Home » Quipper Campus » Campus Life » 10 Rekomendasi Film dan Drama Terbaik Wajib Ditonton bagi Mahasiswa Hukum

10 Rekomendasi Film dan Drama Terbaik Wajib Ditonton bagi Mahasiswa Hukum

by ardy_quipper

film tentang hukum

Kuliah di Jurusan Hukum bagi sebagian orang mungkin terkesan membosankan. Setiap hari harus berjibaku  dengan kitab dan buku-buku hukum yang tebal. Bagi orang-orang yang gemar membaca, mungkin semua buku-buku itu bisa dinikmati kapan saja ya, tapi tidak semua mahasiswa yang kuliah di Jurusan Hukum itu memiliki tingkat kegemaran membaca yang sama kan?

Untuk itu, penting banget nih yang namanya motivasi dan mengetahui cara asyik untuk meningkatkan mood, entah itu dengan nonton film, ngemil, dengerin musik, atau main game. Yang jelas opsi jalan-jalan kita batasi dulu ya selama masa pandemi ini.

So, artikel Quipper Blog kali ini mau ngasih kamu 10 rekomendasi film dan drama untuk temani waktu senggang dan bantu meningkatkan mood kamu tentunya. Semua film ini memiliki tema tentang hukum lho! Khusus untuk rekomendasi film, diambil dari daftar teratas The 25 Greatest Legal Movies yang dikeluarkan oleh abajournal.com. Semoga kamu bisa semakin termotivasi meraih cita-cita mu sebagai penegak keadilan dan kebenaran.

10 Rekomendasi Film tentang Hukum

To Kill A Mockingbird 

To Kill A Mockingbird adalah film drama kriminal yang dirilis pada tahun 1962 di California yang disutradarai oleh Robert Mulligan. Film ini diadaptasi dari novel yang judul sama dengan dengan judul film yang menceritakan seorang pengacara Amerika bernama Atticus Finch yang membela seorang kulit hitam Amerika yang didakwa memperkosa. 

Film ini berhasil meraih penghargaan 3 oscar yaitu Best Actor in a Leading Role, Best Art Direction-Set Decoration, Black-and-White, dan Best Writing, Screenplay Based on Material from Another Medium.

12 Angry Men

Film tentang hukum selanjutnya adalah 12 Angry Men. Film ini menceritakan tentang sekelompok juri yang sedang berdebat untuk menentukan apakah terdakwa pantas dinyatakan bersalah atau tidak. Terdakwa adalah seorang anak laki-laki asal Amerika Latin, dengan tuduhan telah melakukan pembunuhan terhadap ayahnya dengan cara menusuknya hingga tewas.

Dari 12 anggota juri yang berdebat, sebelas juri berpendapat bahwa anak tersebut bersalah dan hanya satu juri yang berpendapat bahwa anak tersebut tidak bersalah dan bersikeras untuk meyakinkan ke sebelas anggota juri lainnya.

Film ini diwarnai adu argumen yang berlandaskan aturan hukum sehingga antar juri sehingga menjadi tontonan menarik dan bernilai positif. Dari film ini setidaknya ada 5 hal positif yang bisa diambil, antara lain berpikir objektif, saling menghargai pendapat, bekerja serius, menghargai nyawa manusia, dan cara komunikasi yang baik. 

My Cousin Vinny 

Film ini mengisahkan tentang sebuah kasus hukum tetapi dengan gaya komedi. Seorang bernama Vinny Gambini yang harus maju bersidang untuk membela sepupunya yang terjerat kasus pembunuhan.

Vinny Gambini adalah seorang pengacara yang baru saja lulus ujian setelah beberapa kali gagal. Dengan pengalaman yang sangat minim, ia harus berusaha sekuat tenaga demi membebaskan sepupunya dari jeratan hukum. Dalam upayanya tersebut, Vinny dibantu oleh tunangannya yang bernama Mona Lisa untuk mengungkap fakta-fakta yang dapat menunjukkan bahwa tersangka tidak bersalah.

Anatomy of a Murder

Film Anatomy of a Murder diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh Robert Traver yang merupakan seorang Hakim Agung dan kisah di novel tersebut merupakan kasus real

Film ini menceritakan tuduhan pembunuhan seorang bartender bernama Barney Quill yang dialamatkan kepada seorang letnan tentara bernama Frederick Manion. Dalam pembelaannya, Frederick berdalih bahwa korban telah memperkosa dan memukuli istrinya yang bernama Laura dan tentunya Laura mendukung pembelaan Frederick. Namun, tim forensik kepolisian tidak menemukan bukti sedikitpun jika Laura mengalami pemerkosaan. 

Dalam kasus ini, Frederick dibela oleh seorang pengacara bernama Paul Biegler. Paul menemukan fakta bahwa kliennya tersebut memiliki kepribadian yang posesif juga pencemburu, lalu istrinya juga memiliki kepribadian yang suka menggoda pria lain. Seiring berjalannya waktu, Paul pun menyadari bahwa posisinya lemah sekalipun Frederick tetap membela diri dengan menyatakan tidak bersalah. Sekalipun demikian, Paul tetap bertindak secara profesional mencari bukti-bukti yang dapat menyelamatkan kliennya dari ancaman hukuman.

 Inherit the Wind

Film ini diangkat dari kasus nyata dimana seorang guru ilmu pengetahuan alam ditangkap karena mengajarkan teori evolusi Darwin yang ketika itu masih terlarang dan larangan tersebut juga berkekuatan hukum. Sepanjang film, Quipperian akan disuguhi perdebatan dan adu argumen yang sangat berbobot dan meyakinkan antara dua pengacara, yakni pengacara pembela yang tampil intelektual untuk menyelamatkan teori evolusi dan pengacara penuntut yang tampil secara karismatik dan religius.

Baca juga: Persiapan Jadi Mahasiswa Hukum, Apa Aja Ya? Cek 5 Hal Ini!

Witness for the Prosecution

Film Witness for the Prosecution berkisah tentang seseorang bernama Leonard Vole yang dituduh melakukan pembunuhan atas seorang wanita tua nan kaya raya bernama Emily French. Dalam menjalani persidangan, Vole didampingi pengacara bernama Wilfrid Robert. Hal yang paling mencengangkan selama persidangan adalah ketika istri  Vole yang diundang sebagai saksi dan memberikan kesaksian palsu yang semakin memberatkan Vole. Film ini benar-benar menunjukkan tentang kejujuran, kebohongan, dan pengkhianatan yang dikemas dengan sangat baik. Ditambah lagi suguhan dialog yang cerdas dan ending yang unpredictable.

Breaker Morant

Film ini menceritakan tentang pengadilan militer yang dijalani oleh Letnan Harry Morant, George Witton, dan Peter Handcock karena tuduhan membunuh warga sipil tak bersenjata dan kombatan musuh yang ditangkap. Dalam film, Quipperian akan menyaksikan beberapa peristiwa yang berhubungan dengan politik hukuman mati hingga korban perang yang dikisahkan dalam alur mundur.

Philadelphia

Film ini mengisahkan seorang pengacara bernama Andrew Becket yang bekerja di salah satu firma hukum terkenal. Ia adalah seorang homoseksual dan hidup bersama pasangannya Miguel Alvarez. Gaya hidupnya tersebut menyebabkan Andrew juga mengidap penyakit HIV/AIDS.

Keseruan  di film ini bermula ketika Andrew diberhentikan dari firma hukum tempatnya bekerja karena dituduh tidak profesional dalam bekerja. Namun, ia meyakini jika pemecatan tersebut karena ia adalah seorang ODHA. 

Karena hal tersebut, akhirnya Andrew menggugat firma hukum bekas tempatnya bekerja dan dia menjadi pengacara atas dirinya sendiri. Dalam proses pra-peradilan maupun peradilan, Andrew mengalami hal-hal diskriminatif dan hal itu menggugah  Joe Miller untuk menjadi pengacaranya.  

Erin Brockovich 

Film ini mengisahkan Erin Brockovich yang merupakan seorang single parent yang memiliki tiga orang anak. Setiap hari Erin harus bekerja keras karena tidak memiliki pekerjaan tetap. Sampai akhirnya Erin melamar pekerjaan di kantor pengacara Ed Marsy dan diterima walaupun Erin tidak memiliki gelar ijazah.

Erin diberikan tugas untuk memeriksa dokumen kasus sebuah perusahaan besar yang ingin membeli rumah penduduk bernama Donna Jensen. Dalam penyelidikannya, Erin menemukan fakta bahwa aktivitas perusahaan besar yang ingin membeli rumah penduduk tersebut menyebabkan air di kawasan tersebut terkontaminasi oleh zat berbahaya. Berbekal fakta tersebut, Erin berusaha melengkapi keterangannya dengan dari tiap-tiap penduduk dan meluangkan waktunya untuk semakin mendalami kasus tersebut yang akhirnya membuahkan kemenangan. 

Law School

Berbeda dengan sembilan film di atas, Law School merupakan seri televisi Korea Selatan, yang disutradarai oleh Kim Sok-Yun. Law School mengisahkan tentang perjuangan Han Joon Hwi, Kang Seol A, dan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hankuk yang lain untuk mengungkap kematian dosen mereka yakni Profesor Seo Byung-Ju, serta mencari kebenaran dari kasus tersebut. 

Secara umum Law School memberikan gambaran tentang drama yang terjadi pada sekolah hukum, hubungan antara profesor dan mahasiswa hukum, dan kasus-kasus hukum yang terjadi sehari-hari. 

Wah, kalau baca cuplikan film dan dramanya bikin penasaran dan menumbuhkan keinginan untuk menghadirkan keadilan yang nyata, bener nggak sih?

So, kalau Quipperian benar-benar ingin mengabdikan diri sebagai pejuang hukum dan menegakkan keadilan, tentunya ada proses yang harus Quipperian tempuh yakni kuliah di Jurusan Hukum. 

Baca juga: Persiapan Jadi Mahasiswa Hukum, Apa Aja Ya? Cek 5 Hal Ini!

Salah satu kampus pilihan yang oke banget untuk kuliah Jurusan Hukum adalah Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera. Di kampus ini kamu akan diajari langsung oleh para akademisi dan praktisi hukum yang sudah berpengalaman. Ditambah lagi kurikulum yang diajarkan di kampus ini juga selalu up to date sehingga Quipperian akan mempelajari teori-teori hukum yang sudah banyak ditinggalkan.

STH Indonesia Jentera juga menerapkan pola pembelajaran blended learning yang sangat fleksibel sehingga mahasiswa bisa belajar tanpa ada kendala jarak dan waktu. Kalau kamu ingin tahu lebih jauh tentang kampus ini, klik tombol Profil Lengkap Kampus ya!

 

Untuk mengetahui info kampus terlengkap dan berkualitas, cek di campus.quipper.com

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty T

Lainya untuk Anda