Jenis-Jenis Organisasi Mahasiswa di Kampus

Jenis Organisasi Mahasiswa – Quipperian, sebagai wadah penyalur berbagai minat dan bakat para mahasiswa, tentu jenis organisasi mahasiswa juga beraneka ragam. Nah, saking banyaknya, jenis organisasi mahasiswa dibagi menjadi dua, yaitu organisasi intra kampus dan organisasi ekstra kampus. Apa perbedaan dari keduanya? Apa saja yang termasuk organisasi intra kampus dan ekstra kampus? Yuk, simak penjelasan di bawah ini!

Organisasi Intra Kampus

Organisasi intra kampus adalah organisasi mahasiswa yang melekat pada pribadi kampus atau universitas, serta memiliki kedudukan resmi di lingkungan kampus. Biasanya, organisasi intra kampus akan diperkenalkan kepada mahasiswa baru saat Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) berlangsung. Berikut adalah beberapa bentuk organisasi intra kampus pada suatu perguruan tinggi:

1. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)

BEM adalah organisasi mahasiswa intra kampus yang merupakan lembaga eksekutif di tingkat perguruan tinggi, baik dalam tataran universitas maupun fakultas. BEM Universitas merupakan perwakilan mahasiswa di tingkat universitas, kemudian BEM Fakultas adalah perwakilan mahasiswa di tingkat fakultas. Tugas dan fungsi keduanya pun berbeda, BEM Universitas bertanggung jawab atas program kerja kampus, BEM Fakultas bertanggung jawab atas program kerja fakultas.

Sebagai lembaga mahasiswa tertinggi, keberadaan BEM bertujuan untuk mengakomodasi segala kepentingan mahasiswa yang berkaitan dengan universitas. Salah satunya adalah menyalurkan aspirasi kepada pihak kampus (Direktorat Pelayanan Kegiatan Mahasiswa), sehingga dapat mengetahui masalah ataupun masukan dari para mahasiswa. Di samping itu, BEM juga berperan sebagai agent of change, social control, fasilitator, perwakilan, dan pembangun integritas di lingkungan kampus.

2. Senat Mahasiswa

Senat Mahasiswa adalah lembaga dalam struktur organisasi kemahasiswaan yang memegang peranan penting sebagai lembaga legislatif serta perwakilan tertinggi mahasiswa di kampus. Organisasi mahasiswa ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya adalah meningkatkan disiplin belajar pada mahasiswa, melancarkan program tri dharma perguruan tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat), serta membina perilaku mahasiswa agar sesuai dengan norma yang berlaku. Nah, meskipun Senat Mahasiswa dan BEM sama-sama lembaga perwakilan mahasiswa, tetapi keduanya memiliki fungsi yang berbeda ya, Quipperian. BEM adalah lembaga eksekutif atau pelaksana, sedangkan Senat Mahasiswa merupakan lembaga legislatif yang memiliki fungsi pengawasan, anggaran, dan legislasi.

Di samping fungsi legislatifnya, Senat Mahasiswa juga memiliki beberapa tugas. Tugas-tugas tersebut di antaranya menyalurkan minat dan bakat para mahasiswa, menyampaikan aspirasi mahasiswa, membina perilaku mahasiswa, serta membangun mahasiswa untuk menjadi lebih kritis.

3. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM)

Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) adalah tempat berkumpulnya mahasiswa yang memiliki kesamaan minat, hobi, kegiatan, dan kreativitas. Yup, dengan mengikuti UKM tentu kamu akan mendapatkan banyak manfaat, seperti memperluas wawasan dan skill, memperluas pertemanan, melatih diri dalam berorganisasi, mengisi waktu luang, serta menambah pengalaman untuk CV.

Sebagai wadah pengembangan minat dan bakat para mahasiswa, UKM memiliki jenis yang sangat beragam. Ada UKM bidang olahraga, seperti UKM sepakbola, hoki, tenis, bulutangkis, renang, basket, dan masih banyak lagi. Kemudian, UKM bidang seni yang terdiri dari UKM tari, paduan suara, seni teater, seni musik, seni tradisional. Selanjutnya, UKM bidang penalaran sebagai wadah para mahasiswa yang ingin belajar cara berpikir kritis. Bidang yang satu ini biasanya terdiri dari UKM penelitian, UKM bahasa asing, UKM radio, UKM jurnalistik, dan masih banyak lagi. Tidak lupa UKM bidang kesejahteraan dan kewirausahaan, seperti Palang Merah Indonesia (PMI) dan Koperasi Mahasiswa (Kopma).

4. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM)

Pers Mahasiswa adalah kegiatan jurnalistik di lingkungan kampus. Organisasi ini biasanya beranggotakan para mahasiswa kritis yang peduli terhadap bangsa dan tertarik dengan dunia jurnalistik. Pers Mahasiswa membahas lebih dalam mengenai masalah yang terjadi di dalam kampus maupun masyarakat luar.

Bagi kamu yang bercita-cita menjadi wartawan, reporter, news anchor, editor, fotografer, presenter, kameramen, ataupun video editor, Pers Mahasiswa dapat menjadi ajang melatih diri. Selain itu, jika kamu tergabung dalam Pers Mahasiswa, kamu akan mendapatkan kartu identitas yang dapat digunakan sebagai akses khusus untuk meliput suatu acara, contohnya acara wisuda kampus. Seru, kan?

Nggak cuma itu aja, dengan tergabung dalam Pers Mahasiswa kamu juga akan merasakan banyak manfaat, di antaranya adalah berkesempatan bertemu orang penting, dapat menjadi sumber informasi, meningkatkan skill menulis, dapat berpikir kritis, menambah relasi, dan tentunya memiliki kesempatan untuk menjadi seorang wartawan.

5. Himpunan Mahasiswa Jurusan

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) adalah organisasi mahasiswa di tingkat jurusan/ program studi yang dapat dikategorikan sebagai kegiatan ekstrakurikuler. HMJ biasanya juga disebut dengan istilah Hima (Himpunan Mahasiswa).

Di dalam sebuah jurusan, organisasi ini berperan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler dan kokurikuler yang bersifat penalaran sesuai dengan program studi jurusan. Selain itu, HMJ juga merupakan lembaga advokasi bagi mahasiswa yang mengalami masalah akademis dan kemahasiswaan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan organisasi ini, yaitu mengembangkan potensi, pola pikir, dan kepribadian mahasiswa melalui program kerja HMJ, baik secara internal maupun eksternal.

Program kerja HMJ di antaranya adalah melaksanakan orientasi jurusan, mengadakan acara tahunan seperti malam keakraban (makrab), serta menjadi mediasi saat terjadi masalah di dalam jurusan.

Organisasi Ekstra Kampus (OMEK)

OMEK merupakan organisasi mahasiswa yang bukan bagian dari kelengkapan non-struktural perguruan tinggi. FYI, keberadaan OMEK sempat dilarang oleh pemerintah, lho. Hal ini didasarkan oleh Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No.26/DIKTI/KEP/2022 tentang Pelarangan Organisasi Ekstra Kampus Atau Partai Politik Dalam Kehidupan Kampus. Namun, berdasarkan pada Peraturan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan No. 55 Tahun 2018, OMEK di dalam kampus kembali diizinkan sebab dianggap dapat menghalau paham radikalisme. Berikut adalah beberapa organisasi ekstra kampus yang ada di Indonesia:

Organisasi Mahasiswa dengan Basis Keagamaan

1. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi ekstra kampus yang didirikan oleh Lafran Pane pada masa-masa Indonesia mengalami kegentingan akibat agresi militer Belanda kedua, tepatnya pada tanggal 5 Februari 1947. Sejak dulu hingga sekarang organisasi ini memiliki jutaan kader yang tersebar di seluruh universitas Indonesia. HMI cocok untuk kamu yang ingin belajar tentang kepemimpinan sekaligus memperdalam pemahaman mengenai keislaman dan keindonesiaan.

2. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII)

Pembentukan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) berasal dari dorongan hasrat mahasiswa Nahdlatul Ulama (NU) untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang memiliki ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah. Organisasi ini berdiri pada tanggal 17 April 1960. Nah, bagi kamu yang besar di lingkungan NU, PMII dapat menjadi pilihan yang cocok untukmu.

3. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI)

GMKI merupakan himpunan mahasiswa kristen yang telah berdiri sejak 9 Februari 1950. Sebagai dasar pelaksanaannya, organisasi ini memiliki tripanji yang meliputi tinggi iman, tinggi ilmu, dan tinggi pengabdian.

4. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia

Berfungsi sebagai pembinaan dan perjuangan mahasiswa katolik dan bukan katolik, organisasi ini berdiri sejak tanggal 25 Mei 1947 di Yogyakarta. Berdirinya PMKRI didasari oleh asas Pancasila dengan berjiwa katolik dan semangat kemahasiswaan.

Organisasi Mahasiswa dengan Basis Keahlian

1. Association Internationale des Etudiants Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC)

AIESEC merupakan organisasi dunia yang tersebar pada berbagai kota di Indonesia. AIESEC bertujuan untuk mengembangkan dan memberdayakan potensi anak muda. Karena organisasi ini bersifat mendunia, tentu saja kamu akan bertemu dengan anggota yang berasal dari berbagai negara. Wah, seru ya!

FYI, AIESEC juga memiliki beberapa program, seperti Global Talent, Global Volunteer, Global Leader dengan berbagai macam manfaat. Misalnya program Global Volunteer yang memberikan kesempatan kamu untuk mengasah leadership sekaligus jalan-jalan ke luar negeri dengan menjadi volunteer. Kamu juga akan diajak untuk berpartisipasi dalam berbagai project AIESEC sesuai dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang telah ditetapkan oleh PBB. Keren banget, kan?

2. Model United Nation (MUN)

Model United Nation (MUN) adalah sebuah perkumpulan yang terdiri dari beberapa pelajar terpilih yang melakukan sidang simulasi PBB mengenai cara berdiplomasi serta menjadi representasi suatu negara, institusi, atau figur.

Dengan mengikuti MUN, otomatis pengetahuanmu tentang isu-isu global pun ikut meningkat, selain itu juga dibarengi oleh kemampuan bahasa Inggris yang semakin terasah. Di organisasi ini kamu pun akan belajar banyak hal mengenai teknik retorika, public speaking, serta cara melakukan negosiasi dengan baik.

Organisasi Mahasiswa dengan Basis Kedaerahan

Organisasi Mahasiswa Daerah atau biasa disingkat Ormada/Organda merupakan jenis organisasi mahasiswa yang beranggotakan sekumpulan mahasiswa dari asal yang sama dan melanjutkan studi pendidikannya di suatu wilayah perantauan. Organisasi ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para mahasiswa untuk memberikan kontribusi pembangunan di daerah asalnya. Salah satu kegiatan yang diselenggarakan oleh organisasi Ormada adalah baksos atau bakti sosial sebagai wujud rasa kemanusiasaan, rasa saling tolong-menolong, serta kepedulian mahasiswa kepada masyarakat.

Ormada juga berfungsi untuk mempertahankan nilai-nilai kedaerahan di tengah budaya modern dan heterogenitas yang ada di kampus. Selain itu, tentu saja organisasi ini dibangun untuk meningkatkan rasa persaudaraan yang muncul akibat kesamaan daerah. Persaudaraan tersebut dapat memudahkan para mahasiswa bergotong royong untuk berkontribusi membangun daerah asalnya.

Beberapa contoh organisasi mahasiswa daerah yang ada di Indonesia yaitu Paguyuban Kreativitas Mahasiswa Bogor (PKMB) di Jabodetabek dan Bandung, Forum Komunikasi Mahasiswa Minang Universitas Gadjah Mada (FORKOMMI UGM), Ikatan Mahasiswa Kalimantan di kampus UKDW, dan masih banyak lagi.

Quipperian, itu dia beberapa jenis organisasi mahasiswa yang ada di kampus. Kira-kira kamu tertarik dengan yang mana nih? Organisasi intra kampus? Atau ekstra kampus? Nggak usah bingung ya, sebab keduanya sama-sama bermanfaat, kok. Kamu tinggal memilih organisasi yang sesuai dengan minat dan bakatmu agar dapat mengikutinya dengan maksimal.

Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani