Proyeksi Peta -Materi Geografi Kelas 12

Apa yang dimaksud dengan proyeksi peta?

Proyeksi peta adalah memindahkan koordinat lintang dan bujur dari globe ke peta atau dari bidang lengkung ke bidang datar. Proyeksi peta memungkinkan hasil pengukuran yang dilakukan di permukaan bumi fisis bisa digambarkan di atas bidang datar (peta).
Oleh karena permukaan bumi fisis tidak teratur maka akan sulit untuk melakukan perhitungan-perhitungan langsung dari pengukuran. Untuk itu diperlukan pendekatan secara matematis (model) dari bumi fisis tersebut.

Model matematis bumi yang digunakan adalah elipsoid putaran dengan besaranbesaran tertentu. Maka, secara matematis proyeksi peta dilakukan dari permukaan elipsoid putaran ke permukaan bidang datar.

Proyeksi peta diperlukan dalam pemetaan permukaan bumi yang mencakup daerah yang cukup luas (lebih besar dari 30 km x 30 km) di mana permukaan bumi tidak dapat diasumsikan sebagai bidang datar. Dengan sistem proyeksi peta, distorsi yang terjadi pada pemetaan dapat direduksi sehingga peta yang dihasilkan dapat memenuhi minimal satu syarat geometrik peta ‘ideal’

Jenis proyeksi peta

Proyeksi peta berdasarkan bidang

Proyeksi peta dapat diklasifikasikan menurut bidang proyeksi yang digunakan, posisi sumbu simetri bidang proyeksi, kedudukan bidang proyeksi terhadap bumi, dan ketentuan geometrik yang dipenuhi.

Bidang proyeksi adalah bidang yang digunakan untuk memproyeksikan gambaran permukaan bumi. Bidang proyeksi merupakan bidang yang dapat didatarkan. Menurut bidang proyeksi yang digunakan, jenis proyeksi peta adalah sebagai berikut.

  1. Proyeksi Azimuth
    Bidang proyeksi yang digunakan adalah bidang datar. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah garis yang melalui pusat bumi dan tegak lurus terhadap bidang proyeksi.
  2. Proyeksi Kerucut (Conic)
    Bidang proyeksi yang digunakan adalah kerucut. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah sumbu dari kerucut yang melalui pusat bumi.
  3. Proyeksi Silinder (Cylindrical)
    Bidang proyeksi yang digunakan adalah silinder. Sumbu simetri dari proyeksi ini adalah sumbu dari silinder yang melalui pusat bumi.

Proyeksi azimuth, kerucut, dan silinder merupakan proyeksi murni yang sangat jarang
digunakan. Sebagai penggantinya, para kartografer menggunakan proyeksi gubahan
atau proyeksi unik seperti:

  1. Proyeksi Gall: untuk peta dunia.
  2. Proyeksi Eckart: untuk peta dunia.
  3. Proyeksi Mollweide: untuk peta dunia.
  4. Proyeksi Stereographic: untuk wilayah kutub.
  5. Proyeksi Polyeder: untuk wilayah di luar kutub.
  6. Proyeksi Polyconic: untuk wilayah di lintang utara-tengah.
  7. Proyeksi Mercator: untuk wilayah di luar kutub.

Proyeksi peta berdasarkan kedudukan bintang

  1. Menurut posisi sumbu simetri bidang proyeksi yang digunakan, jenis proyeksi peta
    adalah sebagai berikut.
    a. Proyeksi Normal (Polar)
    Sumbu simetri bidang proyeksi berimpit dengan sumbu bumi
    b. Proyeksi Miring (Oblique)
    Sumbu simetri bidang proyeksi membentuk sudut terhadap sumbu bumi
    Proyeksi Transversal (Equatorial)
    Sumbu simetri bidang proyeksi tegak lurus terhadap sumbu bumi
  2. Menurut kedudukan bidang proyeksi terhadap Bumi.
    Ditinjau dari kedudukan bidang proyeksi terhadap bumi, proyeksi peta dibedakan menjadi berikut.
    a. Proyeksi Tangent (Menyinggung)
    Apabila bidang proyeksi bersinggungan dengan permukaan bumi
    b. Proyeksi Secant (Memotong)
    Apabila bidang proyeksi berpotongan dengan permukaan bumi.
  3. Menurut ketentuan geometrik/tingkat kesalahan/distorsi yang dipenuhi.
    Menurut ketentuan distorsi atau tingkat kesalahan, proyeksi peta dibedakan menjadi berikut.
    a. Proyeksi Ekuidistan
    Jarak antara titik yang terletak di atas peta sama dengan jarak sebenarnya di permukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta).
    b. Proyeksi Konform
    Besar sudut atau arah suatu garis yang digambarkan di atas peta sama dengan besar sudut atau arah sebenarnya di permukaan bumi, sehingga dengan memperhatikan faktor skala peta bentuk yang digambarkan di atas peta akan sesuai dengan bentuk yang sebenarnya di permukaan bumi.
    c. Proyeksi Ekuivalen
    Luas permukaan yang digambarkan di atas peta sama dengan luas sebenarnya dipermukaan bumi (dengan memperhatikan faktor skala peta).
  4. Pemilihan proyeksi peta
    Dalam pemilihan proyeksi peta yang akan digunakan, terdapat beberapa hal yang harus dipertimbangkan, yaitu:
    a. tujuan penggunaan dan ketelitian peta yang diinginkan,
    b. lokasi geografis dan luas wilayah yang akan dipetakan,
    c. ciri-ciri asli yang ingin dipertahankan atau syarat geometrik yang akan dipenuhi.

    Dalam melakukan pemilihan proyeksi peta sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut ini.

    a. Pemetaan topografi suatu wilayah memanjang dengan arah barat-timur, umumnya menggunakan proyeksi kerucut, normal, konform, dan menyinggung dititik tengah wilayah yang dipetakan. Proyeksi seperti ini dikenal sebagai proyeksi Lambert.

    b. Pemetaan dengan wilayah yang wilayah memanjang dengan arah utaraselatan, umumnya menggunakan proyeksi silinder, transversal, konform, dan menyinggung meridian yang berada tepat di tengah wilayah pemetaan tersebut. Proyeksi ini dikenal dengan proyeksi Tranverse Mercator (TM) atau Universal Tranverse Mercator (UTM).