Tips Jadi Anak Prodi Ilmu Komunikasi

Tips Jadi Anak Prodi Ilmu KomunikasiQuipperian, how are you? Semoga selalu sehat dan tetap kece, ya. Quipperian, menjalin komunikasi yang baik dengan sesama kita itu sebenarnya tidak mudah, lho. Buktinya sekarang ada prodi jurusan Ilmu Komunikasi (Ilkom) yang mempelajari ilmu-ilmunya secara mendalam. Ini membuktikan bahwa komunikasi bukan hal sembarangan yang bisa dilakukan tanpa strategi. Berkomunikasi tidak hanya dalam kehidupan sehari-hari saja, tapi dilakukan juga dalam masalah pekerjaan, politik, bisnis, dan lain-lain.

Nah, buat kalian yang sudah mau jadi mahasiswa khususnya mahasiswa prodi Ilkom, berikut ini tips-tips yang harus kamu ikuti supaya jadi mahasiswa tahan banting dan pastinya berprestasi di kampus.

1. Siap Mempelajari Hal Baru

Sebenarnya, apapun jurusan atau ilmu yang sedang kita pelajari, kita harus selalu siap mempelajari hal baru. Soalnya, kalau kalian saja tidak siap menerima hal baru bagaimana mungkin ilmu baru bisa masuk ke kepala?

Eits, kata siapa jadi anak Ilkom itu cuma belajar perihal mengobrol doang? Ada banyak yang dipelajari, lho. Nggak hanya buku-bukunya saja yang banyak, tapi akan ada banyak teori pula yang akan kamu pelajari mengenai komunikasi.

Kalau selama ini kamu berpikir komunikasi itu hanya dilakukan 2 pihak saja, ternyata salah besar! Ada banyak pihak yang mempengaruhi jalannya suatu komunikasi, baik antar individu atau kelompok.

Selain banyak pihak yang mempengaruhi, kamu juga akan belajar berbagai macam jenis komunikasi. Mulai dari komunikasi verbal, nonverbal, bahasa isyarat, bahasa tubuh, gaya mulut, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya jenisnya saja, komunikasi pun punya banyak bentuk. Misalnya komunikasi intrapersonal, interpersonal, kelompok, dan massa. Wah, baru segini saja kayaknya sudah mau pusing, ya? Tapi tenang Quipperian, belajar segala hal ini menarik banget, kok.

Krisis Pengajar dan Ahli, Panggilan Buat Kalian Menempuh Studi Hukum Adat!

2. Kamu juga Akan Belajar Seni Iklan

Tidak hanya jenis, bentuk, dan media komunikasi saja yang akan kamu pelajari. Nantinya, kamu juga akan mempelajari komunikasi dalam beriklan lewat bahasa dan fotografi.

Jadi, belajar komunikasi itu tidak melulu soal bahasa, Quipperian. Kalian juga akan belajar bagaimana berkomunikasi melalui sebuah gambar atau video. Kalian akan diberikan mata pelajaran fotografi, videografi, juga bahasa iklan yang pastinya berbeda dengan bahasa sehari-hari.

3. Tahan Banting dengan Tugas yang Seabrek

Duh, jangan mentang-mentang anak komunikasi jadi ceritanya ngobrol melulu, ya. Nggak kayak gitu, Quipperian. Di kampus nanti, kamu akan punya banyak banget tugas yang pastinya disertai dengan deadline yang super ketat.

Tapi, tugas-tugas ini biasanya seru-seru. Kamu akan terjun langsung ke dunia komunikasi dan merasakan seperti apa praktiknya. Misalnya, kamu bisa membuat tugas untuk liputan, membuat film, press release, iklan, dan lain-lain.

Tugas-tugas ini biasanya bersinggungan langsung dengan dunia kerja yang menanti kamu pasca lulus nanti. Makanya, kamu nggak boleh gampang patah semangat saat mengerjakan tugas-tugas kuliahmu, Quipperian. Sebab, tugas-tugas ini seperti simulasi pra-dunia kerja.

Kalian Ingin Bisa Baca Tulisan Prasasti? Yuk, Masuk Prodi Arkeologi!

4. Jangan Malas Ikut UKM

Ada banyak UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) yang menunjang perkembangan karir mahasiswa prodi Ilkom. Misalnya UKM majalah, TV, radio, BEM, dan lain-lain. Tidak hanya menunjang karir di masa depan, ikutan UKM juga sangat berguna untuk melatih kamu mengatur waktu, lho.

Dengan ikutan UKM di tengah deadline yang bertebaran, kamu jadi bisa belajar bagaimana mengatur waktu dengan baik antara bermain, belajar, dan berorganisasi.

Tak hanya itu, ikut kegiatan UKM ini juga akan melatih kamu nanti di dunia kerja supaya kamu bisa tahu tipe-tipe orang. Di dunia kerja nanti akan ada banyak sekali orang dengan latar belakang berbeda. Nah, supaya kamu nggak syok-syok banget nantinya, di UKM-lah waktumu untuk latihan.

5. Jangan Malas PDKT dengan Dosen

Ups, maksud PDKT di sini bukan PDKT buat jadi pasangan, ya! Tapi, PDKT dalam arti kalian harus pintar-pintar membangun relasi dengan dosen-dosen di kampus. Soalnya, biasanya dosen-dosen prodi Ilkom adalah para praktisi yang sudah berpengalaman di bidangnya.

Tentu saja dengan banyak pengalaman, dosen-dosen bisa memberi kamu pelajaran tambahan, cerita mengenai pengalaman mereka, dan yang paling kece adalah koneksi.

Siapa tahu, sang dosen tertarik dengan kemampuanmu kemudian merekomendasikan kamu ke teman-temannya, bukan? Dengan begini, membangun karir pasca kuliah akan jadi lebih mudah, Quipperian.

Tidak usah PDKT berlebihan alias caper. Cukup sering-sering ajak dosen mengobrol atau berdiskusi tentang hal-hal yang sedang update saat ini.

Penulis: Serenata Rosalia

 



DISKON s/d Rp600.000. Kode promo: CERMAT Daftar Sekarang