Kenapa Harus Belajar? Cari Tahu Apa Saja Hal yang Jadi Motivasi untuk Belajar

motivasi belajar

Pernah nggak sih kamu bertanya kepada diri sendiri, kenapa saya harus belajar? Atau apa manfaatnya belajar, dan untuk apa? Mengejar cita-cita biasanya jadi motivasi utama untuk belajar, setuju atau tidak? Namun, apakah kamu melakukan itu semua dalam kondisi tulus, atau malah jangan-jangan kamu merasa terpaksa?

Pertanyaan tentang mengapa kita melakukan sesuatu mungkin jarang kita tanyakan saat kita melakukan hal yang sudah biasa kita lakukan atau jadi bagian dari rutinitas sehari-hari. 

Tetapi sebenarnya, bertanya tentang alasan mengapa kita melakukan sesuatu itu dapat membantu kita mengenali apa motivasi kita, apakah dari dalam diri atau karena pengaruh orang lain, termasuk pertanyaan tentang kenapa kita harus belajar. Coba deh sekarang kamu pikirkan lagi, sebetulnya apa sih yang mendorong diri kamu untuk belajar dan meraih prestasi di sekolah?

Kalau karena terpaksa, mungkin akan muncul perasaan kesal dan tidak nyaman saat melakukannya. Dengan begitu, hasil yang akan kamu peroleh tidak akan maksimal dan tidak sesuai dengan yang kamu harapkan. Sebaliknya, kalau kamu melakukannya dengan sukarela, tentu bisa memberikan hasil yang berbeda. 

Apa saja sih yang menjadi motivasi kamu untuk belajar?

Jenis-Jenis Motivasi Belajar

Terdapat tiga jenis motivasi berdasarkan sumbernya. 

1. Motivasi internal 

Motivasi internal adalah motivasi di mana sumber dorongan utama untuk belajar berasal dari dalam diri, karena kamu merasa senang dan melakukannya atas keinginan sendiri. Kamu memiliki komitmen dan bertanggung jawab atas apa yang kamu lakukan, memberikan yang terbaik dalam menyelesaikan tugas, dan menganggap kesulitan adalah tantangan. 

Karena dorongan dan semangat ini datang dari dalam diri, kamu bersedia menghabiskan waktu berlama-lama untuk belajar. Kamu percaya belajar akan memberikan kebaikan untuk dirimu. Kamu memiliki tujuan yang jelas dan berusaha terlibat penuh dalam kegiatan belajar. Hal ini kamu lakukan bukan karena suruhan atau tugas semata. Rasa ingin tahu membuatmu mau menghabiskan waktu lebih lama untuk belajar dan ingin mempelajari suatu materi lebih dalam.

2. Motivasi eksternal

Motivasi eksternal terbagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

  • Motivasi eksternal – external regulation or situational

Sumber motivasi berasal dari luar diri (motivasi eksternal), dimana kamu merasa harus belajar untuk memenuhi permintaan orang lain. Kamu mengerjakan tugas, membuat catatan, dan belajar agar terhindar dari hukuman. Reward atau imbalan dari orang lain bisa lebih membuat kamu semangat untuk belajar, walaupun tergantung juga apakah reward-nya sesuai dengan minat atau keinginanmu atau tidak. 

  • Motivasi eksternal – introjected regulation

Kamu belajar untuk menghindari perasaan-perasaan negatif yang akan menyelimutimu jika kamu tidak belajar atau mengerjakan tugas. Kamu merasa cemas jika datang ke sekolah tanpa persiapan, dan merasa bersalah jika tidak belajar ataupun mengerjakan tugas. Sebaliknya, merasa bangga dan percaya diri jika dapat menunjukkan kemampuanmu, dapat mendorongmu untuk belajar dan mempersiapkan diri lebih maksimal.

  • Motivasi eksternal – identified regulation

Kamu belajar karena memahami tujuan dari belajar, dan kamu sadar bahwa jika tidak belajar dengan baik, kamu akan sulit untuk mencapai targetmu dalam hal nilai ataupun cita-citamu. Jenis motivasi ini sudah mengarah pada motivasi internal, tetapi masih tergolong motivasi eksternal karena kamu mungkin tidak sepenuhnya menikmati atau melakukannya dengan sukarela, tetapi untuk mencapai tujuan yang ingin kamu capai.

  • Amotivasi

Kamu kurang memiliki motivasi dalam belajar. Reward yang dijanjikan tak membuatmu tertarik, dan hukuman juga tak membuatmu takut. Masalah pribadi atau pengalaman buruk dalam belajar membuatmu kehilangan semangat. Keterlibatanmu dalam belajar bisa dibilang sangat minim. Hal ini bisa disebabkan karena kamu kurang memahami pentingnya belajar, atau kurang melihat nilai positif dari belajar, atau bisa juga karena kamu kurang yakin bahwa kamu dapat sukses dan mencapai cita-citamu dengan belajar. 

Faktor psikologi dapat sangat mempengaruhi keputusanmu untuk belajar, seperti hubunganmu dengan guru atau teman sekelompok. Jika kamu merasa lebih diperhatikan atau dihargai, kamu akan lebih bersedia untuk terlibat dalam kegiatan belajar bersama mereka. Kurangnya motivasi untuk belajar bisa juga disebabkan karena kamu merasa kurang diberi kebebasan memilih atau merasa kurang memiliki kendali atas dirimu. 

Sebetulnya apa sih yang membuat kita capek-capek belajar selama ini? Nah, cek dulu yuk bagaimana motivasi belajar kamu selama ini melalui Tes Motivasi Belajar, yang dikembangkan oleh Tim Psikolog Quipper Campus.  

Dengan mengenali motivasi belajarmu, akan lebih mudah untuk kita dalam menjaga, mengembangkan atau juga memperbaikinya. Karena, niat yang baik akan membawa hasil yang baik pula bukan? Ayo, cek tipsnya untuk bisa meningkatkan motivasi kamu ya!



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang