Pengertian Akuntansi Perusahaan Dagang Beserta Siklusnya

Hai, Quipperian!

Di masa depanmu nanti, ingin menjadi apakah kamu? Profesi-profesi seperti dokter atau polisi pastilah sangat menarik dan menjanjikan. Namun, seiring perkembangan zaman, tumbuh pula profesi-profesi lainnya yang tidak kalah menjanjikan, lho.

Salah satu profesi yang banyak dilirik ialah menjadi entrepreneur. Selain menciptakan lapangan kerja, profesi ini juga bisa mendatangkan banyak keuntungan bagi pemiliknya. Namun, perlu diperhatikan bahwa keuntungan tersebut hanya bisa diperoleh secara terus-menerus atau stabil apabila perusahaan memiliki sistem akuntansi yang baik.

Kali ini, Quipper Blog akan membahas tentang akuntansi dalam perusahaan dagang.

Apa Itu Siklus Akuntansi?

Menurut Bahri (2016:18) Siklus akuntansi adalah tahapan-tahapan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan sehingga siap untuk pencatatan berikutnya.

Bagi kalian yang bercita-cita menjadi akuntan ini hal yang wajib kalian pahami, bisa ditaksirkan siklus akuntansi adalah sebuah rangkaian kegiatan yang dibagi menjadi rantai kegiatan berkaitan dengan analisis transaksi suatu perdagangan yang dimasukan kedalam jurnal dan dilanjutkan ke buku besar.

Apa itu Perusahaan Dagang?

Sebelumnya, Quipper Blog pernah membahas tentang perusahaan jasa. Ingatkah kamu? Berbeda dengan perusahaan jasa yang melakukan penjualan dan penawaran produk berbentuk pelayanan atau jasa sebagai kegiatan utamanya, perusahaan dagang memiliki aktivitas utama berupa penjualan dan penawaran produk berupa bahan baku, barang setengah jadi, ataupun barang jadi. Barang-barang tersebut ialah hasil pertanian, hasil perkebunan, hasil hutan, serta hasil industri pengolahan.

Secara garis besar, kegiatan dalam sebuah perusahaan dagang bermula dari membeli, menyimpan, kemudian menjual kembali barang dagangnya tanpa memberikan nilai tambah kepada barang tersebut.

Ada beberapa ciri dari perusahaan dagang, yaitu:

  • Pendapatan utama perusahaan berasal dari penjualan barang dagang.
  • Biaya utama perusahaan berasal dari harga pokok barang terjual serta biaya usaha lainnya.
  • Tujuan utama perusahaan ialah mencari laba dari penjualan barang dagang dengan harga yang lebih tinggi daripada harga belinya.
  • Terdapat akun persediaan barang dagang dalam akuntansi perusahaan.
  • Berperan sebagai perantara produsen dengan konsumen.

Akuntansi Perusahaan Dagang

Selayaknya perusahaan jasa, dalam perusahaan dagang pun ada kegiatan akuntansi yang penting bagi perusahaan. Dalam akuntansi perusahaan dagang, terdapat empat komponen penting, yaitu barang masuk (pembelian), barang keluar (penjualan), kas masuk (pendapatan), serta kas keluar (pengeluaran).

Ada beberapa transaksi yang biasanya terjadi dalam sebuah perusahaan dagang, misalnya:

  • Pembelian barang dagang (secara kredit ataupun tunai)
  • Retur pembelian
  • Beban angkut pembelian
  • Potongan pembelian
  • Penjualan barang dagang (secara kredit ataupun tunai)
  • Retur penjualan
  • Potongan penjualan

Ciri-ciri Akuntansi Perusahaan Dagang

Dalam suatu periode akuntansi dalam perusahaan dagang, terdapat beberapa akun yang tidak terdapat pada akuntansi perusahaan jasa, lho.

Sudahkah kamu tahu akun-akun yang dimaksud tersebut?

  1. Akun Pembelian
    Sebelum dijual kepada konsumen, barang-barang dagangan yang masuk ke dalam perusahaan akan dicatat di dalam akun ini, Quipperian. Namun, tidak semua pembelian akan dicatat, ya! Pembelian selain barang tidak akan dimasukkan ke dalam akun ini.
  2. Akun Penjualan
    Segala jenis kegiatan penjualan barang dagangan yang dilakukan perusahaan kepada baik itu konsumen maupun perantara akan dicatat di dalam akun ini. Psst, serupa dengan akun pembelian, penjualan selain barang juga tidak akan dimasukkan ke dalam akun ini, lho.
  3. Akun Persediaan
    Data mengenai ketersediaan barang dagangan perusahaan dalam suatu periode akan dicatat di dalam akun ini.
  4. Akun Harga Pokok Penjualan (HPP)
    Tidak lupa, harga pokok yang digunakan perusahaan pada saat menentukan harga beli barang yang akan dijual dalam suatu periode serta dipengaruhi oleh harga pasar akan dicatat pula di dalam akun ini.
  5. Akun Potongan Tunai
    Apabila perusahaan memberikan potongan harga alias diskon bagi konsumen yang melakukan transaksi pembelian barang secara tunai, hal tersebut akan dicatat di dalam akun ini.
  6. Akun Potongan Pembelian
    Serupa dengan akun potongan tunai, jika perusahaan mendapatkan potongan harga atau diskon dari produsen barang dagangannya karena telah melakukan transaksi pembelian barang secara tunai atau secara lunas, maka hal itu akan dicatat di dalam akun ini.
  7. Akun Retur Penjualan
    Akun satu ini akan menyimpan sekaligus melakukan analisis terhadap data tentang barang yang telah terjual pada konsumen, namun dikembalikan lagi kepada perusahaan. Pengembalian ini dapat disebabkan oleh kondisi barang yang tidak baik atau cacat serta tidak sesuai dengan pesanan konsumen.
  8. Akun Beban Pemasaran
    Akun ini akan melakukan pencatatan terhadap beban-beban yang ditanggung perusahaan dalam menjual barang dagangannya hingga sampai kepada konsumen.

Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang

Nah, kalau kamu lihat toko kelontong di dekat rumah, mereka pasti melakukan transaksi keuangan. Transaksi tersebut jelas harus selalu dicatat agar pemilik toko kelontong bisa tahu keluar-masuknya uang. Agar semua transaksi mudah dilacak, maka pemilik toko kelontong sebaiknya mengikuti siklus akuntansi perusahaan dagang. Berikut tahapan lengkap dalam siklus akuntansi perusahaan dagang.

  1. Tahap Pencatatan
    Tahap pertama dalam siklus akuntansi perusahaan dagang adalah pencatatan. Perusahaan dagang pasti menjual beraneka jenis barang. Beberapa transaksinya pun terkadang dilakukan secara berulang. Jadi, mereka pasti butuh pencatatan khusus. Di sinilah Jurnal Khusus bisa membantu. Dengan Jurnal Khusus, maka perusahaan nggak perlu lagi bolak-balik mencatat transaksi yang tiap bulannya berulang. Contoh Jurnal Khusus adalah Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran Kas.

    Penting untuk diingat nih, Quipperian, Jurnal Khusus biasanya digunakan oleh perusahaan besar dengan jenis transaksi yang sangat beragam. Untuk perusahaan dagang kecil yang transaksinya tidak terlalu berbeda, Jurnal Umum saja sudah cukup.

    Dari Jurnal Khusus, kemudian berlanjut ke Buku Besar. Nah, Buku Besar sendiri berfungsi untuk mencatat perubahan-perubahan yang terjadi akibat transaksi keuangan. Dalam Buku Besar, akun yang sejenis akan dicatat dalam satu kelompok.

    Selain itu, perusahaan dagang juga perlu menyusun Buku Besar Pembantu. Buku Besar Pembantu dipakai untuk mencatat perkiraan dan perubahan-perubahannya secara rinci. Sederhananya, buku yang satu ini berfungsi untuk menjelaskan rincian yang nggak bisa tercatat dalam Buku Besar.
  2. Tahap Pengikhtisaran
    Setelah tahap pencatatan, perusahaan dagang bisa masuk ke tahap pengikhtisaran. Saldo akun yang ada di Buku Besar kemudian disusun menjadi Neraca Saldo. Neraca Saldo merupakan daftar yang memuat saldo-saldo akun di Buku Besar. Tujuannya adalah untuk memastikan saldo debit dan kredit tetap seimbang.

    Jika Neraca Saldo sudah tersusun, maka langkah selanjutnya adalah membuat Jurnal Penyesuaian. Sama seperti namanya, nih, Quipperian, Jurnal Penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan perkiraan yang belum sesuai dengan keadaan sesungguhnya. Biasanya, jurnal ini memuat penyesuaian pada persediaan barang, pendapatan diterima di muka, hingga beban yang masih harus dibayarkan.
  3. Tahap Pelaporan
    Dari tahap pengikhtisaran, ada tahap pelaporan. Apa yang dilakukan perusahaan dagang pada tahapan ini? Pada tahapan ini, perusahaan perlu menyusun Laporan Keuangan. Secara garis besar, Laporan Keuangan adalah ringkasan transaksi keuangan pada satu periode akuntansi. Laporan ini terdiri dari Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan Laporan Arus Kas.

    Laporan Laba Rugi berisi jumlah pendapatan dan beban perusahaan pada satu periode akuntansi. Sedangkan, Laporan Perubahan Modal (Ekuitas) menampilkan perubahan modal perusahaan pada satu periode akuntansi.

    Kemudian, ada Laporan Neraca yang menunjukkan posisi keuangan perusahaan dan terdiri dari aktiva serta pasiva. Terakhir, ada Laporan Arus Kas yang berisi informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan pada satu periode akuntansi.

Mengapa Langkah Akuntansi Penting?

Seperti Quipperian tau seluruh siklus akuntansi itu penting. Alasan kenapa setiap langkah siklus akuntansi penting yaitu :

  1. Ketergantungan Antar Proses
    Bagi Quipperian yang mau menjadi seorang akuntan, kalian tidak boleh melewatkan bagian manapun dari siklus akuntansi perdagangan, karena setiap aktivitas siklus ketergantungan satu sama lain.
  2. Penyebaran Informasi (Diseminasi)
    Seorang akuntan pasti akan membuat laporan akhir periode akuntansi untuk manajer, disini seorang akuntan diuji keakuratan dari laporan tersebut sehingga dalam penyebaran informasi agar seorang manajer bisa mengambil keputusan yang tepat dengan laporan akuntansi kalian Quipperian.
  3. Memperbarui Pencatatan
    Dalam hal ini seorang akuntan pasti memiliki akun sementara diantaranya akun pendapatan, akun pengeluaran, dan akun dividen yang harus diperbaharui setelah penutupan. Ke 3 hal ini akan dihilangkan setelah laporan ke manager. Hal tersebut harus dilakukan dengan pelacakan dan pemantauan akun buku besar.

Kesimpulan

Jadi, Quipperian harus ingat, perusahaan dagang adalah jenis perusahaan yang menjual barang dari supplier atau pemasok kepada konsumen. Beberapa contoh perusahaan dagang adalah toko kelontong, minimarket, dan warung.

Siklus akuntansi untuk perusahaan dagang dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu tahap pencatatan, tahap pengikhtisaran, dan tahap pelaporan. Tahap pencatatan berhubungan dengan Jurnal Khusus, Buku Besar, serta Buku Besar Pendamping. Sedangkan tahap pengikhtisaran berisi penyusunan Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian. Terakhir, tahap pelaporan diisi dengan menyusun Laporan Laba Rugi, Laporan Perubahan Modal, Neraca, dan juga Laporan Arus Kas.