Home » Quipper Campus » Campus Life » Pengertian Soft Skill dan Bagaimana Cara Meningkatkannya

Pengertian Soft Skill dan Bagaimana Cara Meningkatkannya

pengertian soft skill

Quipperian, kamu tahu nggak sih, dalam meraih kesuksesan, ternyata kamu nggak hanya membutuhkan kemampuan yang bersifat teknis? Kesuksesan juga ditentukan dan didukung oleh soft skill yang kamu miliki. Yup, sebab soft skill dapat membantu kamu dalam mengoptimalkan kemampuan teknismu atau yang biasa disebut dengan hard skill. Nah, biar lebih paham lagi tentang soft skill, simak penjelasan berikut ini ya!

Pengertian Soft Skill

Secara umum, pengertian soft skil adalah kemampuan yang berhubungan dengan komunikasi, keterampilan, dan kecerdasan sosial. Di samping itu, para ahli juga memiliki pendapat masing-masing mengenai pengertian soft skill. Berikut adalah pengertian soft skill menurut beberapa ahli:

1. Purwoastuti dan Walyani

Dalam buku yang berjudul Perilaku dan Softskills Kesehatan: Panduan Untuk Tenaga Kesehatan (Perawat dan Bidan), Purwoastuti dan Walyani menyebutkan soft skill adalah perilaku personal dan interpersonal yang membantu untuk mengembangkan kinerja seseorang. Hal itu dapat berupa kemampuan non teknis yang wujudnya tidak terlihat, tetapi sangat penting dan dibutuhkan.

2. Aprianto

Aprianto, dalam bukunya yang berjudul Pedoman Lengkap Soft Skills Kunci Sukses dalam Karier, menjelaskan bahwa soft skill merupakan kemampuan sosial untuk berinteraksi dengan orang lain dan mengelola suatu pekerjaan. Soft skill dapat dikembangkan dari nilai-nilai, prinsip-prinsip, serta diterapkan dalam berbagai bentuk keterampilan, termasuk keterampilan berkomunikasi, bernegosiasi, menjual, melayani pelanggan, dan memecahkan masalah.

3. Elfindri dkk

Dalam bukunya yang berjudul Soft Skills untuk Pendidik, Elfindri dkk mengungkapkan soft skills merupakan keterampilan dan kecakapan hidup, baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta dengan Sang Pencipta.

4. Sailah

Sementara di dalam Pengembangan Soft Skills dalam Proses Pembelajaran di Perguruan Tinggi, Sailah menyebutkan soft skill adalah keterampilan seseorang dalam berhubungan dengan orang lain (interpersonal skill) dan keterampilan mengatur dirinya sendiri (intrapersonal skill) yang mampu mengembangkan secara maksimal untuk pekerjaan (performance) seseorang.

5. Putra dan Pratiwi

Selanjutnya, dalam buku Sukses dengan Soft Skills, Putra dan Pratiwi mengungkapkan soft skill adalah kemampuan interaksi sosial dan pendidikan kepribadian yang diperoleh dari keterampilan-keterampilan tertentu dengan tujuan untuk meraih kesuksesan.

Selain itu, dilansir dari The Balance Careers, soft skill merupakan kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja. Biar lebih paham, yuk kita pahami contoh-contoh dari soft skill berikut ini!

Contoh Soft Skill dan Penerapannya

So, sekarang kamu udah tahu dong, bahwa kesuksesan juga ditentukan dengan soft skill yang kita miliki, baik sukses dalam dunia kerja maupun pendidikan. Hmmm, tapi sebenarnya apa aja sih soft skill yang dapat menunjang kesuksesanmu?

1. Komunikasi

Saat terjun ke dunia kerja atau pendidikan, pastinya kamu akan bertemu dengan banyak orang. Oleh karena itu, komunikasi merupakan salah satu soft skill yang wajib kamu miliki dan tingkatkan. Dengan menguasai skill komunikasi, kamu juga akan memperoleh banyak manfaat.

Misalnya saja, saat ini kamu duduk di bangku perkuliahan. Tentu akan ada mata kuliah yang menuntutmu untuk melakukan diskusi atau presentasi. Tanpa skill komunikasi, mustahil kamu dapat menyelesaikan berbagai kegiatan tersebut dengan baik. Selain itu, jika kamu ingin mengikuti organisasi di kampusmu, kamu juga memerlukan skill komunikasi setidaknya untuk berkenalan dengan anggota lain serta menyatakan pendapat.

Sama halnya ketika kamu bekerja di salah satu perusahaan, kamu juga perlu menjalin dan menjaga komunikasi dengan rekan kerja, atasan, atau para klien. Skill komunikasi mencakup kemampuan untuk berbicara, mendengarkan, presentasi, bernegosiasi, dan membangun networking.

2. Kerja tim (teamwork)

Kamu pasti pernah kerja kelompok dong,Quipperian? Gimana rasanya? Pekerjaan jadi lebih mudah, kan? Ya, seperti yang kamu ketahui, kerja kelompok bertujuan agar tugas dapat terselesaikan dengan baik, sehingga mendapatkan nilai yang bagus dalam mata kuliah atau pelajaran tersebut. Makanya, sebagai anggota kelompok, kamu harus bisa bekerja sama untuk mendapatkan hasil terbaik.

Hal tersebut merupakan salah satu contoh dari soft skill yang disebut dengan kerja tim atau teamwork. Dilihat dari definisinya, teamwork merupakan proses kerja secara kolaboratif dengan sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan. Di dunia kerja, teamwork yang baik akan membuat pekerjaan lebih efektif dan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif.

Selain itu, skill ini juga dapat membuat karyawan menemukan banyak ide-ide baru dan dapat menyelesaikan masalah dengan lebih maksimal. Misalnya, untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan target perusahaan. Dalam hal ini, para karyawan akan berdiskusi mengenai apa saja yang harus mereka lakukan untuk mencapai target tersebut.

3. Berpikir kritis

Berpikir kritis merupakan kemampuan untuk berpikir secara rasional dan tertata yang bertujuan untuk memahami hubungan antara ide atau fakta. Berpikir kritis juga membantu kamu dalam menentukan apa yang harus kamu percayai. Oleh karena itu, dalam proses berpikir kritis, kamu harus menilai sesuatu dengan sistematis, logis, rasional, dan matang.

Dalam dunia perkuliahan, skill in bermanfaat bagi kamu untuk membuat keputusan yang matang dan bijaksana. Selain itu, dengan berpikir kritis, kamu pun akan lebih selektif dalam menyerap informasi, sehingga kamu nggak mudah terjerumus ke hal-hal buruk. Misalnya, untuk menghindari paham radikalisme yang marak bertebaran di kampus.

Kemudian, saat bekerja nanti, skill berpikir kritis pastinya akan sangat kamu butuhkan, misalnya dalam hal membuat laporan, menganalisis, dan mengolah data untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi perusahaan. Di samping itu, skill ini juga membantu kamu untuk menghasilkan pekerjaan dengan maksimal, lho. Contohnya, sebelum menyerahkan laporan ke pimpinan, kamu akan terbiasa untuk berpikir kritis dan memeriksanya kembali untuk menghindari kesalahan.

4. Kepemimpinan (leadership)

Quipperian, kepemimpinan atau leadership merupakan hal penting dalam suatu perusahaan. Kenapa? Sebab semua keputusan, pergerakan, dan perkembangan membutuhkan seseorang yang memiliki skill kepemimpinan. Selain itu, skill ini juga dapat menciptakan sebuah tim yang kuat dan selaras.

Leadership sendiri merupakan sebuah sikap untuk mempengaruhi, memotivasi, dan mendelegasikan orang lain untuk melaksanakan hal-hal tertentu guna mencapai tujuan. Dengan skill ini, kamu bisa mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki oleh setiap karyawan, sehingga dapat memberi beban kerja dan tugas yang sesuai dengan kemampuan mereka.

Selain di dunia kerja, skill kepemimpinan juga bisa kamu kembangkan sejak duduk di bangku perkuliahan, lho. Dengan menguasai skill ini sejak dini, kamu akan terbiasa untuk mengambil keputusan dan bertanggung jawab terhadap masalah yang sedang kamu hadapi.

5. Manajemen waktu

Satu lagi nih, untuk mendukung kinerjamu, kamu membutuhkan skill bernama manajemen waktu. Manajemen waktu merupakan cara seseorang membagi dan mengelola berbagai kegiatan untuk mencapai suatu tujuan. Skill manajemen waktu yang baik dapat membuat kamu sanggup menyelesaikan berbagai kegiatan setiap harinya.

FYI, kebanyakan perusahaan lebih mengutamakan kandidat yang memiliki skill manajemen waktu. Sebab, nggak cuma meringankan beban kerja, skill ini juga dapat meningkatkan kualitas kerja karyawan dan menurunkan stres.

Di dunia kerja, manajemen waktu akan membantu kamu untuk menyelesaikan pekerjaan dengan hasil maksimal sesuai deadline yang telah ditentukan. Sementara, jika kamu masih duduk di bangku kuliah, skill ini akan mendukung kamu dalam mengikuti berbagai kegiatan akademik maupun non akademik. Dengan begitu, pengalaman yang kamu miliki akan bertambah.

Itulah beberapa soft skill yang bisa kamu terapkan di lingkungan pekerjaan maupun pendidikan. Wah, ternyata banyak sekali ya manfaat dari memiliki skill-skill tersebut. Terus, gimana sih cara meningkatkan berbagai soft skill di atas? Yuk, kita kupas satu-persatu.

Cara Meningkatkan Soft Skill

Untuk meningkatkan skill-skill di atas, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut ini:

1. Cara meningkatkan skill komunikasi

  • Belajar berbicara di depan umum
  • Mempelajari dasar-dasar komunikasi non verbal
  • Mendengar dengan baik
  • Memahami audiens
  • Meminta masukan dari orang lain
  • Memberi masukan kepada orang lain
  • Hindari melakukan interupsi

2. Cara meningkatkan skill kerja tim

  • Memahami tujuan kelompok 
  • Mendengarkan dan menghormati pendapat setiap anggota 
  • Menciptakan lingkungan yang kondusif
  • Memupuk rasa saling percaya 
  • Menjalin komunikasi dengan baik 
  • Rutin melakukan evaluasi 
  • Aktif berpartisipasi 

3. Cara meningkatkan skill berpikir kritis

  • Mengembangkan rasa ingin tahu 
  • Memperbanyak bertanya 
  • Memperluas pengetahuan dengan membaca literasi 
  • Melakukan diskusi dengan teman 
  • Mempertimbangkan segala kemungkinan 
  • Melakukan evaluasi diri 
  • Menganalisa suatu masalah

4. Cara meningkatkan skill kepemimpinan

  • Melatih kedisiplinan
  • Melatih keterampilan sosial 
  • Meningkatkan kemampuan komunikasi 
  • Menjalin hubungan yang baik dengan rekan kantor 
  • Bersikap aktif dan positif 
  • Berinisiatif untuk mengambil keputusan dengan baik 
  • Memotivasi dan menginspirasi orang lain

5. Cara meningkatkan skill manajemen waktu

  • Menghindari multitasking 
  • Bekerja lebih awal 
  • Menentukan prioritas pekerjaan 
  • Mengatur deadline dengan baik 
  • Mengatasi stres dengan bijaksana 
  • Istirahat secara teratur 
  • Belajar untuk selalu fokus

Quipperian, itulah serba-serbi dari soft skill yang wajib kamu ketahui. Setelah mengetahui pengertian, macam-macam soft skill, dan berbagai cara untuk meningkatkannya, kamu jadi semakin termotivasi dong untuk mengasah soft skill-mu?

Penulis: Amelia Istighfarah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani

Lainya untuk Anda