Jurusan Ekonomi Syariah Kerja Apa Ya?

Lulusan Jurusan Ekonomi Syariah prospek kerjanya apa ya? Mungkin, pertanyaan semacam inilah yang terbersit di benak kamu saat mendengar nama Jurusan Ekonomi Syariah. Jawabannya, ada banyak banget lho pilihan karier yang tersedia bagi lulusan jurusan ini. Apalagi, kini aktivitas ekonomi syariah di Indonesia semakin berkembang.

Tentunya, Quipperian bisa melihat sendiri seberapa banyak lembaga keuangan dan produk keuangan yang menggunakan identitas syariah saat ini, seperti perbankan, koperasi, asuransi, dan sebagainya. Semua itu membutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) lulusan Jurusan Ekonomi Syariah lho!

Selain bekerja di lembaga keuangan, lulusan jurusan ini juga bisa bekerja di lingkup profesi lainnya yang masih relevan dengan ekonomi syariah ataupun lingkup ekonomi konvensional. Nah, untuk menjawab pertanyaan “lulusan Jurusan Ekonomi Syariah kerja apa?”, kamu bisa membaca penjelasan berikut ini:

Prospek Kerja Jurusan Ekonomi Syariah

1. Ahli ekonomi syariah

Ahli ekonomi syariah menjadi salah satu prospek karier yang paling menjanjikan bagi lulusan jurusan ini, khususnya di Indonesia yang merupakan negara dengan pemeluk agama Islam terbanyak di dunia. Ditambah lagi, kemajuan ekonomi syariah menjadi salah satu fokus pemerintah yang berambisi untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia. Dengan demikian, ahli ekonomi syariah akan semakin dibutuhkan.

Sejak awal digagas ekonomi  syariah di Indonesia, sudah ada beberapa ahli ekonomi syariah di Indonesia yang mendunia, salah satunya Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. yang merupakan salah satu pendiri Institut Agama Islam Tazkia dan saat ini menjabat sebagai Komite Ahli Pengembangan Perbankan Syariah Bank Indonesia.

Kiprah beliau di bidang ekonomi syariah tidak bisa diragukan lagi, sudah cukup banyak pencapaian dan sumbangsih yang beliau berikan baik di dalam maupun luar negeri. Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, beliau pernah diberi amanah oleh Perdana Menteri Malaysia sebagai Shariah Advisory Council untuk Bank Negara Malaysia. Lalu, pada tahun 2008, beliau juga pernah menduduki posisi sebagai International Shariah Advisor untuk Al-Mawarid Finance, Dubai. Tertarik mengikuti jejak beliau jadi ahli ekonomi syariah?

2. Konsultan

Kamu bisa manfaatkan modal pengetahuan ekonomi syariah yang mendalam untuk menjadi konsultan, khususnya konsultan bisnis berbasis syariah. Tugas utamanya adalah mendampingi badan usaha maupun perorangan yang ingin merintis bisnis dengan prinsip syariah dan memastikan alur bisnis yang dijalankan tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Selain itu, kamu juga harus siap sedia memberikan saran dalam pengambilan keputusan strategis jika dibutuhkan.

So, kalau kamu berkeinginan menjadi seorang konsultan, sangat disarankan untuk  menambah background pendidikan bahkan sampai level doktor. Selain itu, kamu juga perlu mengikuti beberapa ujian sertifikasi internasional yang relevan dengan bidang kepakaran yang kamu jalani. FYI, kamu bisa mendirikan lembaga konsultan atau bergabung dengan salah satu lembaga konsultan yang resmi untuk bisa menjalani karier konsultan profesional.

3. Karyawan perbankan syariah

Posisi karyawan di perbankan syariah umumnya tidak menetapkan syarat khusus lulusan bidang keuangan syariah atau ekonomi syariah. Namun, background pendidikan ekonomi syariah yang kamu miliki akan sangat membantumu dalam menyesuaikan diri dengan berbagai jenis aktivitas pekerjaan perbankan yang berbasis syariah. Dengan begitu, bisa dipastikan kamu tidak akan terbebani dengan job description yang kamu terima.

4. ASN

Setelah lulus dari Jurusan Ekonomi Syariah, kamu tidak perlu bingung jika  berkeinginan menjadi abdi negara alias Aparatur Sipil Negara (ASN) khususnya di lingkup Kementerian Agama.

Beberapa posisi yang tersedia bagi lulusan ekonomi syariah antara lain analis anggaran, analis kebijakan, dan analis pengelolaan keuangan APBN. Selain itu, ada juga posisi pengelola perdagangan barang/jasa.

5. Analis keuangan

Prospek kerja berikutnya yang bisa dipilih lulusan ekonomi syariah adalah analis keuangan. Tugas utamanya adalah mengamati sekaligus mengevaluasi aktivitas dan kondisi keuangan suatu perusahaan. Hasilnya berupa laporan dan rekomendasi aktivitas keuangan yang perlu diambil perusahaan untuk mempertahankan kestabilan finansial perusahaan.

6. Pengusaha

Sebenarnya, tidak ada syarat pendidikan untuk menjadi seorang pengusaha atau business owner. Namun,  menjalankan bisnis  juga butuh ilmu agar target bisnisnya tercapai dengan baik dan meminimalisir potensi kegagalan. Terlebih, mempelajari ekonomi syariah merupakan hal wajib untukmu apabila bisnis yang ingin kamu jalankan menggunakan prinsip syariah.

7. Sales produk keuangan syariah

Peluang selanjutnya yakni menjadi sales produk keuangan syariah. Untuk menawarkan produk keuangan kepada calon nasabah, kamu bukan hanya wajib mengetahui deskripsi produk keuangan dengan baik, tetapi kamu juga perlu memahami ilmu fundamental yang berhubungan dengan produk keuangan. Kamu perlu memiliki pemahaman ilmu ekonomi, khususnya ilmu ekonomi syariah, bila produk yang kamu tawarkan adalah produk keuangan syariah. Tujuannya agar kamu bisa memberi penjelasan yang baik pada calon nasabah yang membutuhkan rekomendasi produk keuangan yang cocok untuknya.

8. Dosen

Saat ini, sudah cukup banyak perguruan tinggi baik itu PTN maupun PTS yang memiliki Jurusan Ekonomi Syariah, artinya kebutuhan tenaga pengajar atau dosen bidang ekonomi syariah juga semakin banyak. So, ini merupakan salah satu peluang kerja yang cukup menjanjikan untukmu.

Namun, standar pendidikan yang harus kamu penuhi jika ingin menjadi dosen yakni minimal S2. Jadi, kamu bisa persiapkan sejak dini untuk mengambil program studi lanjut, entah dengan beasiswa atau biaya pribadi. Salah satu pilihan untuk menempuh studi S2 Ekonomi Syariah adalah di Institut Agama Islam Tazkia

Nah, itulah 8 prospek kerja yang bisa kamu pilih setelah lulus dari Jurusan Ekonomi Syariah. Pilihannya cukup banyak bukan? Jadi, kamu tidak perlu bingung lagi memikirkan karier yang bisa kamu jalani setelah lulus.

Penulis: Mawardi Janitra
Editor: Tisyrin Naufalty Tsani