Jurusan Kesejahteraan Sosial, Apa Saja Jenis Karier yang Bisa Digeluti?

Prospek Kerja Kesejahteraan Sosial – Salah satu pilihan jurusan yang kelihatannya kurang familiar tetapi memiliki potensi karier yang cukup luas adalah Jurusan Kesejahteraan Sosial. Yup, jurusan ini hadir sebagai salah satu solusi penanganan masalah-masalah sosial yang cukup banyak terjadi di masyarakat.

So, sebelum mengetahui seperti apa prospek kerja Jurusan Kesejahteraan Sosial, ada baiknya kita kenalan dulu dengan jurusan yang satu ini.

Apa Itu Jurusan Kesejahteraan Sosial?

Jurusan Kesejahteraan Sosial adalah jurusan yang mempelajari tentang metode dalam mengidentifikasi, mencegah, dan menemukan solusi yang tepat dalam menangani suatu permasalahan sosial yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Sekalipun kelihatannya jurusan ini mirip dengan Sosiologi, tetapi pada prinsipnya berbeda. Jurusan Ilmu Kesejahteraan Sosial mempelajari tentang metode dan langkah strategis yang bisa diaplikasikan untuk menangani permasalahan sosial di masyarakat secara langsung, sedangkan Sosiologi lebih berfokus pada kajian fenomena sosial lewat berbagai literatur.

Pada intinya, Jurusan Kesejahteraan Sosial merupakan jurusan yang mempersiapkan tenaga profesional yang bisa terlibat langsung dalam penanganan permasalahan sosial di masyarakat.

Lalu, bagaimana prospek kerja lulusan Jurusan Kesejahteraan Sosial?

Prospek Kerja Jurusan Kesejahteraan Sosial

Jadi, ada beberapa pilihan karier yang menanti lulusan Jurusan Kesejahteraan Sosial, antara lain:

1. Pekerja sosial bidang kesehatan (social worker in health)

Pekerja sosial bidang kesehatan adalah orang yang berperan memberikan dukungan yang diperlukan pasien rawat inap dan juga keluarganya. Pekerja sosial bidang kesehatan memberikan saran-saran atau rekomendasi yang dibutuhkan pasien selama menjalani perawatan.

Selain itu, pekerja sosial bidang kesehatan ini juga melayani kebutuhan pasien di luar rumah sakit, seperti layanan perawatan di rumah pasien ataupun membantu persiapan rujukan ke rumah sakit yang sesuai dengan kondisi pasien.

2. Pekerja sosial dengan individu dan keluarga (caseworker)

Caseworker adalah orang yang berperan dalam pertolongan kepada individu secara orang perorangan untuk mengatasi masalah personal dan sosial, membantu individu menyesuaikan diri kepada lingkungannya, dan mengubah kondisi sosial ekonomi yang mempengaruhi kehidupan individu.

Tujuan utama yang ingin dicapai dari proses pendampingan caseworker adalah untuk mengarahkan individu dan keluarga yang dalam pendampingan tersebut untuk mencapai keseimbangan hidupnya. Caranya dengan mengidentifikasi kemudian memecahkan permasalahan yang menyebabkan ketidaksesuaian antara diri (individu) dengan kelompok dan lingkungan sekitar.

Kemudian untuk mencapai tujuan tersebut tersebut, ada beberapa aktivitas pertolongan caseworker yang dapat dilakukan:

  • Memberikan konseling bagi remaja yang meninggalkan keluarganya serta orang-orang yang berkeinginan melakukan bunuh diri.
  • Mengadakan training atau pelatihan kerja bagi orang-orang yang menganggur.
  • Menempatkan anak-anak terlantar ke rumah perawatan anak.
  • Memberikan perlindungan kepada anak-anak yang mengalami kekerasan.
  • Memilihkan rumah perawatan yang tepat bagi penderita stroke yang sudah tidak perlu lagi rawat inap di rumah sakit (kebutuhan rawat jalan pasien stroke).
  • Membantu orang-orang yang ketergantungan pada zat-zat adiktif sekaligus menjalankan layanan rehabilitasi medis bagi mereka.

3. Pekerja sosial dengan komunitas (community worker)

Pekerja sosial dengan komunitas atau community worker adalah orang yang berperan dalam membantu kelompok masyarakat tertentu dalam meningkatkan kualitas hidup mereka sendiri melalui aktivitas-aktivitas kolektif. Biasanya, pekerja sosial dengan komunitas memulai rangkaian kegiatannya dengan melakukan pendekatan kepada kelompok masyarakat yang ditargetkan untuk menemukan pokok permasalahan yang sebenarnya.

Setelah itu, melakukan proses inventarisasi dan pemetaan masalah sehingga pokok permasalahannya diketahui. Informasi tersebut kemudian dikomunikasikan dengan pihak pemerintah atau pihak yang mempekerjakan pekerja sosial tersebut. Tujuannya untuk digunakan sebagai acuan pembuatan kebijakan atau acuan dalam menyelenggarakan program community development.

4. Manajer organisasi pelayanan sosial (manager of social service organization)

Manajer organisasi pelayanan sosial adalah orang yang bertanggung jawab pada perencanaan dan pengkoordinasian aktivitas pelayanan sosial oleh organisasi tempat dia bekerja.

Beberapa hal yang menjadi tugas pokoknya yaitu:

  • Mengevaluasi pekerjaan staf dan relawan untuk memastikan program yang dijalankan berkualitas dan sesuai panduan, serta sumber daya digunakan secara efektif.
  • Memberikan pelayanan langsung dan dukungan kepada individu atau klien, seperti melakukan evaluasi kebutuhan serta penyelesaian keluhan.
  • Merekrut, wawancara, dan menerima relawan dan staf.
  • Membina hubungan baik dengan lembaga dan organisasi lain dalam masyarakat.
  • Memastikan tujuan yang telah ditetapkan manajemen atau organisasi dapat tercapai.

5. Analis kebijakan kesejahteraan sosial (social welfare policy analyst)

Analis kebijakan kesejahteraan sosial adalah orang yang bertugas merencanakan perumusan kebijakan kesejahteraan sosial sekaligus mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan oleh kebijakan tersebut, termasuk rekomendasi penyelesaiannya. Posisi ini biasanya dibutuhkan oleh perusahaan yang memiliki departemen Corporate Social Responsibility (CSR) Namun, bagi kamu yang tidak ingin bergabung dengan perusahaan, kamu bisa mendirikan LSM atau lembaga konsultan yang berfokus pada bidang kebijakan kesejahteraan sosial.

6. Peneliti pekerjaan sosial (social work researcher)

Peneliti pekerjaan sosial adalah orang yang melakukan penyelidikan sesuai dengan metode ilmiah dengan tujuan membangun basis pengetahuan pekerjaan sosial serta memecahkan masalah dalam praktik pekerjaan sosial atau kebijakan sosial. Hasil penelitian yang terungkap dapat menjadi dasar atau panduan dalam menentukan kebijakan sosial atau penerapan program kerja pekerja sosial.

Jurusan Kesejahteraan Sosial di Universitas Binawan

Menjalani karier sebagai pekerja sosial tentunya tidak mudah ya, Quipperian! Karena ada berbagai regulasi dan teknis yang harus kamu pahami sebelum menjalani profesi tersebut. Untuk itu, kamu perlu mendalami ilmunya di Jurusan Kesejahteraan Sosial terlebih dahulu.

Salah satu kampus yang menyediakan jurusan itu adalah Universitas Binawan. Jurusan Kesejahteraan Sosial di kampus ini memiliki spesialisasi pekerjaan sosial bidang kesehatan dan ini satu-satunya di Indonesia. Setelah menamatkan pendidikan di Prodi S1 Kesejahteraan Sosial kamu akan mendapat gelar Sarjana Sosial (S. Sos).

Beberapa contoh mata kuliah yang akan kamu pelajari di Jurusan Kesejahteraan Sosial antara lain Anatomi Fisiologi Dasar, Pengantar Kesehatan Masyarakat, serta Program Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial di Indonesia.

Ada pula mata kuliah yang membedah beragam pekerjaan sosial. Mata kuliah yang dimaksud yakni Pekerjaan Sosial di Rumah Sakit, Pekerjaan Sosial Transplantasi, Pekerjaan Sosial dan HIV/AIDS, Pekerjaan Sosial, Hospis, dan Rawatan Paliatif, Pekerjaan Sosial Pediatrik, Pekerjaan Sosial Adiksi, Pekerjaan Sosial Geriatrik dan Rawatan Demensia, Pekerjaan Sosial Gerontologi, Pekerjaan Sosial dengan Bencana dan Pengungsian, Pekerjaan Sosial dengan Imigran dan Pencari Suaka, Pekerjaan Sosial di Dunia Kerja, Pekerjaan Sosial Forensik, Pekerjaan Sosial Internasional, serta Pekerjaan Sosial Disabilitas.

Nah, itulah uraian beberapa prospek karier yang bisa kamu jalani setelah menyelesaikan kuliah Jurusan Kesejahteraan Sosial. Cukup beragam pilihan karier yang bisa kamu geluti dan pastinya tantangan yang akan kamu hadapi juga berbeda-beda. So, usahakan pilihan karier yang akan kamu jalani sudah kamu pahami dengan baik dari segi tantangan dan medan kerjanya ya!

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani