Home » Quipper Campus » Campus Life » Mengenal Stres Akademik, Faktor Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Mengenal Stres Akademik, Faktor Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Selama ini mungkin kita sering mendengar keluh kesah siswa yang merasa jenuh atau lelah saat belajar, dan mengatakan kalau dirinya stres. Sayangnya, kondisi stres yang dialami tersebut tidak langsung disadari oleh lingkungan, orang tua, atau guru di sekolah. Kebanyakan mungkin mengira siswa terlalu banyak mengeluh atau malas belajar, dan akhirnya berdampak buruk pada prestasi akademik mereka.

Melalui artikel ini, Quipper Campus akan membahas secara detail tentang apa yang dimaksud stres akademik, faktor yang menyebabkan stres akademik, bagaimana ciri-ciri yang muncul, serta cara mengatasinya, agar guru dapat mencari jalan keluar terbaik untuk menghadapi stres akademik pada setiap siswa.

Pengertian Stres Akademik

Stres akademik adalah kondisi ketika siswa memberikan reaksi dalam bentuk perilaku atau emosi yang bersifat negatif yang muncul akibat adanya tuntutan akademik atau segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar.

Stres akademik biasanya disebabkan karena penilaian seseorang tentang keberhasilan dirinya dalam bidang akademik, atau kekhawatiran akan hasil yang akan ia peroleh, terutama kemungkinan untuk gagal secara akademik.

Bagi siswa yang mengalami stres perlu adanya pendampingan dan pelayanan bimbingan atau konseling. Oleh karena itu, selain orang tua, peran guru bimbingan konseling sangat penting.

Faktor Penyebab Stres Akademik

Walaupun disebut stres akademik, ternyata penyebabnya tidak hanya dari pelajaran atau guru di sekolah, tapi bisa juga karena tuntutan dalam keluarga, tekanan dari teman-teman sebaya, maupun kekhawatiran terhadap masa depan, baik tentang kemana akan melanjutkan kuliah, jurusan kuliah yang tepat, dan akan jadi apa sesudah lulus.

  • Beban akademik

Stres akademik paling dominan biasanya disebabkan oleh banyaknya tugas sekolah dan ujian yang harus dihadapi, dan kekhawatiran apakah kamu bisa mendapat nilai yang baik atau tidak. Karena waktu yang dihabiskan untuk belajar sangat banyak, dapat membuat siswa merasa tertekan karena kurang waktu untuk bermain atau bersosialisasi.

  • Tekanan dari keluarga

Tekanan dari keluarga adalah salah satu faktor penyebab stres yang berdampak terhadap performa akademik, seperti harapan orang tua agar anak bisa mendapat nilai yang baik, suka membanding-bandingkan, serta konflik dalam keluarga. Selain itu, kadang sikap orang tua yang mungkin ingin menunjukkan kepeduliannya dengan cara bertanya ataupun menasehati, menyebabkan rasa tidak nyaman dan membuat siswa cenderung menghindar untuk membangun komunikasi dengan orang tua.

  • Interaksi teman sekelas

Stres muncul biasanya disebabkan karena hubungan dengan teman-teman sekelas yang kurang harmonis, baik karena ada perselisihan maupun ada persaingan dengan sesama teman. Kondisi ini dapat membuat siswa merasa tidak nyaman untuk belajar di kelas yang sama. Dampaknya, siswa akan kurang bersemangat untuk belajar, sering melamun, atau melakukan tindakan lain yang dapat mengganggu.

  • Masalah terkait masa depan

Penyebab stres akademik lainnya adalah kekhawatiran maupun harapan-harapan untuk masa depan, baik tentang jurusan kuliah maupun universitas yang ingin dituju. Siswa memiliki kekhawatiran berlebih tentang masa depan, sehingga membuat sulit untuk fokus pada target yang ada saat ini.

Baca Juga: 7 Tips dan Trik Menyusun Strategi untuk Masa Depan yang Lebih Sukses

Untuk dapat mengetahui faktor penyebab stres akademik siswa, terdapat Tes Faktor Penyebab Stres Akademik dari Quipper Campus yang dapat diakses secara gratis. Melalui tes ini akan diketahui apa yang membuat siswa merasa tertekan dan bagaimana cara mengatasinya.

Macam-Macam Gejala Stres Akademik

Terdapat beberapa hal yang akan dirasakan oleh siswa jika mulai merasakan stres akademik, baik secara emosional maupun fisik.

  • Gejala emosional

Beberapa tanda yang menunjukkan siswa mengalami stres adalah perasaan gelisah, cemas, sedih, dan depresi. Hal ini muncul karena siswa tersebut tidak mampu memenuhi tuntutan akademik pada dirinya.

  • Gejala fisik

Sementara dari sisi fisik yang terasa adalah rasa sakit kepala atau pusing, jantung berdebar-debar, sulit tidur, diare, serta mudah lelah. Siswa merasa kehilangan semangat untuk belajar.

Tips Menghadapi Stres Akademik

Setiap faktor penyebab stres akademik pada dasarnya membutuhkan cara penanganan masing-masing. Meskipun begitu, terdapat beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan untuk bisa membantu siswa dalam menghadapi stres yang dirasakan.

  • Siswa diminta untuk membuat target akademik yang terukur. Target nilai setiap mata pelajaran tidak harus sama, karena kadang ada mata pelajaran yang lebih menonjol atau sebaliknya.
  • Siswa perlu belajar untuk mengelola waktunya dengan efektif. Salah satu cara yang bisa diterapkan adalah menyusun agenda harian, atau yang saat ini dikenal dengan istilah Bullet Journal. Siswa dapat diarahkan untuk menuliskan apa saja tugas-tugas yang harus dikerjakan, ujian yang akan dihadapi, atau kegiatan lain seperti ekstrakurikuler dan jadwal les. Jurnal ini akan mempermudah siswa memantau kegiatan sehari-harinya.
  • Menerapkan metode pembelajaran yang variatif. Siswa juga bisa membuat jeda sekitar 10 menit pada waktu belajarnya untuk melakukan kegiatan yang membuat santai, seperti mendengarkan musik, menggambar, browsing, atau YouTube-an. Refreshing singkat ini dapat membuat siswa menjadi lebih rileks untuk beralih ke kegiatan lainnya.
  • Cari waktu bersama dengan keluarga atau orang tua untuk berdiskusi masalah akademis yang dirasakan siswa. Cari titik tengah untuk bisa memastikan apakah harapan orang tua dengan siswa sesuai dan realistis untuk dicapai.
  • Pada dasarnya setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda. Bantu siswa untuk memahami dan menerima kelebihan dan kekurangan yang ada. Kabar baiknya, Quipper Campus memiliki berbagai tes uji potensi yang dapat membantu siswa untuk lebih mengenal pribadi dan karakternya masing-masing.

Level Stres Akademik Siswa

Stres akademik pada dasarnya tidak mungkin dihindari. Malah, pada derajat sangat ringan dan ringan bisa menjadi motivasi untuk lebih giat dalam belajar dan mencapai target yang ditetapkan. Sebaliknya, jika tingkatan stres masuk dalam kategori sedang, berat, bahkan sangat berat, dapat menghambat dalam kegiatan belajar siswa. Dampak buruknya adalah muncul beberapa gejala pada fisik ataupun emosional, bahkan dapat mendorong munculnya perilaku negatif sebagai bentuk untuk mengalihkan rasa tidak nyaman akibat stres yang dirasakan. Perilaku negatif yang bisa muncul seperti merokok, narkoba, atau minum alkohol.

Berdasarkan data yang dihimpun Quipper Campus pada 2020, dari total 9.666 siswa yang mengikuti Tes Faktor Penyebab Stres Akademik, siswa tercatat mengalami stres sedang dengan persentase mencapai 36,9%. Lalu untuk level berat mencapai 10,6% dan sangat berat sebesar 0,8%. Adapun faktor penyebabnya didominasi oleh tingginya beban sekolah (42,5%) dan perasaan khawatir akan masa depan (38,9%). Faktor tekanan dari keluarga berkontribusi sebesar 9,7%, dan interaksi dengan teman sebesar 7,9%.

Menurut Aji Cokro Dewanto, M.Psi., Psikolog, stres akademik siswa bisa dipengaruhi oleh beberapa hal, seperti perkembangan teknologi yang makin pesat, ragam posisi kerja yang makin banyak, serta persaingan yang makin ketat.

“Akhirnya mempengaruhi afeksi diri, tentang mampu nggak ya memenuhi tuntutan zaman. Di tambah lagi penggunaan media sosial makin marak, dan siswa jadi membandingkan diri mereka dengan orang lain yang berakibat insecurity. Belum lagi ekspektasi orang tua yang tinggi ke anaknya,” paparnya.

Pada masa pembelajaran daring seperti ini, Aji menyarankan kepada para guru untuk lebih memperhatikan jumlah tugas yang diberikan kepada siswa. Selain itu, saat belajar daring perlu juga diselingi waktu refleksi atau diskusi bebas tentang aspirasi siswa, dan memberikan motivasi kepada mereka. Fungsi bimbingan karier dari guru BK atau konselor sekolah juga perlu dioptimalkan.

Baca Juga: Belajar di Rumah Saja : Cek Tipsnya Agar Lebih Efektif

Nah, demikianlah gambaran mengenai pengertian stres akademik, faktor penyebab, dan cara mengatasinya. Pemahaman tentang hal ini sangat penting untuk menunjang kelancaran proses belajar mengajar.

Sumber:

Jurnal Konseling dan Pendidikan Volume 5 Nomor 3, 2017. (diakses melalui jurnal.konselingindonesia.com pada 12 Oktober 2021).

Jambura Nursing Journal Volume 3 Nomor 1, 2021. (diakses melalui ejurnal.ung.ac.id pada 12 Oktober 2021).

Penulis: Fatia Qanitat
Editor: Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda