Bangun Portofoliomu sebagai Kunci Sukses Masuk Jurusan Film

Halo Quipperian, bagaimana kabar kalian semua?! Tidak terasa sudah triwulan pertama 2018 kita lewati. Nah, melanjutkan persiapan menyongsong SBMPTN, Quipper Video Blog kali ini ingin mengundang kalian semua untuk mendalami lebih lanjut langkah-langkah persiapan menghadapi SBMPTN, khususnya bagaimana membangun portofolio supaya bisa lulus SBMPTN jurusan film.

Keseharian Kuliah Jurusan Film

Pada tahun pertama, kamu akan bekerja secara individu dan dalam kelompok, juga terlibat dengan unsur-unsur kreatif dan mekanik penulisan untuk film dan televisi, yang dirancang guna mengembangkan keterampilan teknis dan menumbuhkan kesadaran kreatif.

Melalui kelas dan praktik langsung, di jurusan film nanti kamu akan belajar keterampilan pengaturan kamera, pencahayaan, pasca produksi, rekaman suara, produksi dan penyutradaraan. Sebagai tugas akhir tahun pertama biasanya mahasiswi/a akan membuat film pendek selama lima menit serta garis besar untuk drama televisi asli.

Lanjut ke tahun kedua di jurusan film, kamu akan mulai menemukan gaya visualmu sendiri yang unik melalui latihan dan eksplorasi. Keterampilan filmografi dalam mengarahkan dan memproduksi ditingkatkan melalui produksi dua film pendek asli yang dibuat sepanjang tahun. Kemampuan menulis cerita juga akan berkembang dengan pengiriman dua skrip film pendek dan episode pertama atau garis besar untuk sebuah seri drama televisi.

Mencapai tahun ketiga di jurusan film, kamu akan mengasah keterampilan filmografimu ke tingkat khusus dan profesional, sambil memperkuat etika praktis dan pengembangan independen. Kamu akan memroduksi konten kreatif untuk film dan televisi termasuk film pendek 10-12 menit dan memiliki kesempatan untuk memilih antara pengembangan serial televisi atau drama televisi satu-off.

Kamu juga akan mengirimkan proyek penelitian di tahun terakhir yang berfokus pada area film atau televisi yang dipilih. Materi pelajaran terakhir nantinya dinegosiasikan dengan dosen mata kuliah kamu, Quipperian.

Lalu, pada tahun keempat nanti, kamu juga akan menghadiri seminar untuk membantu mengembangkan ide dan pendekatan untuk film akhirmu. Selain film, mahasiswi/a juga akan menghasilkan karya tulis akhir. Meski terdengar banyak kerja keras, tapi percayalah kalau tugas-tugas kamu ini akan selalu didukung oleh tutorial oke.

Secara garis besar, kuliah di jurusan film akan mengidentifikasi aspek-aspek produksi yang paling sesuai dengan minat dan kemampuanmu untuk menentukan apakah kamu akan lulus sebagai sutradara, produser, sinematografer, editor, atau perancang suara.

Masuk Jurusan Film dengan Portofolio Terampil

Sebagaimana pada jurusan fotografi, portofolio bukan hanya pintu gerbang menuju jurusan seni yang kalian kehendaki, tapi bisa dibilang juga sebagai “karpet merah”. Soalnya, selain portofolio membutuhkan waktu lama untuk dikerjakan yang berarti melatih profesionalisme dalam pengelolaan waktu dan karya, portofolio juga mengembangkan keterampilan calon mahasiswi/a yang berguna baik secara pribadi atau secara akademis.

Berikut ini umumnya kriteria portofolio yang diharapkan oleh universitas supaya kamu bisa masuk jurusan film:

  • Durasi film 2 – 5 menit (termasuk judul dan kredit penutup).
  • Sertakan naskah tertulis.
  • Film tersebut harus merupakan sebuah karya utuh, dengan pesan kuat yang menunjukkan kemampuan calon mahasiswi/a dalam mengekspresikan sebuah cerita atau konsep melalui materi audio-visual.
  • Aliran-aliran yang diterima: drama, dokumenter, eksperimental.
  • Aliran-aliran yang tidak diterima: showreel, video musik, laporan perjalanan, storyboard,
  • Portofolio harus berhasil menunjukkan:
  1. Penyelidikan dan Penelitian Visual: menunjukkan tingkat keterlibatan penyelidikan visual calon mahasiswi/a yang cerdas dan terstruktur dan seberapa baik calon mahasiswi/a mengomunikasikan ini.
  2. Pengembangan Ide dan Materi: penjelajahan teknis yang menunjukkan kemampuan calon mahasiswi/a dalam menjelajah dan mengembangkan ide dan tingkat keterampilan calon mahasiswi/a dalam penggunaan bahan atau teknik.
  3. Seleksi & Resolusi Keputusan Kritis: menunjukkan seberapa baik calon mahasiswi/a menilai ide mana yang paling sesuai dengan potensi dan kemampuannya untuk membawa mereka ke tingkat penyelesaian yang sesuai dengan hasil yang diinginkan.
  4. Keterjagaan Kontekstual: menunjukkan sejauh mana pengetahuan calon mahasiswi/a tentang subjeknya dan bagaimana karyanya berhubungan dengan fenomena sosio-kultural yang lain.

Selain dari film itu sendiri, portofolio juga dapat disertai catatan tambahan yang umumnya berbagi mengenai:

  1. Penelitian dan persiapan apa sajakah yang dilakukan saat akan/sedang memproduksi film ini? (Maksimal 250 kata).
  2. Berikan deskripsi singkat tentang dua peran utama yang calon mahasiswi/a minati dalam sebuah produksi film. Apa yang dianggap sebagai tanggung jawab utama dan kegiatan dari departemen-departemen tersebut? Kenapa kamu tertarik untuk melakukan peran-peran ini? (Maksimal 250 kata).

Selain itu bisa saja pewawancara juga bertanya mengenai hal berikut:

  • Jika calon mahasiswi/a diberi tugas untuk membuat film pendek 3 menit dengan tema “(tergantung pewawancara)”, bagaimana kamu akan melakukan penelitian, merencanakan anggaran, dan mewujudkan produksifilm pendek ini? Sajikan ringkas dengan rencana yang jelas. (Maksimal 500 kata).

Nah, gimana Quipperian? Apakah kalian sudah siap untuk menghadapi berbagai syarat-syarat yang harus dilalui kalau memang kamu mau masuk jurusan film? Jangan pernah patah semangat, ya, sebab kesusahan hari ini boleh jadi merupakan langkah awal menuju kesuksesanmu di masa depan. Jangan lupa baca berbagai artikel menarik lainnya di Quipper Video Blog, ya!

Simak di Sini Kiat Sukses Lulus Ujian Keterampilan Film SBMPTN!

Penulis: Jan Wiguna