Gabut, Baper, Mager Itu Apa Sih? Ini Definisi, Sejarah, dan Tips Menghindarinya!

Gabut, baper, mager merupakan bagian dari bahasa slang. Gabut merupakan akronim dari gaji buta, baper akronim dari bawa perasaan, dan mager akronim dari malas gerak.

Quipperian pasti pernah mendengar kata-kata gabut, baper, mager, kan? Atau malah sering menggunakannya? Kamu tahu enggak sih kalau kata-kata tersebut merupakan beberapa contoh kata dari bahasa slang. Bahasa slang adalah bahasa yang digunakan oleh kelompok atau komunitas masyarakat bahasa lainnya.

Sebenarnya bahasa slang bukan merupakan bahasa resmi, kata-kata tersebut biasanya muncul dari ketidaksengajaan ketika tengah berkomunikasi dengan orang lain. Slang dapat berupa satuan ekspresi terhadap suatu peristiwa atau kata-kata yang kemudian mengalami perubahan bentuk dan makna.

Bahasa slang biasanya dipakai oleh para remaja atau kelompok sosial tertentu untuk berkomunikasi antar sesama kelompok dengan tujuan orang diluar kelompok tidak mengerti dengan apa yang mereka komunikasikan.

Dari berbagai jenis bahasa slang, kata gabut, baper, mager merupakan jenis bahasa slang akronim, yaitu penggabungan dari dua kata atau lebih. Sebenarnya kata-kata ini sudah ada sejak lama, tapi apa Quipperian tahu arti dari kata-kata tersebut?

Gabut

Gabut merupakan akronim dari “gaji buta.” Gaji buta yang dimaksud sebenarnya adalah gaji atau upah yang diterima seseorang yang tidak melakukan seluruh atau sebagian pekerjaannya. Namun penggunaan istilah gabut ini kemudian memiliki makna yang beragam, misalnya malas, bosan, dan tidak ada kegiatan. Dilihat dari pemaknaannya, konotasi kata gabut ini cenderung negatif.

Apa yang akan terjadi jika Quipperian terlalu banyak gabut? Perasaan gabut membuat kita cenderung tidak ingin melakukan kegiatan apapun, terutama yang merepotkan. Hal ini kemudian bisa membawa pengaruh negatif kepada diri sendiri dan orang sekitar.

Menghindari hal tersebut, kamu yang merasa terlalu banyak gabut sebenarnya punya jalan keluar, kok. Yang paling sederhana adalah mengisi waktu luang dengan mencari kesibukan yang bermanfaat dan positif.

Manajemen waktu sangat diperlukan agar disiplin dan konsisten, sehingga tidak lagi ada waktu yang terbuang sia sia dan menyebabkan seseorang menjadi gabut. Cara lainnya adalah berinteraksi dengan orang lain yang memiliki aktivitas positif, sehingga kamu terbawa menjadi positif.

Baper

Baper merupakan akronim dari “bawa perasaan.” Kata baper ini memiliki makna yang berbeda-beda bagi setiap orang atau kelompok tertentu, tapi diartikan sebagai sesuatu yang negatif. Sebenarnya apa sih yang membuat seseorang dikatakan “baper”?

Quipperian mungkin pernah mengganggap serius suatu masalah atau berlebihan menanggap suatu keadaan. Keadaan seperti ini yang seringkali membuat kita dikatakan “baper” dan tentu saja sesuatu yang dimaknai negatif.

Akibat dari perasaan baper diatas dapat menimbulkan kamu jadi enggak mood dalam melakukan aktivitas. Lebih parahnya lagi, Quipperian bisa menjadi orang yang selalu negative thinking dan mudah kecewa kepada orang lain. Tidak mau kan jika hal tersebut terjadi sama kamu?

Lalu bagaimana cara agar tidak menjadi seseorang yang mudah baper? Mulailah dari diri sendiri, berpikir realistis dan tidak menaruh ekspektasi yang terlalu tinggi kepada sesuatu atau seseorang. Terbiasa berpikir positif terhadap diri sendiri dan orang lain pun dapat menghindari diri kita dari perasaan mudah baper, lho.

Mager

Mager merupakan akronim dari “males gerak.” Kata ini biasanya digunakan sebagai sebuah bentuk penolakan terhadap suatu ajakan seseorang. Kamu mungkin pernah menjawab dengan kata “mager” ketika menolak seorang teman yang mengajak untuk bermain atau melakukan suatu kegiatan. Alasan menolak bisa karena apa saja, misalnya lelah, tidak semangat, atau bahkan tidak tertarik dengan ajakan tersebut.

Nah, kata mager ini sebenarnya sudah cukup terkenal, namun semakin populer ketika seorang komentator bola mengucapkannya langsung dalam sebuah siaran kepada pemain bola yang tidak banyak bergerak selama pertandingan.

Kata mager ini sendiri dimaknai sebagai sesuatu yang negatif, terlalu sering menggunakan kata ini dalam kehidupan sehari-hari apalagi sampai benar-benar melakukannya dapat merugikan kamu, lho. Bagaimana tidak? Ketika banyak orang lain sedang sibuk menikmati hidup, berlomba-lomba mengejar kesuksesan, dan hal-hal lain yang membuat mereka bahagia, orang yang terlalu mager hanya diam dan bermalas-malasan sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

Lalu bagaimana sih sebaiknya agar kita tidak mager? Yang paling sederhana sekaligus cukup sulit dilakukan adalah memaksakan diri sendiri agar terus bergerak, sekalipun itu hal sederhana. Kamu juga bisa mencari kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat, agar dalam melakukannya bisa ada kesenangan. Banyak berkumpul dengan orang-orang yang rajin dan bersemangat pun bisa jadi alternatif dalam mengatasi rasa mager, semangat orang lain akan secara tidak langsung membuat Quipperian jadi ikut bersemangat pula.

Well, seberapa sering kamu menggunakan kata gabut, baper, mager, Quipperian? Jangan lupa, tetap gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar ya apalagi kalau berbicara dengan orang yang lebih tua atau senior, baik di sekolah, kuliah, atau lingkungan kerja. Ngomong pakai bahasa slang enggak masalah, asalkan kamu enggak benar-benar mengilhami kata-kata itu. Bayangkan, kalau kamu sering banget ngomong kata mager, mau jadi orang pemalas betulan? Tentu enggak, kan!

So, jangan lupa ya Quipperian untuk kunjungi Quipper Blog biar kamu bisa baca artikel lainnya dan enggak gabut. Ingat, jangan baper-an dan jangan mager untuk klik Quipper Blog!

Sumber:

Penulis: Kiram

Be the first to comment

Leave a Reply