Home » Quipper Campus » Campus Info » Mendalami Seluk Beluk Dunia HRD Sebelum Menjadi Karyawan

Mendalami Seluk Beluk Dunia HRD Sebelum Menjadi Karyawan

by Mawardi Janitra
tugas hrd dan fungsi hrd

Apakah Quipperian sering mendengar singkatan HRD? Sudah tahu apa kepanjangan dari HRD? Kalau masih bingung, berikut penjabaran detail mengenai pengertian, tugas, dan fungsi HRD yang perlu kamu ketahui.

Human Resource Development atau biasa disingkat dengan HRD adalah departemen atau divisi di suatu perusahaan yang mengemban tugas untuk mengelola semua aset berupa sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki untuk mencapai tujuan perusahaan.

Tugas utama HRD adalah mengoptimalkan produktivitas karyawan serta membuat skema perlindungan karyawan dan perusahaan dari berbagai bentuk permasalahan yang bisa muncul  kapan saja.

Beberapa hal yang dilakukan HRD untuk meningkatkan produktivitas karyawan antara lain mengecek kesesuaian minat serta kemampuan karyawan dengan pekerjaan yang diemban, memfasilitasi lingkungan kerja yang mendukung, menyiapkan aturan yang dapat meningkatkan motivasi karyawan, dan menyediakan training bagi karyawan yang membutuhkan.

Dalam menjalankan tugas utamanya, HRD memiliki tanggung jawab lain yang juga tidak kalah penting yaitu melakukan perekrutan, mengevaluasi karyawan, pemberhentian, hingga bekerja sama dengan tim finance dalam  menentukan tunjangan dan kompensasi. Selain itu, yang tidak kalah penting adalah selalu up to date terhadap perkembangan perundang-undangan yang berlaku serta dampaknya terhadap kelangsungan karyawan dan perusahaan.

Tugas dan Fungsi HRD

Nah, untuk pembahasan yang lebih detail seputar tugas dan fungsi HRD, akan dijabarkan pada beberapa poin berikut ini.

Tugas HRD

1. Melakukan rekrutmen dan seleksi karyawan

Mencari tenaga kerja berkualitas dan profesional bukan hal yang gampang lho, Quipperian. Rekrutmen menjadi satu di antara proses yang perlu dilakukan dalam menentukan baik atau tidak kandidat yang hendak melamar pada perusahaan atau organisasi.

Beberapa metode yang biasa dilakukan pada proses rekrutmen antara lain penggunaan iklan di media cetak, elektronik, dan sosial media, kemudian rekomendasi dari internal perusahaan, bekerja sama dengan lembaga pendidikan, dan menggunakan jasa agen penyedia tenaga kerja.

Setelah mendapat calon tenaga kerja dari hasil rekrutmen, proses yang juga tidak kalah penting ialah proses seleksi. Proses seleksi ini bertujuan menyaring kandidat yang paling tepat untuk mengisi posisi tertentu.

2. Penilaian dan evaluasi kinerja karyawan

Penilaian dan evaluasi kinerja karyawan adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur tingkat kepuasan dan keberhasilan karyawan mencapai target pekerjaan pada satuan waktu tertentu.

Hal-hal yang biasanya menjadi parameter penilaian kinerja karyawan yaitu inisiatif, sikap, kehadiran, kemampuan berkomunikasi, produktivitas, visi terhadap pengembangan diri yang berdampak pada kemajuan perusahaan, dan integritas.

Selain mengevaluasi dan memberikan penilaian secara objektif, HRD juga menyiapkan kurikulum dan sistem yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan keandalan karyawan. Biasanya, karyawan-karyawan terpilih akan mendapatkan training khusus untuk mengembangkan diri.

3. Memberikan perlindungan dan kompensasi kepada karyawan

Sebagaimana yang sudah disebutkan sebelumnya bahwa memberi perlindungan kepada karyawan adalah salah satu tugas utama HRD. Nah, dalam memberikan perlindungan tersebut, HRD menerapkan aturan yang merujuk pada aturan perundang-undangan yang berlaku. Undang-undang yang menjadi rujukannya adalah Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Fungsi HRD

Secara umum, ada dua fungsi sekaligus yang melekat pada HRD yaitu fungsi internal dan fungsi eksternal. Fungsi internal HRD adalah fungsi yang secara umum dijalankan oleh HRD dan berhubungan langsung dengan karyawan seperti perekrutan, pengembangan SDM, serta pengaturan kompensasi dan gaji. Sedangkan fungsi eksternal HRD adalah memberikan layanan konseling kepada tenaga kerja yang membutuhkan di luar perusahaan.

Penting bukan tugas dan fungsi HRD dalam perusahaan? Manajemen HRD yang baik tentunya sangat dibutuhkan untuk memajukan perusahaan dan membantu perusahaan mencapai tujuannya. Di IPMI International Business School, terdapat program pelatihan Manajemen Sumber Daya (HRD) sekaligus sertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Program ini ditujukan kepada para staf profesional HRD yang sudah terjun ke dunia tersebut tetapi masih ingin belajar lebih dalam lagi dan menjadi manajer HRD bersertifikat.

Perbedaan HRD dan Personalia

Quipperian pernah dengar istilah personalia? HRD dan personalia memang saling berhubungan bahkan sering banget dianggap sama padahal keduanya berbeda, baik dari sisi fungsi maupun tanggung jawabnya. Nah, perbedaannya adalah HRD itu lebih terlibat dengan isu-isu yang berhubungan dengan karyawan, seperti perekrutan dan training. Sedangkan personalia bertanggung jawab pada penggajian, database karyawan, dan filling dokumen.

Syarat Menjadi HRD

Mengingat HRD punya tugas dan fungsi yang cukup vital, hampir setiap perusahaan membutuhkan keberadaan departemen yang satu ini. Karena itulah, peluang kerja di bidang HRD terbuka lebar Quipperian! Nah, untuk meniti karier di bidang HRD, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan:

1. Memiliki pendidikan yang sesuai

Pendidikan untuk menjadi HRD merupakan hal yang sangat penting dan kebanyakan orang mengidentikkan Jurusan Psikologi sebagai pilihan utama jika ingin menjadi seorang HRD.

Hal tersebut tentunya tidak sepenuhnya salah, karena Jurusan Psikologi mendalami ilmu yang berhubungan dengan kepribadian seseorang dan itu penting ketika memilih calon karyawan.

Namun, sebagai bagian dari perusahaan, HRD juga harus memahami perkembangan bisnis perusahaan sehingga mendapatkan orang yang tepat. Jurusan lain yang lulusannya juga memiliki kesempatan menjadi bagian dari departemen HRD adalah Jurusan Administrasi Bisnis.

Alumni Jurusan Administrasi Bisnis sudah terbiasa dalam mengkaji rangkaian proses bisnis,  termasuk kebutuhan SDM yang tepat dan yang menjadi kekuatan utamanya adalah ketertiban administrasi. Salah satu kampus yang menyediakan Jurusan Administrasi Bisnis adalah IPMI International Business School.

2. Memahami berbagai karakter manusia

Dalam menjalankan berbagai tugasnya, mulai dari perekrutan, seleksi, dan penilaian karyawan, semuanya mengharuskan seorang staf HRD mampu memahami manusia dengan baik.

Misal pada proses seleksi, staf HRD yang bertugas tidak hanya menjadikan CV dan pengalaman kerja sebagai patokan penilaian, karakter positif dan attitude juga masuk dalam daftar penilaian yang paling menentukan. Hal ini dikarenakan HRD tidak mungkin merekrut calon karyawan yang dapat membawa dampak negatif bagi sebagian besar karyawan yang juga berdampak pada pencapaian perusahaan.

3. Mengetahui kebutuhan SDM perusahaan

Dalam menentukan kriteria calon karyawan yang akan direkrut, HRD perlu mengetahui kebutuhan perusahaan secara detail seperti urgensi, pengalaman kerja, kemampuan teknikal, dan sebagainya, agar departemen HRD dapat menyesuaikan kualifikasi dan strategi rekrutmen dengan tepat.

4. Memahami pembuatan laporan dan monitoring karyawan

Laporan HRD pada umumnya berisi detail tentang berbagai hal yang berhubungan dengan kondisi karyawan pada satuan waktu tertentu, tergantung kebijakan perusahaan.

Pada umumnya, laporan tersebut berisi tentang data karyawan yang berhubungan dengan kehadiran, cuti, sakit, dan pengajuan resign. Hal ini bermanfaat dalam pengalokasian tugas dan optimalisasi kinerja.

5. Memahami perundang-undangan yang berlaku

Setidaknya ada beberapa aturan perundang-undangan yang harus Quipperian kuasai jika ingin menjadi bagian dari HRD. Aturan-aturan tersebut dikeluarkan untuk menjamin hak dan kewajiban dari pihak perusahaan dan karyawan. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :

  • Aturan pengupahan, diatur dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan pasal 88-90 yang kemudian direvisi menjadi Undang-undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.
  • Aturan struktur dan skala upah, diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.
  • Aturan pemberian THR (Tunjangan Hari Raya), diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja atau Buruh.
  • Aturan jam kerja, diatur dalam Undang-undang No. 13 Tahun 2003 dan peraturan tentang mulai dan berakhirnya jam kerja tertuang dalam Perjanjian Kerja.
  • Aturan status karyawan, diatur dalam Undang-undang Cipta Kerja Bab IV Ketenagakerjaan poin 12-16.
  • Aturan cuti, diatur dalam Undang-undang No. 13 tahun 2003 Pasal 79 ayat 2.
  • Aturan PHK, diatur dalam Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003.

Nah, pembahasan seputar tugas dan fungsi HRD cukup sekian dulu ya, jika Quipperian masih penasaran dengan profesi HRD, bisa cek langsung ke Quipper Campus.

Lainya untuk Anda