Akibat Revolusi Bumi IPA Kelas 9 – Pengertian, Proses, dan Akibat

Akibat Revolusi Bumi IPA Kelas 9

Revolusi bumi merupakan perputaran bumi mengelilingi matahari, selama satu tahun dan dijadikan sebagai patokan dalam penanggalan masehi. Proses revolusi bumi terjadi selama 1 tahun, di mana matahari berpindah-pindah mengelilingi bumi. Ada beberapa akibat revolusi bumi; gerak semu matahari, perbedaan lama waktu siang dan malam, dan perbedaan musim.

Hai Quipperian, bagaimana kabarnya? Semoga tetap sehat dan selalu semangat ya!

Sebentar lagi musim kemarau tiba. Itu artinya, hujan perlahan menjauh dari Bumi Pertiwi ini. Sebagai warga negara Indonesia, Quipperian hanya bisa merasakan dua musim saja, yaitu musim hujan dan kemarau. Berbeda halnya dengan Jepang, Korea, Cina, Taiwan, atau Hong Kong yang memiliki empat musim, yaitu musim salju, semi, gugur, dan panas. 

Di balik perbedaan musim tersebut, pernahkah Quipperian berpikir apakah bisa Indonesia memiliki empat musim? Memangnya apa sih yang menentukan suatu negara memiliki empat musim atau dua musim saja? Jawabannya adalah revolusi Bumi. Ingin tahu pembahasan selengkapnya tentang revolusi Bumi beserta akibatnya? Check this out!

Pengertian Revolusi Bumi

Revolusi Bumi adalah perputaran Bumi mengelilingi Matahari. Sebenarnya, tidak hanya Bumi yang mengalami revolusi, melainkan planet-planet lain di sistem tata surya. Lamanya Bumi berevolusi adalah satu tahun, sehingga peristiwa itu dijadikan patokan dalam penanggalan Masehi. Lintasan yang dilalui Bumi selama berevolusi disebut sebagai orbit. Lantas, seperti apa proses terjadinya revolusi Bumi?

Proses Revolusi Bumi

Sebenarnya Bumi itu tidak pernah diam, lho. Selain berotasi, Bumi juga mengalami revolusi yang berlangsung selama 1 tahun atau 365-366 hari. saat berevolusi, posisi Bumi terhadap Matahari tidaklah tetap, melainkan berubah-ubah. Hal itu karena orbit Bumi saat berputar mengelilingi Matahari berbentuk elips atau lonjong. Contohnya bisa Quipperian lihat arah datang sinar Matahari di bulan Maret, Juni, September, dan Desember selalu berubah. Bagaimana bisa?

  • Pada tanggal 21 Maret, Matahari berada di garis lintang 0o Khatulistiwa.
  • Pada tanggal 21 Juni, Matahari berada di garis balik utara.
  • Pada tanggal 23 September, Matahari kembali lagi ke khatulistiwa.
  • Pada tanggal 22 Desember, Matahari berada di garis balik selatan.

Jika Quipperian perhatikan, seolah-olah Matahari yang bergerak, padahal objek yang bergerak adalah Bumi. Sebagai makhluk yang tinggal di Bumi, Quipperian tidak bisa merasakan pergerakan Bumi secara signifikan karena karena Bumi selalu bergerak dengan kecepatan tetap. Nah, gerak yang Quipperian lihat dari perbedaan posisi Matahari tadi merupakan contoh gerak semu tahunan Matahari.

Akibat Revolusi Bumi

Revolusi Bumi merupakan salah satu fenomena alam yang berpengaruh bagi kelangsungan hidup makhluk di Bumi. Memangnya, apa saja sih akibat adanya revolusi Bumi ini?

1. Gerak semu tahunan Matahari

Seperti pembahasan sebelumnya, gerak semu tahunan Matahari merupakan istilah yang menunjukkan bahwa Matahari seolah-olah bergerak, sehingga posisinya terhadap Bumi selalu berubah. Pada peristiwa gerak semu tahunan ini, Matahari mengalami pergeseran posisi ke belahan Bumi bagian utara, tepatnya pada tanggal 22 Desember – 21 Juni dan pergeseran dari belahan Bumi utara ke selatan pada tanggal 21 Juni – 21 Desember.

2. Perbedaan lamanya waktu siang dan malam

Pernahkah Quipperian mendapatkan informasi yang menunjukkan bahwa beberapa negara di Eropa mengalami waktu siang lebih lama daripada malam, sebut saja Norwegia. Salah satu pulau bagian yang ada di Norwegia, yaitu Svalbard, memiliki durasi siang sekitar 21 jam dan malam hanya 3 jam. Svalbard merupakan daerah yang berada di daerah Lingkar Artik (kutub utara). 

Bandingkan dengan Indonesia, Malaysia, Korea, atau Jepang yang memiliki durasi siang dan malam hampir sama, yaitu 12 jam. Mengapa bisa demikian? Ternyata hal itu dipengaruhi oleh revolusi Bumi. Kombinasi antara revolusi Bumi dan kemiringan sumbu Bumi terhadap bidang ekliptika mengakibatkan lamanya siang dan malam di berbagai belahan Bumi berbeda. Perbedaan itu bisa terlihat jelas saat Quipperian berada di daerah yang dekat dengan kutub Bumi, baik kutub utara maupun selatan.

3. Terjadinya perbedaan musim

Perbedaan musim yang terjadi di berbagai belahan dunia disebabkan oleh revolusi Bumi. Mengapa bisa demikian?

Pada tanggal 21 Juni, posisi Matahari berada di utara, tepatnya garis 23,5o LU. Garis ini disebut sebagai garis balik utara. Pada tanggal 23 September, Matahari berada di garis khatulistiwa, sehingga kutub utara dan selatan Bumi memiliki jarak yang sama dari Matahari. Matahari berada di posisi paling selatan pada tanggal 22 Desember, tepatnya di garis 23,5o LS, sehingga garis ini disebut garis balik selatan. Sampailah pada tanggal 21 Maret di mana Matahari kembali lagi ke garis khatulistiwa. Hal itu tentu akan mengakibatkan sejumlah negara mengalami perbedaan musim. Adapun penjelasan lebih lanjut, yaitu sebagai berikut.

a. Tanggal 21 Maret –  21 Juni

Pada rentang waktu ini:

  • belahan Bumi utara mengalami musim semi dan siang hari lebih lama daripada malam harinya; dan
  • belahan Bumi selatan mengalami musim gugur dan siang hari lebih pendek daripada malam harinya.

b. Tanggal 21 Juni – 23 September

Pada rentang waktu ini:

  • belahan Bumi utara mengalami musim panas karena posisi Matahari berada di utara; dan
  • belahan Bumi selatan mengalami musim dingin.

c. Tanggal 23 September – 22 Desember

Pada rentang waktu ini:

  • belahan Bumi utara mengalami musim gugur dan siang hari lebih pendek daripada malam harinya; dan
  • belahan Bumi selatan mengalami musim semi dan siang hari lebih panjang daripada malam harinya.

d. Tanggal 22 Desember – 21 Maret

Pada rentang waktu ini:

  • belahan Bumi utara mengalami musim dingin; dan
  • belahan Bumi selatan mengalami musim panas karena Matahari berada di posisi paling selatan.

Sudah paham, kan Quipperian mengapa setiap negara bisa mengalami musim yang berbeda-beda? Nah, bagaimana dengan Indonesia? Indonesia merupakan salah satu negara yang terletak di garis khatulistiwa, sehingga Indonesia hanya memiliki 2 musim, yaitu musim kemarau dan penghujan.

4. Terbentuknya rasi bintang yang berbeda-beda

Perbedaan rasi bintang disebabkan oleh perbedaan posisi pengamatan saat di Bumi. Seperti Quipperian ketahui bahwa Bumi senantiasa berevolusi. Itu artinya, posisi Bumi terhadap susunan bintang-bintang juga akan berubah.

Ternyata, revolusi Bumi bermanfaat untuk dipelajari ya, Quipperian. Dengan adanya revolusi Bumi inilah Quipperian bisa menentukan tanggal-tanggal penting menggunakan kalender Masehi. Tidak hanya itu, revolusi Bumi juga bisa dimanfaatkan untuk menentukan posisi Matahari setiap tahunnya. Jika Quipperian ingin melihat pembahasan lebih lanjut tentang akibat revolusi Bumi, silakan gabung dengan Quipper Video. Temukan penjelasan para tutor kece, latihan soal, beserta pembahasannya. Bersama Quipper Video, raihlah mimpimu. Salam Quipper!

Penulis: Eka Viandari


KODE PROMOSI AKUMAU TOP BANNER