Apa yang dimaksud dengan pengangguran struktural dan bagaimana cara mengatasinya?

Quipperian pasti tidak asing lagi dengan kata pengangguran, kan? Ya, mereka yang sudah memasuki usia produktif tetapi tidak bekerja atau masih mencari pekerjaan dapat disebut sebagai pengangguran. 

Kehadiran pengangguran yang relatif banyak di setiap negara menimbulkan permasalahan yang tidak kunjung usai. Permasalahan seperti pertumbuhan ekonomi yang terhambat dan juga permasalahan-permasalahan sosial lainnya dapat menyebabkan kerugian bagi negara. 

Maka, negara pun harus memikirkan cara untuk mengatasi permasalahan pengangguran ini agar tidak meningkat tiap tahunnya dan ekonomi negara bisa membaik.

Ada beberapa jenis pengangguran yang harus Quipperian ketahui. Kali ini, pengangguran yang akan dibahas adalah pengangguran struktural. Nah, apa sih pengangguran struktural itu? 

Pengangguran struktural adalah jenis pengangguran yang terjadi sebagai imbas dari perubahan struktur atau komposisi ekonomi dan struktur kehidupan masyarakat suatu negara.  

Perubahan struktur ekonomi yang dimaksud adalah ketika kondisi ekonomi suatu negara sedang tidak stabil atau tidak baik dan banyak perusahaan diterpa guncangan bisnis.

Pengangguran struktural sangat berdampak bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara khususnya gross domestic product (GDP). Selain itu, pengangguran struktural ini juga menyebabkan keterlambatan investasi karena berkurangnya jumlah tabungan masyarakat dan menurunkan daya beli masyarakat sehingga bisnis menjadi lesu.

Penyebab Terjadinya Pengangguran Struktural

Pengangguran struktural memang disebabkan oleh perubahan struktur ekonomi suatu negara. Namun, ada beberapa hal lain yang juga menjadi penyebabnya:

  • Adanya pergeseran struktur dan selera pasar yang dapat menyebabkan pemberhentian tenaga kerja secara besar-besaran. Misalnya, ketika ada perubahan teknologi. Secara otomatis, tenaga kerja yang belum memiliki pengetahuan tentang teknologi masa kini akan kehilangan mata pencahariannya dan menjadi pengangguran struktural.
  • Pergeseran industri juga bisa menghasilkan pengangguran struktural. Selain syarat-syarat yang lebih susah untuk dipenuhi, pelatihan sumber daya manusia juga memakan waktu yang cukup lama.
  • Penawaran kerja dari luar daerah atau luar negeri juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan orang sulit mendapatkan pekerjaan. Pasalnya, ketika syarat dan kemampuan orang tersebut sudah memenuhi kriteria penyedia lowongan kerja, penempatan kerja di luar daerahnya membuat pelamar kerja mengurungkan niat untuk menerima penawaran kerja tersebut. Seseorang enggan meninggalkan daerah atau negaranya karena ada pertimbangan biaya besar yang harus dikeluarkan untuk proses perpindahannya.
  • Perubahan musim dapat menjadi alasan yang menyebabkan timbulnya pengangguran. Oleh karena itu, pekerja musiman ini termasuk dalam golongan pengangguran struktural.
  • Sekarang ini, banyak perusahaan mencari pekerja yang menguasai teknologi dan mampu mengikuti perkembangannya. Padahal, tidak semua orang bisa memenuhi syarat tersebut, sehingga mereka akan sulit untuk bisa diterima bekerja di suatu perusahaan.
  • Adanya kebijakan pemerintah yang berubah, sehingga perubahan tersebut menyebabkan sebagian masyarakat harus kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran struktural.

Contoh Pengangguran Struktural

Setelah mengetahui pengertian dan penyebabnya, berikut ini adalah contoh yang bisa Quipperian baca untuk menambah pemahaman tentang pengangguran struktural:

  1. Negara Indonesia yang merupakan negara agraris yang dulu sebagian besar mata pencaharian masyarakatnya adalah petani. Sehingga, mereka yang sudah nyaman menjadi petani akan menolak saat diberi kesempatan bekerja. Namun, ketika zaman dan kondisi berubah, lahan pertanian yang tadinya subur pun menjadi kurang baik untuk ditanami tumbuhan. Maka para petani yang masih bertahan akan mengalami penurunan pendapatan dan mungkin kehilangan pencahariannya.
  2. Saat menggunakan jalan tol beberapa tahun lalu, kita membayar uang tol dengan memberikan uang kepada petugas tol yang menunggu di pos-pos yang tersedia. Namun kini, pekerjaan itu telah digantikan oleh mesin pembayaran elektronik yang tidak membutuhkan peranan manusia lagi. Oleh karena pergeseran teknologi ini, banyak petugas tol yang kehilangan pekerjaannya.
  3. Petani yang hanya menanam satu jenis tanaman saja memungkinkan dirinya hanya bekerja selama 3 bulan saat musim kemarau. Sisanya, petani hanya akan menganggur karena tidak dapat menanam tanaman lain dan juga tidak dapat bertani karena terhalang musim penghujan.
  4. Pandemi yang datang secara tiba-tiba membuat banyak bisnis gulung tikar. Karena pendapatan yang minim dan tidak dapat menggaji pekerjanya, perusahaan banyak melakukan PHK.
  5. Seseorang mendapatkan kesempatan untuk bekerja di suatu perusahaan. Namun, perusahaan itu memutuskan untuk mengirim orang tersebut ke cabang luar negeri dan mengembangkan perusahaannya di sana. Karena pertimbangan biaya yang harus dikeluarkan untuk pindah, seseorang tersebut terpaksa harus menolak pekerjaan yang ditawarkan tersebut.

Cara Mengatasi Terjadinya Pengangguran Struktural

Walaupun pengangguran struktural kerap bermunculan sebagai akibat dari perubahan struktur ekonomi dan keadaan sosial masyarakat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya. 

Nah, Quipperian, berikut ini adalah solusi yang bisa dilakukan untuk mengurangi jumlah pengangguran struktural:

  1. Perusahaan harus memeratakan penyebaran tenaga kerja dengan cara memindahkan tenaga kerja yang berlebih di suatu tempat ke tempat atau sektor lain yang kekurangan atau membutuhkan lebih banyak tenaga kerja. 
  2. Meningkatkan perputaran modal dan tenaga kerja agar dapat mengurangi jumlah pengangguran yang ada pada saat itu.
  3. Membuka lahan pekerjaan sendiri, alias berwirausaha. Dengan demikian, lapangan pekerjaan yang tersedia juga semakin banyak.
  4. Menyelenggarakan pelatihan tenaga kerja agar keahlian para pencari kerja semakin bertambah dan sesuai dengan lowongan pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan.
  5. Mendirikan industri padat karya di daerah yang memiliki tingkat pengangguran struktural yang tinggi.
  6. Mengikuti perkembangan teknologi agar cepat beradaptasi dengan pekerjaan yang memerlukan keahlian digital.

Demikian pembahasan mengenai pengangguran struktural dari Quipper kali ini, Quipperian! Semoga artikel ini membantu kamu untuk lebih memahami tentang apa itu pengangguran struktural, apa yang menjadi penyebab, dan bagaimana cara mengatasinya ya! 

Jangan lupa gabung bersama Quipper Video supaya belajar kamu jadi makin menyenangkan dan semangat. Kamu bisa nonton video dari para tutor profesional, latihan soal, dan belajar dari rangkuman materi. Segera daftar, ya!

Penulis: Tami Kira