Pembahasan Teori Perilaku Produsen Lengkap dengan Faktor yang Mempengaruhinya

Apa Quipperian pernah mendengar istilah teori perilaku produsen? Mungkin Quipperian sudah sempat melihatnya di buku pelajaran Ekonomi. Teori perilaku produsen sendiri digunakan untuk meneliti perilaku produsen dalam setiap kegiatan ekonomi, tepatnya untuk mencari tahu faktor apa saja yang memengaruhi produsen dalam memproduksi barang. 

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang teori perilaku produsen, pastikan untuk mempersiapkan catatan kalian ya, karena di sini bakal menjelaskan tentang definisi, tujuan dan cara menganalisis perilaku produsen!

Apa Itu Produsen?

Sebelum membahas teori tentang perilakunya, yuk, coba mengingat-ingat dahulu apa yang dimaksud dengan produsen, Quipperian.

Menurut KBBI, produsen ialah penghasil barang. Ditilik lebih dalam lewat ilmu ekonomi, lebih lengkapnya, produsen merupakan penghasil barang atau jasa dengan tujuan untuk dipasarkan atau dijual.

Selain menghasilkan barang, produsen juga memiliki sejumlah fungsi dalam kegiatan ekonomi, lho! Pertama, produsen dapat menganalisis kondisi ekonomi dilihat dari sudut pandang ekonomi makro. Lalu, produsen dapat berfungsi sebagai manajer yang mengkoordinasikan faktor-faktor produksi dalam masyarakat. Banyak produsen juga memiliki kreativitas sekaligus inisiatif untuk menghasilkan inovasi terbaru!

Apa yang Dilakukan oleh Produsen?

Produsen perlu melakukan kegiatan produksi. Produksi ialah usaha produsen dalam menciptakan serta meningkatkan nilai guna dari suatu barang atau jasa supaya dapat bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Kegiatan produksi memiliki beberapa tujuan, misalnya:

  • Menghasilkan barang demi kebutuhan konsumen.
  • Meraih keuntungan optimal.
  • Memaksimalkan sumber daya.
  • Memaksimalkan hasil produksi (output).
  • Meminimalisir biaya produksi.
  • Mencari modal tambahan.

Produksi juga dapat berupa bermacam-macam jenis, misalnya produksi agraris yang memanfaatkan sumber daya alam, produksi industri yang mengubah bahan baku menjadi barang setengah jadi ataupun barang jadi, produksi ekstraktif yang mengambil sumber daya alam, produksi perdagangan yang berperan menjadi perantara antara produsen dan konsumen, produksi jasa yang berhubungan dengan keahlian tertentu, serta produksi pengangkutan yang melayani distribusi barang.

Masalah Dasar Produsen

Ada 4 masalah dasar dalam produsen yuk simak baik-baik.

  1. Apa Yang Harus diproduksi?
    Dalam hal ini Quipperian sebagai pelaku produsen harus sumber daya apa yang terbatas dalam masyarakat guna memutuskan barang/jasa mana yang harus diproduksi. Contoh : Menentukan jumlah produksi antara beras dan jagung untuk masyarakat indonesia lebih membutuhkan yang mana?
  2. Bagaimana Memproduksinya?
    Produksi barang memiliki banyak metode contoh: dalam membajak sawah masyarakat lebih memilih memakai kerbau atau traktor pembajak sawah. Memakai kerbau tentu lebih tradisional dan bermodal kecil sedangkan traktor pembajak sawah lebih membutuhkan investasi dana besar.
  3. Untuk Siapa Barang Diproduksi?
    Kebutuhan produksi suatu barang / jasa tentunya tidak bisa asal, dalam hal ini kita harus menentukan target pasar dan juga jumlah kuantitas serta kualitas barang demi kepuasan masyarakat.
  4. Apa Ketentuan Untuk Pertumbuhan Ekonomi?
    Dari sumber daya yang telah diproduksi jika masyarakat hanya mengkonsumsi untuk saat ini tentunya akan berdampak buruk, seperti kapasitas produksi tidak akan meningkat  berdampak pada standar hidup konstan berujung penurunan standar hidup. Solusinya sumber daya harus disimpan sebagian dan dikembangkan untuk masa depan masyarakat

Peran produsen

Produsen sendiri memiliki peran penting dalam kegiatan produksinya. Produsen berperan sebagai : 

  1. Pihak yang menghasilkan barang dan jasa, yang nantinya digunakan dalam kegiatan ekonomi. 
  2. Dengan adanya kegiatan produksi, produsen dapat membantu membuka lapangan kerja bagi sejumlah tenaga ahli yang posisi dan keahliannya dibutuhkan. 
  3. Produsen dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari barang produksi yang dibeli konsumen, maka produsen dapat membayar gaji pekerjanya untuk keberlangsungan hidup mereka.
  4. Sebagai seorang produsen juga harus menyelesaikan permasalahan seperti apa yang harus diproduksi?, bagaimana cara memproduksinya?, untuk siapa barang itu diproduksi?, dan jangan lupa semua ini memiliki tujuan profitable bagi pelaku produsen.

Peran produsen dalam kegiatan ekonomi

Produsen juga memiliki peran penting dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Produsen berperan sebagai sarana utama dalam pembangunan ekonomi negara dengan memastikan kegiatan ekonomi dapat berjalan dengan lancar. Lalu, produsen juga berperan untuk menjalankan perputaran uang, dan membayar pajak kepada negara sehingga negara dapat tumbuh dan berkembang.

Contoh perilaku produsen dalam dunia nyata & siapa saja yang termasuk produsen

Beberapa perilaku produsen dalam dunia nyata yang dapat Quipperian lihat adalah seorang pedagang sayur yang membawa hasil panennya ke pasar untuk dijual. Namun setelah diamati, ia ternyata membawa kangkung dalam jumlah besar dibandingkan sayuran lainnya, karena sayur tersebut banyak dicari pembeli.

Contoh lainnya adalah pedagang tahu yang memperkecil ukuran tahunya karena harga kedelai yang semakin mahal. Cara ini membantu pedagang tahu untuk mempertahankan pelanggannya tanpa harus menaikkan harga tahu. Inilah contoh bahwa kegiatan produksi harus dilakukan seefisien mungkin agar bisa mendapat keuntungan dengan modal kecil.

Apa Itu Teori Perilaku Produsen?

Pada saat melakukan kegiatan produksinya, pihak produsen akan melakukan sejumlah hal agar dapat menghasilkan produk secara efisien. Hal-hal inilah yang kemudian ditelaah lebih lanjut lewat teori perilaku produsen.

Secara garis besar, dalam teori ini, dijelaskan perilaku produsen yang menghasilkan produk untuk mencapai tingkat efisiensi dalam kegiatan produksi yang dilakukannya. Tentu saja demi mendapatkan keuntungan, produsen akan berupaya untuk menghasilkan produk sebaik-baiknya tanpa menggunakan faktor produksi secara berlebihan alias tetap efisien!

Dalam kegiatan produksi sendiri, ada beberapa komponen yang perlu dipikirkan produsen supaya dapat mencapai efisiensi, misalnya transportasi produk output, penyimpanan, periklanan, dan lainnya.

Terdapat sejumlah ahli yang mengartikan apa itu perilaku produsen. Muhammad menjabarkan perilaku produsen sebagai tindakan yang dilakukan oleh para produsen untuk memenuhi kebutuhannya dengan cara menghasilkan produk dengan biaya yang paling sedikit dan menggunakan faktor-faktor maupun variabel yang memiliki pengaruh kuat di dalamnya. 

Sedangkan Monzer Kahf, seorang pakar ekonomi Islam mendefinisikan perilaku produsen sebagai kegiatan manusia yang bertujuan untuk mencapai kesejahteraan, baik itu kesejahteraan duniawi maupun akhirat melalui penerapan standar moral yang sesuai dengan ajaran Islam.

Jadi kurang lebih, perilaku produsen adalah suatu kegiatan yang dilakukan manusia untuk bisa mendapatkan keuntungan, dengan biaya seminimal mungkin, melalui proses yang memanfaatkan faktor-faktor tertentu.

Faktor-faktor Perilaku Produsen

Dalam kegiatan produksinya, terdapat sejumlah faktor yang memengaruhi perilaku produsen. Faktor yang mempengaruhi perilaku produsen di antaranya adalah lingkungan, perbedaan individu, hingga proses psikologis. Pengaruh lingkungan meliputi kelas sosial dan budaya sekitar. Produsen yang berasal dari kelas ekonomi atas akan cenderung berbeda dengan produsen yang berasal dari kelas ekonomi menengah ke bawah. Sebab, keduanya punya faktor penghambat yang berbeda dalam menjalankan proses produksinya.

Lalu, perbedaan individu juga dapat memengaruhi kegiatan produksi karena tiap orang memiliki motivasi, gaya hidup, hingga kepribadian yang berbeda. Hal ini kemudian akan membedakan gaya dan kegiatan produksi yang dilakukan. Sementara itu, proses psikologis dapat memengaruhi perilaku produsen karena tiap produsen memiliki cara sendiri dalam mengolah informasi dan menganalisis permintaan dari konsumen.

Tujuan Perilaku produsen

Nah, terdapat sejumlah tujuan dalam perilaku produsen di kegiatan ekonomi nih, Quipperian. Mengamati perilaku produsen bertujuan untuk mengetahui cara mereka mengubah atau meningkatkan nilai guna sebuah produk hingga menarik konsumen untuk melakukan pembelian. Teori perilaku produsen juga dipelajari untuk mengetahui cara yang ditempuh produsen dalam memenuhi permintaan dari konsumen dan ikut membantu dalam pertumbuhan ekonomi negara melalui kegiatan ekonomi yang mereka jalankan.

Seperti Apa Analisis Perilaku Produsen?

Bayangkanlah dirimu sebagai seorang pengusaha di masa depan yang memiliki peran sebagai produsen dalam kegiatan ekonomi!

Apa sih, yang akan kamu inginkan? Tentu saja keuntungan sebesar-besarnya, bukan? Dalam hal ini, efisiensi dari kegiatan produksi dalam perusahaanmu tentu saja harus menjadi fokus utamamu. Kamu harus dapat menentukan dengan tepat paling tidak empat pertanyaan ini:

  • What—apa barang yang akan kamu produksi?
  • How—bagaimana cara yang paling efisien untuk memproduksi barang itu?
  • Who—siapa yang akan terlibat dalam proses produksi nantinya?
  • Whom—untuk siapakah barang tersebut diproduksi?

Terdapat dua hal penting sebagai penentu perilaku produsen, yaitu sifat dari kegiatan produksi itu sendiri berupa produksi jangka pendek atau produksi jangka panjang.

Produksi jangka pendek ialah produksi dengan sebagian faktor produksi dengan jumlah yang tetap dan sebagian lagi tidak. Produksi jangka panjang ialah produksi dengan seluruh faktor produksi yang tidak tetap. Faktor produksi tetap ialah faktor produksi yang jumlah penggunaannya tidak bergantung kepada jumlah produksinya. Ada atau tidaknya kegiatan produksi, faktor tersebut harus tetap tersedia.

Kesimpulan

Sekarang Quipperian sudah tahu kan, apa itu perilaku produsen? Dengan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi dan cara perilaku produsen melakukan kegiatan produksinya, Quipper bisa tahu kenapa produsen melakukan sebuah tindakan. Semua itu dilakukan karna mereka menginginkan keuntungan dengan mengeluarkan modal yang tidak terlalu besar.