Kelas 12, Yuk Kita Kenalan dengan Materi Alkohol!

Alkohol adalah senyawa turunan alkana yang punya gugus hidroksi (-OH). Jenis-jenis alkohol dibedakan jadi 2 berdasarkan jumlah gugus hidroksinya, yakni senyawa monoalkohol dan polialkohol. Sifat-sifat alkohol; lebih polar karena ada gugus -OH, titik didih alkohol lebih tinggi daripada turunan alkana lain, dan bisa beraksi dengan logam aktif.

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajar Kimia, ya!
Siapa yang tidak kenal dengan tapai? Tapai merupakan salah satu makanan hasil fermentasi yang banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tapai bisa dibuat dari beras ketan maupun singkong. Saat membahas tapai, tentu Quipperian sudah terbayang tentang rasanya kan? Kira-kira apa sih yang menyebabkan tapai beraroma khas?
Seperti Quipperian tahu, sebagai salah satu makanan hasil fermentasi, tapai menghasilkan senyawa sampingan yang disebut alkohol. Eitss, tapi jangan salah, kandungan alkohol di dalam tapai tidak bersifat memabukkan selama proses fermentasinya tidak berlangsung dalam waktu yang lama. Nah, membahas masalah alkohol sama artinya membahas tentang senyawa karbon atau hidrokarbon. Lalu, apa hubungan antara keduanya?
Yuk, kita simak pembahasan mengenai materi alkohol dengan lengkap di bawah ini!

Pengertian Hidrokarbon


Hidrokarbon merupakan senyawa yang terdiri dari dua atom utama, yaitu karbon (C) dan hidrogen (H). Hidrokarbon juga masih dibedakan menjadi tiga berdasarkan jenis ikatannya, salah satunya alkana. Alkana bisa dibagi lagi menjadi beberapa turunan senyawanya berdasarkan gugus fungsional yang dimiliki. Lalu, apa itu gugus fungsional?

Pengertian Gugus Fungsional


Gugus fungsional adalah bagian dari suatu molekul berupa atom-atom dengan karakter yang khas. Keberadaan gugus fungsional ini menyebabkan suatu molekul memiliki sifat kimia dan fisika yang khas. Salah satu gugus fungsional yang akan dibahas kali ini adalah gugus –OH. Gugus inilah yang menyebabkan suatu senyawa disebut sebagai alkohol. Semakin penasaran kan? Check this out!

Pengertian Alkohol


Alkohol merupakan senyawa turunan alkana yang memiliki gugus hidroksi (–OH). Gugus hidroksi ini nantinya akan menggantikan satu atau lebih atom hidrogen pada senyawa alkana. Perhatikan contoh berikut.

1. Metana memiliki rumus molekul CH4

Jika salah satu atom H pada senyawa metana diganti oleh gugus hidroksi (–OH), maka akan terbentuk senyawa CH3OH. Senyawa inilah yang disebut sebagai metanol atau metil-alkohol. Dengan adanya gugus hidroksi tersebut, jelas bahwa sifat antara metana dan metanol sangat berbeda di mana metana berupa gas, sedangkan metanol berupa zat cair.

2. Etana memiliki rumus molekul C2H6

Jika salah satu atom H pada senyawa metana diganti oleh gugus hidroksi (–OH), maka akan terbentuk senyawa C2H5OH. Senyawa inilah yang disebut sebagai etanol atau etil-alkohol. Masyarakat awam biasa menyebut etanol sebagai alkohol. Sebenarnya, kata alkohol mengindikasikan adanya gugus hidroksi (–OH) pada suatu alkana, sehingga tidak terbatas pada etanol atau metanol saja.

Jenis-jenis Alkohol


Pembahasan materi alkohol selanjutnya adalah jenis-jenis alkohol. Secara umum, alkohol bisa dibedakan menjadi dua berdasarkan jumlah gugus hidroksinya, yaitu senyawa monoalkohol dan polialkohol.

  1. Senyawa monoalkohol adalah senyawa yang hanya memiliki satu gugus hidroksi (–OH).
  2. Senyawa polialkohol merupakan senyawa yang memiliki lebih dari satu gugus hidroksi (–OH).

Lalu, bagaimana cara memberi nama senyawa alkohol? Berikut pembahasannya.

Tata Nama Alkohol


Tata nama senyawa dalam Kimia merupakan penamaan yang merujuk pada ketentuan IUPAC (International Union of Pure and Applied Chemistry). Adapun tata nama alkohol adalah sebagai berikut.

  1. Alkohol dengan satu gugus –OH memiliki nama lazim alkanol dan disesuaikan dengan jumlah rantai induk karbon pada ikatannya, contoh metanol, etanol, propanol, heptanol, dan seterusnya.
  2. Jika posisi –OH berada pada atom C yang berbeda, maka posisi –OH harus dimasukkan dalam penamaan, sesuai nomor cabang –OH tersebut, contoh 1-propanol, 2-propanol, 2-butanol, dan seterusnya.
  3. Nama lazim adalah nama dagang yang biasa kita kenal, contohnya metil alkohol, etil alkohol, propil alkohol, dan seterusnya.

Sifat-sifat Alkohol


Seperti pada pembahasan sebelumnya, penggantian atom H menjadi gugus –OH menyebabkan perbedaan sifat fisika dan kimia suatu senyawa, tak terkecuali alkohol. Adapun sifat-sifat alkohol adalah sebagai berikut.

  1. Alkohol bersifat lebih polar karena ada gugus –OH. Artinya, alkohol bisa bercampur dengan air. Kepolaran itu dipengaruhi oleh panjang pendeknya rantai karbon suatu monoalkohol. Semakin panjang rantai karbonnya, semakin menurun kelarutan atau kepolarannya.
  2. Titik didih alkohol lebih tinggi daripada turunan alkana lain, seperti eter. Hal itu karena alkohol memiliki ikatan hidrogen antarmolekulnya. Titik didih tersebut bisa meningkat seiring peningkatan jumlah atom C pada rantainya.
  3. Alkohol dapat bereaksi dengan logam aktif, seperti Na dan K, membentuk senyawa alkoksida logam. Reaksi tersebut disertai pelepasan gas hidrogen.

Reaksi-reaksi Alkohol


Setiap senyawa hasil turunan alkana memiliki sifat fisika dan kimia yang berbeda-beda. Hal itu juga berpengaruh pada reaksi-reaksi kimia yang bisa terjadi pada senyawa tersebut. Adapun reaksi yang bisa terjadi pada alkohol adalah sebagai berikut.

  1. Alkohol bereaksi dengan logam aktif seperti Na dan K. Terjadinya reaksi tersebut melalui mekanisme substitusi atom H pada gugus –OH dengan logam Na atau K dan menghasilkan gas hidrogen.
  2. Substitusi gugus –OH dengan halogen menggunakan pereaksi PCl5atau SOCl2, sedangkan reaksi dengan I-dan Br-membutuhkan bantuan H2SO4pekat.
  3. Bisa mengalami reaksi esterifikasi, yaitu pembentukan ester melalui campuran alkohol dan asam karboksilat.
  4. Alkohol bisa bereaksi dengan halogen (X2)melalui reaksi substitusi radikal.
  5. Alkohol bisa mengalami eliminasi menghasilkan alkena pada suhu 180oatau eter pada suhu 130o.
  6. Alkohol bisa mengalami reaksi oksidasi berupa pembakaran.
  7. Reaksi oksidasi menghasilkan aldehid dan keton.

Manfaat Alkohol dalam Kehidupan Sehari-Hari


Ternyata, alkohol juga memberikan banyak manfaat di dalam kehidupan sehari-hari, yaitu sebagai berikut.

  1. Metanol digunakan untuk membuat pupuk, obat, plastik, dan senyawa organik lain. Tidak hanya itu, metanol juga bisa digunakan sebagai pelarut.
  2. Etanol dapat digunakan sebagai pelarut dan bahan bakar alternatif (bioetanol).
  3. Etilen glikol merupakan salah satu jenis alkohol yang berfungsi sebagai bahan antibeku pada radiator mobil.
  4. Gliserol berfungsi sebagai bahan pelembab pada tembakau dan kembang gula.

Bagaimana Quipperian, sudah tahu kan apa itu materi alkohol, jenis-jenis, sampai manfaatnya? Ternyata, alkohol termasuk salah satu senyawa memiliki banyak manfaat di dalam kehidupan. Manfaat alkohol tidak sebatas pada pelarut, lebih dari itu alkohol bisa digunakan sebagai bahan bakar, lho.
Jika Quipperian ingin mengasah kemampuan tentang materi alkohol, silakan gabung dengan Quipper Video. Temukan ribuan soal beserta pembahasannya dan selamat belajar dengan tutor kece Quipper Video.
Sumber:

Penulis: Eka Viandari