Home » Mapel » Matematika » Pengetian Bruto, Netto dan Tara Lengkap dengan Rumus dan Contoh

Pengetian Bruto, Netto dan Tara Lengkap dengan Rumus dan Contoh

Ditinjau oleh

Saat membeli makanan atau minuman kemasan, apakah kamu pernah melihat keterangan “Netto: 78 gr”, “Netto: 230 ml”, “Netto: 25 gr”, dan sebagainya? Keterangan itu menunjukkan berat produk tanpa bungkus, ya. Jika dengan bungkus, maka disebut bruto. Berat bungkus itu sendiri disebut tara. Lalu, apa yang dimaksud bruto, netto, tara? Yuk, simak selengkapnya!

Pengertian Bruto, Netto, dan Tara

Istilah bruto, netto, dan tara mungkin kurang familiar bagi Quipperian. Namun, sebenarnya istilah itu cukup dekat dengan kehidupan, terlebih bagi seorang pengusaha yang sehari-hari mengelola pengemasan suatu produk. Lalu, apa itu bruto, netto, dan tara?

Pengertian Bruto

Bruto adalah berat suatu produk beserta bungkusnya. Mungkin kamu mengenalnya sebagai berat kotor. Misalnya, jika kamu membeli suatu produk dan ada keterangan “Netto: 25 gr”. Saat kamu timbang, pasti beratnya akan lebih dari 25 gr. Hal itu karena berat yang kamu timbang adalah bruto, yaitu keseluruhan produk bersama bungkusnya. Berbeda halnya jika kamu membeli sekarung gula curah, lalu di karung gulanya tertera “Bruto: 25 kg”. Sudah pasti, saat kamu timbang beratnya tepat 25 kg.

Pengertian Netto

Netto adalah berat suatu produk tanpa bungkusnya. Istilah lain dari netto adalah berat bersih. Mengapa demikian? Karena berat yang terukur murni hanya berat produknya saja. Untuk mengukur netto, cobalah kamu membeli makanan ringan lalu bukalah bungkusnya dan timbang makanannya saja. Apabila kamu langsung menimbang beserta bungkus, sudah pasti beratnya akan lebih dari besar keterangan yang tertera di netto.

Pengertian Tara

Tara adalah berat bungkus suatu produk. Jika dirumuskan secara matematis, tara merupakan selisih antara bruto dan netto. Misalnya, di kemasan suatu produk tertera keterangan “Netto: 37 gr”. Setelah kamu timbang, ternyata beratnya 39 gr. Nah, selisih antara berat produk yang kamu timbang dan netto, itu adalah berat bungkusnya. Jadi, tara pada produk tersebut adalah 39 – 37 = 2 gr.

Ada satu pertanyaan nih Quipperian, kalau kamu nimbang berat berat badan, hasil yang tertera di timbangan itu termasuk apa ya?

Rumus Bruto, Netto, dan Tara

Mengacu pada pembahasan di atas, rumus bruto, netto, dan tara bisa dinyatakan sebagai berikut.

  • Rumus bruto = netto + tara
  • Rumus netto = bruto – tara
  • Rumus tara = bruto – netto

Khusus untuk tara, biasanya tertera di kemasan produk yang menampilkan keterangan bruto, misal “Bruto: 30 kg dengan tara 1%”. Artinya, berat bungkusnya 1% dari keseluruhan berat produk. Jika ada keterangan demikian, maka:

rumus tara = persentase tara × bruto. 

Perbedaan Bruto, Netto, dan Tara

Well, sudah jelas kan perbedaan bruto, netto, dan tara? Perbedaan antara ketiganya terletak pada ada tidaknya bungkus saat proses penimbangan produk. Bruto merupakan hasil penimbangan produk beserta bungkus, netto merupakan hasil penimbangan produk tanpa bungkus, tara merupakan berat bungkus itu sendiri.

Bagaimana Cara Menentukan Persentase Bruto, Netto, dan Tara?

Ada kalanya, jumlah bruto, netto, dan tara dinyatakan dalam bentuk persentase. Untuk mencari persentasenya, kamu bisa menggunakan persamaan berikut.

  • Persentase netto

Secara matematis, persentase netto dirumuskan sebagai berikut.

  • Persentase tara

Secara matematis, persentase tara dirumuskan sebagai berikut.

  • Persentase bruto

Contoh Soal

Untuk mengasah pemahamanmu tentang materi kali ini, yuk simak beberapa contoh soal berikut.

Contoh soal 1

Di suatu kemasan makanan tertera keterangan “Netto: 45 gr”. Setelah ditimbang, ternyata produk makanan tersebut memiliki berat 50 gram. Tentukan persentase taranya!

Pembahasan:

Diketahui:

Netto = 45 gram

Bruto = 50 gr

Ditanya: %tara =…?

Jawab:

Persentase tara bisa kamu tentukan dengan persamaan berikut.

Jadi, persentase taranya adalah 10%.

Contoh soal 2

Pak Herman membeli 1 karung gula untuk dijual kembali. Di bagian depan karung gulanya tertera keterangan “Bruto = 40 kg dengan tara 1%. Jika Pak Herman ingin mengemas gula tersebut ke dalam ukuran 1 kg, berapa jumlah kemasan gula yang dihasilkan?

Pembahasan:

Mula-mula, kamu harus menentukan berat karung atau taranya terlebih dahulu.

Lalu, tentukan nettonya.

Netto = bruto – tara

            = 40 – 4

            = 36 kg

Jika Pak Herman ingin mengemas gula tersebut ke dalam ukuran 1 kg, diperoleh:

Jumlah kemasan gula = 36 : 1

                                         = 36 kemasan gula ukuran 1 kg

Jadi, jumlah kemasan gula yang dihasilkan adalah 36.

Contoh soal 3

Bu Ina membeli 10 karung beras dengan harga setiap karungnya Rp72.000. Di bagian depan karung tertera keterangan “berat kotor 10 kg dan tara 2%”. Lalu, Bu Ina menjual kembali beras tersebut dengan harga Rp10.000/kg dan karung sisa beras dijual ke pengepul dengan harga Rp500/kg. Berapakah keuntungan Bu Ina dari hasil penjualan beras beserta karungnya?

Pembahasan:

Diketahui:

Harga satu karung beras = Rp72.000

Bruto/karung = 10 kg

Tara/karung = 2%

Harga karung = Rp500/kg

Harga jual beras/kg = Rp10.000

Ditanya: keuntungan yang diperoleh Bu Ina?

Jawab:

Mula-mula, kamu harus menentukan berat karung atau taranya terlebih dahulu.

Lalu, tentukan nettonya setiap karung beras.

Netto = bruto – tara

            = 10 – 2

            = 8 kg

Dengan demikian, netto 10 karung berasnya adalah 8 × 10 = 80 kg.

Selanjutnya, tentukan harga beli dan harga jual 10 karung beras

  • Harga beli 80 kg beras = Rp72.000 × 10 = Rp720.000
  • Harga jual 80 kg beras = Rp10.000 × 80 = Rp800.000

Harga jual 10 karung = 2 × 10 × Rp500 = Rp10.000

Total harga jual = Rp800.000 + Rp10.000 = Rp810.000

Keuntungan Bu Ina adalah Rp810.000 – Rp720.000 = Rp90.000.

Jadi, keuntungan Bu Ina dari hasil penjualan beras beserta karungnya adalah Rp90.000.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bermanfaat, ya. Untuk mendapatkan materi lengkapnya, yuk buruan gabung Quipper Video. Salam Quipper!

Lainya untuk Anda