Pelajari Materi Interaksi Sosial Ini Biar Makin Paham Pelajaran Sosiologi!

Pelajari Materi Interaksi Sosial Ini Biar Makin Paham Pelajaran Sosiologi!

Quipperian, sudah paham materi Interaksi Sosial dalam pelajaran Sosiologi? Belum? Kalau begitu, Quipper Video Blog akan membantumu memahaminya dalam artikel kali ini. Mau tahu seperti apa pembahasannya? Kuy, simak pembahasannya dengan seksama!

Apa Itu Interaksi Sosial?

Interaksi sosial merupakan materi wajib yang harus kamu pelajari dalam pelajaran Sosiologi. Sebab, interaksi sosial dalam ilmu sosiologi merupakan salah satu materi dasar. Pengertian interaksi sosial adalah hubungan dan pengaruh timbal balik antara individu dengan individu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok.

Interaksi sosial juga dapat dikatakan sebagai proses saling mempengaruhi tindakan individu atau kelompok melalui simbol-simbol dan bahasa. Jadi, sederhananya, interaksi sosial itu membahas bagaimana kamu berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan sosial dan masyarakat.

Syarat-Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Sebuah interaksi sosial bisa terjadi harus memenuhi beberapa syarat yang harus terpenuhi. Syarat itu ialah adanya kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication).

Kontak sosial merupakan bertemunya dua pihak atau lebih secara fisik, baik tanpa alat maupun dengan alat. Kontak sosial memiliki berbagai bentuk yang didasari jumlah pelaku, tindakan atau tanggapan, dan sifatnya.

Berdasarkan jumlah pelaku, kontak sosial terbagi menjadi kontak antar individu, antar kelompok, dan antara individu dengan kelompok. Berdasarkan tindakan atau tanggapan, terbagi menjadi kontak sosial positif dan negatif. Kontak positif mengarah kepada kerjasama sedangkan kontak negatif mengarah pada pertentangan.

Dan, berdasarkan sifatnya, kontak sosial terbagi menjadi primer dan sekunder. Kontak primer terjadi secara langsung atau bertatap muka. Sedangkan, kontak sekunder terjadi dengan menggunakan pihak ketiga atau menggunakan alat/media.

Lalu, syarat kedua, komunikasi merupakan proses penyampaian pesan kepada seseorang, sehingga pesan dapat diterima dan dipahami. Komunikasi dapat berlangsung bila memenuhi beberapa syarat. Pertama, ada pengirim (sender), yakni pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.

Kedua, ada penerima (receiver), yakni pihak yang menerima pesan dari pihak lainnya. Syarat ketiga, ada pesan (message), yakni isi atau maksud yang akan disampaikan oleh setiap pihak kepada pihak lainnya. Dan, terakhir, ada umpan balik (feedback), yakni tanggapan dari penerima pesan.

Sedangkan bentuk komunikasi dibedakan menjadi dua, yakni komunikasi lisan (verbal) dan komunikasi isyarat (nonverbal). Komunikasi lisan merupakan komunikasi dengan menggunakan kata-kata (verbal) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Contohnya, berbicara langsung atau menggunakan ponsel.

Lalu, komunikasi isyarat atau nonverbal merupakan komunikasi dengan menggunakan gerak-gerik badan, bahasa isyarat, atau menunjukkan sikap tertentu. Contohnya, menggelengkan kepala tanda tidak setuju atau mengangguk tanda setuju.

Ciri-Ciri dan Sumber Interaksi Sosial

Interkasi sosial memiliki ciri-ciri dan sumbernya. Untuk ciri-ciri terbagi menjadi empat. Pertama, pelakunya terdiri atas dua orang atau lebih. Sebab, namanya interaksi pasti melibatkan pengirim pesan dan penerima pesan. Tanpa adanya itu, maka interaksi sosial tidak akan tercapai.

Ciri kedua, adanya tujuan yang akan dicapai. Artinya, ada pesan yang hendak disampaikan dan pesan tersebut memiliki tujuan tertentu. Lalu, ciri ketiga ialah adanya dimensi waktu yang akan menentukan sikap aksi ketika komunikasi berlangsung. Dan, terakhir, ada pola khusus yang berarti adanya hubungan timbal balik antara pengirim pesan dengan penerimanya.

Untuk sumber interaksi sosial terbagi menjadi dua. Pertama, penampilan fisik yang meliputi warna kulit, pakaian, postur tubuh, pakaian, dan usia. Dan kedua, pola pikir yang meliputi pokok pikiran dari pengirim dan penerima.

Faktor-Faktor Interaksi

Pada interaksi sosial terdapat faktor-faktornya, yakni proses meniru, skala sikap, dan dorongan untuk berubah. Pada proses meniru, terdapat dua faktor, yakni imitasi dan identifikasi. Imitasi ialah proses interaksi dengan cara meniru atau mengikuti sebagian dari perilaku orang lain dan sifatnya tidak permanen. Peniruan itu meliputi peniruan sikap, penampilan, tingkah laku, hingga gaya hidup.

Lalu, identifikasi adalah proses berinteraksi dengan cara meniru atau mengikuti hampir sama seluruh dari perilaku orang lain, penampilan fisik, dan sifatnya lebih permanen. Contohnya seperti operasi plastik.

Lalu, pada skala sikap terdiri dari dua hal, yakni simpati dan empati. Simpati adalah suatu perasaan ikut larut merasakan kesedihan mereka yang tertimpa musibah. Sedangkan, empati adalah kelanjutan dari rasa simpati yang berupa perbuatan nyata untuk mewujudkan rasa simpatinya.

Dan, pada faktor dorongan untuk berubah terdiri dari dua hal, yakni sugesti dan motivasi. Sugesti berupa pengaruh psikis pada seseorang yang berasal dari diri sendiri ataupun orang lain karena adanya kepercayaan terhadap sesuatu hal dari orang yang dipercayai. Sedangkan, motivasi merupakan dorongan yang mendasari seseorang untuk melakukan perbuatan berdasarkan pertimbangan rasionalistis.

Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial memiliki bentuk-bentuk yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni interaksi sosial asosiasif dan interaksi sosial disosiasif. Interaksi sosial asosiasif terdiri atas

  1. Kerjasama (cooperation)
    Kerjasama merupakan suatu usaha bersama antar individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Akomodasi merupakan proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar individu dan antar kelompok untuk meredakan suatu pertentangan.
  2. Akomodasi (accommodation)
    Asimilasi merupakan sebuah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak bisa merasakan kebudayaan tunggal sebagai kepunyaan bersama. Dan, akulturasi merupakan proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri.
  3. Asimilasi (assimilation)
    Asimilasi merupakan sebuah proses ke arah peleburan kebudayaan sehingga setiap pihak bisa merasakan kebudayaan tunggal sebagai kepunyaan bersama. Dan, akulturasi merupakan proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri.
  4. Akulturasi (acculturation)
    Akulturasi merupakan proses yang timbul dari suatu kebudayaan untuk menerima kebudayaan asing tanpa menghilangkan kebudayaan sendiri.
  5. Disosiatif (dissociation)
    Interaksi sosial disosiasif terdiri dari persaingan (competition), kontraversi, dan pertentangan. Persaingan merupakan proses sosial yang melibatkan individu atau kelompok dalam hal berlomba dan berbuat sesuatu untuk mencapai kemenangan tertentu. Kontraversi merupakan suatu pertentangan atau perbedaan pendapat, sikap yang biasanya berupa perdebatan terhadap suatu masalah yang bertentangan dan mempunyai dua sisi berlainan. Dan, pertentangan merupakan suatu keadaan berupa konflik sosial.

Itulah pembahasan singkat mengenai materi Interaksi Sosial. Kalau kamu butuh materi lebih lengkap, kamu bisa mendapatkannya di Quipper Video. Cukup bergabung dengan klik di sini dan kamu akan mendapatkan materi Interaksi Sosial serta materi lainnya secara lengkap. Semoga, pembahasan materi Interaksi Sosial ini dapat membantumu ya Quipperian! Semangat belajar ya!

Apabila kamu yakin sudah memahami materi interaksi sosial ini, yuk coba kerjakan contoh soal interaksi sosial di halaman bawah ini!

Latih Diri dengan Contoh Soal Interaksi Sosial 

Sumber:

  1. learn.quipper.com
  2. http://www.ilmudasar.com/2017/05/Pengertian-Syarat-Ciri-Bentuk-dan-Jenis-Interaksi-Sosial-adalah.html
  3. https://alihamdan.id/interaksi-sosial/
  4. http://sosiologis.com/interaksi-sosial

Penulis: Muhammad Khairil