Besarkah Peluang Lolos Tes Masuk ITB?

Besarkah Peluang Lolos Tes Masuk ITB?

Siapa, sih, murid SMA tingkat akhir yang tidak tahu Institut Teknologi Bandung (ITB)? Mayoritas calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang teknik bahkan mungkin menjadikan ITB sebagai pilihan pertama. Hal tersebut tidak mengehrankan, sebenarnya, mengingat bahwa ITB masuk dalam lima besar Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia. Apakah kamu juga tertarik untuk kuliah di ITB, Quipperian? Kamu perlu mengetahui peluangmu sebelum mengikuti ujian masuknya.

Tidak Adanya Jalur Khusus Mandiri

Dulu, agar dapat diterima di ITB, kamu harus mengikuti tes khusus yang bernama Ujian Saringan Masuk (USM) ITB. Tapi, sejak tahun 2011, ITB memutuskan untuk menghapus sistem tersebut. Mereka hanya memanfaatkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) untuk melaksanakan seleksi mahasiswa baru program sarjana di semua fakultas dan sekolah di ITB. Selain dari kedua tes seleksi tersebut, ITB tidak menerima mahasiswa baru program sarjana melalui jalur seleksi lain.

SNMPTN juga dapat dikatakan sebagai jalur undangan. Selama nilai-nilai yang tercantum di rapor dan hasil Ujian Nasional (UN) yang kamu dapat telah melampaui Standar Kompetensi Lulusan (SKL), kamu bisa mendaftarkan diri ke ITB melalui jalur SNMPTN. Jangan sia-siakan kesempatan untuk mengikuti SNMPTN karena porsi mahasiswa baru yang diterima cukup besar, yakni 60%. Sedangkan, sisa jatah 40% harus kamu perebutkan melalui jalur SBMPTN.

Catat! 5 Faktor Penting untuk Lolos SNMPTN

Setiap Tahun Semakin Ketat

Karena sistem USM telah dihapuskan dari ITB, tentu kamu harus berusaha lebih kerasa apabila benar-benar ingin melanjutkan pendidikan kuliah di sana. Pada Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyaka (FTTM), misalnya, ada 2.611 orang yang berminat untuk berkuliah di fakultas paling favorit di ITB tersebut. Padahal, kuota yang tersedia hanya sebatas 255 kursi. Dari jumlah tersebut, 157 mahasiswa baru diterima melalui jalur SNMPTN dan 98 sisanya untuk jalur SBMPTN.

Peringkat kedua dipegang oleh Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) dengan jumlah peminat sekitar 2.197 orang. 168 mahasiswa akan diterima melalui jalur SBMPTN, sedangkan 262 lainnya didapatkan dari jalur SNMPTN. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan menempati peringkat ketiga dengan jumlah peminat 1.660 orang. Porsi kursinya terbagi untuk 124 orang dari SBMPTN dan 197 mahasiswa baru lainnya masuk melalui jalur SNMPTN.

Tidak Hanya untuk Orang Cerdas

Mengikuti tes untuk masuk ITB memang susah, tapi hal tersebut bukannya tidak mungkin. Jangan pernah merasa pesimis apabila kamu berniat untuk melanjutkan pendidikan di ITB. PTN satu ini memang terkenal sebagai tempatnya orang-orang cerdas, sebut saja B. J. Habibie, Sujiwo Tejo, atau Jero Wacik. Tapi, jangan merasa terintimidasi dengan hal tersebut. Kamu justru harus menjadikan hal tersebut sebagai motivasi agar dapat diterima di ITB.

Masuk ITB hanya susah bagi orang-orang yang tidak mau berusaha dan bekerja keras. Oleh sebab itu, selama kamu mengerahkan kemampuan terbaikmu, kamu memiliki peluang yang sama dengan peserta SNMPTN dan SBMPTN lain. Jangan memedulikan hasilnya, Quipperian, Yang harus kamu lakukan hanya belajar, belajar, dan belajar. Kamu harus selalu ingat bahwa ITB bukan hanya ditujukan bagi orang-orang cerdas, tapi juga mereka yang mau berusaha keras.

Bersaing dengan Seluruh Lulusan se-Indonesia

Hal satu ini, nih, yang sering kali membuat murid SMA tingkat akhir merasa takut untuk mengikuti ujian masuk ITB. Bagaimana tidak, saingannya mencapai satu Indonesia! Dan sepertinya jumlah peminatnya pun selalu meningkat tiap tahunnya, mengingat bahwa mereka yang belum berhasil diterima oleh ITB pada tahun ini kemungkinan besar akan kembali mengikuti tes SBMPTN. Mereka tidak akan mengikuti SNMPTN karena sistem nilai rapor yang diterapkan.

Nah, saingan yang harus kamu hadapi pada SBMPTN tentu semakin banyak. Peserta yang tidak lolos SNMPTN biasanya akan kembali mencoba mengikuti SBMPTN. Dan ternyata, ITB memiliki rekam jejak sekolah-sekolah SMA yang dikenal memiliki kualitas akademik unggul. Murid yang berasa dari dafta sekolah tersebut memiliki peluang yang lebih besar untuk lolos pada jalur SNMPTN. Jadi, apabila kamu benar-benar sudah mantap untuk masuk ITB, pastikan nilai rapormu cukup untuk membuatmu lolos SNMPTN agar kamu tidak perlu mengikuti SBMPTN.


 

Jangan langsung menyerah setelah membaca peluang lolos masuk ITB di atas, Quipperian. Kamu memiliki peluang sama dengan mereka yang juga memiliki keinginan seperti kamu, kok. Kuncinya hanya terletak pada belajar dan berdoa. Seperti yang telah Quipper bilang sebelumnya, ITB ditujukan bagi orang-orang yang mau berusaha keras. Semangat!