Yuk, yang Kelas 12 Belajar Materi Kearifan Lokal Agar Bisa Menjaga Kebudayaan!

Kearifan lokal merupakan sebutan bagi gagasan-gagasan lokal yang bernilai baik, bijaksana, dan tertanam kuat lintas generasi dalam masyarakat. Inti dari nilai kearifan lokal ialah kelokalan itu sendiri sehingga kearifan ini hanya berlaku dalam komunitas masyarakat yang menanamkannya. Beberapa ciri kearifan lokal; tetap terjaga meski ada budaya asing masuk, punya kemampuan untuk menyesuaikan dan mengintegrasikan budaya sendiri dengan budaya asing, punya kendali dalam komunitas masyarakat, dan memberi arah bagi masyarakat untuk menghadapi perkembangan.

Hai, Quipperian!
Setujukah kamu bahwa ada hal baik dan buruk bagi segala sesuatu? Bisa dikatakan, tidak ada hal yang absolut baik ataupun absolut buruk di dunia ini. Misalnya, kehidupan saat ini yang berada di tengah-tengah arus globalisasi. Tentu saja ada banyak hal positif yang menjanjikan lewat arus globalisasi. Misalnya, kamu dapat berkomunikasi jarak jauh dengan begitu mudahnya atau kamu dapat mengakses informasi dengan mudah pada saat mencari inspirasi bagi tugas sekolahmu.
Namun, ada pula dampak buruk yang mengancam. Salah satu yang terasa dengan jelas ialah hilangnya budaya milik kita sendiri, berganti menjadi budaya asing yang dirasa very much cooler—wow I’m so cool if I look like a bule. Duh! Jika betul terjadi, hal ini dapat menghilangkan jati diri bangsa, lho! Sebelum terlambat, ayo kenalan dengan materi kearifan lokal yang akan dibahas Quipper Blog di bawah ini.

Apa Sih yang Dimaksud dengan Kearifan Lokal?


Kearifan lokal ialah sebutan bagi gagasan-gagasan lokal. Namun, perlu diingat, gagasan yang dimaksud haruslah yang bersifat penuh kearifan sesuai dengan namanya, bijaksana, bernilai baik, dan tertanam kuat lintas generasi di dalam masyarakat.
Beberapa ahli juga mengemukakan pandangan mereka soal kearifan lokal, lho. Quaritch Wales, seorang arkeolog dari Inggris, menyatakan bahwa kearifan lokal berarti kemampuan budaya setempat dalam menghadapi pengaruh kebudayaan asing pada saat kedua kebudayaan tersebut berhubungan.
Kemudian, ada seorang menteri dalam Kabinet Pembangunan V, Hariati Soebadio, yang menyatakan bahwa kearifan lokal merupakan identitas atau kepribadian budaya bangsa yang menyebabkan suatu bangsa memiliki kemampuan untuk menyerap kemudian mengolah kebudayaan asing.
Bahkan, kearifan lokal juga punya pengertian sendiri di mata hukum! UU No. 32 tahun 2009 menyatakan bahwa kearifan lokal adalah nilai-nilai luhur yang berlaku dalam tata kehidupan masyarakat, antara lain untuk melindungi dan mengelola lingkungan hidup secara lestari.

Apa Nilai Inti dari Kearifan Lokal?


Sesuai dengan namanya sendiri, nilai inti dari kearifan lokal itu sendiri ialah lokal. Dengan demikian, kearifan lokal hanya dapat berlaku dalam suatu komunitas masyarakat yang menanamkannya.
Namun, perlu diingat, meskipun bersifat lokal, pada saat yang bersamaan, kearifan lokal juga bersifat universal, lho, karena kearifan lokal mengatur seluruh aspek dalam kehidupan di suatu komunitas masyarakat.

Bagaimana Ciri-ciri dari Kearifan Lokal?


Nah, setelah tahu definisi dan intinya, materi kearifan lokal dari Quipper Blog akan membahas ciri-cirinya, nih. Kearifan lokal mempunyai dua bentuk, yakni nyata (tangible) dan tidak nyata (intangible). Kearifan lokal berwujud nyata misalnya naskah kuno, bangunan serta benda tradisional. Sementara itu, kearifan lokal berwujud tidak nyata misalnya pantun, lagu daerah, dan puisi.
Ada beberapa hal yang mencirikan suatu kearifan lokal, yaitu:

  • Dapat tetap terjaga walau budaya asing masuk ke dalam masyarakat;
  • Mempunyai kemampuan untuk mengakomodasi alias menyesuaikan budaya asing yang masuk tersebut;
  • Mempunyai kemampuan untuk mengintegrasikan unsur budaya asing yang masuk tersebut dengan unsur budaya asli;
  • Mempunyai kendali dalam komunitas masyarakat; dan
  • Memberi arah bagi masyarakat untuk menyikapi budaya yang senantiasa memiliki perkembangan.

Mengapa Kearifan Lokal Begitu Penting?


Ada beberapa alasan di balik pentingnya kehadiran kearifan lokal dalam kehidupan, yaitu:

  • Untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam;
  • Untuk pengembangan sumber daya manusia;
  • Untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan;
  • Bagi pemaknaannya secara sosial;
  • Bagi pemaknaannya secara politis; dan
  • Bagi pemaknaannya secara etika dan moral.

Tanpa adanya kearifan lokal, budaya asing yang masuk ke dalam lapisan masyarakat tidak akan mengalami ‘penyaringan’ dan dapat berdampak buruk, misalnya:

  • Timbul pergeseran pengertian manusia;
  • Kebebasan menjadi terkekang;
  • Adanya objektivitas manusia;
  • Adanya mentalitas teknologi;
  • Adanya krisis teknologi; dan
  • Bergesernya etika serta moral.

Bisakah Kita Mengupayakan agar Kearifan Lokal Tetap Ada?


Sebetulnya, ada begitu banyak cara untuk mengupayakan agar kearifan lokal selalu terjaga. Salah satu dari cara-cara tersebut ialah pemberdayaan komunitas berbasis kearifan lokal.
Pemberdayaan ini ialah sebuah upaya perubahan yang dilakukan oleh anggota dari komunitasnya sendiri. Para anggota akan merumuskan masalah, menyusun rencana, lalu menentukan arah perubahan sesuai dengan keyakinan yang mereka miliki dalam kearifan lokalnya. Dengan begitu, dapat terbentuk individu serta masyarakat yang mandiri.
Sebagai generasi muda penerus bangsa sekaligus lapisan dari masyarakat itu sendiri, ada pula hal-hal yang dapat diupayakan. Pertama-tama, menjaga keautentikan dari kearifan lokal itu sendiri. Budaya yang masih autentik dapat dilestarikan dengan cara memberi ruang bagi kelangsungannya.
Lalu, jagalah selalu eksistensi budaya lokal. Dukunglah selalu penggiat budaya lokal agar dapat selalu bertahan di tengah arus modernisasi serta globalisasi. Contoh dari upaya nyata yang telah dilakukan adalah pameran batik berskala internasional, Cross Culture Festival (CCF), di Surabaya.
Bagaimana, Quipperian? Mudah-mudahan materi kearifan lokal di atas sudah cukup dimengerti, ya. Eits, kalau masih belum puas sama bahasan Quipper Blog di atas, kamu bisa banget kok subscribe Quipper Video biar bisa belajar sama para tutor keren lewat video, rangkuman, dan latiha soal. So, sudah siapkah kamu menjaga kebudayaan bangsa lewat kearifan lokal? Salam Indonesia!
Sumber:

Penulis: Evita



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar