Yuk, Pelajari Pengertian Mobilitas Sosial dan Ruang Lingkupnya!

Apa kabar, Quipperian? Semoga kalian selalu sehat dan dalan lindungan Tuhan YME, ya. Gimana nih, apakah kalian sudah menguasai sebagian besar materi Sosiologi di sekolah? Bagaimana dengan materi mobilitas sosial? Apakah kalian sudah memahaminya dengan baik?

Mobilitas sosial merupakan salah satu materi pelajaran sosiologi yang tidak boleh kamu lupakan, Quipperian! Sebab, materi ini kerap muncul dalam berbagai macam ujian. Mulai dari UTS, UAS, Ujian Nasional (UN) hingga Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Agar dapat membantumu memahami materi yang satu ini, kali ini Quipper Video Blog mau membahasnya dengan seksama. Seperti apa pembahasannya? Kuy-lah simak uraiannya berikut!

Pengertian Mobilitas Sosial

Untuk memahami definisi keseluruhan dari materi ini, kamu harus memahami beberapa pengertian dari pakar sosiologi. Menurut William Kornblum, mobilitas sosial adalah perpindahan individu-individu, keluarga-keluarga, dan kelompok sosialnya dari satu lapisan ke lapisan sosial lainnya.

Lalu, pendapat kedua yang harus kamu ketahui ialah dari Michael S. Bassis. Menurutnya, mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial ekonomi yang mengubah status sosial seseorang dalam masyarakat.

Pengertian ketiga yang kudu kamu pelajari ialah pendapat dari H. Edward Ransford. Ia berpendapat, mobilitas sosial adalah perpindahan ke atas atau ke bawah dalam lingkungan sosial secara hierarki.

Dan, pendapat terakhir dari Kimball Young dan Raymond W. Mack. Menurut kedua sosiolog tersebut, pengertian mobilitas sosial adalah suatu mobilitas dalam struktur sosial, yaitu pola-pola tertentu yang mengatur organisasi suatu kelompok sosial.

Nah, dari beberapa pendapat tersebut, ada tiga hal pokok menyangkut mobilitas sosial. Pertama, perubahan kelas sosial, baik ke atas maupun ke bawah. Kedua, dialami oleh manusia sebagai individu maupun berkelompok. Dan, ketiga, terjadinya dampak sosial terhadap kelas sosial baru yang diperoleh individu atau kelompok.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengertian mobilitas sosial adalah perubahan kelas sosial baik dialami oleh individu ataupun berkelompok dan perubahan itu berdampak pada individu atau kelompok tersebut.

Faktor yang Memengaruhi

Quipperian, kamu tahu tidak mobilitas sosial itu ada faktor-faktor yang memengaruhinya? Ya, benar! Ada banyak faktor yang memengaruhi, lho. Setidaknya ada lima faktor, yaitu:

1. Perubahan Kondisi Sosial

Struktur kelas dan kasta dalam masyarakat dapat berubah karena terjadi perubahan di dalam atau di luar masyarakat itu sendiri. Misalnya, kemajuan dalam bidang teknologi yang digunakan dalam perindustrian dapat membuka kemungkinan terjadinya mobilitas ke atas.

2. Ekspansi Teritorial dan Gerak Penduduk

Ekspansi sosial dan perpindahan penduduk yang cepat merupakan bukti terjadinya mobilitas sosial. Misalnya, petani desa yang mengadu nasib ke kota menjadi pedagang. Usaha dagang yang dilakukan berhasil kemudian menjadi orang kaya. Dengan begitu, petani tadi melakukan mobilitas geografis (dari desa ke kota), mobilitas horizontal, yakni dari profesi petani ke pedagang, dan mobilitas vertikal, yakni dari orang miskin menjadi orang kaya.

3. Pembatasan Komunikasi

Situasi-situasi yang membatasi komunikasi di antara anggota strata sosial yang berbeda akan menghalangi pertukaran pengetahuan dan pengalaman di antara mereka. Situasi-situasi pembatasan komunikasi tersebut akhirnya memengaruhi mobilitas sosial.

4. Pembagian Kerja

Terjadinya mobilitas relatif dipengaruhi oleh tingkat pembagian kerja yang ada. Bila dalam masyarakat terjadi spesialisasi kerja yang sangat ketat, maka tingkat mobilitas sosial itu akan menjadi lemah.

Spesialisasi kerja yang sangat ketat itu menuntut keterampilan yang tinggi. Hal tersebut akan menyulitkan seseorang berpindah profesi. Perpindahan dari satu profesi ke profesi lainnya memiliki arti memperlemah perpindahan strata yang satu ke strata yang lain.

5. Tingkat Natalitas atau Kelahiran

Tingkat natalitas atau kelahiran juga memengaruhi mobilitas sosial. Sebab, tingkat kelahiran yang tinggi dari kelas-kelas sosial rendah membatasi anggota-anggota keluarga meningkatkan kelas sosialnya.

Kesulitan mobilitas tersebut diakibatkan oleh rendahnya tingkat kehidupan ekonomis mereka. Di pihak lain, kelas-kelas yang lebih tinggi akan menciptakan “kevakuman sosial” dalam masyarakat pada saat mereka membatasi angka kelahiran.

Faktor Timbal Balik

Selain faktor yang memengaruhinya, ada pula faktor-faktor yang memiliki hubungan timbal balik dengan mobilitas sosial. Faktor-faktor tersebut ialah ukuran keluarga, pendidikan, jenis kelamin dan nomor urut dalam keluarga, perkawinan, penundaan kepuasan, ras dan suku, dan program pemerintah. Simak penjelasan lebih lanjut di bawah, ya.

1. Ukuran Keluarga

Pada faktor pertama, yakni ukuran keluarga, terkait dengan jumlah anggota keluarga. Keluarga yang jumlah anggotanya banyak relatif kurang aktif bila dibandingkan dengan keluarga yang anggotanya sedikit. Dengan demikian, anak-anak  yang berasal dari keluarga kecil (umumnya terdapat di daerah perkotaan) mempunyai peluang atau kesempatan yang lebih besar untuk mencapai mobilitas sosial vertikal naik dibandingkan dengan anak-anak yang berasal dari keluarga berjumlah besar di pedesaan.

2. Pendidikan

Faktor pendidikan pun ikut memengaruhi hubungan timbal balik dalam mobilitas sosial, khususnya mobilitas vertikal. Sebab, pendidikan formal masih dipandang sebagai aset utama dalam meraih pekerjaan.

3. Jenis Kelamin & Nomor Urut dalam Keluarga

Ketiga, faktor jenis kelamin dan nomor urut dalam keluarga memengaruhi dalam hal kesempatan bertarung untuk mobilitas vertikal dalam suatu keluarga. Sebab, masih ada sentimen atau perbedaan perlakuan antara anak laki-laki dengan anak perempuan.

Selain itu, kesempatan untuk naik dalam mobilitas vertikal lebih besar terbuka kepada anak pertama dalam keluarga. Dengan begitu, jenis kelamin dan nomor urut dalam keluarga juga memengaruhi mobilitas sosial, khususnya di dalam masyarakat Indonesia.

4. Perkawinan

Faktor keempat ialah perkawinan. Mobilitas sosial vertikal naik dapat juga diperoleh melalui perkawinan. Misalnya, seseorang yang semula berasal dari kelas sosial yang rendah ketika menikah dengan pasangan yang memiliki kelas sosial tinggi, maka ia masuk dalam kelas sosial pasangan yang lebih tinggi.

5. Penundaan Kepuasan

Kemudian, faktor kelima, penundaan kepuasan merupakan faktor yang memiliki hubungan timbal balik. Penundaan kepuasan ini memiliki pengertian penangguhan hasil langsung untuk dipetik di masa yang akan datang dengan jumlah hasil yang lebih besar.

6. Ras dan Suku

Faktor yang memengaruhi hubungan timbal balik mobilitas sosial keenam yakni ras dan suku. Alasan faktor ini memengaruhi karena ras dan suku berhubungan dengan terciptanya peluang bagi seseorang untuk mencapai mobilitas vertikal. Diskriminasi terhadap suatu golongan ras dan suku tertentu sejatinya masih terjadi dalam dunia bisnis, industri, dan pendidikan. Oleh sebab itu, identitas ras dan suku yang dimiliki seseorang sedikit banyaknya memiliki faktor hubungan timbal balik dalam mobilitas sosial.

7. Program Pemerintah

Dan, faktor terakhir, yakni program pemerintah, memengaruhi dalam hal adanya peluang bagi seseorang atau kelompok untuk ikut dalam dinamika mobilitas sosial. Sebab, pemerintah melalui programnya memberikan kesempatan bagi kelas bawah dan menengah untuk memasuki lapisan sosial yang lebih tinggi. Misalnya, program pemberian beasiswa pendidikan atau terbukanya kuota lebih besari di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bagi keluarga yang tidak mampu.

Bentuk Mobilitas Sosial

Mobilitas sosial memiliki beberapa bentuk, yakni vertikal, horizontal, antargenerasi dan intragenerasi, lateral atau geografis, dan struktural. Simak penjabarannya lebih lengkap di bawah ini, yuk.

Vertikal & Horizontal

Mobilitas sosial vertikal memiliki pengertian perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial tertentu ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Secara umum, mobilitas sosial vertikal terbagi dua, yakni vertikal ke atas (social climbing) dan vertikal ke bawah (social sinking).

Lalu, mobilitas sosial horizontal adalah peralihan individu atau objek-objek sosial dari suatu kelompok sosial ke kelompok sosial lainnya yang sederajat. Adapun, mobilitas sosial horizontal tidak menimbulkan pengaruh sosial secara langsung terhadap status sosial seseorang. Akan tetapi, perubahan dapat memberikan penyegaran karena bertambahnya pengalaman dan pengetahuan baru.

Antargenerasi & Intragenerasi

Nah, sementara itu mobilitas sosial antargenerasi merupakan mobilitas dua generasi atau lebih. Mobilitas ini ditandai dengan perkembangan taraf hidup, baik naik maupun turun dalam suatu generasi. Sedangkan, mobilitas sosial intragenerasi adalah peralihan status sosial yang terjadi dalam satu generasi yang sama.

Lateral & Struktural

Mobilitas sosial lateral atau geografis merupakan mobilitas baik secara individu ataupun kelompok, dari unit wilayah satu ke unit wilayah lain yang secara tidak langsung mengubah status sosial seseorang. Mobilitas lateral dibagi menjadi dua, pertama, permanen yaitu mobilitas yang bermaksud melakukan perpindahan menetap/permanen, dan tidak permanen, yakni segala bentuk mobilitas individu atau kelompok yang bersifat sementara.

Terakhir, mobilitas struktural memiliki pengertian  mobilitas yang disebabkan oleh inovasi teknologi, urbanisasi, pertumbuhan ekonomi, peperangan, dan kejadian-kejadian lainnya yang mengubah struktur dan jenis kelompok-kelompok dalam masyarakat.


Itulah beberapa pembahasan mengenai materi mobilitas sosial. Kalau kamu ingin mempelajari lebih lanjut mengenai materi ini, kamu bisa bergabung bersama Quipper Video, ya. Cara bergabungnya cukup mudah kok, cukup klik link ini dan ikuti tata cara pendaftarannya.

Dengan bergabung bersama Quipper Video, kamu akan mendapatkan banyak materi pembelajaran dari tutor-tutor pintar, kece, dan mengerti cara menjelaskan suatu materi yang sulit menjadi mudah. So, Quipperian pasti tidak akan kecewa deh bergabung bersama Quipper Video. Tunggu apa lagi? Yuk, bergabung bersama Quipper Video!

Yuk, Simak Contoh Soal Mobilitas Sosial & Pembahasan Lengkapnya Ini!

Sumber:

Materi Pembelajaran Quipper Video Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Semester 1: Mobilitas Sosial

Materi Video Pembelajaran Quipper Video Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XI SMA Semester 1: Mobilitas Sosial

Penulis: Muhammad Khairil