Home » MASUK PTN » SBMPTN » Soal SBMPTN » Prediksi Soal UTBK TPS – Pengetahuan dan Pemahaman Umum Bahasa Indonesia 2020

Prediksi Soal UTBK TPS – Pengetahuan dan Pemahaman Umum Bahasa Indonesia 2020

SBMPTN sebentar lagi, soal-soal harus segera dikuasai. Makanya, kamu harus gercep alias gerak cepat. Nah, Bagi kamu yang saat ini masih bingung mencari soal-soal SBMPTN, tampaknya kamu berada di website yang tepat. 

Kali ini, Quipper Blog akan membahas Prediksi UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2020. Kabar baiknya, Latihan soal yang disediakan Quipper Blog, lengkap dengan jawaban beserta pembahasannya, lho. Semakin penasaran? Kuy, segera kerjakan soalnya!

Latihan Soal 1

(1) Salah satu bumbu wajib di dapur orang Indonesia adalah bawang putih. (2) Ternyata, bawang putih bukan sekadar rempah biasa. (3) Para ilmuwan menemukan kandungan senyawa sulfur aktif di dalamnya yang ampuh melawan bakteri pada pasien dengan infeksi kronis. (4) Penelitian yang dilakukan Universitas Kopenhagen ini mengungkapkan senyawa bawang putih mampu menghancurkan komponen penting dalam bakteri. (5) Dengan demikian, sangat mungkin menggunakan bawang putih sebagai obat bagi pasien dengan kondisi buruk, misalnya seperti yang terjadi pada penderita fibrosis kistik. (6) Fibrosis kistik adalah penyakit genetika yang menyebabkan lendir-lendir di dalam tubuh menjadi kental dan lengket sehingga menyumbat berbagai saluran. (7) Hal itu terutama terjadi pada saluran pernapasan dan pencernaan.

(8) Obat yang berasal dari bawang putih kini sedang dikembangkan dan diujikan kepada pasien. (9) Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan. (10) Sebelumnya, peneliti lain sudah meneliti efek bawang putih terhadap bakteri dan hasilnya diketahui bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat bakteri. (11) Para peneliti menemukan bahwa senyawa sulfur bernama ajoene yang ditemukan pada bawang putih merupakan senyawa yang memiliki peran dalam menghambat bakteri. (12) Sementara itu, studi terbaru yang sudah diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports mencoba melihat lebih dekat serta mendokumentasikan kemampuan ajoene untuk menghambat molekul RNA pada dua jenis bakteri, yaitu Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. (13) Ini adalah dua kelompok bakteri yang berbeda dan biasanya ditangani dengan metode yang berbeda pula. (14) Namun, senyawa bawang putih ternyata mampu melawan keduanya sekaligus dan ini merupakan bukti bawang putih bisa digunakan sebagai obat yang efektif jika digunakan bersamaan dengan antibiotik. (15) Penelitian sebelumnya sudah menunjukkan bahwa bawang putih memiliki resistansi alami yang paling kuat terhadap bakteri. (16) Selain menghambat molekul RNA bakteri, senyawa bawang putih aktif juga dapat merusak unsur pelindung berlendir yang menyelubungi bakteri yang disebut biofilm. (17) Jika biofilm dihancurkan atau dilemahkan, antibiotik dan sistem kekebalan tubuh otomatis dapat menyerang bakteri secara langsung untuk menghilangkan infeksi.

Diadaptasi dari: sains.kompas.com

Istilah yang bermakna sama digunakan pada kalimat-kalimat berikut, kecuali

  1. (3) dan (14)
  2. (10) dan (11)
  3. (4) dan (16)
  4. (5) dan (8)
  5. (15) dan (17)

Jawaban: B

Pembahasan:

(10) Sebelumnya, peneliti lain sudah meneliti efek bawang putih terhadap bakteri dan hasilnya diketahui bahwa ekstrak bawang putih mampu menghambat bakteri. (11) Para peneliti menemukan bahwa senyawa sulfur bernama ajoene yang ditemukan pada bawang putih merupakan senyawa yang memiliki peran dalam menghambat bakteri.

Dalam kedua kalimat tersebut kita tidak dapat menemukan kata yang maknanya sama.
Perhatikan opsi lainnya!

  • Pada kalimat (5) terdapat kata penderita dan pada kalimat (8) terdapat kata pasien.
  • Pada kalimat (3) terdapat kata ampuh dan pada kalimat (14) terdapat kata efektif. Keduanya bermakna manjur atau mujarab bila berkenaan dengan obat.
  • Pada kalimat (15) terdapat kata resistansi dan pada kalimat (17) terdapat kekebalan. Keduanya memiliki makna sama, yakni daya tahan.
  • Pada kalimat (4) terdapat kata komponen dan pada kalimat (16) terdapat kata unsur. Keduanya bermakna bagian.

Latihan Soal 2

Setelah aksi pembumihangusan itu, gedung ini dibangun kembali menjadi sebuah pertokoan.

Bentukan kata yang dimiringkan pada kalimat di atas sama dengan bentukan kata…

  1. menindaklanjuti
  2. pengambinghitaman
  3. menganaktirikan
  4. ketidaktahuan
  5. memperdengarkan

Jawaban: B

Pembahasan:

Pembumihangusan terdiri dari dua kata dasar bumi hangus. Proses pembentukannya: bumi hangus > membumihanguskan > pembumihangusan. Sama prosesnya dengan kambing hitam > mengambinghitamkan > pengambinghitaman.

Latihan Soal 3

Imbuhan yang tidak mempunyai alomorf adalah…

  1. di-, ke-, se-
  2. ber-, ter-, per-
  3. ber- an, ber- kan
  4. me-, me- kan, me- i
  5. ter- an, ter- kan

Jawaban: A

Pembahasan:

Alomorf adalah variasi bentuk dari suatu morfem karena pengaruh lingkungan yang dimasukinya. Misalnya me- beralomorf me-, men-, mem-, meny-, meng-, menge-. Imbuhan yang tidak beralomorf, yaitu di-, ke-, dan se-.

Latihan Soal 4

Penggunaan tanda baca yang mengikuti EYD terdapat pada kalimat…

  1. Di sana ada harimau loreng, pingin dan gorila.
  2. Kami semua akan berangkat, minggu ini.
  3. Lukisan paling tua dibuat pada tahun 1992; dan yang terbaru pada tahun 2001.
  4. “Emosi muncul dari detail” katanya.
  5. Kalau tetangga bersikap tak acuh, anjing kami akan mati terpanggang.

Jawaban: E

Pembahasan:

Penggunaan tanda baca yang benar terdapat pada kalimat “Kalau tetangga bersikap tak acuh, anjing kami akan mati terpanggang.”

Adapun untuk kalimat yang lain, seharusnya menjadi seperti berikut.

  • Lukisan paling tua dibuat pada tahun 1992 dan yang terbaru pada tahun 2001.
  • Di sana ada harimau loreng, pinguin, dan gorila.
  • “Emosi muncul dari detail,” katanya.
  • Kami semua akan berangkat minggu ini.

Latihan Soal 5

(1) Momentum Sumpah Pemuda yang kita peringati pada 28 Oktober serasa laiknya menengok kembali peranan pemuda di republik ini yang begitu masyhur. (2) Tak dinyana, seorang Benedict Anderson begitu terpukau dengan kehebatan para pemuda dan tidak sungkan menahbiskan revolusi Indonesia pasca-kemerdekaan sebagai “Revolusi Pemuda”. (3) Pemuda mempunyai tempat istimewa dalam narasi sejarah dan politik Indonesia. (4) Sepertinya tidak ada peristiwa penting di negeri ini yang tidak melibatkan pemuda, mulai dari pembentukan Budi Utomo 1908, Sumpah Pemuda 1928, Revolusi Agustus 1945, sampai mundurnya Soeharto sebagai presiden pada Mei 1998. (5) Mereka hadir sebagai kekuatan yang berjasa menyelamatkan negeri dari marabahaya dan mengantar masyarakat ke gerbang kehidupan yang adil dan makmur.

Diadaptasi dari news.detik.com

Kata yang harus diperbaiki pada teks di atas adalah…

  1. masyhur, laiknya
  2. menahbiskan, marabahaya
  3. pasca-kemerdekaan, marabahaya
  4. pasca-kemerdekaan, masyhur
  5. laiknya, menahbiskan

Jawaban: C

Pembahasan:

Kata yang harus diperbaiki penulisannya dalam teks tersebut adalah marabahaya dan pasca-kemerdekaan. Sesuai kamus, kata marabahaya seharusnya ditulis terpisah, yaitu mara bahaya. Selain itu, kata pasca-kemerdekaan seharusnya ditulis tanpa tanda hubung, yakni pascakemerdekaan.
Opsi lainnya:

  • Kata laiknya memiliki kata dasar laik. Kata tersebut sudah benar penulisannya sesuai dengan kamus.
  • Kata masyhur sudah ditulis sesuai dengan kamus.
  • Kata menahbiskan memiliki kata dasar tahbis yang jika diberi imbuhan me(N)- menjadi lesap.

Latihan Soal 6

(1) Budaya generasi muda pada setiap zaman berbeda. (2) Pada era ’90-an, banyak generasi muda yang menghabiskan waktunya dengan nongkrong sambil memperbincangkan musik, bertukar kaset, serta membuat rekaman tangga lagu sesuai selera. (3) Hiburan utama yang ditawarkan di kafe-kafe juga tidak lepas dari kehadiran musik. (4) Zaman sekarang, walaupun tidak bisa lepas dari musik, gaya hidup generasi milenial berbeda. (5) Kafe-kafe di Jakarta, hadir bagai studio foto yang didominasi oleh perbincangan tentang cara memunculkan foto atraktif di media sosial.
(6) Salah satu hal yang mengubah gaya hidup tersebut adalah internet. (7) Internet mengubah kebiasaan. (8) Layar ponsel semakin akrab dengan generasi yang asyik dengan teknologi. (9) Pengalaman visual semakin matang. (10) Penampilan luar pun menjadi hal pokok.

Kata tersebut pada kalimat (6) merujuk pada…

  1. membuat rekaman tangga lagu
  2. dominasi musik
  3. generasi muda
  4. generasi musik
  5. foto atraktif di media sosial

Jawaban: B

Pembahasan:

Kata acuan adalah bagian dari kohesi yang digunakan untuk memadukan hubungan di antara kalimat di dalam paragraf. Kata acuan dapat mengacu ke kalimat sebelumnya atau setelahnya, tetapi umumnya lebih banyak mengacu ke informasi kalimat yang berdekatan dan muncul sebelumnya.

Hal apa yang berubah akibat internet? Kata tersebut pada kalimat (6) merujuk pada kalimat sebelumnya, yaitu kalimat (3), terkait dengan keutamaan musik sebagai hiburan yang ditawarkan di kafe. Gaya hidup yang didominasi musik ini kemudian berubah karena internet. Kafe tidak hanya menawarkan musik, tetapi juga hadir bagai studio foto yang didominasi oleh perbincangan tentang cara memunculkan foto atraktif di media sosial (kalimat 5).

Latihan Soal 7

(1) Melakukan olahraga lari setiap hari menyehatkan tubuh. (2) Namun, lari termasuk olahraga tinggi risiko sehingga melakukannya terlalu sering bisa memicu cedera pada badan dan tubuh kita. (3) Penelitian menyimpulkan bahwa berlari 5–10 menit dalam kecepatan sedang (sekitar sepuluh kilometer per jam) setiap hari akan berdampak positif bagi tubuh, antara lain menurunkan risiko serangan jantung, stroke, kanker, dan penyakit saraf, seperti alzheimer dan parkinson. (4) Selain itu, menjaga kebugaran dan suasana hati. (5) Bahkan, kualitas tidur akan meningkat. (6) Akan tetapi, berlari setiap hari meningkatkan risiko cedera karena penggunaan berlebihan (overuse injury). (7) Hal itu terjadi karena kita melakukan aktivitas fisik terlalu banyak, tidak beradaptasi, atau terlalu cepat.

(8) Overuse injury juga bisa terjadi karena sepatu lari yang sudah tidak layak atau pemakaian otot tertentu yang berlebihan. (9) Untuk menghindari dampak negatif lari, kita harus menggunakan sepatu lari yang tepat dan mengganti sepatu secara berkala. (10) Dalam berlari, tambahlah jarak secara setahap, jangan langsung lari dalam jarak yang jauh. (11) Para ahli juga menyarankan untuk menggabungkan lari dengan latihan lain, seperti bersepeda, berenang, atau latihan beban. (12) Hal yang tidak kalah penting adalah selalu melakukan pemanasan dulu sebelum berlari. (13) Pada dasarnya berlari beberapa menit setiap hari sudah menyehatkan. (14) Akan tetapi, menurut studi kita tidak perlu berlari setiap hari sebenarnya. (15) Para atlet lari profesional pun mencoba menghindari cedera dengan membuat perencanaan latihan yang dikombinasi, misalnya hari ini berlari dan besok berenang atau olahraga lainnya agar otot-otot yang bekerja keras saat lari bisa beristirahat.

Diadaptasi dari: http://www.msn.com

Alasan ketidakhematan pada kalimat yang terdapat pada teks di atas adalah…

  1. penggunaan kata lain yang tidak diperlukan (kalimat 11)
  2. penggunaan subjek kita yang tidak diperlukan (kalimat 7)
  3. penggunaan kata antara lain  yang tidak diperlukan (kalimat 3)
  4. penggunaan kata dulu yang tidak diperlukan (kalimat 12)
  5. penggunaan kata tertentu yang tidak diperlukan

Jawaban: D

Pembahasan:

Kalimat (12)
Hal yang tidak kalah penting adalah selalu melakukan pemanasan dulu sebelum berlari.

Dalam kalimat tersebut terdapat penggunaan kata dulu dan sebelum secara bersamaan. Hal itu membuat kalimat tidak memenuhi syarat kalimat efektif, yaitu kehematan. Jika sudah diberi keterangan sebelum pada klausa satunya, tidak perlu lagi dijelaskan dengan kata dulu pada klausa lainnya. Jadi, seharusnya digunakan kata sebelum saja.

Latihan Soal 8

(1) Desa Bengkala, Kecamatan Tubu Tambahan, Buleleng, Bali Utara memang berbeda dari desa-desa lain di Pulau Dewata yang gegap gempita oleh turis mancanegara pada umumnya. (2) Di desa itu terdapat kaum kolok, sebutan untuk warga yang bisu dan tuli. (3) Konon hanya ada dua tempat di dunia yang banyak warganya mengalami bisu-tuli. (4) Kedua tempat itu kota kecil di Cartago, San Jose, Costa Rica dan Desa Bengkala, Bali. (5) Keberadaan orang kolok atau penyandang bisu-tuli yang cukup signifikan di Desa Bengkala ternyata menumbuhkan kehidupan yang harmonis pada semua warga. (6) Bahkan, warga dengar, yaitu warga yang tidak tuli, mau belajar bahasa isyarat, sehingga mereka bisa berkomunikasi dengan bahasa isyarat. (7) Tidak mengherankan, apabila di lima banjar desa, Punduh Jero, Tihing, Basta, Asem, Kutuh, dan Coblong, banyak warga yang berkomunikasi dengan bahasa isyarat.

(8) Kehidupan orang kolok yang berada dalam kemiskinan, dipahami warga dengar yang berkecukupan dengan memberi mereka beberapa keringanan. (9) Misalnya, keluarga kolok dibebaskan dari segala bentuk iuran wajib untuk upacara adat. (10) Seperti diketahui, Bali ada cukup banyak ritual Hindu yang rutin dilakukan. (11) Selain itu, orang kolok juga diberi beberapa pekerjaan, seperti buruh tani atau penjaga keamanan oleh warga dengar. (12) Dengan demikian, harmoni hubungan antarwarga desa telah melahirkan toleransi.

(Diadaptasi dari kabarinews.com)

Apa kelemahan yang ada di dalam paragraf ke-2?

  1. Penggunaan kata selain itu pada kalimat (11).
  2. Penggunaan kata misalnya pada kalimat (9).
  3. Penggunaan kata dipahami pada kalimat (8).
  4. Kurang kata depan di sebelum Bali pada kalimat (10).
  5. Penggunaan kata dengan demikian pada kalimat (12).

Jawaban: D

Pembahasan:

Kalimat (10)

Seperti diketahui (K), Bali (S) ada cukup banyak (P) ritual Hindu yang rutin dilakukan (S).

Pada kalimat di atas, terdapat dua subjek berbeda, tetapi hanya terdapat satu predikat yang predikatnya tidak dapat berpasangan dengan satu dari kedua subjek tersebut. Hal ini menyebabkan hubungan fungsi kalimat menjadi tidak jelas. Kalimat tersebut menjadi tidak jelas inti/gagasan kalimatnya. Oleh karena itu, kata di harus diletakkan sebelum kata Bali. Dengan demikian, fungsi-fungsi dalam kalimat menjadi jelas.

Seperti diketahui, (K) di Bali (K) ada cukup banyak (P) ritual Hindu yang rutin dilakukan (S).

Latihan Soal 9

Teks A

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku kecewa dan prihatin dengan terjadinya aksi vandalisme kereta MRT di Depo Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Menhub meminta pihak kepolisian mengejar pelaku vandalisme terhadap kereta MRT. “Terus terang saya tak habis berpikir kok bisa seorang Warga Negara Indonesia melakukan aksi coret-coret. Apalagi MRT adalah kebanggaan kita bersama yang seharusnya bisa dijaga dan ini untuk kebutuhan kita semua,” kata Menhub Budi Karya kepada pers usai melepas ribuan peserta lomba lari “10 K Hubrun 2018”, di Jakarta, Ahad (23/9).

Menhub berharap kejadian tersebut yang pertama dan terakhir. Ia juga meminta lokasi depo ditingkatkan keamanannya dan masyarakat yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Diduga pelaku aksi vandalisme tersebut masuk ke lokasi Depo Lebak Bulus dengan memanjat dan melompati dinding.

Diadaptasi dari: republika.co.id

Teks B

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengutuk adanya aksi vandalisme yang dilakukan di rangkaian kereta mass rapid transportation atau MRT di Depo Induk MRT Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Ia tak habis pikir mengapa MRT yang seharusnya dijaga untuk kepentingan masyarakat malah dirusak.

Ia menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian untuk mencari dan menangkap pelaku vandalisme itu. “Pasti ada sanksi pidananya, saya nggak tau apa, saya serahkan ke polisi,” tuturnya. Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Cilandak Komisaris Prayitno mengatakan hasil dari pemeriksaan saksi dan CCTV belum banyak membantu untuk mengetahui jejak pelaku corat-coret dengan cat semprot itu terhadap gerbong-gerbong MRT.

Diadaptasi dari: tempo.co

Apa simpulan kedua teks di atas?

  1. Menhub menyerahkan kasus vandalisme MRT ini kepada pihak kepolisian untuk mencari dan menangkap pelakunya.
  2. Menhub meminta lokasi depo ditingkatkan keamanannya dan masyarakat yang mencoba masuk harus ditangkap.
  3. Menhub kecewa atas tindakan vandalisme MRT dan meminta kepolisian menangkap pelaku.
  4. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengaku kecewa dan prihatin dengan terjadinya aksi vandalisme kereta MRT.
  5. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengutuk adanya aksi vandalisme yang dilakukan di rangkaian MRT.

Jawaban: C

Pembahasan:

Teks A

Topik yang disampaikan dalam teks ini adalah mengenai kekecewaan Menhub atas tindak vandalisme yang terjadi dan harapannya agar vandalisme ini adalah yang pertama dan terakhir. Informasi ini didapatkan dari dua gagasan utama di kalimat pertama tiap paragraf.

Teks B

Topik yang disampaikan di dalam teks ini adalah mengenai kecaman Menhub terhadap aksi vandalisme di MRT dan keinginan Menhub agar kepolisian mencari dan menangkap pelakunya. Informasi ini tercantum di dalam gagasan utama pada kalimat (1) di tiap paragraf.

Dengan mengetahui persamaan topik kedua teks, simpulan yang tepat atas kedua teks tersebut adalah Menhub kecewa atas tindak vandalisme di MRT dan meminta kepolisian menangkap pelaku.

Latihan Soal 10

(1) Sebelum tidur, kita membutuhkan tiga puluh menit sampai satu jam untuk mengistirahatkan pikiran dari beban aktivitas. (2) Ada beberapa macam kegiatan yang terbukti manjur mengistirahatkan pikiran, yaitu membaca buku, meminum susu hangat, dan melakukan hal repetitif seperti menghitung domba, tetapi tidak dengan bermain gawai. (3) Mengirim pesan, mengunggah sesuatu di media sosial, atau mengecek surel malah akan menyalakan sistem saraf emosional yang ada dalam tubuh kita. (4) Selain itu, cahaya biru dari layar gawai dapat berdampak buruk. (5) Berdasarkan penelitian, cahaya ini dapat menekan sekresi hormon melatonin yang berfungsi mengatur pola tidur.

Kalimat manakah yang seharusnya mengakhiri teks di atas?

  1. Gawai membuat kita kurang dapat mengontrol stres dan berdampak pada kesehatan.
  2. Tanpa tidur cukup, tubuh menjadi kurang produktif.
  3. Pada sistem normal, tubuh memiliki siklus proses fisiologis dan biologis.
  4. Padahal, kebiasaan online menjelang tidur terlihat menyenangkan.
  5. Akibatnya, setelah bermain gawai, kita malah akan sulit tidur.

Jawaban: E

Pembahasan:

Untuk mengakhiri teks atau paragraf dibutuhkan kalimat yang koheren dengan gagasan utama. Kalimat ini bisa menjadi konklusi/simpulan akhir atau bisa juga menambah pemerincian atau penjabaran suatu hal yang menjadi topik. Gagasan utama paragraf di atas terdapat di kalimat (2) mengenai larangan memainkan gawai sebelum tidur. Kalimat (3), (4), dan (5) yang berupa gagasan penjelas menginformasikan alasan mengapa kita tidak boleh melakukannya. Kalimat yang koheren untuk mengakhiri informasi ini adalah kalimat yang mengandung konklusi atas informasi tersebut, yaitu sulit tertidur setelah bermain gawai.

Bagaimana Quipperian, apakah kamu sudah mulai paham mengerjakan Prediksi UTBK SBMPTN Bahasa Indonesia 2020 di atas? Agar pemahamanmu semakin terasah, sering-seringlah mengerjakan Latihan Soal. Ingat, selangkah lagi kamu akan memasuki PTN impian. 

Untuk mendukung kesuksesanmu masuk PTN, Quipper Video hadir dengan Paket Intensif UTBK SBMPTN 2020. Semua kebutuhan sudah tersedia di dalamnya, mulai dari materi persiapan, materi pemantapan, Latihan Soal, bank soal, hingga pembahasan lengkapnya. Jadi, tunggu apalagi. Yuk, gabung Quipper Video sekarang!

Lainya untuk Anda