Resesi Ekonomi: Pengertian, Penyebab, Dampak, dan Solusinya

Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani, belum lama ini menyatakan bahwa pada tahun 2023, Indonesia harus siap menghadapi gelombang resesi ekonomi. Sejak saat itu, topik ini banyak diperbincangkan oleh masyarakat. Kalau kamu gimana nih, Quipperian? Apakah kamu mulai mencari tahu lebih jauh tentang isu ini? Yuk, kita cari tahu apa itu resesi ekonomi!

Pengertian Resesi Ekonomi

Secara umum, resesi ekonomi adalah suatu keadaan di mana perekonomian suatu negara sedang memburuk. Di samping itu, terdapat beberapa pengertian lain mengenai resesi ekonomi:

1. Forbers

Menurut Forbes, resesi merupakan penurunan aktivitas ekonomi yang signifikan dan berlangsung selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.

2. Biro Riset Ekonomi Nasional

Sementara, Biro Riset Ekonomi Nasional atau National Bureau of Economic Research (NBER) mendefinisikan resesi sebagai penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi yang tersebar di seluruh bidang ekonomi, serta berlangsung lebih dari beberapa bulan. Hal itu biasanya dapat dilihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) riil, pendapatan riil, lapangan kerja, produksi industri, dan penjualan grosir-eceran.

Para ahli juga menegaskan bahwa resesi terjadi ketika ekonomi suatu negara mengalami PDB negatif, meningkatnya pengangguran, dan terjadi penurunan penjualan pada ritel.

Dengan demikian, dapat dikatakan selama resesi, perusahaan berpotensi mengalami penurunan pendapatan dan banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Wah, benar-benar bikin khawatir ya. Namun, apa sih sebenarnya yang menyebabkan terjadinya resesi ekonomi?

Faktor-Faktor Penyebab Resesi Ekonomi

Quipperian, setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan resesi ekonomi, pastinya kamu penasaran dong kenapa hal tersebut bisa terjadi? Berikut adalah faktor-faktor penyebab resesi ekonomi:

1. Inflasi

Penyebab pertama terjadinya resesi ekonomi adalah inflasi. Inflasi sendiri merupakan proses meningkatnya harga secara terus-menerus. Sederhananya, jika harga barang dan jasa meningkat, maka inflasi akan mengalami kenaikan.

FYI, sebenarnya kalau nggak berlebihan, inflasi itu bukan hal yang buruk, lho.Namun, jika terjadi secara berlebihan, inflasi akan membuat daya beli masyarakat melemah, sehingga produksi barang dan jasa pun menurun. Hal ini sangat membahayakan, sebab dapat memicu pengangguran, kemiskinan, dan akhirnya berujung pada resesi.

2. Deflasi berlebihan

Selain inflasi, deflasi juga bisa memicu terjadinya resesi lho, Quipperian. Dilihat dari pengertiannya, deflasi merupakan keadaan yang menunjukkan penurunan harga suatu barang atau jasa secara terus-menerus dalam periode waktu yang relatif singkat.

Meskipun terlihat menguntungkan bagi masyarakat, tetapi jika terjadi secara berlebihan, penurunan harga barang dan jasa akan membuat produsen mengalami kerugian. Hal ini disebabkan karena produsen nggak mampu membayar biaya produksi dan operasional. Makanya, saat terjadi deflasi, banyak produsen yang memotong upah pekerja dan bahkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

3. Guncangan ekonomi

Guncangan ekonomi merupakan peristiwa tidak terduga yang menyebabkan gangguan ekonomi yang meluas, seperti serangan teroris dan bencana. Contohnya adalah pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh negara. Selain berdampak pada masalah kesehatan, pandemi juga berdampak pada masalah ekonomi.

Dampak-dampak tersebut meliputi banyaknya karyawan yang terkena PHK, timbulnya kejahatan di beberapa daerah akibat kesulitan ekonomi, bahkan negara mengalami kerugian hingga Rp320 triliun. Kesulitan ekonomi ini tentunya menyebabkan daya beli masyarakat melemah, sehingga memicu terjadinya resesi ekonomi.

4. Suku bunga tinggi

Saat terjadi inflasi, umumnya bank sentral akan menaikkan suku bunganya. Kalau kamu masih asing dengan bank sentral, bank ini adalah bank yang bertanggung jawab untuk mengawasi sistem moneter suatu negara. Di Indonesia, tanggung jawab tersebut diemban oleh Bank Indonesia.

FYI, bank sentral memang menaikkan suku bunganya untuk melindungi nilai mata uang. Namun sayangnya, hal ini justru malah membebani para debitur dan menyebabkan kredit macet. Apabila terjadi secara terus-menerus, perbankan dikhawatirkan mengalami kebangkrutan.

5. Perkembangan teknologi

Selain disebabkan oleh sektor ekonomi, ternyata resesi ekonomi juga berkaitan dengan teknologi, lho. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dikhawatirkan membuat Artificial Intelligence (AI) dan robot akan menggantikan berbagai pekerjaan manusia. Jika hal ini terjadi, maka para karyawan terancam menjadi pengangguran dan memicu terjadinya resesi.

6. Nilai impor lebih besar dari ekspor

Umumnya, saat suatu negara nggak bisa memproduksi kebutuhannya sendiri, negara tersebut akan melakukan impor dari negara lain. Sebaliknya, negara yang memiliki kelebihan produksi akan mengekspor ke negara yang membutuhkan komoditas tersebut. Nah, apabila nilai impor lebih besar dari nilai ekspor, dapat berdampak pada sektor ekonomi, yakni defisitnya anggaran negara.

Quipperian, itulah beberapa hal yang dapat menyebabkan resesi ekonomi. Lantas, apa aja sih dampak yang ditimbulkan dari kejadian ini?

Dampak Resesi

Saat terjadi resesi, aktivitas masyarakat pun akan mengalami penurunan yang signifikan dan terus-menerus. Hal ini tentunya akan menimbulkan dampak besar bagi perusahaan, pemerintah, dan para karyawan. Berikut adalah berbagai dampak yang terjadi akibat resesi ekonomi:

1. Dampak untuk perusahaan

Ketika suatu negara dilanda resesi ekonomi, maka daya beli masyarakat pun akan menurun. Hal ini tentunya menyebabkan pendapatan perusahaan penghasil barang atau jasa turut mengalami penurunan. Oleh karena itu, umumnya perusahaan juga akan menurunkan upah para karyawan dan bahkan melakukan PHK.

Pada kondisi tersebut, masyarakat akan mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam menggunakan uang yang dimiliki. Dengan demikian, permintaan barang atau jasa terhadap perusahaan akan semakin berkurang dan akhirnya berpotensi menyebabkan kebangkrutan.

2. Dampak untuk pemerintah

Saat masyarakat mengalami penurunan pendapatan, tentunya pajak penghasilan yang diterima oleh pemerintah menjadi lebih rendah. Hal ini juga dapat memicu anjloknya harga properti yang menyebabkan perolehan pajak dari jual beli properti menjadi rendah.

Selain itu, pengeluaran masyarakat yang cenderung berkurang juga membuat perolehan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi lebih rendah. Padahal, pajak merupakan sumber utama penerimaan negara. Kalau nggak ada pajak, sebagian besar kegiatan negara akan sulit untuk dilaksanakan.

Apalagi, meskipun sedang terjadi resesi, pemerintah tetap dituntut untuk menjamin kesejahteraan rakyatnya. Hal inilah yang menyebabkan pengeluaran pemerintah tetap akan meningkat, misalnya untuk tunjangan atau bantuan sosial, subsidi, dan sebagainya.

3. Dampak untuk karyawan

Saat mengalami penurunan pendapatan, perusahaan biasanya akan melakukan PHK yang membuat para karyawan menjadi pengangguran dan kehilangan pendapatan utama. Di sisi lain, mereka tetap harus memenuhi kebutuhan hidup untuk dirinya sendiri atau keluarganya.

Selain memberikan dampak pada perekonomian, ranah sosial pun turut terkena imbasnya. Tingginya tingkat pengangguran dapat menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya ketidakstabilan sosial yang memicu hal-hal negatif, seperti kejahatan, vandalisme, dan bahkan kerusuhan.

Wah, mengkhawatirkan banget ya dampak yang disebabkan oleh resesi ekonomi. Kira-kira, apa sih yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi?

Persiapan Menghadapi Resesi

Berikut adalah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan untuk menghadapi resesi ekonomi:

1. Meningkatkan skill

Lho-lho, apa hubungannya skill dengan resesi? Yup, seperti yang kamu tahu, saat terjadi resesi akan banyak orang-orang yang kesulitan dalam mencari pekerjaan. Makanya, kalau saat ini kamu masih duduk di bangku sekolah ataupun kuliah, kamu bisa mempersiapkan diri dengan meningkatkan skill tertentu.

Misalnya dengan mengasah skill komunikasi, fleksibilitas, dan manajemen proyek. Dengan menguasai skill-skill tersebut, kamu akan memiliki nilai lebih, sehingga banyak perusahaan yang akan menerima kamu untuk bekerja sekalipun di tengah masa resesi ekonomi.

2. Mencari pekerjaan sampingan

Kemudian, hal yang bisa kamu lakukan selanjutnya adalah, mencari pekerjaan sampingan di sela-sela waktu senggangmu. Hal ini tentunya akan sangat berguna untuk pemasukan tambahan. Kamu bisa memulainya dengan membuka jasa titip, menjadi personal assistant, penulis lepas, reseller, maupun pekerjaan sampingan lain yang bisa kamu jalani tanpa mengganggu pekerjaan utama.

3. Mempersiapkan finansial

Untuk menghadapi resesi, kamu bisa mulai melakukan alokasi dana untuk tabungan. Sebab, hal ini merupakan langkah terbaik untuk mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk. Di samping itu, tabungan yang telah dipersiapkan dapat membantu kamu agar tetap bisa memenuhi kebutuhan, misalnya untuk kebutuhan pendidikan.

Kalau kamu sudah terbiasa menabung, kamu juga bisa mulai mempersiapkan dana darurat. Dana darurat sendiri merupakan simpanan uang yang bisa kamu pakai untuk memenuhi kebutuhan dalam periode tertentu tanpa ada pemasukan atau tanpa harus berhutang saat terjadi krisis.

4. Membatasi pengeluaran

Agar bisa menabung untuk dana darurat, salah satu yang bisa kamu lakukan adalah membatasi pengeluaran. Misalnya dengan mengurangi berbagai hal-hal yang berbau konsumtif, seperti berbelanja di luar kebutuhan pokok dan rekreasi. Selain itu, kamu juga bisa menghemat pengeluaran terkait biaya transportasi dengan menaiki kendaraan umum.

Melalui berbagai hal tersebut, uang yang kamu punya nggak akan terbuang sia-sia dan bisa ditabung untuk dana darurat. Kalau saat ini kamu belum memiliki penghasilan sendiri, kamu bisa membantu dengan ikut menghemat pengeluaran orangtuamu ya!

5. Memperkaya pengetahuan mengenai Ilmu Ekonomi

Setelah keempat hal di atas, sebagai pelajar maupun mahasiswa, kamu wajib memperkaya pengetahuan mengenai Ilmu Ekonomi, salah satunya Ekonomi Pembangunan. Dengan memahami Ilmu Ekonomi, kamu pun dapat memahami berbagai kebijakan ekonomi, memahami berbagai peristiwa yang berkaitan dengan ekonomi, mengatur dan mengelola keuangan dengan lebih bijak, serta memiliki kemampuan dalam membantu menyelesaikan masalah ekonomi.

Quipperian, sekarang sudah lebih paham kan dengan resesi ekonomi? Meskipun terdengar mengkhawatirkan, jangan panik dulu ya! Sebab, terdapat berbagai cara yang bisa kamu lakukan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi resesi ekonomi ini.

Penulis: Amelia Istighrafah
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani