
Nur Hayati Dewi dan Inayanurrahmi, sahabat karib dari prodi berbeda (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Penulis)
Setelah menyimak banyak hal mengenai Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, mungkin Quipperian bertanya-tanya tentang testimoni mahasiswa yang telah menjalani perkuliahan dan mengalami banyak hal dalam kehidupan kampus. Apa yang mereka katakan tentang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara pasti lebih jujur dibanding kalimat manis di spanduk, brosur, maupun website universitas.
Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Quipper Video Blog mewawancarai beberapa orang mahasiswa yang sedang berkuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Penasaran? Berikut penuturan mereka.
Nur Hayati Dewi (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prodi Pendidikan Agama Islam)
Kak Nur (panggilannya) memilih kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara karena ingin mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus agama Islam. Menurutnya, suasana perkuliahan cukup menyenangkan karena para dosen tidak menggunakan metode ceramah dalam mengajar, melainkan memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk mengemukakan pendapat serta pengetahuannya, walau mungkin bertentangan dengan banyak orang.
Perkuliahan pun sudah menggunakan teknologi, seperti infocus projector, meski jumlahnya belum terlalu banyak. Oh ya, Kak Nur menyebutkan bahwa ada fasilitas kampus yang masih kurang memadai, yaitu laboratorium micro-teaching yang kapasitasnya belum sebanding dengan jumlah mahasiswa.
Setelah menyelesaikan kuliahnya nanti, Kak Nur ingin berkarier sebagai Kepala Raudhatul Athfal (RA) atau Madrasah. Untuk mengasah jiwa kepemimpinan, ia mengikuti UKM Pramuka, yang menurut pengakuannya merupakan UKM favorit di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Hal ini mungkin karena Pramuka menanamkan banyak hal positif, mulai dari jiwa sosial, disiplin tinggi, jiwa pejuang, hingga kejujuran dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
“Kami biasanya juga mengadakan kegiatan besar setiap satu tahun sekali dan jika terkejar enam (6) bulan sekali di tingkat Sumatera Utara untuk para penggalang. [Dan] Ada juga kegiatan internal penggalang mahasiswa-mahasiswi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara yang mengundang anggota-anggota pramuka penggalang dari unit SD/SMP/SMA sederajat,” tambah Kak Nur bersemangat.
Kak Nur juga beberapa kali terlibat dalam perekrutan anggota baru UKM Pramuka yang selalu dilakukan dengan cara membuka stand penerimaan anggota baru (sama seperti UKM lainnya). Dalam perekrutan tersebut, anggota UKM Pramuka akan menampilkan kegiatan-kegiatan mereka untuk menarik perhatian mahasiswa baru. Mereka juga memberikan penjelasan mengenai apa sih pramuka itu dan bagaimana kiprahnya di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Pengukuhan anggota UKM Pramuka pun bisa dikatakan cukup seru lho! Pengukuhan dilakukan di Bumi Perkemahan Sibolangit, yang biasanya berlangsung selama dua hari. Selama berlangsungnya acara pengukuhan, anggota baru akan dilatih kedisiplinan, mental, dan juga tanggung jawab atas diri sendiri dan kelompok. “Makanya kalau nanti masuk Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, jangan lupa gabung di UKM Pramuka ya!” ucap Kak Nur sebelum beranjak mengikuti perkuliahan selanjutnya.
Inayanurrahmi (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Prodi Pendidikan Bahasa Arab)
Pendapat Kak Ina nyaris serupa dengan Kak Nur. Ia memilih kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara karena orangtuanya ingin Kak Ina menjadi seorang yang tak hanya berpengetahuan, tapi juga berakhlak sesuai tuntunan agama Islam. Ia menikmati kehangatan pergaulan di kampus yang masih sangat kuat dengan kekeluargaan dan silaturahmi, baik terhadap sesama mahasiswa maupun dengan para dosen.
Kak Ina aktif dalam kegiatan UKM UIN-SU BOOK FAIR. UKM tersebut rutin mengadakan pameran buku tahunan, bekerja sama dengan penerbit-penerbit ternama. Pameran biasanya digelar selama enam hari dan mengundang pejabat-pejabat tinggi Sumatera Utara dalam acara pembukaannya.
Menurut Kak Ina, UIN-SU BOOK FAIR tidak semata-mata tentang pameran buku dan sejenisnya, tapi juga diisi dengan kegiatan lainnya, seperti:
-
- Donor Darah, yang bekerja sama dengan PMI (Palang Merah Indonesia) untuk segenap warga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara dan juga masyarakat umum yang sudah lolos syarat dan ketentuan untuk pendonor darah.
- Live Acoustic, yang biasa di isi oleh band-band lokal terkenal dan juga aksi kreatif mahasiswa dari berbagai UKM untuk menghibur pengunjung.
- Stand Makanan, yang biasanya tak hanya menyediakan beragam makanan tradisional, tapi juga makanan khas luar negeri yang bernilai jual, halal, dan lezat. Stand tidak hanya di isi oleh pengusaha kuliner saja, melainkan juga melibatkan mahasiswa yang berbakat di bidang kuliner.
- Bazar Pakaian dan Pernak-Pernik, yang menjual berbagai model pakaian dan pernak-pernik untuk anak-anak hingga dewasa. Semuanya merupakan hasil kreasi mahasiswa yang berniat mengembangkan jiwa kewirausahaan.

Sosok Muhammad Riandi sang anggota Paskibra yang bercita-cita menjadi pustakawan (Sumber Foto: Dokumentasi Pribadi Penulis)
Muhammad Riandi (Fakultas Ilmu Sosial, Prodi Ilmu Perpustakaan)
Bang Riandi memilih kuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara karena ia tidak ingin meraih ilmu umum saja, tetapi juga bermaksud meraih ilmu agama yang tidak ada di kampus negeri lainnya. Kesan dari Bang Riandi terhadap kampusnya ialah perkuliahan yang diberikan dosen sudah sangat baik dan profesional. Oleh karena itu, ia merasa yakin cita-citanya untuk menjadi pustakawan andalan di Perpustakaan Daerah Sumatera Utara dapat terwujud dengan berkuliah di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Bang Riandi mengikuti salah satu UKM di kampus, yaitu PAS yang bergerak di bidang Paskibra (pasukan pengibar bendera). Menurutnya, menjadi anggota Paskibra di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara memberi banyak pengaruh positif. Tak hanya meningkatkan kedisiplinan, tetapi juga menambah wawasan pengetahuan tentang nasionalisme, patriotisme, dan bela negara.
“Lagian, anggota Paskibra itu kan kesannya gagah. Pakaiannya formal serba putih, ditambah syal merah, dan jalannya sambil menghentakkan kaki. Jadi, mudah-mudahan banyak cewek yang bakalan jatuh hati,” ujar Bang Riandi sambil tertawa.
Penulis: Fritz Damanik
Referensi:
Wawancara Penulis dengan Narasumber