Home » Quipper Campus » Campus Life » Apa Kata Mereka tentang Pengalaman Kuliah di Universitas Lampung?

Apa Kata Mereka tentang Pengalaman Kuliah di Universitas Lampung?

Kuliah di Universitas Lampung

Bundaran Kampus Unila Gedong Meneng

Buat Quipperian yang nantinya ingin mendaftar dan masuk kuliah di Universitas Lampung (Unila), kamu beruntung banget lho. Pasalnya kampus di kota Bandar Lampung ini baru saja naik kelas dari Akreditasi Institusi “B” menjadi Akreditasi “A” akhir tahun 2016 lalu.

Unila terus berusaha meningkatkan kapasitasnya untuk menyusul kampus-kampus lainnya menuju World Class University dan 10 Universitas terbaik di Indonesia pada tahun 2025. Kalau kamu sekarang masih kelas 12 dan punya rencana melanjutkan studi ke Universitas Lampung, Quipper Video Blog akan mengajak kamu mendengar testimoni senior-senior kamu yang sedang menjalani kegiatan kuliahan di Universitas Lampung. Simak liputannya Quipperian.

Kata Mereka yang Kuliah di Universitas Lampung

Kuliah di Universitas Lampung

Fadlan satria (kiri) saat mengikuti kejuaraan scrabble internasional (http://unila.ac.id)

Fadlan Satria (Penerima Beasiswa Bidik Misi, Universitas Lampung), Fakultas Pertanian

Awal mulanya, saya lolos dan di terima di Unila tetapi di jurusan Agribisnis yang merupakan pilihan kedua saya di SBMPTN. Karena passion saya di jurusan Bahasa Inggris, pada awalnya sempat ingin pindah Universitas. Namun berhubung dapat beasiswa bidikmisi dan kuliah gratis, coba jalani dulu aja. Lagian daripada kuliah bayar kan kasihan papa-mama di kampung, cari uang susah.

Tahun pertama kuliah di Universitas Lampung, Fakultas Pertanian awalnya sempat jenuh. Kemudian saya putuskan sambil kuliah, saya ingin fokus organisasi dan ikut kompetisi serta berbagai kegiatan. Saya aktif di organisasi UKM-U ESo Unila dan berkali-kali menjadi perwakilan Universitas Lampung dalam kejuaraan scrabble di tingkat Nasional dan Internasional. Saya berhasil menjadi perwakilan Indonesia untuk World Scrabble Championship 2013 di Praha, Republik Ceko (Kejuaraan scrabble terbesar dan bergengsi di dunia).

Memasuki tahun ketiga, saya mulai menyadari dan merasakan bahwa saya sudah cukup tertinggal dalam kuliah. Beberapa dosen sempat memberikan masukan dan membuka wawasan saya. Salah seorang dosen saya berkata “Fadlan, apabila kamu terjebur dalam kolam, pilihannya cuma ada dua. Naik lagi dan basah atau kamu berenang sampai tujuan dan kamu akan tetap basah”. Saya tergugah dengan kata-kata tersebut dan saya memilih basah yang kedua yaitu berenang sampai tujuan. Lebih tepatnya saya memilih untuk tetap berada di fakultas pertanian dan menyelesaikan studi saya.

Kuliah di Unila membuka banyak kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bahasa Inggris dan event Internasional. Pada Agustus 2014 saya terpilih mewakili Indonesia dalam Nusantara Leadership Camp di Malaysia. Lalu bulan Oktober 2014 saya menjadi delegasi Indonesia untuk Model United Nation di Canberra. Saya juga menjadi perwakilan Indonesia pada program YSEALI dan studi singkat di Amerika selama 40 hari. Disana kami diundang oleh Presiden Barack Obama untuk berdiskusi di White House.

Kuliah di Universitas Lampung

Presma BEM-U Ahmad Nur Hidayat (kanan) dan Gubernur BEM FMIPA Khoirul Anwar

Ahmad Nur Hidayat (Presiden Mahasiswa BEM-U 2015-2016), Fakultas Hukum

Saya masuk kuliah di Unila melalui jalur PMPAP (Penerimaan Mahasiswa Perluasan Akses Pendidikan). Dari kabupaten Mesuji saya berangkat dengan harapan pribadi mengemban pendidikan yang lebih baik, terlebih di kampung halaman saya banyak terjadi konflik agraria. Saya memilih program studi Ilmu Pemerintahan dan Ilmu Hukum, yang merupakan pilihan kedua saya.

Namun motivasi terbesar masuk Unila adalah untuk menunjukkan bahwa potensi pemuda dan mahasiswa Mesuji sama dengan teman lain yang tinggal di kota. Di Unila, kesempatan mengenal banyak orang dan belajar politik kampus terbuka. Meskipun tidak pernah ikut BEM-U sebelumnya, dengan dorongan dan kepercayaan dari teman-teman, saya dipercaya jadi Presma (Presiden Mahasiswa) BEM Unila.

Kesan selama di kampus ini yaitu banyaknya peningkatan fasilitas dan beberapa jurusan sudah terakreditasi “A” dan terakreditasi Internasional. Namun saya merasa beasiswa yang ada masih kurang dan perlu ditingkatkan lagi. Dari 34.000 mahasiswa Unila hanya 5% yang mendapatkan beasiswa. Ini hal yang penting untuk pemerataan pendidikan dan kesempatan kuliah.

Khoirul Anwar (Gubernur BEM FMIPA 2015-2016), Fakultas MIPA

Saya berasal dari Lampung Tengah. Saya memilih jurusan Kimia karena bingung mau masuk apa saat mau kuliah dulu. Karena kimia bukan passion saya jadinya ya kurang menikmati perkuliahannya. Sebagai gantinya, saya aktif di organisasi kampus. Disini (Unila) saya senang karena banyak teman dari berbagai daerah dan banyak belajar mengelola suatu kegiatan.

Kurangnya sih dalam kegiatan perkuliahan di FMIPA yang seharusnya dekat dengan praktek dan laboratorium. Pada kenyataannya kita lebih banyak mendapat teori dan prakteknya kurang.  FMIPA selama ini masih kondusif secara struktural. Banyak prestasi dan inovasi yang disumbangkan untuk Unila, tetapi masalah yang kadang dikeluhkan mahasiswa yaitu belum adanya kantin.  

Kuliah di Universitas Lampung

Selena Putri (kiri) dan Sarah Nabila (kanan), Mahasiswa Baru FH Unila angkatan 2016

Sarah Nabila & Selena Putri (Mahasiswa baru angkatan 2016), Fakultas Hukum

Kami berasal dari Bandar Lampung. Kami cukup bangga bisa masuk Unila. Semua usaha yang kami lakukan untuk belajar mempersiapkan ujian mandiri Simanila terbayar dengan diterimanya kami disini. Ditambah lagi, fakultas hukum termasuk fakultas favorit disini dan Unila sendiri termasuk dalam 20 universitas terbaik di Indonesia. Bisa menjadi bagian dari keluarga besar fakultas hukum Unila ternyata asyik dan banyak teman dari luar daerah.

Kami ikut kegiatan UKMF Mahaka. Di UKM ini kekeluargaaannya sangat bagus. Disini kami juga belajar mengkaji permasalahan hukum, sehingga bisa menguatkan teori yang kami pelajari di kelas. Kekurangan kuliah disini lebih kepada sarana kuliah di kampus FH masih kurang karena belum semua kelas ber-AC dan Wifi kurang kuat.

Nah, demikian Quipperian, testimoni dari beberapa mahasiswa Unila tentang kampus mereka. Ketika kamu nantinya menapaki masa kuliah dan menyandang status sebagai mahasiswa, itu adalah golden time untuk kamu mengaktualisasikan diri. Kampus merupakan wadah bagi kamu untuk bisa mengembangkan potensi yang ada dalam diri agar segala kemampuan yang kamu miliki dapat diasah untuk kebermanfaatan orang lain. Jadi, kalau Quipperian punya kesempatan untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan, terlebih kuliah di Universitas Lampung, manfaatkanlah sebaik-baiknya.

Penulis: Dwi Pravita Ganatri

Referensi :

Wawancara Sarah Nabilla

Wawancara Sellyna Putri

Wawancara Ahmad Nur Hidayat

Wawancara Khoirul Anwar

Lainya untuk Anda