Otak Kiri – Fungsi, Tanda, dan Akibat Rusaknya Otak Kiri

Otak dibagi menjadi 2 bagian yaitu kanan dan kiri. Apa fungsi dan tanda dominan otak kiri? Apakah manusia bisa hidup dengan mengandalkan satu sisi bagian otak saja? Bagaimana jika otak bagian ini tidak bekerja secara optimal? Yuk, Quipperian baca ulasan berikut ini!

Fungsi Otak Kiri

Otak memiliki dua bagian yang memiliki fungsinya masing-masing. Roger Sperry adalah seorang ahli neuropsikolog asal Amerika Serikat. Ia menjadi orang pertama yang menjelaskan mengenai fungsi 2 bagian otak tersebut lewat risetnya mengenai otak manusia.

Hasil risetnya menunjukkan bahwa antara otak bagian kanan dan kiri tidaklah berfungsi sendiri-sendiri, melainkan tetap tersambung dan saling berbagi informasi melalui serat saraf yang disebut corpus callosum. Bagian otak bekerja secara silang, yang artinya otak kiri mengatur otot tubuh bagian kanan dan otak kanan mengontrol otot tubuh bagian kiri.

Secara umum, kemampuan otak kiri lebih unggul untuk memahami bahasa. Artinya otak bagian ini yang berfungsi untuk mengolah apa saja yang kita dengar, mengatur kemampuan berbicara, dan mengatur penalaran. Jika seseorang mengerti tentang bahasa, maka ia mudah memahami setiap hal yang dijelaskan.

Oleh karena itu, otak bagian ini membuat orang berpikir logis sehingga mampu untuk memperhatikan detail dan berpikir analitis. Hal ini yang mendasari mengapa orang dengan keunggulan otak bagian ini disebut mahir dalam berhitung.

Tanda Otak Kiri Lebih Dominan

Setiap orang memiliki kemampuan otak yang berbeda. Otak memiliki aktivitas berbeda di masing-masing bagian. Nah, apakah kamu memiliki otak kiri yang dominan? Berikut tanda-tandanya:

1. Mahir dalam Mengatur Rencana

Otak kiri cenderung mengatur aktivitas yang realistis. That’s why, seseorang dapat merencanakan tujuannya dengan baik. Orang dengan keunggulan di otak bagian ini memiliki standar yang jelas untuk mengukur keberhasilan tujuannya karena memiliki rencana yang matang. 

2. Mahir dalam Membaca Peta

Nah, orang yang dominan otak bagian ini mudah membaca petunjuk pada peta. Hal ini karena mereka cepat fokus dan mudah menghafal bentuk atau arah. 

3. Daya Ingat Tinggi

Otak bagian ini bertanggung jawab dalam memori otak dan penalaran. Ini membuat seseorang memiliki kemampuan daya ingat yang tajam. Orang dengan dominan otak kiri mampu mengingat informasi secara detail, bahkan untuk kejadian yang sudah lama.

4. Ahli Matematika dan Bahasa

Orang dengan dominan otak bagian ini berpikir dengan menggunakan penalaran analitis. Hal ini akan membuat seseorang mudah untuk menguasai pelajaran matematika, sains bahkan bahasa baru, lho.

5. Berpikir Logis

Secara spontan kamu akan memecahkan masalah secara logis, bukan perasaan. Saat menemukan sebuah masalah, secara otomatis kamu akan mencari solusi dengan nalar.

Cara Sederhana Melatihnya

Sebenarnya, kemampuan otak bagian apapun bisa dilatih, Quipperian. Apakah kamu merasa tertarik untuk melatih bagian otak ini, Quipperian? Ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk melatih kemampuan otak kiri, yaitu:

1. Belajar Bahasa Asing

Dengan belajar bahasa asing, kamu dapat meningkatkan kemampuan otak kamu. Otak kiri akan bekerja untuk menyimpan banyak kosa kata baru. Struktur dan kosa kata bahasa asing akan membantu kamu melatih daya ingat dan penalaran.  

2. Menyelesaikan Teka-Teki

Otak bagian ini berfungsi untuk menyelesaikan masalah. Nah, kamu bisa meningkatkan kemampuan berpikir kamu dengan menyelesaikan banyak masalah. Dengan banyak menyelesaikan teka-teki akan membantumu berpikir dengan mengoptimalkan nalar. 

3. Berhitung dengan Otak

Mungkin kita sudah lebih mudah untuk melakukan perhitungan dengan kalkulator pada zaman teknologi ini. Namun, kamu harus menyadari bahwa hidup di dunia didominasi dengan angka. Mulai dari harga, dosis obat, waktu, nomor plat mobil hingga jarak. 

Kamu bisa menggunakan hitungan dalam bayangan kepala untuk setiap transaksi atau hitungan jam pada kepala. Misalnya melakukan pembagian pembayaran makanan dengan teman-teman. 

Jangan langsung menggunakan cara praktis dengan kalkulator. Jika untuk hitungan gampang saja kamu sudah menggunakan kalkulator, maka otak akan terbiasa santai.

Dampak Kerusakan Otak Kiri

Apabila seseorang mengalami cedera pada otak sisi kiri maka hal ini akan mempengaruhi kemampuan bicara dan gerakan pada tubuh bagian kanan. Meskipun kesulitan berbicara namun orang tersebut masih bisa memahami instruksi dan mengeluarkan ide.

Nah, mereka yang mengalami kerusakan pada otak kiri lebih mudah mengalami afasia yaitu kesulitan untuk menyebutkan sesuatu dalam bahasa. Namun, kerusakan otak kanan juga dapat menyebabkan afasia dengan kemungkinan yang lebih kecil.

Sebagai contoh, penderita afasia tanpa menyadari ucapannya akan mengatakan rumput pemotong padahal yang dimaksud adalah pemotong rumput. 

Walaupun manusia tetap bisa hidup dengan 1 bagian otak, tetap saja memiliki kekurangan dalam beraktivitas. Terlalu mengandalkan 1 bagian otak juga dapat mengurangi kemampuan bagian otak lainnya, lho. Usahakan tidak hanya melatih 1 sisi bagian otak saja. Masing-masing otak memiliki peran dan tugas yang terpisah namun keduanya tetap saling bertukar informasi. 

Contoh sederhana adalah ketika kamu ingin meminjam sebuah pensil yang berada di tangan temanmu, namun kamu tidak dapat mengingat nama benda itu walaupun mengenali benda tersebut. Kamu akan berusaha untuk meminjam dengan memperagakan cara menulis atau menunjuk benda tanpa menyebutkan nama benda karena tidak mengingatnya.

Nah, kejadian tersebut disebabkan karena adanya informasi mengenai benda yang berasal dari otak kanan tidak dapat berpindah ke otak sisi kiri. Padahal otak kiri berperan dalam fungsi berbahasa. Oleh karena itu, lebih baik untuk memaksimalkan fungsi kedua otak secara sinergis.

Quipperian, ingin mengasah kemampuan otak kamu? Yuk, daftar di sini dan tambah wawasan kamu!