah lainnya, jangan ragu untuk gabung bersama Quipper Video, ya. Karena masih banyak materi-materi menarik yang akan disampaikan oleh tutor kece yang membuat belajar kamu jadi gampang, asyik, dan menyenangkan. Good luck!
Sumber:

Penulis: William Yohanes



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang