Raih Kesempatan Kuliah S1 di Luar Negeri dengan 5 Beasiswa Ini

beasiswa asia dan australia
Melanjutkan kuliah S1 di luar negeri tentunya jadi keinginan banyak orang. Namun, terkadang kamu terbentur masalah biaya. Untuk itu, beasiswa bisa jadi solusi yang paling tepat, apalagi jika jenisnya adalah full scholarship. Tidak hanya biaya kuliah yang ditanggung, kamu juga bisa jadi mendapatkan tunjangan uang saku, akomodasi hingga transportasi.
Tapi beasiswa apa saja yang kira-kira peluangnya bagus untuk dicoba oleh pelajar Indonesia? Agar kamu nggak bingung, kamu bisa coba cek 5 beasiswa Asia dan Australia berikut ini.

5 Beasiswa Asia dan Australia yang Patut Kamu Coba

1. Ancora Khazanah Scholarship di Malaysia

Beasiswa ini adalah program kerja sama dari Ancora Foundation dan Yayasan Khazanah untuk pelajar Indonesia yang ingin melanjukan kuliah di Malaysia. Jenis beasiswanya adalah full scholarship, jadi semua biaya kuliahmu sudah aman ditanggung.
Beasiswa ini cocok untuk kamu yang ingin mengambil studi di bidang ekonomi, teknologi, industri dan multimedia. Untuk jurusannya sendiri kamu bisa pilih dari tujuh universitas yang menerima program beasiswa ini. Berikut daftar universitasnya:

  • Universitas Malaya (UM)
  • Universiti Multimedia (MMU)
  • Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM)
  • Universiti Putra Malaysia (UPM)
  • Universiti Tenaga Nasional (UNITEN)
  • Universiti Islam Antarbangsa Malaysia (IIUM)
  • Universiti Sains Malaysia (USM)

Proses pendaftarannya biasanya dibuka pada September-Desember, untuk masa kuliah tahun berikutnya. Kamu bisa mendaftar secara online di http://ancorafoundation.com/programs/khazanah-asia/. Prosesnya terdiri dari tiga tahapan yaitu verifikasi dokumen, tes online dan assessment centre. Jika kamu lolos pada tiga tahapan tes tersebut (kuotanya ada 5 kursi), berarti kamu otomatis bisa mendapatkan beasiswa ini. Tentunya dengan catatan, kamu diterima juga di universitas yang dituju.

2. ASEAN Undergraduate Scholarship (AUS) dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura

Sesuai namanya, beasiswa ini ditujukan untuk pelajar dari negara ASEAN (termasuk Indonesia, kecuali Singapura) yang ingin melanjutkan kuliah S1 di Nanyang Technological University (NTU), Singapura. Beasiswa ini merupakan beasiswa penuh yang akan menutupi semua biaya kuliahmu selama di sana, juga memberikan uang saku sebesar SGD5.800 atau sekitar Rp6 juta per bulannya.
Pendaftarannya biasa dibuka antara Februari-Mei setiap tahunnya, melalui pendaftaran online di http://admissions.ntu.edu.sg. Jika lamaran kamu diterima, maka kamu akan dihubungi melalui email untuk kemudian melakukan proses wawancara langsung di NTU. Siapa pun yang lolos wawancara akan otomatis mendapatkan beasiswa AUS ini.
Beasiswa ini berlaku selama masa tersingkat dari program studimu, umumnya empat tahun. Lalu perlu dicatat juga bahwa beasiswa ini memiliki ikatan dinas, yaitu wajib mengikuti progam Tuition Grant MOE. Program ini mengharuskan penerima beasiswa bekerja selama tiga tahun di Singapura setelah dia lulus kuliah.
Selain di NTU, beasiswa AUS ini juga terdapat di universitas lain di Singapura, yaitu National University of Singapore (NUS), Singapore Management University (SMU), dan Singapore University of Technology and Design (SUTD). Jadi kalau Quipperian merasa kurang cocok dengan program studi di NTU, kamu bisa mencoba beasiswa ini di tiga universitas lainnya.

3. China Government Scholarship (CGS)

Beasiswa S1 yang diberikan oleh CGS ini ada yang jenisnya full dan juga parsial. Untuk di Indonesia, kamu bisa mendaftar melalui Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta. Namun jika kamu langsung mendaftar di universitas tujuan, maka jenis beasiswa yang kamu terima pasti yang berjenis full scholarship.
Untuk yang berjenis beasiswa penuh, kamu akan mendapatkan biaya kuliah, asuransi kesehatan, tempat tinggal, biaya buku dan uang saku senilai 2.500 CNY atau sekitar Rp5 juta. Sedangkan untuk parsial akan ada beberapa unsur dari beasiswa penuh yang dihilangkan. Masa berlaku beasiswa S1 dari CGS adalah 4-5 tahun, di mana satu tahun akan digunakan untuk masa persiapan Bahasa Mandarin secara gratis.
CGS sendiri sebenarnya terbagi lagi ke dalam beberapa program yaitu Bilateral Program, Great Wall Program, Chinese University Program, AUN Program, WMO (Word Meteorogical Organization) Program. Namun, yang menyediakan program studi untuk S1 hanyalah WMO dan Bilateral Program.

4. Beasiswa Monbukagakusho dari Pemerintah Jepang

Untuk yang ingin kuliah S1 gratis di Jepang, Kementrian Pendidikan, Budaya, Olahraga, Sains dan Teknologi Jepang juga menyediakan beasiswa yang bisa digunakan pelajar Indonesia. Beasiswa ini mencakup tanggungan penuh biaya perkuliahan (termasuk biaya sekolah persiapan), uang saku atau biaya tunjangan hidup sekitar 117.000 Yen (sekitar Rp15 juta), tiket pesawat pergi-pulang, hingga biaya pengurusan Visa Belajar.
Beasiswa ini berlaku untuk masa studi selama 5 tahun (1 tahun sekolah persiapan dan 4 tahun masa kuliah) dan bisa hingga 7 tahun bila kamu memilih jurusan Kedokteran. Sekolah persiapan yang dimaksud di sini adalah, studi yang harus dilakukan penerima beasiswa satu tahun sebelum masa kuliah di mulai. Untuk yang mengambil studi di bidang IPS, maka kamu harus belajar Bahasa Jepang, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Sosial. Sedangkan untuk yang mengambil jurusan di bidang IPA, maka kamu harus belajar Fisika, Kimia dan Biologi selama satu tahun.
Beasiswa ini tidak bersifat ikatan dinas namun untuk bisa mendaftar, kamu harus direkomendasikan terlebih dulu oleh universitas di Jepang yang akan jadi tempat studimu dan Kedutaan atau Konsulat Jepang di Indonesia.

5. KGSP (Korean Government Scholarship Program) – Korea Selatan

Kamu punya impian untuk tinggal dan kuliah di Korea Selatan? Jika ya, maka beasiswa ini bisa jadi salah satu langkah kamu untuk mewujudkan mimpimu. Beasiswa KGSP ini adalah beasiswa yang diselenggarakan oleh pemerintah Korea Selatan melalui organisasi pendidikan milik Korea Setalan, NIIED (National Institute for International Education).
Beasiswa yang diberikan jenisnya full alias dibiayai secara penuh, termasuk biaya untuk tiket pesawat pergi-pulang, asuransi kesehatan, hingga uang saku sebesar 8.000 Won atau setara dengan Rp10 juta per bulannya. Tidak aneh jika beasiswa yang satu ini termasuk yang paling banyak diincar.
Beasiswa untuk S1 berlaku selama 5 tahun, dengan rincian satu tahun untuk kursus Bahasa Korea dan 4 tahun kuliah S1. Jalur pendaftarannya sendiri terdiri dari dua jalur yaitu jalur Universitas dan jalur Kedutaan Besar Korea. Ada 25 kursi yang disediakan untuk jalur Universitas yang diperuntukan untuk mahasiswa dari 67 negara. Sedangkan khusus untuk Indonesia, kamu bisa ikut jalur Kedutaan Besar Korea Selatan di Jakarta yang menyediakan tiga kursi setiap tahunnya.
Untuk jalur universitas, kamu bisa memilih jurusan atau fakultas di bidang Ilmu Alam (Natural Science) dan Teknik (Engineering). Sedangkan jika masuk melalui jalur Kedutaan Besar, kamu bisa memilih lebih banyak jurusan, kecuali yang masa studinya lebih dari lima tahun seperti Kedokteran, Kedokteran Gigi dan Arsitektur. Pendaftarannya biasa dibuka mulai Maret-September.
Ada lebih dari 50 universitas ternama di Korea yang menerima beasiswa ini, jadi kamu tidak perlu khawatir akan sulit menemukan jurusan yang kamu inginkan. Beberapa universitas tersebut adalah Seoul National University, Ewha Women University, INHA University, Korea University, Sungkyunkwan University, Yonsei University, KAIST dan masih banyak lagi.
Bagaimana Quipperian? Jadi beasiswa mana yang ingin kamu coba? Yang pasti, beasiswa mana pun yang kamu incar, kamu perlu melakukan persiapan sedini mungkin. Baik dari jurusan atau program studi apa yang ingin kamu ambil, negara mana yang ingin kamu tuju dan pastikan kamu bisa memenuhi semua persyaratan akademis mapun dokumennya ya!

Baca juga : Visa Belajar Calon Mahasiswa Internasional