Peta Geografi & Pemetaan – Geografi Kelas 12

Peta Geografi

Halo, Quipperian! Apa kabarnya, nih? Semoga masih tetap semangat belajar, ya. Kali ini Quipper Blog mau membahas materi Geografi, Pemetaan khusus buat kamu yang kelas 12. Supaya SBMPTN dan UN-nya lancar, tak ada salahnya lho kalau belajar mulai dari sekarang. Semakin sering kamu bertemu materi dan soal, semakin hafal di luar kepala pula materi itu.

Nah, kamu sudah tahu belum secara garis besar materi Pemetaan ini akan membahas apa? Kita akan mengupas tuntas tentang peta, mulai dari pengertian, klasifikasi, komponen, dan lain-lain. Yuk, langsung saja simak, ya!

 

Pengertian Peta Geografi

Ayo, siapa yang ingat kartun Dora The Explorer? Kalau kamu suka menontonnya ketika masih kecil, pasti kamu ingat petanya Dora yang selalu muncul tiap kali Dora tersesat. “Aku peta, aku peta, aku peta!” serunya. Nah, sebenarnya apa sih peta itu? Gimana dengan atlas dan globe, apakah itu peta juga?

Nah, sebelum disimpulkan pengertiannya, yang pasti peta itu:

  1. Menggambarkan permukaan bumi, baik sebagian atau seluruh permukaan bumi.
  2. Dibuat pada bidang datar.
  3. Ukuran peta lebih kecil daripada ukuran sebenarnya.
  4. Wilayah yang akan dipetakan harus diseleksi.
  5. Objek yang ditampilkan pada peta juga harus diseleksi.
  6. Selain objek yang diseleksi, peta juga harus menampilkan objek dasar seperti jalan raya, sungai, dan garis pantai.
  7. Semua objek pada peta ditampilkan dalam bentuk simbol.
  8. Simbol yang ditampilkan pada peta harus bersifat konvensional, artinya harus disepakati oleh para ahli kartografi.

Sehingga, jika disimpulkan maka peta adalah gambaran konvensional dan selektif dari permukaan bumi pada bidang datar yang diperkecil dengan skala. Ilmu yang mempelajari tentang peta disebut kartografi dan ahli pembuat peta disebut kartografer.

 

Persamaan dan Perbedaan Peta Geografi dengan Atlas dan Globe

Supaya kamu enggak bingung, Quipperian, berikut ini penjabaran persamaan dan perbedaan peta dengan atlaas dan globe.

  1. Peta, atlas, dan globe sama-sama menggambarkan permukaan bumi.
  2. Peta dan atlas dibuat pada bidang datar, sedangkan globe dibuat pada bidang lengkung.
  3. Pada atlas terdapat indeks yang menunjukkan posisi objek. Misalnya, pada indeks atlas tertulis Sudan 55.C4 atau Sudan C4.55, artinya negara Sudan terletak pada halaman 55, kolom C, baris ke-4.
  4. Atlas merupakan kumpulan beberapa peta yang dibukukan dan globe merupakan tiruan bumi. 

 

Klasifikasi Peta

Selanjutnya, kita akan mempelajari klasifikasi peta. Ada beberapa kelompok pengklasifikasian peta, jadi jangan bingung ya, Quipperian.

  • Berdasarkan Skala Peta

  1. Peta Kadaster. Berskala 1: 100 hingga 1: 5.000. Biasa digunakan untuk sertifikat tanah atau persil tanah milik.
  2. Peta Skala Besar. Berskala 1: 5.000 hingga 1: 250.000. Untuk menggambarkan wilayah sempit.
  3. Peta Skala Sedang. Berskala 1: 250.000 hingga 1: 500.000. Untuk menggambarkan wilayah yang agak luas.
  4. Peta Skala Kecil. Berskala 1: 500.000 hingga 1: 1.000.000. Untuk menggambarkan wilayah yang luas.
  5. Peta Skala Geografi. Berskala 1: 1.000.000 atau lebih. Untuk menggambarkan wilayah yang sangat luas.
  • Berdasarkan Objek Peta

  1. Peta Statis (Peta Stasioner). Menggambarkan keadaan yang relatif tetap. Contoh: peta jenis tanah, peta wilayah, peta geologi. 
  2. Peta Dinamis. Menggambarkan keadaan yang relatif berubah. Contoh: peta tata guna lahan, peta permukiman, peta perencanaan wilayah kota, peta persebaran penduduk.
  • Berdasarkan Isi Peta

  1. Peta Umum (Peta Ikhtisar). Menggambarkan seluruh ketampakan yang ada, baik fenomena alam seperti sungai, danau, gunung maupun fenomena buatan seperti jalan, permukiman, dan kawasan industri. Ada 2 jenis peta umum, yakni peta topografi (peta rupa bumi) dan peta korografi.
  2. Peta Khusus (Peta Tematik). Menggambarkan permukaan bumi berdasarkan ketampakan tertentu. Contoh: peta jenis tanah, peta vegetasi, peta geologi, peta curah hujan.
  • Berdasarkan Jenis Peta

  1. Peta Foto. Dibuat dari mozaik foto udara.
  2. Peta Garis. Dibuat dengan simbol titik, garis, dan area.
  3. Peta Dasar. Peta yang dijadikan dasar pembuatan peta tematik dan hanya menggambarkan jalan raya, sungai, dan garis pantai.
  4. Peta Turunan. Dibuat dengan mengembangkan peta dasar jadi peta tematik.

Komponen Peta

Quipperian, sekarang lanjut ke komponen peta, ya. Ada beberapa komponen dalam pembuatan peta. Apa saja?

  1. Judul: menunjukkan jenis peta dan isi peta.
  2. Tanda orientasi: menunjukkan arah mata angin.
  3. Garis astronomi: menunjukkan lokasi astronomi (lokasi absolut) objek.
  4. Skala: perbandingan jarak di peta dengan jarak sebenarnya di lapangan.
  5. Simbol: tanda pengenal objek yang bersifat konvensional.
  6. Warna: digunakan untuk membedakan wilayah atau fenomena fisik.
  7. Legenda: keterangan dari simbol.
  8. Lattering: sistem penulisan pada peta.
  9. Inset: menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan pada kedudukannya dengan daerah sekitar yang lebih luas.
  10. Sumber data: menunjukkan darimana data-data peta tersebut berasal.
  11. Tahun pembuatan: menunjukkan keakuratan data.
  12. Garis tepi: dibuat rangkap dua sehingga peta terlihat rapi.
  13. Proyeksi peta: teknik pemindahan koordinat lintang dan bujur dari globe ke peta. 

 

Quipperian, itulah sekilas mengenai materi Pemetaan Geografi kelas 12. Gimana, sudah cukup mengerti? Kalau kamu masih mau latihan soal materi ini atau sekadar nonton video dari tutor kece, langsung saja subscribe ke Quipper Video, ya! Sampai jumpa di artikel lainnya.

 

Penulis: Serenata