Pengertian Hard Skill dan Bagaimana Cara Meningkatkannya

Seperti yang Quipperian tahu, saat ini banyak sekali lembaga pelatihan yang menyediakan berbagai kursus untuk melatih skill baik secara online maupun offline, mulai dari kursus bahasa asing, digital marketing, programming, dan masih banyak lagi. Apakah Quipperian tahu kalau contoh skill yang disebutkan tadi tergolong hard skill?

Nah, sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan hard skill? Lalu, selain mengikuti kursus, kira-kira apa lagi yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan keahlian tersebut? Yuk, kita kupas satu-persatu!

Pengertian Hard Skill

Umumnya, hard skill merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk mendukung pekerjaannya. Di samping itu, para ahli juga memiliki pendapat lain terkait pengertian hard skill. Berikut adalah pengertian hard skill menurut beberapa ahli:

1. Robbins

Dalam bukunya berjudul Perilaku Organisasi yang diterjemahkan oleh Benyamin Molan, Robbins mengungkapkan hard skill seringkali disebut sebagai kemampuan intelektual atau intellectual ability dan merupakan sebuah kemampuan yang dibutuhkan untuk menentukan berbagai aktivitas mental untuk berpikir, menalar, serta memecahkan sebuah masalah.

2. Alison Doyle

Alison Doyle, seorang pakar di bidang karier dan pencarian kerja, menjelaskan bahwa hard skill adalah kemampuan yang dapat dipelajari, diukur, dan dievaluasi. Ia juga menyebutkan bahwa kemampuan ini merupakan aspek yang pertama kali dilihat oleh perekrut.

3. Suhardjono

Sementara Suhardjono, dalam bukunya yang berjudul Penelitian Tindakan Kelas menyatakan bahwa hard skill berhubungan dengan technical skill yang diterjemahkan dalam dua hal, yakni:

  • Pure technical knowledge or functional skill yang artinya pengetahuan teknis murni atau keterampilan fungsional.
  • Skill to improve the efficiency of technology that is improvement or problem solving skill yang artinya keterampilan untuk meningkatkan efisiensi teknologi, yaitu peningkatan keterampilan atau keterampilan dalam memecahkan masalah.

Selain itu, dilansir dari Investopedia, hard skill merupakan sebuah kemampuan yang dapat dipelajari serta ditingkatkan melalui beberapa cara seperti latihan, pengulangan, dan juga pendidikan.

Hard skill juga menjadi keahlian utama yang harus kamu miliki saat melamar sebuah pekerjaan, lho. Oleh karena itu, di dalam lowongan kerja, biasanya terdapat beberapa kriteria untuk melamar posisi tersebut. Nah, supaya kamu punya gambaran mengenai hard skill apa saja yang bisa kamu asah, simak penjelasan berikut ini ya!

Contoh Hard Skill dan Penerapannya

Setelah memahami tentang pengertian hard skill, kamu jadi semakin paham kan bahwa kemampuan ini dapat diasah dengan berbagai cara. Jadi, buat kamu yang saat ini belum memiliki hard skill yang dikuasai, nggak perlu merasa minder dan khawatir ya. Berikut adalah beberapa rekomendasi hard skill yang bisa kamu pelajari:

1. Computer skills

Buat kamu yang saat ini masih duduk di bangku sekolah maupun perkuliahan, pasti akrab dong dengan berbagai tugas yang mengharuskan kamu untuk menggunakan komputer. Yup, apalagi semenjak pandemi, seluruh instansi pendidikan menerapkan sistem online learning. Itulah salah satu alasan yang membuat kamu harus menguasai computer skills.

Computer skills sendiri adalah kegiatan untuk mengasah kemampuan seseorang dalam mengoperasikan apapun yang berkaitan dengan komputer, mulai dari menjalankan berbagai program, mengetahui fungsi dari setiap software, dan lain-lain.

Skill ini penting untuk dikuasai, sebab akan mempermudah kamu dalam mengerjakan tugas dan memungkinkan kamu untuk bisa mengeksplorasi sesuatu lebih dalam. Untuk meningkatkan computer skills, kamu bisa memulainya dengan memahami penggunaan Microsoft Office (Word, Excel, Power Point), belajar menggunakan internet, dan masih banyak lagi.

Selain mempermudah kamu dalam mengerjakan tugas, computer skills juga dapat kamu pelajari untuk menunjang kariermu kelak. Hal ini disebabkan karena sebagian besar perusahaan membutuhkan karyawan yang memiliki pengetahuan dasar mengenai teknologi komputer. Bahkan, pada posisi tertentu membutuhkan pemahaman komputer yang lebih mendalam, contohnya untuk posisi programmer dan desainer.

2. Marketing skills

Quipperian pernah dengar tentang profesi digital marketing? Kira-kira kamu pengen nggak sih berkarier di bidang tersebut? Kalau iya, artinya kamu harus mulai mempelajari marketing skills. Skill ini mencakup pengetahuan mengenai penjualan, periklanan, riset konsumen, dan pemasaran, baik secara online maupun offline.

Untuk menunjang kariermu, kamu bisa mulai mengasah marketing skills seperti kemampuan analisis, menciptakan konten, media sosial, Search Engine Optimization (SEO) dan Search Engine Marketing (SEM), dan masih banyak lagi.

Dengan menguasai berbagai kemampuan tersebut, sebagai karyawan, kamu akan menyumbangkan banyak kontribusi bagi perusahaan. Misalnya, jika kamu menguasai kemampuan media sosial, kamu dapat membantu perusahaan dalam membangun citra suatu produk. Di samping itu, kamu pun dapat membantu perusahaan menentukan keputusan terbaik dengan memahami tren terbaru media sosial.

Oh ya, meskipun kamu masih merasa asing dengan istilah-istilah tersebut, nggak perlu khawatir ya! Soalnya, saat ini banyak banget kursus-kursus gratis maupun berbayar yang menyediakan pelatihan di bidang ini.

3. Writing skills

Hayo, siapa yang paling ogah-ogahan saat mengerjakan tugas makalah? Jangan dibiarkan ya, Quipperian. Soalnya, menulis makalah dengan baik dapat membantu kamu dalam mengembangkan writing skills. Ya, writing skills atau keahlian menulis bisa kamu manfaatkan untuk mendukung kariermu, lho. Terutama jika kamu bercita-cita untuk meniti karier di bidang kepenulisan, seperti menjadi content writer, copywriter, user experience (UX) writer, dan sebagainya.

Sebagai seseorang yang ahli di bidang kepenulisan, kamu akan sangat dibutuhkan oleh perusahaan, misalnya dalam memproduksi konten yang sesuai dengan citra perusahaan dan menciptakan ide-ide kreatif. Beberapa writing skills yang bisa kamu kembangkan adalah copywriting, presentation writing, email writing, story telling, dan business report writing.

Selain berkaitan dengan karier yang akan kamu tekuni, writing skills juga memiliki manfaat lainnya. Mulai dari mendorong kemampuan riset, menumbuhkan kreativitas, meningkatkan kemampuan berbahasa, memperkuat daya ingat, dan masih banyak lagi. Hal-hal tersebut tentunya sangat berguna untuk mencapai keberhasilan baik di dunia pendidikan maupun pekerjaan.

4. Analytical skills

Analytical skills atau kemampuan analisis merupakan kemampuan mengamati, meneliti, dan menganalisis berbagai informasi untuk dikembangkan ke dalam sebuah ide dan solusi. Melalui skill ini, kamu dapat menerjemahkan data, melakukan brainstorming, memecahkan masalah, serta membuat keputusan berdasarkan berbagai opsi dan faktor yang ada. Nggak heran ya, banyak perusahaan yang membutuhkan seseorang dengan keahlian tersebut.

Di samping itu, analytical skills mencakup banyak hal, lho. Mulai dari kemampuan berpikir kritis dan kreatif, kemampuan menganalisis data, melakukan riset, serta dapat memecahkan masalah secara efisien. Berdasarkan hal tersebut, banyak sekali profesi yang membutuhkan skill ini, seperti data analyst, programmer, akuntan, dan lain-lain.

Selain di bidang pekerjaan, analytical skills juga sangat berguna untuk kamu yang masih duduk di bangku sekolah maupun kuliah. Soalnya, kemampuan ini akan membantu kamu dalam mengerjakan berbagai tugas yang diberikan oleh dosen, seperti tugas membuat esai, laporan, hingga skripsi.

5. Design skills

Hard skill selanjutnya yang banyak dibutuhkan oleh perusahaan adalah design skills. Skill ini memungkinkan kamu untuk membuat berbagai konten visual untuk berbagai publikasi. Untuk menguasai design skill, kamu bisa menempuh pendidikan formal, seperti mengambil Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV), maupun mengikuti berbagai pelatihan.

Design skills mencakup kemampuan UX design, user interface (UI) design, digital design software, photo editing, hingga video editing. Dengan menguasai skill-skill tersebut, tentunya kamu berkesempatan untuk berkarier di bidang desain, seperti designer graphic, UI/UX designer, maupun illustrator.

Selain berkaitan dengan peluang karier yang luas, design skills juga membantu kamu sebagai pelajar untuk mengerjakan tugas dalam bentuk poster, presentasi, maupun video. Kamu juga bisa memanfaatkan skill ini untuk mengikuti berbagai organisasi di kampus, misalnya dengan menjadi staf divisi media dan informasi. Pengalaman tersebut pastinya dapat kamu cantumkan di Curriculum Vitae (CV) dan portofolio.

Itulah beberapa hard skill yang bisa kamu terapkan di dunia kerja maupun pendidikan. Kira-kira, Quipperian tertarik dengan skill yang mana, nih? Jika kamu sudah memiliki gambaran tentang salah satu skill yang akan kamu kembangkan, kamu bisa mengikuti beberapa cara meningkatkan hard skill di bawah ini.

Cara Meningkatkan Hard Skill

Untuk meningkatkan skill-skill di atas, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

1. Cara meningkatkan computer skills

  • Mencari tahu jenis computer skills yang kamu butuhkan
  • Mulai belajar dari yang termudah
  • Membiasakan diri dengan komputer
  • Mengambil kursus online maupun offline
  • Mempraktikkan ilmu yang telah kamu dapatkan di kursus

2. Cara meningkatkan marketing skills

  • Memperluas koneksi
  • Memahami cara kerja media sosial
  • Menggunakan dan memanfaatkan mesin pencarian
  • Mempelajari analisis data
  • Melatih cara berpikir strategis

3. Cara meningkatkan writing skills

  • Membaca segala jenis tulisan
  • Menulis topik yang disukai
  • Belajar membuat rangkuman
  • Menyediakan waktu khusus untuk menulis
  • Mengikuti komunitas atau pelatihan menulis

4. Cara meningkatkan analytical skills

  • Meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar
  • Mengajarkan sesuatu kepada orang lain
  • Memainkan game yang meningkatkan daya analisis
  • Banyak mempelajari hal baru
  • Mengikuti pelatihan secara online atau offline

5. Cara meningkatkan design skills

  • Mendesain ulang karya orang lain untuk berlatih
  • Bergabung dengan komunitas desainer
  • Mengikuti workshop atau kursus desain
  • Berlatih membuat logo
  • Bereksperimen dengan berbagai aplikasi desain

Quipperian, itulah serba-serbi mengenai hard skill, mulai dari pengertian, contoh-contoh hard skill, dan berbagai cara untuk meningkatkannya. Sekarang, kamu jadi lebih paham kan mengenai pentingnya memiliki hard skill?

Penulis: Amelia Istighrafah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani