Jurusan Ekonomi Pembangunan? Ini Alasan Kenapa Kamu Harus Memilihnya!

Jurusan Ekonomi Pembangunan mengkaji hal-hal yang berhubungan dengan pembangunan di bidang ekonomi, seperti industri keuangan, bisnis, dan perbankan. Selain itu, jurusan ini juga mengkaji kebijakan dan bidang lainnya yang berhubungan dengan pembangunan.

Nah, Ekonomi Pembangunan itu sendiri merupakan ilmu yang cukup kompleks, sebab pembangunan ekonomi yang menjadi pokok utama jurusan ini tidak dapat berdiri sendiri. Ilmu Ekonomi Pembangunan ditopang oleh banyak hal, seperti perencanaan, kebijakan, sumber daya alam, sumber daya manusia, korporasi, dan lain-lain. Nah, karena itulah, jurusan ini memiliki daya tarik tersendiri.

Selain memiliki ruang lingkup keilmuan yang menarik, banyak juga yang memilih Jurusan Ekonomi Pembangunan karena alasan prospek kerja yang luas. Selain itu, alasan apalagi ya yang membuat jurusan ini menarik? Cek yuk ulasannya!

Alasan Memilih Jurusan Ekonomi Pembangunan

Terdapat cukup banyak alasan yang membuat calon mahasiswa memilih kuliah di Jurusan Ekonomi Pembangunan, antara lain sebagai berikut:

1. Alternatif bagi yang tertarik dengan Ilmu Ekonomi

Sudah jadi rahasia umum bahwa Jurusan Ilmu Ekonomi itu setiap tahun selalu termasuk dalam 5 besar jurusan favorit, baik di SNMPTN maupun SBMPTN. So, buat kamu yang lagi cari tahu jurusan alternatif dari Jurusan Ilmu Ekonomi, bisa banget lho mempertimbangkan Jurusan Ekonomi Pembangunan. Di jurusan ini, kamu tetap bisa mempelajari Ilmu Ekonomi fundamental sekaligus implementasinya dalam urusan pembangunan. Hmm, keren banget bukan?

2. Peluang kerja yang luas

Setelah lulus dari jurusan ini, kamu tidak perlu khawatir dengan prospek kerja, sebab ilmu yang kamu dapatkan sangat bisa kamu terapkan di berbagai sektor bisnis. Jadi, yang perlu kamu lakukan hanya mencari tahu minat dan kemampuanmu, sehingga kamu bisa mengasahnya sebelum lulus kuliah.

Nah, dengan bekal tersebut, kamu bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan passion yang kamu miliki. Beberapa jenis pekerjaan yang bisa kamu pilih sebagai lulusan ekonomi pembangunan antara lain trend analyst, akuntan, konsultan, data analyst, research and development, dan dosen.

3. Dapat berkontribusi untuk pembangunan negara

Pembangunan merupakan agenda terpenting bagi suatu negara. Oleh karena itu, pembangunan sektor ekonomi juga merupakan salah satu pilar utama bagi keberlangsungan negara. Maka, negara juga membutuhkan orang-orang terbaik dalam mengemban agenda tersebut.

So, lulusan Ekonomi Pembangunan sebenarnya sudah memiliki ‘tiket’ untuk menjalankan pengabdian tersebut. Kamu bisa menjadi bagian dari institusi negara ataupun mendirikan institusi independen. Keduanya memiliki tujuan yang sama yakni berkontribusi untuk pembangunan bangsa dan negara.

4. Memiliki ilmu untuk berbisnis

Salah satu bentuk kontribusi untuk pembangunan negara secara independen adalah dengan mendirikan usaha. Nah, ini tentunya sangat bisa lho kamu lakukan dengan berbekal ilmu dan pengalaman yang kamu dapatkan selama belajar di Jurusan Ekonomi Pembangunan. Porsi ilmu bisnis yang akan kamu pelajari di Jurusan Ekonomi Pembangunan tetap ada sekalipun tidak mendalam, tetapi sudah sangat cukup bagi kamu untuk memulai bisnis sendiri.

5. Tak lekang oleh perkembangan zaman

Ilmu Ekonomi Pembangunan itu merupakan ilmu yang dinamis sehingga tidak akan lekang oleh perkembangan zaman. Prinsip-prinsip keilmuan dalam Ilmu Ekonomi Pembangunan berkembang seiring dengan kemajuan peradaban umat manusia. Mengapa? Karena yang menjadi objek kajian ekonomi pembangunan adalah aktivitas manusia itu sendiri, yang berdampak pada pembangunan ekonomi di suatu wilayah.

Seluruh pembaharuan dalam bidang ekonomi pembangunan direkam oleh para ilmuwan dan peneliti. Informasi yang direkam tersebut kemudian menjadi dasar cara berpikir ekonom maupun pengambil kebijakan untuk menentukan atau memutuskan sesuatu dan siklus itu berlangsung terus-menerus. Nah, karena itulah, Ilmu Ekonomi Pembangunan akan selalu dibutuhkan.

6. Melatih berpikir kritis

Ketika mempelajari Ilmu Ekonomi Pembangunan, kamu akan dituntut untuk memahami berbagai faktor dan potensi yang dapat mempengaruhi aktivitas ekonomi di suatu lingkup sosial. Untuk menemukan hal-hal tersebut, kamu dituntut untuk berpikir kritis dan sistematis. Kebiasaan itu akan menjadi modal penting ketika kamu terjun di dunia profesional nantinya.

7. Biaya terjangkau

Alasan penting berikutnya yang bisa kamu pertimbangkan adalah biaya kuliahnya yang sangat terjangkau. Itu terjadi karena jurusan ini memang tidak sepopuler jurusan-jurusan bidang ekonomi lainnya seperti Akuntansi dan Manajemen. Padahal, peluang karier yang bisa kamu peroleh setelah lulus dari jurusan ini juga tidak kalah keren dari jurusan-jurusan lainnya.

Sebagai gambaran, berikut ini adalah rincian biaya kuliah dari salah satu perguruan tinggi swasta bergengsi di Yogyakarta yakni Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang juga memiliki Jurusan Ekonomi Pembangunan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) Tetap: Rp4.000.000
  • SPP Variabel (per SKS): Rp250.000
  • Sumbangan Pengembangan Universitas: Rp22.500.000  (dibayar hanya 1 kali pada semester awal)
  • Biaya Kemahasiswaan dan Uang Buku: Rp11.250.000
  • Uang Jaminan: Rp6.750.000

8. Banyak pilihan perguruan tinggi

Alasan berikutnya yang juga tidak kalah penting yaitu ada banyak perguruan tinggi baik negeri maupun swasta yang menyediakan Jurusan Ekonomi Pembangunan. Tentunya ini sangat menguntungkan bukan? Khususnya bagi kamu yang sudah menjadikan jurusan ini sebagai pilihan utama tetapi khawatir dengan persaingan yang ada. So, kamu bisa mempelajari profil jurusan ini di masing-masing kampus yang salah satunya ada di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Nah, itulah beberapa alasan penting yang patut kamu pertimbangkan untuk kuliah di Jurusan Ekonomi Pembangunan. Ingat ya, jurusan ini memang tidak sepopuler jurusan bidang ekonomi lainnya, tetapi potensi kariernya cukup menjanjikan, Quipperian!

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani