Home » Quipper Campus » Campus Info » Penjelasan Lengkap Uang Pangkal dan Besaran yang Harus Kamu Siapkan

Penjelasan Lengkap Uang Pangkal dan Besaran yang Harus Kamu Siapkan

by ardy_quipper

uang pangkal perguruan tinggi
Terdapat banyak komponen biaya kuliah yang perlu kamu ketahui sebagai calon mahasiswa,. Untuk mengetahui detail informasi dari macam-macam biaya kuliah tersebut, kamu bisa membaca artikel berikut ini. 

Baca juga: Rincian Biaya Kuliah yang Perlu Kamu Ketahui

Nah, pada artikel ini, kita akan kupas lebih dalam lagi mengenai ketetapan uang pangkal, istilah apa saja yang digunakan, besaran uang pangkal, serta bagaimana penerapan uang pangkal di perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta (PTS). 

Apa itu Uang Pangkal?

Singkatnya, uang pangkal adalah biaya awal yang dikeluarkan saat masuk kuliah di perguruan tinggi. Uang pangkal hanya dibayarkan satu kali selama perkuliahan yang dibayarkan di semester awal. 

Karena jumlahnya cenderung cukup besar, beberapa perguruan tinggi menerapkan pembayaran dengan metode cicilan untuk mempermudah calon mahasiswanya. Biasanya, jumlah cicilan yang diberikan cukup beragam, antara tiga kali sampai enam kali bayar, yang harus dilunasi pada semester pertama perkuliahan.  

Bagaimana Penerapan Uang Pangkal di PTN dan PTS?

Terdapat banyak istilah yang digunakan untuk menyebut kewajiban pembayaran di awal kuliah atau yang dikenal dengan istilah uang pangkal ini. Selain dikenal dengan sebutan uang pangkal, istilah lain yang digunakan adalah uang gedung atau uang pembangunan. 

Jika kamu melanjutkan pendidikan di PTN melalui jalur SNMPTN dan SBMPTN, tidak ada kewajiban membayar uang pangkal. Meskipun begitu, kamu akan dikenakan kewajiban membayar uang kuliah tunggal atau UKT setiap semesternya dengan besaran biaya yang tetap. Nilai UKT ini ditentukan berdasarkan kondisi sosial-ekonomi dari mahasiswa bersangkutan. 

Namun, untuk mahasiswa PTN yang masuk melalui jalur berbeda seperti jalur mandiri misalnya, terdapat kewajiban untuk membayarkan uang pangkal di awal semester. Meskipun begitu, setiap perguruan tinggi memiliki kebijakan yang berbeda.

Contohnya di Universitas Gadjah Mada. Seluruh mahasiswa tidak dikenakan kewajiban membayar uang pangkal meski masuk melalui jalur yang berbeda. Mahasiswa diwajibkan membayar UKT yang ditentukan berdasarkan penghasilan orang tua. Di UGM, UKT dibagi menjadi kelompok 0 sampai 8. Pada kelompok tertinggi, jumlah UKT yang dibayarkan setiap semesternya berkisar antara Rp8.000.000-Rp26.000.000. Informasi lengkapnya bisa kamu temukan di sini

Sementara ketentuan pembayaran uang pangkal akan kamu temukan pada setiap perguruan tinggi swasta dengan istilah dan ketentuan yang berbeda. Bukan sesuatu yang aneh, karena dalam penyelenggaraan pendidikannya, PTS tidak mendapatkan bantuan subsidi apapun dari pemerintah.   

Baca juga: 15 Universitas Swasta Terfavorit Versi Quipper Campus

Berapa Besaran Uang Pangkal?

Meski diterima di kampus yang sama, besaran uang pangkal yang dibayar setiap mahasiswa bisa berbeda lho. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan yang diterapkan oleh perguruan tinggi tersebut. 

Salah satu contohnya adalah kapan mahasiswa tersebut mendaftar. Semakin cepat kamu mendaftar, besaran uang pangkal yang dikeluarkan akan semakin rendah. Perbedaan nominal juga bisa disebabkan oleh hasil tes seleksi masuk yang kamu jalani, apakah menunjukkan nilai yang bagus, sedang, atau kurang bagus. Atau, karena dipengaruhi oleh kondisi sosial-ekonomi mahasiswa tersebut. 

Sebagai contoh adalah penerapan peringkat uang pangkal yang diberlakukan di Universitas Islam Indonesia (UII). Biaya kuliah di UII dibagi menjadi dua yakni Dana Catur Darma yang dibayarkan pada tahun pertama perkuliahan dan uang kuliah atau biaya yang dikeluarkan setiap semester.

Untuk Dana Catur Darma, UII membaginya menjadi 6 kelompok peringkat yang berbeda untuk setiap program studi. Adapun nominal untuk kelompok peringkat tertinggi yang harus dibayarkan mulai dari Rp6.000.000 sampai Rp40.000.000 (tahun ajaran 2021/2022). Sementara untuk Pendidikan Dokter, nominalnya mencapai Rp270.000.000. Informasi lengkapnya bisa kamu temukan di sini

Di Telkom University, istilah uang pangkal dikenal dengan UP3 atau Uang Partisipasi Penyelenggaraan Pendidikan. Selain UP3, ada juga uang sumbangan yang disebut sebagai SDP2 (Sumbangan Dana Pengembangan Pendidikan Reguler). Karena peruntukan penggunaan dana ini berbeda, terdapat dua biaya pendidikan yang harus kamu bayarkan di awal perkuliahan jika melanjutkan pendidikan di sini.  

Besaran uang pangkal (UP3 ditambah SDP2) yang harus dikeluarkan tergantung dengan jurusan yang kamu pilih. Untuk program sarjana tahun ajaran 2021/2021 di Telkom University, nominalnya mulai dari Rp11.000.000-Rp58.000.000. Temukan informasi lengkapnya di sini

Sementara di Binus University, istilah uang pangkal disebut dengan Biaya Sumbangan atau DP3. Nominalnya mulai dari Rp30.000.000-Rp41.000.000. Cek informasi lengkapnya di sini

Hal yang sama juga berlaku di perguruan tinggi negeri lho. Jika kamu masuk Universitas Indonesia melalui program non S1 Reguler, terdapat uang pangkal yang harus dibayarkan. UI menggunakan istilah uang pangkal atau disingkat UP. UP ini merupakan komponen pembiayaan untuk keperluan pembinaan, pengembangan, dan peningkatan kualitas pendidikan serta penunjang pelaksanaan kegiatan operasional pendidikan.

Jumlah UP untuk program sarjana paralel dibedakan berdasarkan fakultas yang diambil, dengan besaran mulai dari Rp15.000.000-Rp50.000.000 (tidak termasuk Fakultas Kedokteran). Untuk mengetahui detail biaya kuliah di UI, bisa cek di sini.

Lalu, untuk mahasiswa jalur mandiri di Universitas Padjadjaran (Unpad) juga dikenakan uang pangkal atau disebut sebagai Dana Pengembangan. Besarannya mulai dari Rp15.000.000, seperti yang berlaku untuk beberapa jurusan bidang sastra. Lalu, beberapa nominal tertingginya adalah untuk Jurusan Psikologi sebesar Rp85.000.000, Farmasi sebesar Rp100.000.000, Kedokteran Gigi sebesar Rp225.000.000 dan Kedokteran sebesar Rp250.000.000. Info detail bisa kamu peroleh di sini

Kewajiban membayar uang pangkal juga ada di Institut Pertanian Bogor (IPB) yang dikenal dengan istilah Biaya Pengembangan Institusi dan Fasilitas (BPIF) untuk mahasiswa yang masuk melalui jalur mandiri. Besaran BPIF yang harus dibayarkan berbeda untuk setiap program studi, mulai dari Rp20.000.000 sampai Rp50.000.000. Kamu bisa menemukan informasi detailnya di sini

Sekarang kamu sudah mengetahui tentang uang pangkal, perbedaannya dengan UKT, penerapannya, hingga besarannya. Karena jumlah yang harus dikeluarkan untuk membayar uang pangkal ini tidak sedikit, bahkan mencapai ratusan juta, Quipperian tidak boleh bermalas-malasan dalam belajar ya. Ingat perjuangan orang tua kamu untuk membiayai seluruh kebutuhanmu selama ini. 

Baca juga: Persiapan Kuliah : Macam-macam Cara Menyiapkan Dana Pendidikan

Jika kamu mengalami kendala dari sisi biaya, jangan khawatir, karena terdapat banyak sekali program beasiswa yang bisa kamu manfaatkan, baik yang diselenggarakan di PTN maupun PTS. Kamu bisa mencari tahu informasi lengkap mengenai perguruan tinggi dan juga beasiswa yang ditawarkan di halaman Quipper Campus ya!  

Penulis: Fatia Qanitat
Editor: Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda