Mengenal Teori Ketimpangan Sosial dalam Sosiologi Buat Kamu Anak Kelas 12

Ketimpangan sosial adalah pembedaan kelas sosial akibat adanya ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Dampak dari ketimpangan inia dalah kemiskinan, pengangguran, kecemburuan sosial, dan meningkatnya kriminalitas. Penyebab ketimpangan bisa berasal dari diskriminasi, primordialisme, dan sesksime. Upaya untuk mengurangi ketimpangan sosial adalah dengan memberikan pendidikan gratis dan memperbanyak lapangan pekerjaan.

Hai, Quipperian!

Apa kabarmu? Semoga selalu dalam keadaan baik dan penuh semangat untuk belajar, ya! Ngomong-ngomong, tanpa terasa, kita sudah menjalani puasa setengah bulan, nih. Wah, sudah berapa banyak bukber yang kalian ikuti, Quipperian? Terus, menu buka puasa apa yang paling kamu sukai? Ingat, kata orang, “Berbukalah dengan yang manis.”

Hmm, menu manis apa, ya, yang biasanya tersedia dan dijual sebagai takjil selama bulan puasa? Bisa jadi kolak pisang yang dijual murah meriah di pinggir jalan hingga yang dijual dengan harga setinggi langit di restoran fine dining!

Nah, ilustrasi di atas menggambarkan ketimpangan harga kolak pisang yang dijual di pinggir jalan dan yang dijual di restoran fine dining. Jika kamu mendengar kata ‘ketimpangan’, apa yang terlintas di benakmu? Menurut KBBI, ‘timpang’ berarti tidak seimbang; ada kekurangan; berat sebelah.

Apa saja ketimpangan yang kamu ketahui? Jika ditinjau secara lebih luas, ketimpangan tidak hanya semata bicara soal harga barang, melainkan juga kehidupan sosial masyarakat. Ketimpangan ini kita ketahui sebagai ketimpangan sosial. Kamu sudah mengenalnya, belum? Jika belum, Quipper Blog punya rangkaian informasi di bawah ini yang bisa membantu kamu memahami ketimpangan sosial yang akan kamu jumpai dalam pelajaran Sosiologi ini. Selamat membaca!

Apa yang Dimaksud dengan Ketimpangan Sosial?

kuliah atau kerja

Ketimpangan sosial biasa dikenal pula sebagai kesenjangan sosial. Sebutan ini merupakan terjemahan dari social inequality.

Menurut Karl Marx, ketimpangan sosial adalah pembedaan kelas sosial yang didasarkan atas kepemilikan alat produksi. Menurut William Ogburn, ketimpangan sosial merupakan perubahan sosial yang melibatkan unsur-unsur dalam masyarakat yang saling berhubungan antara satu dengan yang lain.

Secara garis besar, ketimpangan sosial adalah sebuah masalah sosial akibat adanya ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat. Hal ini disebabkan oleh berbagai macam faktor serta mengakibatkan berbagai macam dampak pula dalam bidang ekonomi, budaya, dan lain sebagainya.

Apa Saja Dampak dari Adanya Ketimpangan Sosial?

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, ketimpangan sosial diketahui dapat mengakibatkan berbagai macam dampak. Namun, mungkin kamu belum mengetahui contoh dampak yang dihasilkan. Di bawah ini adalah tiga contoh dampak yang terjadi dari sekian banyak dampak yang dapat disebabkan oleh ketimpangan sosial.

1. Kemiskinan dan pengangguran

Ketimpangan sosial pada suatu negara dapat ditandai dengan tingginya tingkat masyarakat miskin dan/atau menganggur. Golongan masyarakat ini pastilah memiliki pendapatan rendah. Karena rendahnya pendapatan mereka, mereka juga memiliki daya beli yang rendah.

2. Timbulnya kecemburuan sosial

Dampak kedua ini merupakan dampak beruntun dari dampak pertama. Masyarakat yang miskin dan menganggur dengan penghasilan dan daya beli yang minim tersebut akan mulai membandingkan keadaan mereka dengan keadaan masyarakat menengah atau bahkan kaya. Perasaan cemburu ini dapat mengarah ke masalah yang lebih serius, bahkan, mengancam persatuan dan kesatuan bangsa.

3. Meningkatnya kriminalitas

Dampak terakhir yang akan dibahas adalah efek beruntun dari dampak pertama dan kedua, namun bukan akhir dari rangkaian dampak adanya ketimpangan sosial. Masyarakat miskin dan menganggur yang merasa cemburu tersebut dapat berbuat nekat dengan melakukan tindak kriminal dengan alasan putus asa karena keadaannya tidak kunjung membaik. Duh!

Apa Hal yang Dapat Menyebabkan Adanya Ketimpangan Sosial?

Ada beberapa hal yang bisa berbuah ketimpangan sosial, di antaranya adalah:

1. Diskriminasi

Diskriminasi ialah perlakuan yang mengistimewakan pihak tertentu. Di saat yang bersamaan, pihak lainnya akan dipandang sebelah mata. Misalnya, seorang koruptor yang merugikan negara miliaran rupiah hanya dipenjara selama dua tahun, sementara itu, seorang nenek tua yang mencuri semangka dari halaman tetangganya dipenjara selama tiga tahun.

2. Primordialisme

Primordialisme ialah perlakuan terhadap seseorang yang didasarkan oleh identitas, bukan kemampuannya. Misalnya, seorang anak pejabat mudah mendapatkan pekerjaan karena koneksi ayahnya, berbeda dengan seorang anak tukang ojek yang harus bersusah-susah mencari pekerjaan.

3. Seksisme

Seksisme ialah perlakuan terhadap seseorang yang didasarkan oleh identitas gender-nya. Misalnya, gaji perempuan lebih kecil daripada gaji laki-laki pada suatu perusahaan.

Bagaimana Upaya Meminimalisir Ketimpangan Sosial?

Banyak cara telah dilakukan untuk menekan tingginya ketimpangan sosial dalam suatu negara, misalnya:

1. Memberikan pendidikan gratis

Di Indonesia, pendidikan selama 12 tahun (SD, SMP, dan SMA) diberikan secara gratis bagi masyarakat. Tidak hanya pendidikan formal, banyak pula pendidikan keterampilan yang dapat diikuti secara gratis di berbagai tempat, misalnya di RPTRA. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar dapat bersaing di dunia kerja.

2. Meningkatkan lapangan kerja

Tidak berhenti di situ, di Indonesia, lapangan kerja juga diciptakan sebanyak-banyaknya. Banyak pula program pemerintah yang mengutamakan padat karya agar dapat menyerap banyak tenaga kerja. Hal ini bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran.

Bagaimana, Quipperian? Kini kamu telah mengetahui seluk beluk ketimpangan sosial dalam kehidupan bermasyarakat beserta dengan penyebab, dampak, contoh, serta upaya untuk menghentikannya. Semoga informasi ini berguna untukmu, ya! Jangan lupa subscribe Quipper Video biar kamu bisa belajar lebih banyak tentang hal ini atau materi lainnya. Semangat!

Sumber:

Penulis: Evita

Be the first to comment

Leave a Reply