Kamu Sudah Tahu Belum Apa Itu Bystander Effect? Simak di Sini!

Hai, Quipperian!

Pernahkah kamu berada dalam situasi di mana seseorang nampaknya membutuhkan bantuanmu, namun kamu begitu ragu-ragu untuk menolongnya? Bahkan, kamu malah memperhatikan orang-orang di sekitarmu dahulu dan berharap merekalah yang menolong orang lain yang membutuhkan bantuan tersebut.

Ternyata, hal ini disebut bystander effect! Yuk, kenalan dengan istilah satu ini supaya kamu lebih mengerti dan dapat menghindari hal tersebut.

Apa Itu Bystander Effect?

Bystander effect adalah suatu hal yang terjadi saat kehadiran orang lain membuat seseorang mengurungkan niat untuk membantu orang lain dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan.

Bystander effect merupakan istilah yang menjadi terkenal setelah konsep tersebut dikemukakan oleh psikolog sosial, Bibb Latané dan Jon Darley. Konsep ini dikembangkan dari kasus pembunuhan Catherine “Kitty” Genovese yang terjadi pada tahun 1964 di New York City. Kala itu, Genovese diserang hingga meninggal di luar apartemennya dan tetangganya yang melihat ataupun mendengar teriakannya tidak berhasil untuk segera mencegahnya. Bahkan, sekadar menelepon pihak berwajib dilakukan seseorang sekitar tiga puluh menit sejak Genovese pertama diserang.

Mengapa Bystander Effect dapat Terjadi?

Latané dan Darley kemudian mendapati bahwa kejadian yang menimpa Genovese tersebut disebabkan oleh dua hal utama.

Pertama, adanya difusi tanggung jawab yang merupakan akibat dari kehadiran orang-orang lain. Oleh karena kehadiran orang-orang lain tersebut, seseorang yang turut melihat/mendengar sebuah kejadian yang memerlukan pertolongan tidak begitu merasa butuh untuk melakukan sesuatu, sebab “melakukan sesuatu” tersebut dirasa merupakan tanggung jawab bersama.

Kedua, adanya kebutuhan untuk bertindak dalam langkah-langkah yang dianggap benar dan dapat diterima secara sosial. Kehadiran orang lain menyebabkan seseorang yang turut melihat/mendengar sebuah kejadian yang memerlukan pertolongan tidak langsung memberikan bantuan, melainkan memerhatikan reaksi dari orang-orang di sekitarnya terlebih dahulu. Jika orang lain tidak melakukan apapun, seorang individu biasanya mengartikannya sebagai penanda bahwa tidak dibutuhkannya suatu reaksi apapun.

Dalam kasus Genovese, banyak saksi mata berdalih bahwa mereka berpikir hal yang terjadi bukanlah pembunuhan, melainkan hanya pertengkaran yang terjadi di antara sepasang kekasih.

Kadang kala, saat sebuah keadaan yang membutuhkan pertolongan terjadi, situasinya cukup kacau dan tidak dapat diketahui dengan mudah. Seseorang yang kebetulan menyaksikannya mungkin bertanya-tanya apa yang terjadi. Pada situasi kacau tersebut, seseorang biasanya meyakinkan dirinya tentang apa yang harus dia lakukan dengan melihat orang lain terlebih dahulu.

Kapan Bystander Effect Bisa Terjadi?

Terlepas dari kasus pembunuhan Genovese barusan, bystander effect bukanlah sebuah hal yang hanya dapat terjadi bila berkaitan dengan kriminalitas, lho. Bahkan, lebih dari itu, bystander effect bukan hanya dapat terjadi saat kamu bersama dengan orang-orang asing.

Sebaliknya, bystander effect juga dapat terasa pada tempat kamu bersekolah ataupun bersosialisasi. Orang-orang yang kamu jumpai di sana tentu bukanlah orang asing bagimu, bukan? Namun, nyatanya, masih banyak orang cenderung menghindar saat seseorang butuh pertolongan dengan dalih adanya orang lain di sekitarnya—orang asing ataupun bukan.

Bagaimana Cara Menghindari Bystander Effect?

Melihat bahaya yang dapat terjadi karena bystander effect, tentu kamu tidak ingin turut merasakannya, bukan? Lalu, apa yang harus kamu lakukan untuk terhindar dari perangkap yang menjadikanmu pasif ini?

Beberapa psikolog menyatakan bahwa cara paling ampuh untuk mengatasi bystander effect adalah dengan sesederhana menyadari adanya tendensi ini. Jika kamu berhadapan dengan sebuah keadaan yang mengharuskanmu memberi pertolongan, mengerti akan adanya bystander effect yang bisa menahanmu dan dengan secara sadar mengambil langkah untuk mengatasinya dapat sangat membantu.

Meski begitu, ingat ya, tetap jangan pernah menempatkan dirimu dalam keadaan yang berbahaya. Jika suatu keadaan terlalu berbahaya, kamu harus segera mencari pertolongan dengan menghubungi pihak berwajib.

Bagaimana Jika Saya yang Membutuhkan Pertolongan?

Disadari atau tidak, bahaya dari adanya bystander effect tidak hanya mengancam orang lain, namun juga dirimu sendiri. Bagaimana jika kondisinya adalah kamu yang membutuhkan pertolongan? Apa yang harus kamu lakukan supaya tidak diabaikan orang-orang di sekitarmu?

Ternyata caranya mudah, Quipperian. Hal yang paling mudah untuk kamu lakukan adalah dengan meminta bantuan secara spesifik kepada satu orang yang paling kamu percayai dapat menolong, baik itu orang asing sekalipun. Buatlah kontak mata dan mintalah pertolongannya. Dengan membuat permintaan tolongmu personal, orang lain—bahkan orang asing sekalipun—akan merasa sulit untuk menolaknya.

Semoga kamu lebih mengenal apa itu bystander effect setelah membaca artikel ini ya, Quipperian! Semoga tips-tips yang dapat Quipper Blog berikan kali ini juga dapat bermanfaat bagimu. Jangan lupa baca artikel menarik lainnya hanya di Quipper Blog!

Sumber:

Penulis: Evita