Selain Dokter dan Perawat, Inilah Para Nakes yang Berjasa Selama Pandemi Covid-19

Setelah kurang lebih dua tahun kita beraktivitas dengan protokol kesehatan yang ketat dalam menghadapi pandemi Covid-19, akhirnya Indonesia dapat melewati masa sulit ini. Pencapaian ini adalah buah kerja sama yang baik antara pemerintah, pihak keamanan, masyarakat, dan tenaga kesehatan yang berada di garda terdepan.

Berdasarkan data yang termuat di situs covid19.go.id, hingga 9 November 2021, terdapat 143.578 orang meninggal dunia di Indonesia, yang mana lebih dari seribu orang di antaranya adalah tenaga kesehatan. Selain menyebabkan duka yang sangat mendalam, hadirnya Covid-19 juga menjadi bahan evaluasi bahwasanya negara Indonesia masih perlu meningkatkan lagi kemampuan dalam menangani isu kesehatan.

Selain diperlukannya peningkatan dari sisi fasilitas kesehatan, Indonesia juga masih membutuhkan banyak tenaga andal di bidang kesehatan. Setidaknya  lebih dari seribu orang tenaga kesehatan gugur selama masa pandemi ini. Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Badan PPSDM Kesehatan), Kementerian Kesehatan RI menyatakan rasio tenaga kesehatan dengan jumlah penduduk Indonesia (per provinsi) adalah 1:100.000. Oleh karena itu, peningkatan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar masyarakat Indonesia dapat terlayani dengan baik.

Hal tersebut menjadi peluang yang baik juga bagi Quipperian yang terpanggil untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mengabdi kepada bangsa dan negara di bidang kesehatan.

Jika Quipperian ingin bekerja di bidang kesehatan tapi ingin explore profesi selain dokter dan perawat, kamu tidak perlu khawatir ya! Karena sebenarnya ada banyak jenis profesi di bidang kesehatan yang juga turut berjasa selama masa pandemi Covid-19.

So, berikut ini adalah beberapa jenis profesi bidang kesehatan selain dokter dan perawat yang juga berperan besar selama berlangsungnya pandemi.

Jenis-jenis Profesi Bidang Kesehatan yang Berjasa Selama Pandemi Covid-19

1. Bidan

Bidan adalah salah satu profesi di bidang kesehatan yang berperan secara profesional membantu wanita sejak masa kehamilan hingga melahirkan. Sedangkan definisi bidan menurut Ikatan Bidan Indonesia (IBI) yaitu seorang perempuan yang lulus dari pendidikan bidan yang diakui pemerintah dan organisasi profesi di wilayah Negara Republik Indonesia serta memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk diregister, sertifikasi dan atau secara sah mendapat lisensi untuk menjalankan praktik kebidanan.

Berdasarkan definisi di atas, syarat utama menjadi bidan yaitu harus menyelesaikan pendidikan bidan di tempat yang diakui pemerintah dan organisasi profesi. Minimal pendidikan kebidanan yang tersedia yaitu D3 dan salah satu kampus yang memiliki jurusan ini adalah Universitas Binawan.

Selama penanganan Covid-19, bidan khususnya yang bertugas di pedesaan, berperan sebagai salah satu komponen yang paham mengenai seluk beluk desa tempat ia bekerja. Dengan begitu, bidan mampu menjalankan fungsi strategis dalam peningkatan dan pemeliharaan status kesehatan masyarakat hingga ke daerah terpencil sekalipun.

Dalam menjalankan fungsi tersebut, bidan desa bekerja sama dengan satgas desa dan satgas kecamatan turut melakukan pendataan warga yang pulang kampung. Selain itu, turut melakukan sosialisasi akan pentingnya karantina mandiri selama 14 hari untuk mencegah penyebaran Covid-19, termasuk melakukan sosialisasi tentang pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.

Bidan mempunyai kontribusi yang cukup besar dalam pengurangan risiko bencana berbasis komunitas desa, juga berperan aktif dalam memutus mata rantai penularan virus.

2. Analis Kesehatan

Analis kesehatan atau disebut juga ahli teknologi laboratorium medik memiliki kompetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perseorangan dan masyarakat. Mereka telah menyelesaikan pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau Analis Kesehatan atau Analis Medis.

Wilayah kerja utama analis kesehatan adalah di laboratorium kesehatan. Selama masa pandemi, tenaga analis kesehatan bertugas untuk melakukan pengujian spesimen yang diambil langsung dari orang-orang yang diduga terpapar Covid-19 maupun orang yang hanya ingin mengkonfirmasi dirinya aman dari infeksi Covid-19. Hasil pemeriksaan laboratorium yang dilakukan analis kesehatan kemudian menjadi rujukan dokter dalam melakukan diagnosis.

3. Ahli Gizi atau Konsultan Gizi

Ahli gizi atau yang biasa dikenal dengan sebutan nutritionist adalah salah satu profesi spesifik di bidang kesehatan yang memiliki kompetensi tentang informasi gizi, rekomendasi diet, dan komposisi gizi yang dibutuhkan untuk mencegah dan mengobati suatu penyakit.

Selama masa pandemi ini, selain melakukan tracking dan tindakan medis terhadap warga yang terinfeksi Covid-19, diperlukan juga upaya untuk menjaga kesehatan masyarakat dari sisi asupan gizi agar memiliki daya tahan tubuh yang maksimal. Nah, inilah peran utama ahli gizi selama masa pandemi ini.

Para ahli gizi terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan berbagai metode demi memastikan masyarakat utamanya bayi, ibu hamil, dan manula dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya. Tugasnya termasuk melakukan pemantauan  dan mengedukasi masyarakat terkait pola makan dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama di masa pandemi.

4. Fisioterapis

Fisioterapis adalah salah satu profesi di bidang medis yang berperan melakukan penanganan pada pasien yang memiliki permasalahan yang berhubungan dengan gangguan gerak dan fungsi tubuh.

Sebelum menjalani profesi sebagai fisioterapis, kamu harus menempuh pendidikan sarjana fisioterapi lebih dulu, kemudian bisa dilanjutkan dengan pendidikan sertifikasi kompetensi fisioterapis. Setelah dinyatakan lulus ujian dan mendapat sertifikat kompetensi, kamu juga perlu memiliki surat tanda registrasi fisioterapis.

Selama masa pandemi, fisioterapis banyak bertugas di klinik dan rumah sakit, terutama di ICU karena berperan penting dalam penanganan pasien dengan gangguan pernapasan pada pasien dengan infeksi Covid-19.

Fisioterapis biasanya menerapkan teknik pembersihan jalan nafas bagi pasien termasuk membantu positioning pasien untuk mengoptimalkan saturasi oksigen dalam tubuh pasien. Selain itu, fisioterapis juga dapat melayani pasien yang menderita long covid untuk membantu mengembalikan stamina dengan memberikan exercise yang dibutuhkan pasien.

5. Researcher and Development (R&D) Farmasi

Selama masa pandemi, tim R&D farmasi adalah orang di belakang layar yang berupaya keras menghasilkan rekomendasi obat-obatan yang bisa digunakan untuk penanganan pasien terinfeksi Covid-19. Selain melakukan pengidentifikasian terhadap obat-obatan yang cocok, tim R&D Farmasi juga melakukan screening terhadap produk obat yang masuk ke Indonesia.

Wah, ternyata banyak juga ya profesi selain dokter dan perawat yang memiliki sumbangsih besar dalam menangani pandemi Covid-19! Jadi, bagi Quipperian yang terpanggil untuk berkarier di bidang kesehatan bisa cek kembali pilihan-pilihan karier di atas ya!

Namun, jika diperhatikan semua pilihan karier yang ada memiliki persyaratan minimal pendidikan yang harus dipenuhi. Untuk menjadi Bidan, kamu harus menyelesaikan pendidikan kebidanan setidaknya tingkatan D3, kemudian untuk menjadi Analis Kesehatan harus menempuh pendidikan D4. Lalu, ahli gizi, fisioterapis, dan researcher and development (R&D) farmasi juga harus menyelesaikan pendidikan S1.

Jika kamu tertarik untuk melanjutkan pendidikan pada salah satu program tersebut, salah satu kampus yang bisa kamu tuju adalah Universitas Binawan. Sebelum menjadi universitas, awalnya Universitas Binawan berbentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan, inilah yang menyebabkan pilihan jurusan bidang kesehatan di kampus ini sangat variatif dan memiliki daya tarik tersendiri.

Setelah berubah menjadi universitas, kampus ini semakin mantap dalam mengoptimalkan semua potensi yang dimiliki dan dilengkapi dengan tiga fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Kesehatan dan Teknologi, Fakultas Keperawatan dan Kebidanan, serta Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial. Bahkan saat ini Universitas Binawan tengah mempersiapkan diri untuk menjadi salah satu perguruan tinggi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global pada tahun 2025.

Untuk itu, Universitas Binawan mengimplementasikan standar internasional di setiap programnya, kemudian mengimplementasikan teknologi digital untuk menunjang aktivitas akademik, serta mempersiapkan insan yang berakhlak yang berdaya saing global.

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T