Home » Mapel » Matematika » Layang-Layang – Pengertian, Sifat dan Contohnya

Layang-Layang – Pengertian, Sifat dan Contohnya

Halo Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga selalu sehat dan tetap semangat belajarnya, ya.

Salah satu permainan yang cukup terkenal di kalangan anak-anak Indonesia adalah layang-layang. Bahkan, sampai ada lagunya lho. Apakah Quipperian juga penggemar permainan ini? 

Terlepas dari sebuah permainan, jika Quipperian mendengar istilah layang-layang bentuk seperti apa yang terlintas di benakmu? Pasti sebuah bangun menyerupai belah ketupat, namun salah satu sisinya lebih panjang. Pada artikel ini, Quipper Blog akan membahasnya untuk kamu. Daripada penasaran, check this out!

Pengertian Layang-Layang

Layang-layang adalah bangun datar segi empat yang bentuknya menyerupai belah ketupat, namun salah satu sisinya lebih panjang. Itulah mengapa dua diagonal bidang pada bangun ini tidak sama panjang. Bentuk bangun layang-layang adalah sebagai berikut.

Sifat-Sifat Layang-Layang

Adapun sifat bangun ini adalah sebagai berikut.

  1. Namanya saja segi empat, bangun ini tentu memiliki empat buah sisi.
  2. Memiliki titik sudut sebanyak empat karena keempat sisinya berpotongan di empat titik.
  3. Terdapat dua sudut yang besarnya sama, yaitu sudut A = sudut C. Sementara itu, dua sudut lainnya besarnya tidak sama, sudut D sudut B.
  4. Memiliki dua diagonal bidang yang berpotongan dan saling tegak lurus.
  5. Panjang dua diagonalnya tidak sama.
  6. Salah satu diagonalnya bisa membagi diagonal yang lain sama panjang. Diagonal yang dimaksud adalah diagonal AC.
  7. Simetri lipatnya berjumlah satu.

Keliling Layang-Layang

Sama seperti bangun datar lainnya, keliling bisa diperoleh dengan menjumlahkan seluruh sisi yang membatasi bangun layang-layang.

Adapun keliling bangun di atas adalah sebagai berikut.

K = AD + DC + CB + BA

Sisi AB = sisi BC diberi tanda satu garis. Artinya, panjang sisi AB sama dengan sisi BC.

Sisi AD = CD diberi tanda dua garis. Artinya, panjang sisi AD sama dengan sisi CD.

Dengan demikian, rumus keliling bisa diringkas seperti berikut.

K = 2 (AB + AD)

Perhatikan contoh soal berikut.

Keliling layang-layang ABCD di atas adalah 34 cm. Jika panjang sisi BC = 7 cm, tentukan panjang sisi AD!

Pembahasan:

Kamu bisa menentukan panjang sisi AD menggunakan persamaan keliling seperti yang disebutkan sebelumnya.

K = 2 (AB + AD)

Mengingat AB = BC = 7 cm, maka diperoleh:

34 = 2 (7 + AD)

34 = 14 + 2AD

34 – 14 = 2AD

2AD = 20

AD = 20 : 2 = 10 cm

Jadi, panjang sisi AD adalah 10 cm.

Luas Layang-Layang

Luas layang-layang sama dengan luas belah ketupat, yaitu hasil perkalian antara setengah diagonal satu dan diagonal lainnya. Secara matematis, luas bangun ini dirumuskan sebagai berikut.

Keterangan:

L = luas;

D1 = diagonal 1; dan

D2 = diagonal 2.

Perhatikan contoh soal berikut.

Sebuah layang-layang memiliki luas 90 cm2. Jika panjang salah satu diagonalnya 10 cm, tentukan panjang diagonal lainnya!

Pembahasan:

Untuk mencari panjang diagonal lainnya, gunakan persamaan luas berikut.

Jadi, panjang diagonal lainnya adalah 18 cm.

Bukan Matematika namanya jika hanya sedikit contoh soal. Agar kamu semakin paham dengan materi ini, yuk kerjakan soal berikut bersama Quipper Blog.

Contoh Soal 1

Pak Haris membuat 5 buah layang-layang yang berukuran seperti pada gambar.

Panjang diagonal pembagi sumbu simetri setiap layang-layang adalah 40 cm. Sementara itu, panjang diagonal lainnya 30 cm. Tentukan ukuran kertas yang dibutuhkan untuk menutupi kelima kerangka layang-layang tersebut!

Pembahasan:

Untuk mencari banyaknya kertas yang bisa menutupi layang-layang, kamu harus mencari luasnya. Di soal tertulis bahwa panjang diagonal pembagi sumbu simetrinya 40 cm. Jika diuraikan, akan menjadi seperti berikut.

D1 = 40 cm

D2 = 30 cm

Pada kondisi tersebut, kertas harus menutupi seluruh permukaan layang-layang. Artinya, ukuran kertas yang dibutuhkan menunjukkan luas bangun itu sendiri. Adapun ukuran kertas yang dibutuhkan untuk menutup setiap layang-layang adalah sebagai berikut.

Jika Pak Haris memiliki 5 buah layang-layang, ukuran kertas yang dibutuhkan adalah 5 × 600 = 3.000 cm2.

Jadi, ukuran kertas yang dibutuhkan Pak Haris adalah 3.000 cm2.

Contoh Soal 2

Pak Jali memiliki tanah berbentuk seperti berikut.

Tanah tersebut akan digunakan untuk beternak bebek. Oleh karena itu, Pak Jali ingin membuat pagar dari bambu di sekeliling tanah agar bebek tidak keluar dari tempatnya. Jika setiap meter diberi 5 lapis bambu, berapa jumlah bambu yang dibutuhkan?

Pembahasan:

Tentukan dahulu keliling tanah Pak Jali. Hal itu karena panjang bambu yang dibutuhkan sama dengan keliling tanahnya. Adapun keliling tanahnya adalah sebagai berikut.

K = 2 (17 + 8)

    = 2 (15)

    = 30 m

Setiap m akan diberi lima lapis bambu. Oleh karena itu, jumlah bambu yang dibutuhkan secara keseluruhan adalah 30 × 5 = 150 m bambu.

Jadi, panjang bambu yang dibutuhkan oleh Pak Jali adalah 150 m.

Itulah pembahasan Quipper Blog kali ini. Semoga bisa bermanfaat buat Quipperian. Jangan lupa tetap semangat belajar karena itulah gerbang untuk menuju kesuksesan. Kini, belajar tidak perlu ribet karena kamu bisa gabung bersama Quipper Video. Kamu bisa belajar kapanpun dan dimanapun. Yuk, buruan gabung mumpung masih ada diskon. Salam Quipper!

Lainya untuk Anda