Mau Lepas SNMPTN? Kesempatan Tidak Datang Dua Kali Lho!

 

Bingung Mau Lepas SNMPTN? Kesempatan Tidak Datang Dua Kali Lho!
Lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) undangan tapi kurang sreg dengan jurusannya membuat hati Quipperian sedikit bimbang bukan? Bila diambil, belum tentu jurusan atau Pergutuan Tinggi Negeri (PTN) itu akan membantu kamu mencapai impian karir ke depan. Tapi, bila tak diambil, ada informasi bahwa ada sistem
blacklist yang akan kamu terima.

Kekhawatiran itu pasti berkecamuk dalam pikiran Quipperian yang lulus SNMPTN undangan. Untuk menjawab kekhawatiran kamu, pada postingan kali ini Quipper akan membahas perihal kewajiban mengambil SNMPTN undangan ketika lulus dan dampaknya bila tidak mengambilnya.

Konsep Dasar SNMPTN Undangan

Pada dasarnya, ada tiga jenis jalur masuk PTN yang berlaku di luar penjaringan minat dan bakat, yakni SNMPTN, SBMPTN, dan ujian mandiri PTN. Ketiganya memiliki proses yang berbeda.

Untuk SNMPTN, siswa yang bisa mengikutinya ialah siswa dengan kriteria nilai tertentu dan direkomendasikan oleh sekolah secara nasional. Lalu, SBMPTN proses seleksinya berasal dari pendaftaran siswa untuk memilih PTN secara nasional tanpa melihat latar belakang akademik selama di sekolah. Dan, ujian mandiri merupakan proses seleksi penerimaan yang dilaksanakan dan ditentukan oleh PTN masing-masing.

Dengan kata lain, konsep dasar pelaksanaan SNMPTN adalah PTN yang mencari calon mahasiswanya dengan mempertimbangkan segala aspek akademiknya selama di sekolah. Oleh sebab itu, untuk dapat mengikuti ujian seleksi SNMPTN tidaklah mudah.

Karena konsepnya PTN yang mencari calon mahasiswanya, persentase kuota penerimaannya jauh lebih besar bila dibandingkan dengan SBMPTN dan ujian mandiri. Kuota penerimaan SNMPTN bisa mencapai 50 persen lebih sehingga bangku yang tersedia jauh lebih banyak dari seleksi penerimaan mahasiswa lainnya.

Karenanya, SNMPTN menjadi cara PTN untuk mencari bibit terbaik dari siswa-siswa se-Indonesia di luar program beasiswa bibit unggul. Ujungnya, akan berkaitan dengan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Jadi, konsep dasar penyelenggaraan SNMPTN ialah PTN yang mencari calon mahasiswanya melalui seleksi undangan.

Manfaat SNMPTN Kepada PTN

Pada proses SNMPTN, siswa yang dinyatakan lulus akan mengisi kuota penerimaan mahasiswa. Bila siswa yang lulus SNMPTN tidak mengambil atau melepasnya, maka kuota tersebut akan dikosongkan. PTN tidak dapat mengisi kekosongan kuota penerimaan itu dengan meluluskan peserta SNMPTN lainnya untuk mengisi kekosongan itu.

Jatah kuota penerimaan itupun tidak dapat diisi oleh siswa yang lulus dari jalur SBMPTN ataupun jalur mandiri. Sebab, kedua jalur tersebut telah memiliki sistem penerimaan dan jumlah kuota tersendiri.

Kekosongan kuota itu akan menjadi kerugian besar bagi suatu PTN. Sebab, hal itu akan mempengaruhi proses akreditasi PTN tersebut yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). Bila terjadi penurunan nilai akreditasi tersebut, PTN akan dianggap tidak bisa mempertahankan integritasnya sebagai lembaga pendidikan tinggi.

Dampaknya, potensi untuk mengembangkan penelitian dan kualitas pendidikannya akan terhambat karena PTN tersebut akan mengalami kesulitan menjalin kerja sama dengan pihak tertentu.

Hal itu akan mempengaruhi kualitas penyelenggaraan pendidikannya. PTN yang memiliki akreditasi yang kurang baik akan kesulitan untuk menerima bantuan dana pendidikan dari pemerintah. Pasalnya, bantuan dana dari pemerintah besarannya ditetapkan berdasarkan nilai akreditasi PTN tersebut.

shutterstock_267126296_800x561

Dengan begitu, PTN harus melakukan perubahan rancangan pengelolaan dananya agar penyelenggaraan proses pendidikannya tidak terganggu. Salah satu cara untuk mengamankan dana operasional penyelenggaraan akademik ialah dengan menaikkan uang semesteran mahasiswa. Hal itu pastinya akan menyulitkan mahasiswa yang berkuliah di PTN tersebut.

Karenanya, setiap siswa yang telah lulus SNMPTN diwajibkan untuk melakukan pendaftaran ulang. Bila tidak, integritas PTN yang dipertaruhkan.

Hasil SNMPTN Juga Berdampak Pada Sekolah

Ketika kamu diterima di SNMPTN maka itu berdampak pula bagi sekolah. Karena, diterimanya alumni suatu sekolah di SNMPTN menunjukkan bahwa sekolah tersebut memiliki alumni-alumni berkualitas.

Hal itu menjadi salah satu acuan peningkatan penilaian akreditasi sekolah yang dilakukan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (BAN-S/M). Penilaian atas banyaknya alumni suatu sekolah masuk PTN cukup mempengaruhi proses penilaian akreditasi BAN-S/M.

Manfaat peningkatan nilai akreditasi sekolah ialah membuat sekolah kamu memiliki kesempatan lebih besar untuk memperoleh kuota pengajuan calon peserta SNMPTN tahun depan. Hal itu sudah pasti akan membuat sekolah kamu menjadi prioritas PTN untuk memberikan undangan lebih banyak ketimbang sekolah lainnya.

Adapun, peningkatan nilai akreditasi juga menjadikan sekolah kamu prioritas untuk pencarian bibit unggul untuk masuk PTN tanpa tes. Dengan begitu, potensi alumni sekolah kamu untuk masuk ke PTN di tahun depan jauh lebih banyak dari tahun sebelumnya.

Selain itu, sekolah kamu akan diberikan kesempatan lebih untuk memperoleh bantuan dana pendidikan dari sekolah. Dana itu akan membantu sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sistem pembelajarannya sehingga jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Karenanya, banyak siswa yang diterima dalam ujian SNMPTN sangat penting bagi sekolah.

Dampak Tak Mengambil SNMPTN Ke Sekolah

Kalau kamu sudah lulus SNMPTN tapi tidak mengambilnya atau melepasnya itu akan memiliki dampak besar kepada sekolah. Pertama, akreditasi sekolah kamu bisa sedikit terancam akan berkurang. Seperti yang sudah dituliskan di atas, SNMPTN menjadi salah satu acuan dalam penilaian akreditasi sekolah.

Berkurangnya nilai akreditasi sekolah itu akan berpengaruh kepada tingkat kepercayaan PTN kepada sekolah untuk kembali memberikan jumlah undangan yang sama untuk tahun selanjutnya. Artinya, jika kamu tidak mengambil SNMPTN maka kuota penerimaan SNMPTN undangan akan berkurang. Hal itu akan menyulitkan adik-adik kelas kamu nantinya bila ingin mengikuti SNMPTN.

Dan, kedua, ada beberapa PTN yang memiliki kebijakan melakukan blacklist kepada sekolah-sekolah. Pada kebijakan blacklist itu, ada dua kategori yang menjadi penilaian. Pertama, bila sekolah melakukan kecurangan sehingga meloloskan siswa yang tidak kompeten sebagai peserta SNMPTN. Dan, kedua, banyaknya siswa yang tidak melakukan pendaftaran ulang SNMPTN setelah lulus.

Jadi, bila kamu dan teman-teman satu sekolah kamu banyak yang lulus SNMPTN tapi tidak melakukan pendaftaran ulang maka PTN memiliki hak untuk mengurangi atau tidak memberikan sama sekali jatah SNMPTN undangan ke sekolah kamu tahun berikutnya. Ada beberapa faktor yang menyebabkan PTN akan sangat ketat perihal SNMPTN ini.

Pertama, kuota yang tak diambil tidak dapat digantikan orang lain. Kedua, banyaknya sekolah lain yang memiliki siswa berpotensi namun tidak memiliki akses untuk mendapatkan SNMPTN undangan. Dan, ketiga, konsep dasar SNMPTN ialah PTN yang mencari calon mahasiswa untuk mengikuti seleksi sehingga PTN pasti ingin individu-individu kompeten yang mengikuti seleksi SNMPTN.

Untuk membersihkan nama dari daftar blacklist, sekolah harus memastikan di tahun berikutnya seluruh siswa yang lulus SNMPTN harus melakukan daftar ulang. Selain itu, sekolah harus meningkatkan kualitas siswanya lebih baik dari tahun sebelumnya. Untuk melakukan hal itu, sekolah harus mempebaharui sistem pendidikannya agar kualitas siswanya lebih baik di tahun berikutnya.

imageedit_3_9717781201

Dampak Melepas SNMPTN Pada Kamu

Melepas SNMPTN undangan setelah lulus ujiannya ada beberapa dampak yang akan kamu terima. Kamu akan kesulitan untuk diterima di PTN yang kamu lepas kelulusan SNMPTN-nya.

Walaupun, pada ujian lainnya kamu memilih jurusan atau fakultas lainnya, nama kamu sudah masuk ke dalam daftar blacklist PTN. Jadi, kamu akan kesulitan masuk di PTN yang bersangkutan.

Hal itu secara tak langsung merupakan punishment PTN kepada kamu yang telah menyia-nyiakan kesempatan dari SNMPTN undangan. Karena, dengan melepas itu, kamu telah membiarkan satu kursi kosong dalam kuota penerimaan PTN.

Hal itu menyebabkan calon mahasiswa lain yang kiranya berpotensi masuk menjadi tidak diterima. Padahal, PTN menjaring calon mahasiswa melalui SNMPTN untuk mendapatkan calon mahasiswa unggul.

Meski demikian, peraturan blacklist kepada calon mahasiswa itu tidak berlaku di seluruh PTN. Namun, mayoritas PTN menerapkan sistem ini agar pada penerimaan SNMPTN pesertanya tidak main-main. Karena, penerimaan mahasiswa itu akan berpengaruh pada integritas PTN di BAN-PT.

Untuk dapat masuk ke jurusan atau PTN yang telah mem-blackist kamu maka kamu harus menunggu hingga tahun depan. Karena, nama kamu di penerimaan mahasiswa tahun ini sudah masuk kategori tidak diprioritaskan untuk lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru.

Jadi, kalau kamu memang ingin masuk PTN melalui jalur SNMPTN undangan maka harus benar-benar matang pilihannya. Bila ingin mengikuti seleksi masuk lainnya setelah melepas SNMPTN, lebih baik kamu memilih PTN lain dari tempat kamu diterima di SNMPTN.

Walapun melepas atau tidaknya SNMPTN itu adalah hak kamu, namun kamu harus mengerti bahwa keputusan kamu itu akan memberikan dampak yang besar. Tak hanya bagi diri kamu, melainkan pihak-pihak lain yang bersangkutan. Usahakan jangan sampai melepas SNMPTN bila sudah diterima.

Penulis: Muhammad Khairil



Yuk, mulai siap-siap PTS! Kode promo: CERMAT Mulai belajar