Komunikasi dalam Keluarga: Tips Meyakinkan Orang Tua dengan Pilihanmu

meyakinkan orang tua

Pasti kamu pernah berbeda pendapat dengan orang tua bukan? atau berusaha meyakinkan orang tua dengan pilihanmu? Misalnya saja dalam memilih jurusan maupun kampus. Orang tua meminta kamu untuk memilih jurusan A, tapi kamu menyukai jurusan B. Kata orang tua kuliahnya di Kampus Ini, tapi kamu ingin kuliah di Kampus Itu. Nah, kalau sudah beda pendapat begini, apa yang akan kamu lakukan Quipperian?

Penelitian dari Asyanti dan Lestari (2009) seperti dikutip dari journal.upgris.ac.id menyebutkan enam hal utama yang menyebabkan timbulnya konflik dalam keluarga, khususnya antara orang tua dan remaja.

  1. Prestasi akademik
  2. Pengelolaan waktu luang
  3. Penggunaan telepon seluler
  4. Pemilihan pakaian
  5. Pemilihan teman
  6. Hubungan dengan lawan jenis

Dan reaksi yang paling banyak diekspresikan orang tua dalam menghadapi konflik tersebut adalah marah. Pernah atau malah sering dimarahi oleh orang tua karena hal-hal tersebut di atas, Quipperian?

Pasti akan terasa mudah kalau pilihan yang kita inginkan sama dengan apa yang orang tua harapkan. Tapi, bagaimana kalau bertentangan? Jika urusan tersebut adalah hal sepele, cukup mudah untuk mengikutinya. Sayangnya, tidak melulu seperti itu bukan? Hmmm, bagaimana ya cara meyakinkan orang tua dengan pilihanmu?

Tips Meyakinkan Orang Tua dengan Pilihanmu

1. Ciptakan komunikasi harmonis dalam keluarga

Untuk membangun kepercayaan antara kamu dan orang tua, perlu adanya komunikasi yang baik dulu dengan mereka. Bagaimana komunikasi yang terjadi di dalam keluarga menjadi kuncinya Quipperian. Memang bisa dibilang gampang-gampang susah sih kalau bicara urusan yang melibatkan orang tua. Hubungan yang cair akan membuatmu lebih nyaman untuk menyampaikan sesuatu. Sebaliknya, hubungan yang kaku membuatmu enggan untuk menyampaikan sesuatu. 

Coba ukur bagaimana tingkat komunikasi yang terjalin selama ini dengan mengikuti Tes Komunikasi Interpersonal ini yuk!

2. Jujur pada diri sendiri, keluarga, dan orang di sekelilingmu

Pastikan apa yang kamu sampaikan kepada orang tuamu adalah sesuatu yang benar-benar kamu rasakan. Akan lebih mudah menyampaikannya jika itu adalah sesuatu yang jujur kamu rasakan daripada sesuatu yang dibuat-buat atau sekadar ikut-ikutan argumentasi teman semata.

Seringkali kita merasa pilihan kita adalah yang paling baik, tanpa mengukurnya dengan seksama. Tidak jarang kita salah menilai karena termakan hasutan teman, padahal belum tentu pilihan tersebut benar-benar kita sukai, atau sesuai dengan yang kita rasakan.

Ingin tahu bagaimana potensi minat dan bakat yang kamu miliki. Cek lewat Tes Minat Bakat dari Quipper Campus sekarang!

3. Meyakinkan orang tua dengan mencari solusi bersama

Tidak ada salahnya untuk mencari jalan tengah ketika ada perbedaan pendapat. Terlebih lagi jika nasihat yang orang tua berikan sangat bermanfaat untuk masa depanmu, contohnya seperti saat menentukan tempat kuliah. Orang tua menginginkan kamu kuliah yang dekat dengan rumah karena merasa khawatir dengan tingkat pergaulan yang ada saat ini, sedangkan kamu memilih kuliah di luar kota dengan tujuan agar lebih mandiri. Lalu, apa yang harus dilakukan? 

Salah satu hal yang bisa kamu lakukan adalah melakukan kompromi dan melihat pro dan kontra-nya secara lebih luas. Jika sulit memilih di antara pendapat yang ada, pilihan lainnya adalah mencari jalan tengah. Kamu bisa kuliah di kota yang sama dan tinggal terpisah dengan orang tuamu, yakni dengan mengambil kos. Atau alternatif lainnya, bisa juga mencari tempat kuliah yang memberikan fasilitas asrama. 

4. Meyakinkan orang tua dengan berpikiran positif dan terbuka

Jangan baper alias mudah tersinggung ya Quipperian. Percayalah, karena pada dasarnya pilihan orang tua itu ditujukan untuk kebaikanmu di masa depan. Siapa lagi sih orang yang paling peduli dengan masa depan, kalau bukan orang tua dan keluargamu? Oleh karena itu, terima setiap pendapat yang diberikan secara positif. 

5. Perhatikan timing dan lokasi

Agar komunikasi dalam keluarga berjalan dengan lebih baik, perhatikan suasana hati orang tuamu. Perhatikan timing saat menyampaikan sesuatu. Jangan sampaikan informasi penting di saat kondisinya kurang mendukung. Selain itu, ciptakan lingkungan yang nyaman. Jika terdapat informasi yang cukup sensitif yang ingin kamu sampaikan, kamu bisa menyampaikannya pada situasi berbeda yang lebih nyaman. Dengan begitu, orang tua dan keluarga dapat menerima pesan yang kamu sampaikan dengan baik.  

6. Perluas wawasan, berikan argumentasi yang meyakinkan

Karena usia dan pengalaman orang tua yang jauh lebih senior dibandingkan kita, sudah semestinya kalau orang tua merasa lebih paham terhadap segala hal. Padahal, tidak melulu seperti itu bukan? Hehe. Agar semakin meyakinkan, perluas wawasan kamu Quipperian, dan berikan argumentasi yang disertai dengan bukti. 

Kalau bicara tentang masa depan, kamu bisa melengkapi pengetahuanmu tentang pilihan jurusan, prospek karier, juga informasi detail tentang kampus dengan melakukan eksplorasi di campus.quipper.com. Eits, jangan baca sendiri ya Quipperian, ajak orang tua kamu juga, agar informasinya tersampaikan dengan lebih baik.