Penelitian Korelasional – Pengertian, Ragam, Cara Menulis

Foto: Freepik.com

Hai, Quipperian!

Apakah kamu pernah melakukan penelitian? Bisa jadi, penelitian yang kamu lakukan adalah tugas dari sekolah ataupun inisiatifmu sendiri.

Mungkin kamu sudah pernah melakukannya, tapi belum tahu penelitian jenis apa yang kamu lakukan. Nah, kali ini Quipper Blog punya pembahasan lengkap tentang penelitian korelasional, guys.

Hmm, kira-kira kamu pernah melakukannya enggak, ya? Atau, bisakah kamu melakukannya nanti? Check this out!

Pengertian Penelitian Korelasional

Foto: Unsplash.com

Penelitian adalah sebuah kegiatan ilmiah karena munculnya sebuah masalah. Nah, masalah ini memerlukan solusi yang tepat. Namun, tidak semua masalah membutuhkan solusi dari penelitian. Sementara, korelasional berasal dari kata korelasi yang berarti hubungan timbal balik atau sebab-akibat.

Dari pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian korelasional adalah sebuah penelitian yang dilakukan untuk mengetahui hubungan dan tingkat hubungan di antara dua variabel atau lebih. Namun, kamu harus tahu bahwa dalam penelitian korelasional, tidak dilakukan upaya untuk memberikan pengaruh terhadap variabel yang diteliti.

Menurut Suryabrata, penelitian korelasional adalah penelitian dengan tujuan untuk mendeteksi tingkat kaitan variasi-variasi yang ada dalam suatu faktor dengan variasi-variasi dalam faktor yang lain dengan berdasarkan pada koefisien korelasi.

Menurut Emzir, penelitian korelasional yang dilakukan dalam berbagai bidang ini terbatas pada penafsiran hubungan antarvariabel saja, bukan hubungan kausalitas. Meski begitu, penelitian korelasional dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya.

Apa yang Dapat Dihasilkan dari Penelitian Korelasional?

Foto: Unsplash.com

Sebuah penelitian korelasional dapat menghasilkan tiga kemungkinan hasil: korelasi positif, korelasi negatif, dan tidak ada korelasi.

Korelasi positif terjadi saat kedua variabel berhubungan dengan status yang sama. Jika variabel satu meningkat, maka variabel lainnya ikut meningkat, dan demikian pula jika menurun.

Korelasi negatif adalah kebalikan dari korelasi positif. Jika salah satu variabel meningkat, maka variabel lainnya menurun, dan sebaliknya.

Sementara, tidak ada korelasi berarti meningkat atau menurunnya suatu variabel tidak memberikan pengaruh apapun pada variabel lainnya.

Ragam Penelitian Korelasional

Foto: Unsplash.com

Penelitian korelasional terbagi dalam berbagai macam, yaitu:

  • Studi hubungan

Studi ini dilakukan untuk meneliti hubungan di antara hasil pengukuran terhadap dua variabel berbeda dalam waktu yang sama.

Dengan studi hubungan, peneliti akan mendapat gambaran atas tingkat hubungan dari sepasang variabel (bivariat).

Biasanya, sebuah studi hubungan dilakukan sebagai bagian dari penelitian lain yang lebih kompleks. Dengan kata lain, studi hubungan sebetulnya cukup sederhana. Peneliti hanya butuh mengumpulkan skor dari dua variabel berbeda yang ada dalam kelompok subjek yang sama. Kemudian, dari skor tersebut dapat dihitung koefisien korelasinya.

  • Studi prediksi

Studi ini berfokus pada satu atau lebih variabel dengan tujuan untuk menghasilkan prediksi tentang kejadian yang akan terjadi di masa yang akan datang ataupun variabel lain.

Lebih dari tujuan utama penelitian korelasional yang ingin meneliti hubungan di antara dua atau lebih variabel yang diteliti dalam waktu yang bersamaan, studi ini juga ingin membuktikan bahwa salah satu variabel yang diteliti muncul lebih awal dari yang lain, maka variabel yang ada diteliti dalam waktu yang berurutan.

  • Korelasi multivariat

Dari namanya, multivariat, kita dapat menyimpulkan bahwa variabel yang diteliti dalam studi ini berjumlah tiga atau lebih. Ini adalah studi yang digunakan untuk memprediksi fenomena yang lebih kompleks.

Ciri-Ciri Penelitian Korelasional

Foto: Unsplash.com

Agar sebuah penelitian dapat dikatakan sebagai penelitian korelasional, ada beberapa ciri yang membedakannya dari penelitian lain:

  • Penelitian ini cocok bagi variabel-variabel rumit yang sulit diteliti dengan metode eksperimen
  • Penelitian ini memungkinkan peneliti untuk mengukur beberapa variabel dan hubungannya secara serentak dalam waktu yang sebenarnya
  • Hasil penelitian ini akan menunjukkan tinggi atau rendahnya suatu hubungan antar variabel, bukan ada atau tidaknya hubungan
  • Penelitian ini dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu dengan berdasar pada variabel bebas

Cara Menulis Penelitian Korelasional

Foto: Unsplash.com

Melakukan penelitian berarti siap menuliskannya secara ilmiah dong, Quipperian! Kalau kamu ingin melakukan penelitian korelasional, ini dia panduannya:

  • Pemilihan masalah

Pilihlah masalah yang mengandung nilai yang berarti dan butuh pemahaman. Lalu, yang tidak kalah penting, variabel yang dipilih harus berdasarkan pertimbangan bahwa memiliki hubungan tertentu.

  • Studi kepustakaan

Carilah bacaan yang akan menjadi dasar untukmu mendapat landasan teori, kerangka pikir, dan lain-lain. Kamu dapat mencarinya dari jurnal, tulisan ilmiah, laporan penelitian terdahulu, hingga surat kabar.

  • Metodologi penelitian

Tentukanlah metodologi penelitian beserta dengan subjek penelitian.

  • Pengumpulan data

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan data, misalnya angket, wawancara, atau observasi.

Data yang dikumpulkan wajib berbentuk angka, ya! Nilainya bermula dari -1 hingga +1. Negatif merujuk pada korelasi negatif dan positif merujuk pada korelasi positif.

  • Analisis data

Kamu dapat melakukan analisis data dengan menghubungkan hasil pengukuran satu variabel dengan hasil pengukuran variabel lainnya.

  • Simpulan

Simpulan merupakan hasil analisis deskripsi serta pembahasan secara singkat agar mudah dipahami pembaca.

Nah, gimana, Quipperian? Kira-kira kamu bisa enggak nih melakukan penelitian korelasional ini? Kalau kamu masih mau baca artikel menarik lainnya, langsung saja mampir ke Quipper Blog, ya!

[spoiler title=SUMBER]

Penulis: Evita