Pengertian Manajemen Risiko dan Tujuannya, Ada Sertifikasinya Juga Lho!

Manajemen risiko menjadi topik yang selalu dibahas ketika mengkaji tentang sebuah proyek maupun rencana bisnis. Pemahaman yang baik mengenai manajemen risiko, akan sangat membantu dalam menyiapkan strategi ideal untuk melakukan mitigasi risiko dan mempersiapkan strategi untuk meminimalisir dampak yang tidak diharapkan.

Nah, bagi kamu yang bercita-cita menjadi seorang pengusaha sukses atau menjadi seorang leader di suatu perusahaan, tentunya pemahaman tentang manajemen risiko menjadi sangat penting!

Jadi, apa yang dimaksud manajemen risiko? Apa tujuan melakukan manajemen risiko? Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, Quipperian bisa menemukannya pada pembahasan berikut ya!

Pengertian Manajemen Risiko

Istilah “manajemen risiko” terdiri dari dua suku kata, yaitu manajemen dan risiko. Manajemen bisa kamu pahami sebagai prinsip pengorganisasian atau mengatur. Sedangkan risiko merupakan suatu kondisi yang menjadi akibat atau konsekuensi atas suatu hal yang dilakukan dan biasanya identik dengan sesuatu yang tidak diinginkan.

Maka dari itu, manajemen risiko bisa dipahami secara sederhana sebagai proses atau upaya mitigasi dan mengelola risiko agar tidak membahayakan.

Agar lebih jelas memahami pengertian manajemen risiko, berikut adalah penjelasan dari beberapa ahli.

“Manajemen risiko adalah penerapan berbagai kebijakan dan prosedur untuk meminimalisasi peristiwa yang menurunkan kapasitas dan kualitas kerja perusahaan”

Milton C Regan

“Manajemen risiko merupakan proses terstruktur dan sistematis dalam mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko, dan memonitor dan mengendalikan penanganan risiko. Implementasi dari manajemen risiko ini membantu perusahaan dalam mengidentifikasi risiko sejak awal dan membantu membuat keputusan untuk mengatasi risiko tersebut.” Djohanputro

“Manajemen risiko adalah suatu usaha untuk mengetahui, menganalisis serta mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih tinggi.”

Herman Darmawi

“Manajemen risiko merupakan suatu metode logis dan sistematik dalam identifikasi, kuantifikasi, menentukan sikap, menetapkan solusi, serta melakukan monitor dan pelaporan risiko yang berlangsung pada setiap aktivitas atau proses.”

Idroes

Hal penting yang harus dipahami ketika mengimplementasikan manajemen risiko pada suatu aktivitas adalah kita tidak mungkin mampu memastikan zero risk atau menghilangkan 100% risiko. Oleh karena itu, yang akan menjadi kesimpulan dalam kegiatan manajemen risiko adalah low risk (resiko rendah) dan high risk (resiko tinggi).

Baik kegiatan yang memiliki risiko rendah maupun yang memiliki risiko tinggi, masing-masing akan mendapatkan rekomendasi terukur jika ingin melaksanakannya.

Tujuan Manajemen Risiko

Selain mengukur potensi risiko di awal, proses manajemen risiko juga memiliki tujuan lain yang tidak kalah penting. Beberapa di antaranya sebagai berikut:

1. Meningkatkan kewaspadaan

Ketika mengimplementasikan manajemen risiko, hal pertama yang harus dilakukan adalah melakukan identifikasi risiko dan mengklasifikasi risiko-risiko tersebut. Kebiasaan melakukan hal tersebut akan membuatmu lebih peka terhadap hal-hal yang berpotensi pada risiko, sehingga kamu juga bisa lebih waspada ketika berinteraksi dengan setiap kondisi yang mengandung risiko.

2. Memudahkan penilaian keputusan

Pada prinsipnya, implementasi manajemen risiko juga bermaksud untuk mengurangi sebanyak-banyaknya keputusan subjektif dari para pengambil keputusan pada suatu organisasi atau lembaga. Dengan begitu, setiap perencanaan dan keputusan akan memiliki parameter yang jelas termasuk kinerja seluruh tim juga diukur dengan parameter yang jelas.

3. Meningkatkan kinerja

Perencanaan yang jelas akan berdampak pada instruksi atau to do list yang jelas juga tentunya. Dengan begitu akan memudahkan penerimanya untuk melakukan pekerjaannya dengan baik.

4. Tujuan manajemen risiko meminimalkan kerugian

Kerugian merupakan salah satu risiko yang tidak mungkin terabaikan dari suatu aktivitas bisnis. Sekalipun demikian, bukan berarti tidak bisa diminimalisir potensinya.

Ketika mengimplementasikan manajemen risiko dengan baik, kamu bisa memprediksi sederet faktor yang berpotensi menyebabkan kerugian. Dengan begitu, kamu juga sudah sejak awal mempersiapkan prosedur yang tepat jika mendeteksi faktor-faktor tersebut.

5. Menstabilkan pendapatan perusahaan

Penerapan manajemen risiko yang baik ternyata bisa berdampak juga pada kestabilan operasional dan pendapatan perusahaan. Hal ini terlihat jelas dengan terjadinya pandemi Covid-19.

Hadirnya Covid-19 di Indonesia meluluhlantakkan perekonomian dan banyak perusahaan yang tidak mampu bertahan. Selama pandemi berlangsung, Banyak perusahaan yang melakukan inisiatif yang berdasar pada manajemen risiko. Antara lain mengimplementasikan work from home agar karyawan bisa tetap produktif untuk menunjang pendapatan perusahaan.

Nah, dari beberapa poin di atas, bisa disimpulkan bahwasanya manajemen risiko merupakan hal yang sangat penting. Banyak manfaat yang bisa kamu dapatkan ketika memahami dan melakukan manajemen risiko.

Agar dapat menjalankan manajemen risiko dengan baik bahkan dapat melakukan audit terhadap suatu sistem manajemen risiko, ada rangkaian proses yang harus kamu lewati.

Umumnya, ilmu manajemen risiko bisa kamu pelajari ketika kuliah di jurusan yang berkaitan dengan ilmu manajemen. Namun, hal tersebut belum cukup memadai jika kamu serius memilih karier di bidang tersebut.

Idealnya, kamu juga harus memiliki sertifikat keahlian manajemen risiko yang dikeluarkan oleh lembaga terpercaya.

Pentingnya Sertifikasi Manajemen Risiko

Sertifikat keahlian manajemen risiko tentunya tidak bisa disamakan dengan ijazah kuliah ya, Quipperian! Namun, sertifikasi program keahlian adalah bukti yang valid jika kamu memiliki suatu kompetensi tertentu.

So, akan lebih baik jika selain memiliki pendidikan formal bidang manajemen, kamu juga memiliki sertifikat bidang keahlian manajemen risiko.

Jika demikian, maka pilihan yang tepat untuk memperoleh kedua hal itu sekaligus adalah dengan berkuliah Jurusan Manajemen di Trisakti School of Manajemen. Program Studi S1 Manajemen TSM konsentrasi Keuangan menyiapkan program sertifikasi kepada mahasiswanya yang salah satunya adalah Sertifikasi Manajemen Risiko. Dalam menyelenggarakan program sertifikasi tersebut TSM bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi Pasar Modal (LSP-PM).

Selain itu, TSM juga menyediakan program sertifikasi lainnya yang disesuaikan dengan konsentrasi masing-masing. Untuk Program S1 Manajemen, sertifikasi lainnya termasuk Sertifikasi Manajemen Internasional, Sertifikasi Manajemen Pemasaran, Sertifikasi Manajemen Keuangan, Sertifikasi Manajemen SDM, Prinsip Perencanaan Keuangan (Financial Planning Standards Board/FPSB), dan sebagainya.

Untuk Program S1 Akuntansi terdapat sertifikasi Brevet A dan B, Association of Chartered Certified Accountants (ACCA), Institute of Chartered Accountants in England and Wales (ICAEW) Certificate in Finance, Accounting and Business (CFAB) atau ICAEW CFAB, dan sebagainya.

So, tertarik bergabung di Trisakti School of Management?

Referensi

Regan, Milton C,. 2006. Risky Business. Georgetown Law Faculty Publications and Other Works.

Ferry N., Indroes. 2008. “Manajemen Risiko Perbankan: Pemahaman Pendekatan 3 Pilar Kesepakatan Basel II Terkait Aplikasi Regulasi dan Pelaksanaannya di Indonesia” dalam Rajawali Pers.

Darmawi, Herman. 2006, Manajemen Risiko. Bumi Aksara.

Djohanputro, Bramantyo. 2013. Manajemen Risiko Korporat Terintegrasi: Panduan Penerapan dan Pengembangan. PPM. Jakarta

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani