Ingin Kuliah di Malaysia? Jangan Lewatkan 7 Informasi Penting Ini

kuliah di malaysia
Malaysia jadi salah satu negara yang paling banyak dipilih oleh calon mahasiswa S1 mau pun S2 dari Indonesia untuk menimba ilmu. Maklum saja, karena secara jarak pun dekat, budaya tidak terlalu jauh berbeda, biaya hidup dan kuliah juga tidak semahal di Eropa, Amerika atau Australia. Tapi tentunya selain itu, kualitas universitas dan pendidikannya pun sangat menjanjikan.

Untuk kamu yang memang tertarik untuk kuliah di Malaysia, jangan lewatkan 7 informasi penting berikut ini, agar proses pendaftaran dan kuliahmu lancar jaya!

7 Info Penting Kuliah di Malaysia

1. Punya banyak universitas yang berkualitas dengan jurusan yang sangat beragam

Berdasarkan data Times Higher Education tahun 2018, ada sembilan universitas Malaysia yang berhasil masuk 1.000 universitas terbaik di dunia. Jadi, kalau kamu memang ingin kuliah di salah satu universitas terbaik di dunia, kamu punya sembilan pilihan yang menjanjikan.

Lalu, kalau berdasarkan World University Rankings, 5 universitas Malaysia dengan ranking terbaik adalah Universiti Malay (UM), Universiti Kebanggaan Malaysia (UKM), Universiti Putra Malaysia (UPM), Universiti Sains Malaysia (USM) dan Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Malaysia juga mewajibkan semua universitas di negaranya untuk menjalankan proses sertifikasi lembaga khusus dari kementrian pendidikan di negaranya. Alhasil, semua universitas atau perguruan tinggi di sana dipastikan punya akreditasi dan reputasi yang bagus dan diakui oleh negara.

Selain itu, universitas atau perguruan tinggi di Malaysia umumnya punya banyak jurusan yang bisa dipilih. Termasuk jurusan-jurusan yang masih jarang ada di Indonesia. Di antaranya Human Development, Corporate dan Marketing Communication, Teknobiomedik, Ilmu Aktuaria, Teknik Ekonomi Konstruksi, Fashion Marketing, Game Development dan Multimedia Arts.

Selain kualitasnya, program pendidikan di Malaysia juga sangat progresif dan ramah tehadap mahasiswanya, karena mengadopsi program pendidikan dari Inggris. Ini membuat mahasiswa bisa mendapatkan akses yang baik terhadap sistem edukasi global.

2. Biaya kuliah di Malaysia yang jauh lebih murah dari Amerika, Eropa dan Australia

Biaya kuliah di Malaysia tidak jauh dibanding Indonesia, yang berarti lebih murah daripada kuliah di negara Eropa, Amerika Serikat atau Australia. Tentunya biaya kuliah di universitas negeri lebih murah dibandingkan di perguruan tinggi atau universitas swasta lokal atau pun universitas swasta asing.

Untuk S1, kuliah di jurusan kedokteran adalah yang paling mahal, setelahnya ada jurusan teknik, IT dan bisnis. Biaya S1 (3-4 tahun) untuk kuliah jurusan bisnis di universitas negeri berkisar Rp50 juta-100 juta, sedangkan di swasta bisa Rp200 juta-300 juta. Sedangkan untuk teknik atau IT, biaya di universitas negeri adalah sekitar Rp50 juta-130 juta dan untuk swasta ada di kisaran Rp200 juta-500 juta.

3. Biaya hidup tidak jauh dengan kota besar di Indonesia

Biaya hidup di Malaysia tidak jauh dengan di kota besar di Indonesia, khususnya di Jakarta, jadi kamu tidak akan terlalu kaget. Umumnya mahasiswa menghabiskan biaya hidup sebesar Rp50 juta-60 juta per tahunnya.
Untuk tempat tinggal pun kamu bisa memanfaatkan asrama kampus. Selain harganya lebih terjangkau, lokasinya pun pasti strategis di dekat kampus atau dekat dengan pusat kota. Jika ingin mendapatkan privasi lebih kamu bisa menyewa mini apartemen atau flat.

4. Ketahui kuota penerimaan mahasiswa asing di universitas Malaysia

Kuota penerimaan mahasiswa asing di universitas negeri di Malaysia tidak sebanyak kuota di universitas swasta-nya. Untuk negeri, kuotanya hanya sekitar 5% dari total mahasiswa baru yang diterima. Sedangkan untuk swasta, tidak ada batasan kuota, sehingga bisa jadi lebih banyak mahasiswa asing daripada mahasiswa asli Malaysia-nya. Perlu diingat, selain bersaing dengan calon mahasiswa dari Malaysia sendiri, kamu juga akan bersaing dengan calon mahasiswa dari negara asing lainnya, termasuk dari Indonesia sendiri.

5. Waktu pendaftaran

Tahun akademik perkuliahan S1 di Malaysia dimulai pada September, jadi kalau kamu ingin kuliah di sana September 2019, kamu harus sudah memasukan semua syarat pendaftaran pada Mei 2019. Hal ini dikarena proses seleksinya cukup lama. Kelulusan pendaftaran biasanya akan diumumkan sekitar Juli sampai Agustus dalam bentuk offer letter dari universitas yang dikirim melalui email.

Namun tentu saja, biasanya waktu pendaftaran atau penerimaan mahasiswa baru di setiap universitas akan sedikit berbeda, khususnya antara negeri dan swasta. Jadi, kamu harus terus update informasinya dari website universitas tujuanmu.

6. Proses seleksi

Untuk proses seleksinya sendiri, tentu saja dimulai dari seleksi administratif, yaitu soal dokumen-dokumen, jadi bukan dari ujian masuk. Untuk kamu yang belum punya ijazah pada waktu periode pendaftaran, kamu bisa melampirkan fotokopi rapor.

Setiap universitas juga punya persyaratan yang berbeda, namun secara umum, berikut beberapa persyaratan dokumen yang harus kamu siapkan:

  • Ijazah SMA atau fotokopi rapor kelas 12
  • Fotokopi atau scan paspor semua halaman, termasuk yang kosong
  • Fotokopi SKHUN (Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional)
  • Fotokopi nilai UN
  • Fotokopi KTP
  • Foto diri 4×6, latar belakang putih, 6 lembar
  • Nilai minimum IELTS: 4-6.5
  • Nilai minimum TOEFL: 450-550
  • Lulus program Foundation/GCE/O Level/IB

Semua dokumen itu harus kamu kirimkan via email bersamaan dengan formulir pendaftaran yang biasanya bisa kamu dapatkan di website masing-masing universitas. Untuk dokumen aslinya, wajib kamu bawa saat kamu ke Malaysia jika memang sudah dinyatakan diterima.  

7. Visa Belajar alias Student Pass

Semua mahasiswa yang kuliah di luar negeri wajib memiliki Visa Belajar untuk izin belajar dan tinggal di sana. Di Malaysia, Visa Belajar ini disebut sebgai Student Pass. Berikut urutan untuk mendapatkan Student Pass.

  • Pastikan bahwa universitas yang kamu tuju telah mengantongi izin dari Ministry of Home Affairs untuk menerima pelajar asing.
  • Setelah mengantongi offer letter dari universitas, kamu perlu mengurus pembuatan VAL (Visa Approval Letter) di lembaga Education Malaysia Gloal Service (EMGS).
  • Setelah terbit, selanjutnya kamu perlu membuat Single Entry Visa (SEV) di kedutaan Malaysia. Visa ini berlaku selama tiga bulan, sebelum kamu mendapatkan Student Pass. Biaya pembuatannya sekitar Rp800.000.

Syarat membuat VDR adalah sebagai berikut:

    • Paspor asli
    • Fotokopi paspor
    • KTP asli
    • Fotokopi KTP
    • Pas foto ukuran 33 x 35 mm, latar belakang putih
    • Offer Letter
  • Visa Approval Letter (VAL)
  • Setelah mengantongi SEV dan sampai di universitas tujuanmu di Malaysia, saatnya mengurus Student Pass. Berikan pasormu dan semua dokumen yang dibutuhkan pada pihak yang bertanggung jawab di universitasmu. Nanti universitasmu akan membantu menguruskannya ke pihak imigrasi Malaysia untuk mengubah SEV menjadi Multi Entry Visa (MEV) yang berjenis Student Pass.

Selanjutnya setelah membuat Student Pass, kamu juga perlu mengurus Student Bond atau Personal Bond. Ini adalah semacam surat tanggungan biaya yang menyatakan bahwa kamu sudah memenuhi semua syarat keimigrasian untuk sekolah dan tinggal di sana. Jumlah bisa bervariasi tergantung negara asal. Untuk mahasiswa dari Indonesia, biayanya sekitar RM500 atau sekitar Rp1,8 juta. Ini jadi semacam deposito yang akan dikembalikan jika masa kuliahmu di Malaysia sudah selesai.

Jadi, jangan sampai Quipperian melewatkan 7 informasi penting di atas jika memang ingin melanjutkan kuliah di Malaysia ya. Siapkan semuanya dengan cermat dan lengkap dari jauh-jauh hari. Baik itu dari sisi akademis mau pun administratif. Goodluck, Quipperian!

Baca Juga : Sertifikat Bahasa Inggris untuk Kuliah di Luar Negeri



Konsultasi langsung dengan tutor di Quipper Video Masterclass. DISKON, kode promo: CERMAT Daftar Sekarang