Mau Masuk Jurusan Fotografi? Intip Tips Bikin Portofolio yang Kece di Sini!

Halo Quipperian, apa kabar?! Siapa di antara kalian yang merasa kalau jurusan fotografi itu “gue banget”? Wah, kalau kamu memang merasa demikian, nggak salah lagi kalau kamu memilih untuk membaca artikel yang satu ini.

Menyongsong masa SBMPTN, Quipper Video Blog kali ini akan mengajak sahabat-sahabat Quipperian untuk menyimak langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam rangka lulus SBMPTN, khususnya jurusan fotografi.

Siap-siap buat kalian para pemburu gambar karena kali ini Quipper Video Blog akan membahas lebih lanjut langkah-langkah untuk lulus ujian masuk SBMPTN jurusan fotografi. Cusss!

Program Kuliah Jurusan Fotografi

Selama program gelar sarjana, mahasiswi/a jurusan fotografi akan dilatih keterampilan dasar dalam fotografi, termasuk teknik penentuan posisi dan sudut pandang, memotret di dalam ruangan dan di bawah sinar matahari, menetralisir latar belakang dan menemukan titik-titik penekanan.

Kamu nanti umumnya bekerja dengan berbagai peralatan, belajar memotret proyek 2-D dan 3-D, memotret dengan kamera 35mm, dan memahami bagaimana lensa, tripod, dan fungsi film. Kamu juga akan mengeksplorasi berbagai teknik fotografi, seperti kedalaman lapangan dan F-stop.

Program umum jurusan fotografi ialah mendorong siswa untuk mengembangkan gaya pribadi dalam fotografi di mana kalian bisa menyampaikan ide, emosi, dan informasi dalam pekerjaan mereka. Eh, nantinya kamu bisa menjadi sasaran kritik selama kursus atau kolaborasi dengan teman sebaya, lho.

Jurusan Fotografi Gunakan Portofolio sebagai Try-Out

Dilansir dari situs resmi SBMPTN, kalian para peminat jurusan fotografi harus mempersiapkan diri untuk melakukan tes praktik fotografi sebagai bentuk ujiannya. Seperti apakah bentuk ujian praktiknya?

Walau tidak dirinci lebih lanjut bukan berarti kalian tidak memiliki kunci untuk mencapai hasil optimal dan maksimal saat ujian praktik nanti, Quipperian. Ibarat UN yang memiliki try-out sebelum pelaksanaannya untuk membiasakan diri, para calon fotografer juga memiliki try-out-nya sendiri yang disebut sebagai portofolio.

Wah, apa itu portofolio? Definisi singkat, portofolio adalah kumpulan karya terbaik seseorang. Berarti bagi seorang fotografer, portofolio adalah kumpulan foto-foto terbaiknya. Melalui proses membuat portofolio, calon fotografer membangun:

  1. Ketajaman persepsinya terhadap berbagai kemungkinan objek foto dan sudut pandang pengambilan.
  2. Kekuatan otot-otot yang terlibat dalam proses pengambilan foto.
  3. Penalaran kritis terhadap tema-tema foto yang mungkin dikurasi sebagai portofolio.

Portofolio sebagai Standar Penikmat/Penilai di Jurusan Fotografi

Membuat portofolio pribadi akan sangat membantu kamu para peminat foto untuk mencoba mengambil sudut pandang seorang penikmat foto dan bahkan penilai atau kritikus foto.

Penikmat dan penilai fotografi pasti akan tertarik pada bagaimana kita memutuskan untuk menyusun portofolio secara utuh, Quipperian. Ini berarti bahwa portofolio harus direncanakan dengan teliti dan disajikan dengan apik.

Dengan menyusun portofolio, kalian sebagai calon siswi/a jurusan fotografi akan membangun kemampuan mengelola karya/foto hasil pekerjaanmu. Pastikan bahwa tiap portofolio mempresentasikan sebuah narasi yang runut atau jalinan tema perasaan yang jelas dari setiap karya foto. Hanya sertakan karya terbaik dan walau sangat menggoda bila perasaan mengatakan sebuah karya bukanlah karya yang terbaik, jangan masukkan ke dalam portofolio.

Setiap foto bisa disertai dengan teks singkat yang berguna untuk menjelaskan ide di balik pekerjaan, tantangan yang dilewati atau hal-hal signifikan lainnya. Pertimbangan juga harus diberikan kepada tata ruang rupa dari portofolio. Ingat bahwa penikmat atau penilai fotografis bisa melihat karya kita di layar digital, sehingga foto yang tersaji adalah foto yang akan dinilai. Hindari foto berpixel rendah dan hasil pindaian yang buruk karena ini juga akan memengaruhi penilaian.

Mau Masuk Jurusan Fotografi? Ini Ciri-Ciri Portofolio yang Keren:

1. Tidak memuat gambar yang sama lebih dari 1 kali

Memuat gambar yang sama lebih dari satu kali menandakan bahwa kita adalah fotografer yang malas mencari dan/atau menyortir karya foto.

2. Hanya memuat karya yang terbaik

Percaya kepada insting, jika kita merasa ini bukan karya yang terbaik jangan ikut sertakan.

3. Jujur akan gaya sang fotografer

Portofolio adalah kesempatan untuk mempresentasikan keunikan sudut pandang fotografer. Manfaatkan hal ini, Quipperian.

4. Memilki tema atau spesialisasi

Kesatuan tema karya foto memudahkan baik fotografer dan juga penikmat foto untuk membangun suatu alur narasi.

5. Mempertimbangkan perspektif penikmat foto

Karya portofolio yang kamu susun harus bisa untuk dinikmati khalayak, maka pertimbangkan berbagai kemungkinan perspektif atau sudut pandang.

6. Mempertimbangkan bentuk terbitan

Cetak atau daring? Fotografer yang berkualitas sudah mempertimbangkan bentuk akhir portofolionya dan bagaimana itu mempengaruhi penyusunannya.

7. Dibangun melalui proses kreatif

Proses kreatif tidak berarti bahwa fotografer harus tertutup hanya memotret objek terkait portofolio. Karena momen sangat langka datang dua kali, tetap terbuka dengan kemungkinan memotret suatu objek foto yang lepas/bebas dari tujuan portofolio.

8. Melalui proses sunting dan acuan

Mintalah pendapat dari rekan-rekan terdekat dan jika memungkinkan ahli fotografi.

9. Tidak membutuhkan penjelasan bertele-tele

Teks singkat hanya berupa judul foto atau penjelasan singkat. Tujuan portofolio adalah membuat penikmat melontarkan ”Wow” hanya dengan melihat foto.

10. Dibuka dan diakhiri dengan kuat

Pertimbangkan dengan seksama foto pembuka dan foto penutup. Kesan pertama dan terakhir adalah yang paling diingat.


Wow, gimana Quipperian? Apakah kalian sudah siap masuk jurusan fotografi saat kuliah nanti? Pastinya akan penuh tantangan dan petualangan, ya karena kemana-mana harus terus membawa kamera dan sabar menunggu momen. Tapi, Quipper Video Blog yakin kalau kalian bisa menjadi fotografer profesional nantinya, Quipperian. Tetap semangat dan jangan lupa kunjungi Quipper Video Blog untuk artikel-artikel menarik lainnya, ya.

6 Hal Penting untuk Diketahui Sebelum Memasuki Dunia Kuliah

Sumber:

Penulis: Jan Wiguna